5 Skill yang Perlu Dilatih oleh Tim Penjualan Anda

0
464

5 Skill yang Perlu Dilatih oleh Tim Penjualan Anda


Klik disini untuk melihat di YouTube

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..!! Jumpa lagi kali ini, saya akan membahas topik bisnis kembali. Dan topik kali ini adalah tentunya kalau anda ingin bisnis anda besar, yang pasti anda harus memiliki TIM. Salah satu tim yang membuat bisnis anda semakin besar adalah TIM SALES atau tim penjualan. Pada topik kali ini, saya akan membahas : “5 Skill yang Perlu Dilatih oleh Tim Penjualan Anda”.

Jika anda ingin memiliki penjualan yang lebih besar, anda harus memiliki tim. Anda tidak bisa bekerja sendiri. Mungkin kali ini anda ingin mencapai omzet 10 juta per bulan. Anda mungkin bisa bekerja sendirian. Seperti yang sudah saya bahas di video-video sebelumnya, maka harus ada NILAI TAMBAH & FAKTOR KALI.

Tentang bagaimana anda harus memiliki value yang lebih pada produk anda, skill anda, dan juga bagaimana anda harus memiliki faktor kali. Jadi anda harus memperbanyak cabang anda atau memperbanyak tim anda. Tentu jika anda bekerja seorang diri dibandingkan bekerja dengan 1000 orang pasti hasil omzetnya berbeda.

Jadi jika anda sudah memiliki tim bisnis atau tim sales, maka ada 5 skill yang harus anda miliki :

 

1. Skill mendengar

Skill yang pertama adalah skill mendengar. Mengapa anda harus memiliki skill ini? Karena begini.. Seringkali anda harus melatih tim bisnis anda atau tim sales anda untuk mendengarkan orang lain. Karena sesungguhnya customer itu tidak perlu diceramahi. Reseller itu tidak perlu diceramahi, tidak perlu diberitahu atau diedukasi. Tetapi mereka hanya perlu didengar.

Karena apa? Membangun hubungan yang baik itu nomor satu yang penting : Anda harus banyak mendengar daripada banyak bicara. Kalau anda banyak mendengar, anda akan memahami mereka. Dengan anda memahami mereka, maka skill anda akan meningkat. Ingat, orang lebih suka didengar daripada mendengar. Ini adalah prinsip dalam membangun hubungan.

Jika anda mau belajar mendengarkan orang lain, niscaya anda akan mempunyai calon customer atau reseller yang loyal. Itulah skill yang pertama. Belajar sabar untuk mendengar. Meskipun orang itu terkesan salah, dengarkan dahulu. Jangan dipotong pembicaraannya. Meskipun orang itu terkesan keliru, anda jangan memotong pembicaraannya. Tetapi coba dengarkan dahulu dengan sabar.  Itulah skill yang pertama.

 

2. Skill memahami orang lain

Yang kedua, skill memahami orang lain. Jadi anda harus berusaha untuk mengerti dan memahami orang lain. Saya selalu menggunakan rumusan F.O.R.M.

  • F itu Family, (mengetahui keluarga).
  • O itu Occupation, (pekerjaan).
  • R itu Recreation, (rekreasi/liburan).
  • M itu Money, (kondisi finansial).

Jika anda bisa mengetahui FORM setiap orang, niscaya anda akan memahami orang tersebut. Orang itu sedang lapar namun anda beri minuman, tidak cocok. Orang itu sedang haus namun anda beri makanan, tidak cocok. Atau orang itu sedang tidak ada uang, namun anda menawarkan produk dan menyuruh dia membeli. Tidak cocok juga.

Orang itu keluarganya sedang berantakan, jadi dia butuh apa? Dia butuh didengarkan, butuh teman curhat. Anda menawarkan sesuatu yang meningkatkan penghasilan, padahal dia orang kaya. Itu juga tidak cocok. Berarti anda butuh skill untuk memahami orang lain. Cara meningkatkan skill ini adalah dengan banyak bertanya. Pertanyaannya adalah seputar 4 ini tadi, yaitu FORM.

Kalau anda bisa memiliki 4 poin ini, saya percaya kalau anda sering bertanya tentang 4 skill ini, anda akan mempunyai data yang lengkap tentang apa yang dibutuhkan orang tersebut. Kalau anda bisa memberikan apa yang dibutuhkan oleh orang lain, niscaya anda akan memahami orang lain. Skill kedua ini harus dimiliki oleh tim sales anda.

 

3. Skill melayani (Service)

Skill yang ketiga adalah skill melayani atau service. Anda harus mempunyai skill pelayanan. Anda jangan hanya ingin dilayani. Kalau anda hari ini menjual suatu produk, pastikan berikutnya anda harus punya suatu skill untuk melakukan service dengan baik.

  • Berikan konsumen pelayanan tepat waktu.
  • Berikan apa yang konsumen butuhkan.

Jika ia sudah cocok dengan anda, lakukan service yang terbaik. “Baik pak, saya akan mengirim dengan cepat. Tidak sampai 1 jam sudah sampai”. Inilah service. Jika anda menang di service, luar biasa..! Anda lihat saat ini banyak bisnis-bisnis besar. Mereka itu mengutamakan pelayanan. Contohnya McDonald’s, service‘nya 24 jam. Bahkan untuk mempercepat pelayanan, sekarang McDonald’s menyediakan drive-thru. Tidak perlu antri.

Sekarang anda lihat perbankan, contohnya BCA. Daripada mengantre, ada 1-2 orang lebih yang melayani anda. “Apa yang bapak butuhkan?” Itulah skill melayani. Jika anda tidak memiliki skill melayani seperti itu, niscaya customer anda akan meninggalkan anda. Reseller anda akan capek. Karena apa? Beberapa kali membeli, anda tidak segera melayani. Skill melayani ini sangat penting.

 

4. Skill Closing

Yang keempat adalah skill closing. Jadi kalau anda tidak memiliki skill closing, meskipun presentasi anda bagus, penjualan produk anda bagus, presentasi anda mengagumkan, cara menjual produk anda keren sekali, cara anda meyakinkan reseller keren, namun anda tidak ada closing atau penjualan. ya sama saja. Anda harus punya teknik closing. jadi teknik closing yang baik itu seperti ini, “Oke, jadi bapak mau membeli produk ini?” Anda tidak boleh seperti itu. “Baik pak, sudah cocok? Bapak butuh berapa? 2 buah atau 4 buah?” Yang benar seperti itu. Itulah teknik closing.

Jadi pastikan kalau dia sudah tertarik. Jika dari wajahnya sudah OK, wajahnya terlihat sangat tertarik dengan produk anda, maka lebih baik anda pastikan, “Bapak butuh berapa? 2 atau 4 buah? Bapak butuh sekarang atau perlu saya kirim ke tempat bapak?” Seperti itu. Ini adalah jam terbang. Anda tidak boleh mengatakan, “Bagaimana, pak? Anda tertarik dengan produknya?”

Memang kalau orang sudah tertarik, pasti akan bilang’iya’. Tetapi jauh lebih baik jika sudah tertarik, “Ya, saya coba 1 saja dulu”. Anda bilang, “Oh, tidak masalah pak..! Yang terpenting kita punya hubungan jangka panjang”. Ini skill yang kelima.

 

5. Skill membangun hubungan jangka panjang

Skill yang kelima, yaitu membangun hubungan jangka panjang. “Jadi hubungan kita bukan hanya bisnis pak. Bisnis ini hanya perantara awal saja. Tetapi yang terpenting kita bisa berteman baik. Kita bisa memiliki hubungan jangka panjang. Bahkan saya yakin ke depannya kita akan sangat happy. Jangan lupa pak bila ke depannya anda memiliki informasi atau proyek apapun, jangan sungkan menelepon saya. Jika ada kesulitan, kapanpun 24 jam anda bisa contact saya. Secepat mungkin saya akan membalasnya. Bapak tidak perlu khawatir dengan masalah anda”.

Tetapi hal ini bukan hanya lip service atau hanya kata-kata manis di mulut. Anda harus melakukan. Kalau anda bisa melakukan, maka anda akan mempunyai :

  • Customer yang loyal
  • Reseller yang baik
  • Customer yang sangat bagus

Oleh sebab itu, video ini sangat luar biasa. Saya juga merekomendasikan anda untuk menonton 2 video yang lainnya. Dimana 2 video ini juga berkaitan dengan bisnis, yaitu bagaimana anda meningkatkan kualitas customer/reseller anda dan memiliki omzet yang lebih baik.

Bila anda menyukai channel seperti ini, jangan lupa klik likecomment serta subscribe. Dan di sebelah kanan ada icon lonceng silahkan anda klik. Maka setiap Selasa dan Jum’at, anda akan mendapatkan notifikasi video baru dari tim Success Before 30. Sukses untuk anda, semoga omzet bisnis anda berkembang, tim anda sukses, dan salam hebat luar biasa..!!

 

Baca juga artikel terkait. Silahkan anda klik disini :

Pada topik kali ini, saya akan membahas : "5 Skill yang Perlu Dilatih oleh Tim Penjualan Anda".

Pada topik kali ini, saya akan membahas : "5 Skill yang Perlu Dilatih oleh Tim Penjualan Anda".

Pada topik kali ini, saya akan membahas : "5 Skill yang Perlu Dilatih oleh Tim Penjualan Anda". Jadi jika anda sudah memiliki tim bisnis atau tim sales, maka ada 5 skill yang harus anda miliki :

Leave a Reply