4 Tipe Reseller & Customer

0
512

4 Tipe Reseller & Customer

Klik disini untuk melihat di YouTube

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..!! Kita berjumpa lagi di episode kali ini. Dimana kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara anda menghadapi customer dan reseller anda. Jadi topik saya kali ini adalah : “4 Tipe Reseller & Customer“.

Jadi sebetulnya anda harus tahu bahwa reseller & customer itu mempunyai beberapa tingkatan atau beberapa tipe. Kali ini saya akan membahas 4 tipe tersebut. Yaitu ada A,B,C, dan D. A itu yang paling baik, sedangkan D itu yang paling parah atau paling buruk.

Sebetulnya kita harus tahu bahwa kita tidak harus fokus pada semua customer dan reseller. Tetapi ada beberapa di video ini. Kita akan belajar tentang kita harus fokus terhadap tipe customer atau reseller yang mana.

Berikut adalah pembahasan tentang 4 tipe reseller & customer tersebut :

1. Customer atau Reseller Tipe D

Saya akan membahas dari yang paling parah atau yang paling buruk, yaitu Tipe D. Tipe D itu seperti apa?

Tipe D adalah tipe customer yang :

  • Suka complain
  • Suka mengeluh
  • Ia suka menawar
  • Suka membanding-bandingkan

Yaitu tipe customer yang suka complain, suka mengeluh, dan suka menawar. Kalau menawar, dia sudah diberi harga yang paling bagus, masih ditawar lagi. Dan dia suka membanding-bandingkan.

Kemudian, belinya juga tidak dalam jumlah banyak. Ia membeli dalam jumlah sedikit. Parahnya lagi, dia suka menjelek-jelekkan. Sudah membeli, kemudian membanding-bandingkan. Ini yang paling parah. Dan juga suka menawar. Yang lebih parah lagi, suka berhutang. Kalaupun misalkan hutang/bon, terkadang bayarnya lama sekali. Dan kalau kita menagihnya, terkadang orangnya tersinggung. Ini adalah tipe customer yang sangat parah.

Kemudian saat kita menagih, orangnya pura-pura lupa. Selama 20 tahun dalam dunia bisnis, saya juga pernah punya customer yang seperti ini. Sangat parah. Customer yang seperti ini akan membuat cashflow dan usaha kita akan bermasalah. Karena apa? Kalau kita punya customer seperti ini, berarti itu namanya bad cashflow atau aliran kas yang sangat tidak baik. Dan hal itu akan mengganggu perputaran uang kita.

Sebaiknya anda jangan terlalu fokus dengan tipe customer seperti ini. Anda harus punya prinsip bahwa “Pembeli bukan hanya anda. Tetapi pembeli itu masih banyak”. Memang kita wajib memberikan service yang terbaik. Tetapi kalau kita punya customer yang seperti ini, pastinya membuat kita merasa jengah. Membuat kita stress, pusing, sekaligus juga tidak baik bagi usaha anda.

 

2. Customer atau Reseller Tipe C

Kemudian tipe customer yang lebih baik namun sebenarnya masih tidak baik juga yaitu Tipe C. Tipe C ini seperti apa? Yaitu sama persis dengan tipe D, tetapi ia lebih baik.

Tipe C adalah tipe customer yang :

  • Tidak pernah menjelek-jelekkan
  • Suka menawar
  • Suka berhutang

Namun ia tidak mau menjelek-jelekkan. Setelah membeli ya sudah, ia diam. Namun sebenarnya ia juga bukan tipe customer atau tipe reseller yang terbaik. Reseller mungkin awalnya juga dari seorang customer. Customer yang loyal dan merasa ia mendapatkan keuntungan, akhirnya ia menjadi reseller. Namun terkadang ia menawar, “Kalau saya beli 10, nanti saya mendapatkan korting/diskon berapa? Kalau saya beli 100, masa’ diskonnya sama? Dan kalau saya beli 1000 bagaimana?”

Setelah itu, mungkin ketika jatuh tempo dia membayarnya tidak tepat waktu. Misalkan dia berjanji akan membayar seminggu lagi. Akhirnya, setelah 2 minggu justru belum membayar. Itu tipe C dan D.

Saya sarankan kalau anda memiliki customer yang seperti ini, anda tetap harus berusaha mencari customer atau reseller yang baru. Jadi, anda jangan ‘memelihara’ orang-orang yang seperti ini. Hal ini akan membuat anda setiap harinya stress dan usaha anda akan bermasalah.

 

3. Customer atau Reseller Tipe B

Tipe reseller atau customer yang lebih baik yaitu Tipe B. Lalu, tipe B ini seperti apa?

Tipe B adalah tipe customer yang :

  • Tidak pernah menawar
  • Pembayaran selalu on time (tepat waktu)

Enak ‘kan kalau anda punya customer yang seperti ini? Customer seperti inilah yang harus diperbanyak. Kalau punya customer dan reseller seperti ini, mungkin jumlah order‘nya banyak. Tetapi kalau tipe C dan D, malah membuat kita pusing. Ingat, kalau kita bekerja sehari-hari, kita harus dalam keadaan good mood. Kita tidak boleh dalam keadaan bad mood.

Kalau anda sudah dalam keadaan bad mood, anda bekerja pun rasanya malas dan capek. Sudah cashflow anda terganggu, setiap harinya berhadapan dengan orang-orang ruwet seperti tipe C dan D, akhirnya membuat kita menjadi malas. Tipe B mungkin tidak banyak. Tetapi sebetulnya mereka membuat kinerja usaha kita berlangsung dengan baik.

Karena apa? Kalau usaha kita terus berhadapan dengan orang-orang tipe B, maka saya yakin usaha kita semakin lancar. Orang dengan tipe B ini sebetulnya lebih baik jika diperbanyak. Dan saya yakin orang dengan tipe seperti ini masih banyak. Asalkan kita mau rajin mencari tipe reseller dan customer yang seperti itu.

Jika hubungan kita baik dalam jangka panjang, maka ia juga tidak akan pernah menawar. Diberi harga berapapun juga pasti OK. Bayar pun juga on time, bahkan mungkin lebih cepat. Karena ‘ia juga merasa tidak mau diperlakukan seperti itu. Maka sebaiknya ia juga tidak memperlakukan orang lain seperti itu’. Alangkah baiknya kalau kita punya reseller dan customer yang semuanya adalah tipe B.

 

4. Customer atau Reseller Tipe A

Kemudian, tipe yang paling bagus adalah Tipe A. Orang dengan tipe A adalah :

  • Orang yang paling memahami penjualan
  • Penyumbang omzet yang paling besar
  • Suka memberikan rekomendasi

Misalkan, “Kamu perlu reseller baru ‘nggak? Ini saya kenalkan..”. Jadi bagi anda yang sedang mencari reseller baru atau customer baru, kalau anda service tipe A ini dengan baik, dia akan memberikan banyak rekomendasi, referensi atau referral orang-orang terbaik berikutnya. Jadi, sebetulnya anda cukup maintain Tipe A dengan baik dan seksama. Mungkin tipe A ini jumlahnya tidak sampai angka 5 jari ini. Tetapi kalau anda service dengan benar, 5 jari ini mendatangkan 5 ribu reseller baru atau 5 ribu customer baru tanpa anda harus mencari reseller atau customer sendiri. Paham ya maksud saya..

Jadi terkadang anda hanya fokus pada tipe C dan D. Setiap hari anda stress menghadapi puluhan orang yang seperti itu. Tetapi anda melupakan service untuk 5 orang terbaik tersebut. Padahal sebenarnya kalau anda service 5 orang terbaik tersebut dengan benar, anda layani dengan benar, maka 5 orang itu bisa mendatangkan ribuan orang baru. Anda harus fokus terhadap mereka. Inilah pengalaman saya selama 20 tahun.

Kalau anda bekerja dengan orang yang tepat, customer yang tepat, relationship yang tepat dan reseller yang tepat, maka saya yakin :

“Build your relationship”

(Bangun hubungan dengan mereka)

Bermain dengan mereka, ngopi dengan mereka, sharing bisnis dengan mereka, ajak gathering mereka dan anggap mereka sebagai saudara. Bukan lagi sebatas partner bisnis, tetapi kalau bisa menjadi keluarga itu jauh lebih baik. Kita bertumbuh bersama-sama. Kalau perlu membuat visi bersama-sama, dan kita bertumbuh bersama pula.

Dengan 5 orang yang seperti ini, saya yakin anda akan membangun bisnis yang jauh lebih besar ke depannya. Anda harus paham dengan prinsip hukum Vilfredo Pareto. Hukum Vilfredo Pareto berkata bahwa “Gunakanlah 80% waktumu pada 20% tipe A dan B“. Jangan sebaliknya. Jangan gunakan 80% waktumu pada tipe C dan D. Padahal mereka cuma menghasilkan omzet 20%. Jangan terbalik.

Harusnya 80% waktu anda gunakan untuk tipe A dan B. Bukan 80% waktu anda gunakan untuk tipe C dan D. Karena jika 80% waktu anda gunakan untuk tipe C dan D, percuma. Mereka hanya menghasilkan omzet 20%. Untuk apa anda memberikan energi berlebihan pada orang yang hanya memberikan omzet 20%?

Lebih baik anda memberikan waktu, tenaga, energi, pikiran dan hati anda kepada tipe A dan B yang menghasilkan omzet 80%. Itulah hukum Vilfredo Pareto. Hukum Vilfredo Pareto ini anda pergunakan hanya pada beberapa orang. Tetapi orang-orang tersebut adalah penggerak motor usaha anda ke depannya.

Jadi sahabat entrepreneur, kalau anda bertanya “Bagaimana tips menghadapi tipe customer atau reseller C dan D?” Jawabannya : ACUH TAK ACUH SAJA. Tidak usah diperdulikan, say Hi saja, “Haloo..” Tapi anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mereka. Selain itu menghabiskan energi anda, mengurangi cara berpikir anda, mengurangi kreatifitas anda, dan juga malah membuat hari-hari anda menjadi buruk.

Kalau hari-hari anda menjadi buruk karena orang tipe C dan D, maka tidak baik untuk kinerja usaha anda. Karena apa?

“Bisnis anda, itu semua tergantung anda”

Kalau pemilik perusahaan saja sudah stress, bagaimana nasib usaha anda? Karena kalau pemilik perusahaan stress, maka akan membuat stress distributor’nya, reseller‘nya, customer‘nya, dan juga membuat stress semua supplier‘nya. Kuncinya : Anda jangan stress dahulu. Anda harus happy. Kalau anda happy, niscaya kinerja perusahaan akan membaik.

Baik, sekian tips dari saya kali ini. Semoga anda bisa menggunakan waktu anda dengan bijak kepada tipe-tipe customer dan reseller yang harus anda prioritaskan dalam hidup anda. Bila anda menyukai channel seperti ini silahkan klik like, comment dan subscribe. Serta jangan lupa di sebelah kanan bawah ada lonceng, silahkan klik. Maka setiap ada video baru, anda akan mendapatkan prioritas. Sukses selalu untuk anda sahabat entrepreneur, dan selalu salam hebat luar biasa..!

Kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara anda menghadapi customer dan reseller anda.

Kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara anda menghadapi customer dan reseller anda.

Kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara anda menghadapi customer dan reseller anda. Jadi topik saya kali ini adalah : "4 Tipe Reseller & Customer". Berikut adalah pembahasan tentang 4 tipe reseller & customer tersebut :

Leave a Reply