5 Alasan Mengapa Banyak Uang Tidak Membuat Anda Kaya

0
7

5 Alasan Mengapa Banyak Uang Tidak Membuat Anda Kaya

Klik disini untuk melihat di YouTube

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..!! Jumpa lagi di edisi kali ini, saya akan berbicara tentang ‘edukasi finansial’. Kali ini saya akan membahas : “5 Alasan Mengapa Banyak Uang Tidak Membuat Anda Kaya”.

“Banyak uang tidak membuat anda kaya? Kok bisa sih, Pak Chandra?”. Dari judul ini saja, masyarakat Indonesia pada umumnya pasti berpikir, “Orang yang banyak uang ‘kan sudah pasti kaya raya. Tetapi kenapa Pak Chandra bilang banyak uang tidak membuat anda kaya?”.  Masalahnya di mindset.

Pernahkah anda melihat orang yang kaya raya tiba-tiba jatuh miskin? Apa persepsi anda jika orang Indonesia berkata, “Itu karena orangnya sombong banget. Orangnya belagu. Orang itu dihukum oleh Sang Pencipta”. Di Indonesia, mayoritas cara berpikirnya seperti itu.

Tetapi mengapa ada orang yang dulu kondisi finansialnya kurang mampu, sekarang tiba-tiba orang itu menjadi kaya raya? Lalu anda berkata apa? “Oh, dia lagi beruntung, pak”. “Dia mungkin pakai ilmu hitam”, misalnya. Saya tidak mau membahas itu. Tidak enak jika saya membahasnya di edisi kali ini.

Tetapi, saya memiliki 5 alasan ‘mengapa banyak uang tidak membuat anda kaya’. Bahkan, banyak uang pun tidak membuat anda kaya.

 

1. Orang yang tidak terbiasa memegang uang banyak

Alasan yang pertama, yaitu orang yang terbiasa tidak punya uang. Biasanya ia hanya memiliki penghasilan 1 juta. Tiba-tiba, hari ini diberi 1 miliar. Secara mentalnya bagaimana? Di rekening banknya, tabungannya, biasanya hanya ada 1 juta. Tiba-tiba sekarang menjadi 1 miliar. Atau diberi 10 miliar. Saya garansi. Ketika ia tidak memiliki pengetahuan finansial yang baik, ia tidak terbiasa pegang uang banyak, maka saya jamin dalam waktu kurang dari 1 tahun, uang itu akan kembali habis.

Ada sebuah cerita. Zaman dahulu, di Indonesia pada tahun ‘90an ada SDSB. Sekarang memang sudah tidak boleh. SDSB itu semacam membeli nomor undian, kemudian nomor undian bisa anda dapatkan, kemudian siapa tahu anda bisa menjadi pemenangnya? Zaman dulu pernah anda sebuah kisah tentang seorang tukang becak. Ia tiba-tiba menerima uang 1 miliar pada tahun 1980’an itu pada zaman sekarang mungkin sekitar 10 sampai 20 miliar. Wow.. Apalagi tukang becak ini dalam 1 hari mendapatkan nafkah sebesar 500 perak saja sudah sangat besar di tahun 90’an. Tiba-tiba ia menerima uang 1 miliar.

Singkat cerita, kisahnya heboh dimana-mana. Masuk surat kabar dan televisi, sehingga tiba-tiba banyak orang segolongannya, banyak tukang becak, orang sepantarannya, saudaranya, temannya, atau yang mengaku teman/saudara itu tiba-tiba banyak sekali. Ketika berita itu ditulis dengan heboh dan yang luar biasa, dalam waktu 3 bulan uangnya habis. Dan ia tidak tahu uangnya lari kemana. Ada saja hal yang membuat uangnya mengalir dan habis. Inilah salah satu alasannya. Ketika orang tidak mempunyai pengetahuan finansial yang baik, reason yang pertama adalah ketika seseorang itu tidak punya uang, tiba-tiba mempunyai banyak uang. Inilah reason yang pertama mengapa banyak uang tidak membuat anda kaya. Jadi, ada clue’nya disini. Pengetahuan finansial itu penting.

 

2. Ketika dia mempunyai banyak uang, dia merasa menjadi ‘orang hebat’

Yang kedua, ketika dia mempunyai banyak uang, dia merasa menjadi ‘orang hebat’. Mengapa ia merasa menjadi orang hebat? Karena ketika dulu anda tidak punya uang, anda mungkin dihina, dicaci, dan disindir. Kemudian anda merasa seperti orang kecil/orang tak berdaya. Tetapi ketika anda sekarang tiba-tiba punya banyak uang, di Indonesia biasanya disebut “OKB”, Orang Kaya Baru.

Kalau dulu biasanya anda kipas-kipas hanya menggunakan buku seperti ini, sekarang di depan orang-orang yang menghina anda, anda kipas-kipas pakai uang seratus ribuan, anda jejer sekitar 2 juta, kemudian dipakai untuk kipas-kipas. Anda merasa menjadi orang yang berkuasa. Banyak orang yang mentalnya belum siap punya uang, akhirnya ketika ia punya uang menjadi sok hebat, merasa hebat. Dan dia pamerkan kekayaannya tanpa memiliki pengetahuan finansial yang baik. Sekali lagi, tanpa memiliki pengetahuan finansial yang baik. Akhirnya, orang itu bisa jatuh miskin kembali.

Orang OKB ini adalah orang yang belagu. Atau orang-orang yang mungkin tidak tahu mengapa tiba-tiba punya uang yang banyak, sehingga ia merasa sok hebat, sok kaya, dan orang –orang seperti ini akhirnya merasa tiba-tiba hidupnya berubah drastis. Yang dulunya motor saja cicilannya tidak habis-habis, sekarang dia beli mobil paling mewah. “Berapa sih harga mobilnya? Di kota itu gak ada yang punya, saya beli duluan..!”.

Dia beli rumah. Rumah mana yang paling mewah di kotanya, dia beli yang paling mewah. Perlengkapan rumah tangga mana yang paling mahal, saya beli yang paling mahal. Jadi dia langsung membelanjakan uangnya tanpa berpikir. Karena apa? Dia merasa menjadi orang yang hebat.

Jadi, ia merasa segala sesuatunya bisa dibeli pakai uang.

Dan mungkin, ini yang paling parah. Jadi ujung-ujungnya, misalkan di rumahnya dia melihat sofanya sudah lama, ganti. Lampunya sudah lama, ganti. Pagarnya sudah lama, ganti. Plafonnya sudah lama, ganti. Mobilnya sudah lama, ganti. Kasurnya sudah lama, ganti. Semuanya diganti. Terakhir, dia lihat pasangannya. Ini sudah lama, ganti juga.

Inilah sikap sok merasa menjadi orang hebat. Ini yang menjadi masalah. Inilah Orang Kaya Baru dan Belagu. Merasa menjadi orang hebat. Dia lupa bahwa pasangannya itulah yang menemani dia sejak dulu dia tidak punya uang. Dia melupakannya. Inilah yang seringkali membuat rumah tangga hancur.

 

3. Sulit untuk menolak (sungkan)

Yang ketiga, sulit untuk menolak alias sungkan. Indonesia ini punya budaya sungkan. Saya sudah pernah membahas ini di video saya sebelumnya. Ketika seseorang tiba-tiba memiliki uang banyak, dulunya mencari uang 1 juta Rupiah saja susah, sekarang tiba-tiba punya ratusan juta. Tiba-tiba, ya itu tadi. Banyak orang mengaku teman,  banyak orang mengaku saudara, dan mereka mengatakan, “Masa’ sama teman lama gitu.., gak mau bantu saya..”. “Masa’ kamu lupa sama saudara. Ingat, dulu waktu kamu tidak punya uang, saya yang bantu kamu. Saya yang bantu orang tua kamu”.

Orang Indonesia itu paling tidak tahan mendengar kata-kata seperti ini. “Iya, orang susah seperti ini masa’ tidak dibantu..”. Akhirnya uangnya mengalir seperti air di keran. Cepet banget. Dia lupa bahwa ketika dia mempunyai kelebihan uang, inilah yang menjadi permasalahannya. Coba anda lihat. Misalkan ada teman lama tiba-tiba menghubungi anda, itu biasanya ujung-ujungnya pasti satu. Mendadak sok akrab, ujung-ujungnya pasti satu : Biasanya kesulitan finansial dan mau meminjam pada anda.

“Masa’ teman lama kayak saya gak dibantu bro/sis..”. Contohnya seperti itu. Orang Indonesia kalau mendengar kata-kata seperti ini biasanya akan sulit menolak. Dan kalau menolak, dia akan mengatakan, “Kamu lupa ya dengan pertemanan kita dulu? Kamu sekarang sudah berubah ya.. Kamu gak seasik dulu. Sekarang kamu sudah kaya raya, gak mau membantu kita yang masih kekurangan”.

Ketika anda menerima kata-kata seperti ini, maka seolah-olah anda sulit untuk menolak. Padahal, kelebihan uang anda ini bisa jadi bukan uang anda. Bisa jadi itu uang kredit dari bank. Kredit dari bank itu bukan uang anda, tetapi uang pinjaman yang harus tetap dibayar. Inilah masalahnya.

Ketika anda punya uang banyak, itu tidak membuat anda kaya.

Mengapa? Karena anda punya kata ‘sungkan’ dan ‘sulit menolak’. Jadi, berhati-hatilah. Lebih baik anda “SAY NO”. Berani berkata tidak. “Maaf ya, meskipun ada kelebihan, uang saya ini saya gunakan untuk bisnis. Saya tidak bisa membantu lebih”. Mohon maaf. Anda harus tegas.

Jadi walaupun anda dicap sombong, tidak berperikemanusiaan dan sebagainya, ingat. Kata-kata mereka itu adalah ‘lidah tak bertuai’. Karena yang namanya lidah setiap orang bisa berkata apapun. Tetapi ingat, pesan saya satu. Suatu hari ketika anda menagih uang itu kembali, entah orang itu sudah lari kemana. Jadi berhati-hatilah. Pesan saya, jika uang itu sudah terambil orang lain, bahasa lainnya ‘pinjam’. Kalau orang mau meminta uang ‘kan pasti sungkan. Mereka lebih enak menggunakan kata ‘pinjam’. Itulah yang membuat anda merasa sulit untuk mengambil kembali. Ingat pesan saya ini.

 

4. Ketika banyak uang, tiba-tiba anda menjadi investor mendadak

Yang keempat, ketika banyak uang, tiba-tiba anda menjadi investor mendadak. Jadi ketika dulu anda tidak punya uang, ada barang apapun, orang tidak akan menawarkan pada anda. Tetapi ketika anda punya banyak uang, tiba-tiba ada yang mengajak anda, “ayo ternak lele..!”. Bisnis lele, invest sekian ratus juta. “ayo ternak kambing..!”. Invest uang untuk ternak kambing. “Uang ini ‘ditaruh’ saja selama 10 bulan pasti akan menghasilkan keuntungan sekian”. Anda tidak tahu saja bahwa lele dan kambing itu bisa mati dan terkena hama. “Ayo nanti tanam cabe..!” main tanam saja, tapi tidak tahu ilmunya. Tiba-tiba cabenya diserang wereng, lalu habis.

Sahabat entrepreneur, sebetulnya ketika anda banyak uang dan saudara atau teman anda tahu, biasanya satu : mereka pasti menawarkan penawaran-penawaran yang menggiurkan. “Ayo ikut ini! Taruh uang disini! Anda tidak usah bekerja, nanti uangnya akan berlipat menjadi tiga-lima kali lipat”. Ujung-ujungnya money game. Biasanya seperti itu. Anda menjadi investor mendadak.

Menjadi investor mendadak inilah yang paling fatal. Anda tidak memiliki pengetahuan finansial yang baik, dan akhirnya anda menaruh uang di sembarang tempat. Maka ujung-ujungnya uang anda habis. Ketika anda cari, ujung-ujungnya teman/partner anda lari semua. Hati-hati yaa..

 

5. Anda tidak mempunyai pengetahuan finansial yang baik

Poin yang kelima, dari semua poin alasan pertama, alasan kedua, alasan ketiga, dan alasan keempat, yaitu anda tidak mempunyai pengetahuan finansial yang baik. Itulah alasan yang kelima. Kurangnya pengetahuan finansial. Anda tidak mengerti apa bedanya aset, apa itu omzet. Anda tidak mengerti. Aset dengan omzet itu berbeda. Omzet penjualan bisnis anda itu belum tentu aset anda. Omzet penjualan bisnis anda adalah omzet. Anda harus sisihkan sebagian. Uang kerja ya uang kerja. Uang untuk kebutuhan sehari-hari ya untuk kebutuhan sehari-hari.

Anda tidak bisa membedakan mana uang tabungan, mana uang untuk kebutuhan sehari-hari, mana uang untuk bisnis. Anda campur aduk semuanya menjadi satu. Uang bisnis ya uang bisnis, uang kerja ya uang kerja, uang tabungan ya uang tabungan, dan untuk kebutuhan sehari-hari sendiri. Anda harus sisihkan semuanya.

Saya saja mempunyai 5 jenis rekening. Rekening ini punya fungsi masing-masing. Tidak boleh dicampur aduk. Begitulah jika memiliki pengetahuan finansial yang baik. Ada rekening untuk tabungan sendiri. Untuk perputaran bisnis ada rekeningnya sendiri. Rekening untuk gaji karyawan ada sendiri. Ini penting sekali. Harus dibagi-bagi. Rekening untuk modal usaha, ada sendiri. Uang itu harus anda bedakan, sehingga satu sama lain tidak boleh dicampur aduk menjadi satu. Ketika anda mencampur aduk uang menjadi satu, maka menjadi tidak jelas.

Uang itu cepat menguap jika anda tidak tahu pengelolaannya. Jika anda tidak punya pengetahuan finansial, akhirnya uang tidak bisa membuat anda kaya. Jadi, apa yang bisa membuat kita kaya?

Bukan banyaknya uang. Tetapi pengetahuan finansial yang cukup.

Pengetahuan finansial yang baik itu bisa membuat anda menjadi kaya raya selama-lamanya. Paham ya, sahabat entrepreneur.. Semoga video ini bisa menggedor cara berpikir anda, khususnya bahwa pengetahuan finansial itulah yang bisa membuat anda kaya raya. Bukan banyaknya uang yang bisa membuat anda kaya raya.

Demikian sahabat entrepreneur untuk ulasan kali ini tentang 5 alasan mengapa banyak uang tidak membuat anda kaya raya. Semoga video ini bisa mengubah cara berpikir anda, teman-teman dan saudara anda.

Bila anda menyukai video seperti ini jangan lupa berikan like, berikan komentar-komentar positif anda. Saya sangat mengharapkan kesaksian-kesaksian anda setelah menonton video saya. Apa perubahan yang terjadi dalam hidup anda, cara berpikir anda, termasuk bisnis anda. Saya senang sekali membaca comment anda, apalagi saya mendengar ada yang omzetnya naik 5 kali lipat, ada yang sekarang penghasilannya naik 10 kali lipat. Luar biasa sekali.

Saya sangat senag karena video saya bermanfaat bagi anda semua. Jangan lupa subscribe serta silahkan anda nyalakan loncengnya untuk selalu mendapatkan notifikasi baru di layar android anda atau layar PC anda.

Sukses untuk anda, salam hebat luar biasa..!!

Apakah benar banyak uang itu berarti Anda "Kaya"?

Apakah benar banyak uang itu berarti Anda "Kaya"?

Apakah benar banyak uang itu berarti Anda "Kaya"? Apakah banyaknya uang adalah tolak ukur kekayaan seseorang? Sebenarnya, bukan "UANG" yang membuat Anda kaya. Kali ini, saya akan berbicara tentang ‘edukasi finansial’, yaitu : “5 Alasan Mengapa Banyak Uang Tidak Membuat Anda Kaya”.

Leave a Reply