4 Ketakutan di Dalam Karir yang Tidak Pernah Anda Ungkapkan pada Orang Lain

0
266
http://www.theemotionmachine.com/wp-content/uploads/Honest.jpg

4 Ketakutan di Dalam Karir yang Tidak Pernah Anda Ungkapkan pada Orang Lain

 

Saya mematikan lampu di meja saya, menutup mata, dan berusaha untuk tertidur. Namun seketika pikiran saya mulai terusik berbagai pertanyaan :

  • Apakah proyek besar saya hanya akan ‘menggantung’?
  • Apa editor saya benar-benar serius ketika dia meminta saya untuk membuat ulang selembar ketikan tugas yang telah saya buat dengan susah payah?
  •  Apakah itu hanya cara dia untuk mengatakan secara halus bahwa dia berpikir kalau saya adalah seorang penulis yang sangat buruk?
  •  Haruskah saya memulainya dengan mengganti kata pembuka “ hey there,” menjadi kata yang lebih baku seperti “Hello“?

Jika ada yang pernah merasakan ketidakamanan dan ketakutan di dalam karir mulai muncul ke permukaan tanpa ragu, tidak perlu malu, karena anda sama dengan saya. Hal itu muncul tepat setelah saya mematikan lampu dan mencoba untuk tidur.

https://lachatupdate.files.wordpress.com/2016/09/bigstock-young-cell-phone-addict-man-aw-74103901.jpg?w=940

Hal ini benar-benar masuk akal. Cukup banyak waktu luang dalam sehari, seperti ketika saya memiliki jangka waktu kosong yang panjang untuk menenangkan diri. Dan, waktu luang tersebut dapat memunculkan beberapa ide-ide besar. Bisa juga menghasilkan kekhawatirkan juga pikiran obsesif paranoid.

Saya tahu bahwa saya tidak bisa melakukan segalanya sendirian. Jadi, disini ada empat kekhawatiran di dalam karir yang berbeda. Hal inilah yang menjaga kita semua agar tidak gampang berpindah pekerjaan dari waktu ke waktu. Apakah anda pernah merasakan 4 hal yang ada di daftar ini?

1. “Apakah saya sudah cukup baik di dalam pekerjaan ini?”

Biasanya, anda merasa cukup percaya diri dalam jalur karir anda. Ya, anda telah menerima kenyataan bahwa anda tidak selalu akan menjadi yang terbaik dengan apa yang anda lakukan. Tetapi untuk mendapatkan hari yang lebih baik ke depannya, anda masih merasa relatif mudah untuk menjaga imposter syndrome anda.

Namun, bagaimana pikiran anda ketika kepala anda telah menempel pada bantal di malam hari? Saat itulah semua yang meragukan diri anda sendiri benar-benar membuat anda khawatir.

Mungkin sesuatu yang besar terjadi hari itu. Rasanya seperti anda menghadapi meeting terburuk dengan atasan anda. Atau ketika anda jatuh ke dalam perangkap karena membandingkan diri anda dengan teman sekantor anda yang baru saja mendapatkan promosi jabatan. Atau, mungkin tidak ada apapun yang terjadi. Apapun yang menyebabkan anda merasa seperti sedang mengalami kegagalan dan stagnan, justru membuat kemajuan dalam karir anda.

Dengan kata lain, otak anda akan tiba-tiba penuh dengan segala macam pikiran mencela diri sendiri. Hal ini membuat anda bertanya-tanya bagaimana agar anda berhasil mencapai keberhasilan dalam bidang yang anda pilih. Dan ketika anda merasa penuh ketidakpastian dan pesimisme, anda mengambil langkah lebih lanjut dan meyakinkan diri bahwa esok anda pasti lebih baik.

 

2. “Bagaimana jika pekerjaan ini adalah jenjang tertinggi dalam karir saya?”

Anda cukup rasional untuk menyadari bahwa ‘memanjat tangga’ membutuhkan banyak waktu dan kesabaran. Setidaknya sebagian besar waktu dalam hidup anda.

http://images.wisegeek.com/male-construction-worker-in-jeans-holding-white-hard-hat.jpg

Namun, ketika anda diberikan waktu untuk bersantai di tempat tidur, itu adalah waktu yang tepat untuk me-refresh pikiran anda. Pada saat merenung, anda langsung yakin bahwa anda tidak bergerak maju. Bahkan, anda berpikir bahwa anda mungkin sudah mencapai titik akhir dalam jenjang karir anda.

Anda harus memiliki karir yang lebih baik dripada saat ini. Itukah yang anda pikirkan? Mungkin anda berpikir begini karena anak tetangga anda sudah menjadi eksekutif di perusahaannya. Dan dia setahun lebih muda dari anda. Tentunya, ini berarti anda ditakdirkan untuk berkarir ’biasa-biasa saja’ dan  tinggal di zona nyaman anda. Namun anda bisa menggunakan kreativitas anda. Dengan begitu, anda bisa menjadi seorang ‘pimpinan usaha’ di dalam bisnis yang anda kelola.

 

3. “Bagaimana jika saya tidak pernah bisa memperhitungkan sesuatu hal yang paling penting?”

Perusahaan anda menerapkan merek baru dari perangkat lunak dengan fungsi yang dibutuhkan oleh semua orang. Atau, anda duduk bersama dengan manajer anda dan dia mempercayakan proyek yang menantang kepada anda.

Hanya ada satu masalah: Anda yakin bahwa anda tidak akan pernah mampu memberikan hasil yang sepadan. Dalam pikiran anda, anda tidak memiliki cukup waktu, sumber daya, atau kecerdasan untuk mengurus proyek penting tersebut. Yang konon akan menjadi penentu ‘do-or-die’ di dalam karir anda.

 

4. “Apakah ini benar-benar apa yang ingin saya lakukan selama sisa hidup saya?”

Terkadang anda pernah tidak memiliki makanan di lemari es yang dapat anda makan untuk sarapan besok. Memikirkan ini, tiba-tiba anda prihatin tentang apa yang akan anda lakukan 30 tahun dari sekarang.

Tentu, anda melakukan apa yang anda lakukan sekarang. Tetapi, apakah anda yakin bahwa anda tetap melakukan pekerjaan itu selama sisa hidup anda? Akankah suatu saat anda merasa bosan? Maksud saya, seperti anda mencintai hewan dan ingin menjadi seorang dokter hewan ketika anda berusia delapan tahun. Namun ketika dewasa, yang terpenting anda harus memiliki pekerjaan yang menghasilkan banyak uang, bukan?

http://media.gettyimages.com/photos/young-man-sitting-at-edge-of-bed-reflection-in-mirror-rear-view-picture-id200474871-001?s=170667a

Meskipun niat anda adalah pergi tidur. Alam bawah sadar anda jelas mengatakan bahwa waktu yang tepat sebelum tidur adalah kesempatan merencanakan karir untuk masa depan anda. Jika pikiran anda mulai berputar dengan segala macam keraguan dan ketakutan setelah anda mencoba untuk tidur, anda tidak sendirian. Hal itu terjadi pada kita semua hampir setiap malam. Lagi dan lagi.

Jadi, apa yang harus anda lakukan ketika anda terjebak dalam siklus terobsesi dengan setiap detail dari pekerjaan anda? Yang terbaik adalah untuk melakukan apapun demi menjauhkan pikiran anda dari kekhawatiran anda. Membaca buku, menonton TV, mendengarkan musik, atau melakukan latihan pernapasan.

Jika hal ini sering terjadi, buatlah daftar prestasi untuk diri sendiri. Lihatlah daftar semua prestasi anda setiap kali anda berbaring, atau ketika khawatir dengan satu kesalahan yang dapat merusak anda.

Jika anda melakukan apa yang anda bisa untuk mengalihkan fokus, anda akan mampu tertidur lelap dalam waktu singkat. Dan seperti yang anda ketahui. Ketakutan yang melanda anda dalam gelap tidak sama menakutkannya dibandingkan dengan cahaya terang di pagi hari.

Lalui hari anda dengan pikiran positif. 

Lalui hari anda dengan pikiran positif. Niscaya segala pikiran negatif yang selama ini membuat anda khawatir akan menghilang dengan sendirinya. Dengan begitu, produktivitas anda akan tetap terjaga, dan anda akan merasa nyaman dengan pekerjaan anda saat ini. Sukses untuk anda, salam hebat luar biasa !!

Disini ada empat kekhawatiran di dalam karir yang berbeda.

Disini ada empat kekhawatiran di dalam karir yang berbeda.

Disini ada empat kekhawatiran di dalam karir yang berbeda. Hal inilah yang menjaga kita semua agar tidak gampang berpindah pekerjaan dari waktu ke waktu. Apakah anda pernah merasakan 4 hal yang ada di daftar ini?

Leave a Reply