1 Kesalahan Fatal yang Selalu Disepelekan

0
237

1 Kesalahan Fatal yang Selalu Disepelekan

Klik disini untuk melihat di YouTube

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..!! Pada siang hari ini, saya sedang menikmati makan siang di salah satu restoran Korea di Surabaya yang bernama SamWon. Lokasinya di Surabaya Town Square atau di Sutos. Dan kebetulan makan siangnya cukup enak, cukup bagus, dan saya disini ingin me’review makanan juga. Dan yang saya sukai disini adalah saya bisa menikmati pemandangan yang bagus, makanan yang enak, dan harga yang cukup terjangkau. Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan suatu topik yang sangat penting. Yaitu : “Satu Kesalahan Fatal yang Sering Disepelekan”.

Baik, pada kesempatan kali ini, seringkali bagi seorang pengusaha, atau anda yang sedang menempuh studi, anda yang sedang membangun perusahaan, anda yang sedang bekerja di perusahaan/meniti karir, anda seringkali lupa bahwa ini adalah sebuah hal yang sepele. Tetapi seringkali, hal ini menjadi sebuah kesalahan fatal.

Kita ambil satu contoh studi kasus ketika kita membangun usaha. Jika kita membangun usaha, apa sih yang menjadi faktor paling utama? Modal? Itu ;kan yang sering dipikirkan? “Waduh pak, saya gak punya modal!”. Tempat? “Pak, tempatnya gak strategis! Kayaknya kurang laku”. Jenis produknya? “Produknya sepertinya kurang unik, pak!”. Atau apalagi?

Seringkali ada banyak faktor. Kemudian, “Karyawan saya kurang bagus, pak! Sepertinya siapapun yang bekerja di restoran saya atau bekerja di kantor saya, saya tidak menemukan karyawan yang tepat”. Apakah itu faktor yang paling utama? Saya katakan bahwa semua faktor tersebut memang sangat berkaitan dengan suksesnya sebuah bisnis. Tetapi, ternyata itu semua memang faktor pendukung yang sangat penting.

Tetapi hanya ‘faktor pendukung’, bukan faktor yang paling utama.

Jadi sahabat entrepreneur, banyak sekali dari kita yang berpikir bahwa karyawan’lah faktor paling utama. Modal adalah faktor paling utama. Saya tidak mengatakan itu tidaka penting. Itu semua menurut saya adalah ‘faktor pendukung’ yang sangat penting. Tetapi itu bukan faktor yang paling utama. Dan celakanya faktor yang paling utama ini seringkali disepelekan.

Ingat, membangun sebuah perusahaan itu layaknya anda seorang pilot kalau di sebuah pesawat, atau nahkoda kalau di sebuah kapal. Jika anda menerbangkan pesawat atau melayarkan sebuah kapal, yang paling penting itu adalah pemimpinnya.

Pemimpin inilah yang paling utama.

Karena kita harus mengetahui bahwa jatuh bangunnya sebuah perusahaan itu tergantung dari pemimpinnya. Saya ambil satu studi kasus. Sewaktu dulu saya masih kuliah, saya mempunyai seorang teman yang sudah membangun usaha. Mereka membuka toko HP. Itu sekitar 24 tahun yang lalu. Yang namanya mereka ‘anak muda’, punya idealisme tinggi, dan handphone itu 24 tahun yang lalu sedang booming. Mungkin kalau di zaman sekarang seperti android.

Tetapi, tidak semua orang bisa mengerjakan bisnis HP. Karena HP pada saat itu masih termasuk barang premium (sekunder). Bukan barang kebutuhan.

Alhasil, usaha ini cukup sukses, cukup laris. Dan kalau saya tidak salah, teman saya ini berpartner dengan 3 orang. Setelah usahanya berjalan selama 2-3 tahun, akhirnya sangking larisnya usaha teman saya, dia akhirnya menjadi malas kuliah. Karena apa? Usahanya berjalan sangat cepat sekali. Pertumbuhannya sangat hebat sekali. Dan akhirnya tak terasa, pertumbuhan usaha anak-anak muda ini sangat booming.

Anda tahu apa yang terjadi? Karena memang dasar anak-anak muda, mungkin tidak terbiasa pegang uang besar. Tidak terbiasa me’manage keuangan. Atau mungkin dulunya tidak punya uang, tiba-tiba sekarang punya uang. Dulunya tidak pernah memegang uang besar, tiba-tiba sekarang tidak siap mental memegang uang besar.

Salah satu partnernya ini bermasalah. Anda tahu bermasalahnya bagaimana? Ia menggunakan uang perusahaan untuk kepentingan pribadi. Digunakan untuk hobinya. Berfoya-foya, berhura-hura. Alhasil, kondisi finansial perusahaan ini bermasalah. Karena apa?

Uang modal kerja dipakai untuk mereka berfoya-foya dan berhura-hura.

Akhirnya 3 partner ini stress karena ulah salah seorang partner. Akhirnya toko yang begitu laris, customer yang begitu banyak, produk yang begitu bagus, tempat yang begitu strategis, modal yang begitu lumayan, awalnya lumayan dan akhirnya semakin lama semakin besar. Dan akhirnya, toko itu harus hancur.

Sahabat entrepreneur, ini sebuah studi kasus. Akhirnya hancur gara-gara ulah salah seorang pemilik. Jadi sahabat entrepreneur, anda harus tahu bahwa jika anda ingin membangun sebuah usaha, maka faktor pemilik/pemimpin inilah yang sangat utama. Jadi, pemilik inilah yang menjadi kunci paling utama. Ingat, perusahaan itu bisa ‘jatuh bangun’. Bisa bangkit, bisa jatuh lagi. Ini semua karena pemimpinnya. Ingat, karena pemimpinnya.

Seorang pilot jika tidak berpengalaman, maka pesawatnya bisa jatuh. Nahkoda atau masinis kereta api jika tidak berpengalaman, meskipun sudah menjalankan sistem, kereta itu juga bisa bermasalah. Anda harus tahu bahwa membangun sebuah perusahaan itu ibaratkan mengemudikan sebuah pesawat terbang. Jika anda tidak tahu harus diarahkan kemana, maka pesawat itu bisa bermasalah, dan bisa jatuh.

Jadi sahabat entrepreneur, saya disini ingin sharing satu hal. Jika anda ingin perusahaan anda besar, kalau misalkan saat ini perusahaan anda sedang ada masalah, atau toko anda/usaha anda sedang ada masalah, mungkin masalah modal, masalah ini, masalah itu. Masalah tokonya sepi, pelanggannya lari karena kompetitor dan sebagainya.

Saya mau memberitahu anda satu hal :

Inilah kesalahan yang seringkali dilupakan oleh para pemilik. Seringkali pemilik itu menyalahkan, “Karyawan saya gak becus”. Seringkali pemilik itu menyalahkan, “Kompetitor saya ini terlalu hebat”. Pemilik sering menyalahkan, “Produk saya sebenarnya sudah bagus. Tetapi kenapa tidak laku?”. Pemilik seringkali menyalahkan, “Mungkin karena faktor manajemen yang kurang strategis.

Tetapi saya mau memberitahu anda satu hal. Apapun alasan kamu, dan sebagai pemilik, anda sering melakukan kesalahan ini. Yaitu apa? Pemilik wajib memiliki yang namanya ‘KOMITMEN’. Bicara soal komitmen, inilah yang seringkali menjadi sebuah kesalahan bagi pemilik karena pemilik tidak boleh menyalahkan siapa-siapa. Anda tidak boleh menyalahkan partner, anda tidak boleh menyalahkan keadaan, anda tidak boleh menyalahkan kondisi di luar. Tetapi kondisi internal inilah yang paling penting. Kondisi psikis inilah yang paling penting. Karena komitmen inilah yang paling utama. Kalau anda ingin menjadi seorang karyawan teladan, anda sekarang sedang membangun karir, ingin mencapai posisi puncak, kuncinya di komitmen.

Saya percaya bahwa bos pasti akan senang jika menemukan seorang karyawan yang berkomitmen, jujur, berintegritas tinggi, dan punya kemampuan. Meskipun hanya masalah waktu, jabatan anda akan diangkat.

Tetapi, komitmen ini yang paling utama

Begitu juga dengan seorang mahasiswa yang sedang menempuh studi. Anda mudah sekali kuliah. Tetapi anda bisa menyelesaikan kuliah anda tidak? Anda jangan sampai di tengah-tengah berpikir, “Wah, jurusan ini tidak cocok untuk saya. Jurusan ini tidak sesuai dengan saya”. Tidak bisa.

Atau mungkin anda seorang pelari marathon. Waktu start itu ada 10 ribu orang. Tapi mengapa yang finish tidak sampai 10%? Tidak sampai 1000 orang? Karena yang 9 ribu itu tidak berkomitmen. Apapun alasannya. Capek lah, sakit lah. Tidak bisa. Itu hanya masalah komitmen.

Jika perusahaan anda sedang ada masalah, ini kembali lagi masalah komitmen. Apakah anda tetap mau mempertahankan usaha ini atau tidak? Saya mau memberikan sebuah statistik bahwa menurut Brad Sugars, 100 perusahaan pada 5 tahun pertama, 50 perusahaan akan hilang. Alias pemiliknya tidak komitmen. Dan di 5 tahun kedua, sisa 46 perusahaan akan hilang. Jadi sisa 4 perusahaan yang komitmen.

Jadi sahabat entrepreneur,

apakah anda tergolong 4 orang ini atau 96 orang  ini?

Jika anda tergolong 4 orang ini, berarti pasti anda wajib untuk tidak melakukan kesalahan ini. Yaitu komitmenlah, baik suka maupun duka. Baik susah, maupun dalam kondisi happy.

Jika perusahaan anda sekarang dalam kondisi profit, lagi besar, ingat. Anda harus mempersiapkan 3 hari kemudian atau 3 bulan kemudian. Bagaimana jika perusahaan anda sedang ada masalah? Jika anda bisa mempersiapkan mental seperti itu, niscaya anda sudah memegang komitmen anda. Tetapi jika anda tidak bisa memegang komitmen anda, jangan hanya mau menerima ketika perusahaan anda lagi maju, omzet lagi rame, bisnis anda sedang naik daun. Tetapi anda tidak mempersiapkan ketika perusahaan anda jatuh.

Saya sudah mengatakan : ‘persiapkan’. Sama seperti orang menikah. Cuma siap enaknya menikah, tetapi anda tidak siap mempertahankan pernikahan anda. Bicara mempertahankan pernikahan itu bicara tentang komitmen. Jangan ketika anda sudah menikah, ketika di tengah perjalanan ada masalah dengan pasangan anda, ada masalah dengan keluarga anda, lalu anda seketika ingin memutuskan hubungan pernikahan, menurut saya itu bukan cara yang bijak.

Baik sahabat entrepreneur, semoga kesalahan ini tidak anda ikuti. Ini sepele, memang sederhana. Mungkin anda juga sudah tahu. Tetapi pertanyaan saya, apakah anda sudah benar-benar melakukannya? Kalau anda sudah melakukannya, niscaya saya ingin melihat perusahaan anda bertahan lebih dari 10 tahun. Contohnya seperti perusahaan yang saya bangun, sudah lebih dari 20 tahun. Dan saya komitmen dari keadaan suka maupun duka sehingga hari ini saya bisa memiliki 6 perusahaan.

Dan demikian sahabat entrepreneur, sekian review saya di tempat yang sangat nyaman dan sangat bagus ini. Saya merekomendasikan bagi anda yang di Surabaya yang mau mencoba masakan Korea, ini adalah salah satu tempat yang saya rekomendasikan. Masakan Korea, tetapi dengan sedikit taste Indonesia.

Sukses untuk anda semuanya, jangan lupa klik like, subscribe, dan loncengnya diaktifkan. Dan berbagilah kepada teman anda yang membutuhkan.

salam hebat luar biasa..!!

1 Kesalahan Fatal yang Selalu Disepelekan

1 Kesalahan Fatal yang Selalu Disepelekan

Bagi seorang pengusaha, anda yang sedang menempuh studi, anda yang sedang membangun perusahaan, atau anda yang sedang meniti karir, anda seringkali lupa sebuah hal yang sepele. Tetapi seringkali, hal ini menjadi sebuah kesalahan fatal. Kira-kira apa kesalahan tersebut? Temukan jawabannya disini!

Leave a Reply