5 Tips untuk Mengubah Pekerjaan Pertama Menjadi Kesuksesan Seumur Hidup

0
333

5 Tips untuk Mengubah Pekerjaan Pertama / Magang

Menjadi Kesuksesan Seumur Hidup

Magang dan pekerjaan pertama menawarkan peluang karir jika anda menerapkan pengetahuan untuk menjadi sumber daya pemecahan masalah bagi orang lain.

Magang dan pekerjaan pertama anda dapat menjadi batu loncatan untuk karir yang lebih besar. Meskipun tidak selalu tampak seperti itu, pengalaman ini memiliki nilai pada isian resume. Seseorang mungkin tidak pernah lagi begitu egois, sehingga iabersedia untuk belajar tentang passion dan kemampuannya. Jika dilakukan dengan benar, bekerja sebagai penjaga pantai, kasir atau penata taman pun bisa menjadi pertambangan emas. Pelajaran dari pekerjaan pertama dapat berlangsung seumur hidup.

Dulu, saya dan saudara saya tidak punya banyak pilihan ketika datang ke kota untuk bekerja. Kami diharapkan berkontribusi untuk keluarga. Saya mencoba segalanya selama bertahun-tahun. Saya mulai dengan “rute kertas”, yang benar-benar membuka mata saya. Saya harus mengumpulkan uang dari pelanggan, dan sekitar 25 orang di perjalanan pulang untuk mendapatkan 25 sen. Ini mengajarkan saya sebuah pelajaran awal tentang kombinasi ampuh kegigihan dan cara menawarkan.

Kemudian, saya menjadi supir truk, menanam pohon-pohon dan memotong kayu bakar – “bahan bakar yang membuat anda “gosong” dua kali : sekali ketika anda memotongnya di terik matahari dan yang kedua ketika anda membakarnya.”

Saya juga pernah bekerja di sebuah toko bunga saat saya masuk ke perguruan tinggi, serta magang mengelola keuangan apartemen saat kuliah. Saya bahkan punya bisnis di perdagangan barang antik. Saya menghadiri lelang dan mencari harta karun sebanyak mungkin, seperti lemari. Saya membelinya dan dijual lagi lebih dari yang telah saya bayar. Pameran dan stasiun radio adalah saluran penjualan saya.

Pekerjaan-pekerjaan tersebut, juga magang saya dan bagaimana saya menghabiskan waktu di dunia usaha menempatkan saya pada jalur karir yang baik. Bahkan saat ini, saya mengagumi bagaimana saya mendapatkan beberapa pelajaran dari hari-hari awal bekerja, ketika saya masih dalam masa-masa sulit.

Berikut adalah 5 kunci mengubah stigma pekerjaan pertama anda menjadi langkah awal kesuksesan anda seumur hidup :

 

1.  Laksanakan pekerjaan anda dengan ikhlas.

Jadilah seseorang yang dikenal sebagai orang yang dapat menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan dengan sempurna, tidak peduli pekerjaan apapun yang membuat anda bisa mendapatkan “gelar” tersebut.

Bekerja di toko bunga, saya belajar bagaimana membuat kotoran, membuat guci dan hiasan bunga pada peti mati untuk pemakaman. Biasanya, peti mati ditutup. Pada satu kesempatan, saya perlu hati-hati mengatur bunga di bagian atas peti jenazah yang terbuka untuk seorang pria tua di hari Minggu terbaiknya. Sebagai seorang remaja, saya “lebih” dari gelisah dengan tugas ini.Saya belajar sedikit hari itu tentang mengesampingkan ketidaknyamanan dan melakukan pekerjaan dengan benar, bagaimanapun tuntutan pekerjaan tersebut.

 

2.  Jadilah orang yang penasaran tanpa henti.

Temukan cara untuk menerapkan pengetahuan. pekerja sementara atau entry-level bisa lebih dari sekedar pekerjaan tangan. Ketika saya mulai belajar bisnis di perguruan tinggi, banyak informasi menarik tentang laporan laba rugi dan neraca.

Saya mulai bertanya-tanya tentang keuangan di toko bunga. Saya melihat kesempatan untuk menguji apa yang telah saya pelajari, menjumlah pemasukan dan menawarkan masukan yang tidak diminta.

Sementara pemilik geli dengan keberanian saya, mereka mengambil analisis terhadap saya dan membuat beberapa perubahan. Latihan ini memberikan saya wawasan berharga, bagaimana cara menjalankan bisnis dan memberikan nilai tambah kepada penilaian majikan saya. Saya tidak akan mendapatkan keuntungan dari pengalaman jika saya tidak mencarinya.

Anda dapat menemukan kesempatan untuk belajar bahkan dalam pekerjaan yang membosankan. Mari kita hadapi itu, banyak pekerjaan awal yang tidak membutuhkan keterampilan. Bahkan ketika tugas terasa membosankan, pekerja akan mendapatkan kursi deretan depan untuk mengamati bagaimana kolega berinteraksi dan apa yang membuat tempat kerja tersebut layak.

Lihatlah di sekitar anda. Mengapa seorang eksekutif selalu sibuk sementara rekannya selalu tampak memiliki waktu luang di tangannya? Apakah departemen atau aspek bisnis perusahaan tampaknya lebih menarik daripada yang lain? Bagaimana Manajer X berhubungan dengan orang-orang yang melapor kepadanya, dibandingkan berhubungan langsung dengan Manajer Y?

 

3.  Mencari kesempatan untuk membuat dampak besar.

Profesional muda yang mendapatkan pekerjaan lebih awal bisa belajar banyak pelajaran berharga dan menemukan cara untuk “bersinar”. Sebelum saya lulus kuliah, saya cukup beruntung karena magang di sebuah Bank simpan pinjam komersial kecil. Itu adalah tugas biasa, tapi pekerjaan itu membantu saya menyadari bahwa saya tidak ingin menjadi seorang bankir komersial setelah pernah menjalani pekerjaan itu.

Ternyata, saya jauh lebih tertarik dalam menemukan cara bagaimana perusahaan bekerja dan membantu membiayainya. Posisi yang tidak terlalu saya sukai justru akan menyebabkan saya gagal.

Namun, saya tidak hanya sekedar menyelesaikan magang saya. Saya mengakui itu sebagai kesempatan belajar. Selama saya di sana, bank tersebut pernah mengambil alih barang-barang milik pemasok bunga. Staf bank tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan peralatan berkebun, tapi saya tidak. Saya menelepon toko bunga tempat saya bekerja dulu dan berkata, “Saya punya kesepakatan untuk anda.” Bank sangat senang karena dapat menjual persediaan itu, dan teman-teman saya di toko bunga sangat senang membelinya.

 

4.  Selesaikan masalah.

Itu salah satu dari mengidentifikasi masalah, tetapi tidak baik jika tidak ada cara untuk memperbaikinya. Dalam satu pekerjaan full-time yang lalu, saya mendesain ulang ratusan bentuk administrasi karena mereka sangat tidak teratur dan tidak masuk akal. Saya juga membuat sebuah program pelatihan kerja khusus bagi mereka yang ingin sukses seperti posisi saya.

Sebelumnya, saya menjadi orang yang ditugaskan untuk setiap proyek yang perlu diperbaiki. Ini membantu saya mendapatkan perhatian dan dipromosikan dalam perusahaan saya, dimana saya tidak tinggal di satu peran lebih lama dari 18 bulan.

 

5.  Bonus tips : Simpan sebagian dari gaji anda.

Anda akan berterima kasih pada saya nantinya untuk hal yang satu ini. Tabung terlebih dahulu dan konsisten untuk tidak menggunakannya. Tidak peduli seberapa kecil gaji anda, coba untuk sisihkan dalam jumlah yang ditetapkan.

Misalnya, 10% setiap gajian untuk membangun dana darurat anda. Saya ingin mengatakan bahwa tabungan adalah “Keajaiban Dunia Kedelapan”. Pekerja muda harus mengembangkan kebiasaan menabung sejak dini. Ini merupakan salah satu alasan mengapa pekerjaan pertama bisa menjadi tonggak awal kesuksesan sepanjang hidup anda.

 

Leave a Reply