6 Tips Untuk Memilih Peluang Terbaik Dari Beberapa Peluang Yang Baik

0
11

 

6 Tips Untuk Memilih Peluang Terbaik Dari Beberapa Peluang Yang Baik

Klik disini untuk melihat di YouTube

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..!! Di episode kali ini, saya akan berbicara tentang topik yang sangat berbeda. Yaitu cara memilih peluang. Mungkin, seringkali anda ditawarkan peluang-peluang yang terlihat menjanjikan. Ada peluang pertama, peluang kedua, dst. Anda mungkin bingung cara memilih peluang itu seperti apa. Sepertinya kedua-duanya sangat baik, tetapi anda bingung anda harus pilih yang mana. Kemudian, datang pilihan yang baru lagi. Anda harus pilih yang mana? Anda bingung. Tips saya kali ini adalah : “6 Indikator untuk Memilih Peluang Terbaik dari Beberapa Peluang yang Baik”.

Jadi sebetulnya di video saya kali ini, saya akan mengajarkan anda untuk membuat sebuah keputusan. Khususnya untuk memilih peluang yang ada menjadi suatu peluang terbaik. Dan tentu tidak ada satu peluang yang sempurna. Pasti ada plus dan minusnya. Pasti ada pro dan kontra. Tetapi bagaimana kita membuat sebuah keputusan dari beberapa peluang yang ada. Yaitu anda siap mengambil keputusan dari peluang yang terbaik.

Sahabat entrepreneur, sebenarnnya pada tips kali ini, saya ingin mengajarkan anda untuk membuat skala prioritas. Disini ada 6 indikator. Kalau di dalam sebuah perusahaan, ini disebut balanced scorecard. Balanced scorecard ini tujuannya ada beberapa skor/ada beberapa poin yang harus anda tuliskan supaya anda tahu mana yang terbaik untuk meningkatkan performa kinerja di sebuah perusahaan.

 

1. Return of investment (ROI)

Yang pertama adalah return of investment (ROI) kalau anda membuat sebuah peluang. Return of investment yang kita bicarakan disini adalah bagaimana anda melihat kalau ada beberapa peluang yang ditawarkan kepada anda, misalkan anda ada tawaran pekerjaan yang lebih baik. Gaji yang lebih memuaskan, atau mungkin tunjangan karir yang lebih baik. Tetapi ada minusnya. Minusnya nanti akan saya bahas di beberapa indikator berikutnya. Jadi, tawaran dan peluang itu sangat baik.

Contohnya investasi di bidang tertentu. Pilihannya ada tanah, properti, atau kos-kosan. Semua peluang itu terlihat menarik. Sekarang yang perlu anda pertimbangkan yang pertama adalah ROI. Return of investment’nya. Biasanya, ROI itu masuk akal. Kalau ada properti yang apabila dalam 1 tahun return’nya itu hanya 8%, itu masih masuk akal. Tetapi, ada orang yang menawarkan return’nya itu sampai 30%. Hati-hati, menurut saya itu mungkin ponzi atau money game.

Jadi, menurut saya jika 8% per tahun, walau masih di atas bunga bank, I think it’s OK. Jadi anda harus bisa mempertimbangkan kalau anda mau menginvestasikan dana. Termasuk jika anda menginvestasikan waktu (peluang) anda.

Misalkan peluang anda untuk berkarir di perusahaan lain. Anda harus pertimbangkan ROI’nya seperti apa. Misalkan tawaran gajinya berapa, tunjangannya berapa. Atau misalkan anda mau invest di suatu pilot project. Investasi di bidang tertentu. Jangan sampai anda investasi di bidang tersebut, namun justru membuat anda tidak balik modal. Anda juga harus tahu itu. Karena tidak ada yang namanya investasi yang pasti untung 100%. Tidak ada. Investasi itu juga mengandung resiko.

Bahkan jika anda investasi pada saham sekalipun, itu juga mengandung resiko. Karena adanya resiko itulah yang menyebabkan  investasi tidak selalu untung. Jika investasi terus menjanjikan keuntungan, hati-hati. Mungkin itu ponzi atau money game.

 

2. Future value (masa depan)

Yang kedua adalah future value atau masa depan. Kalau kita berbicara tentang future value, anda harus tahu bahwa peluang yang anda ambil untuk peluang masa depan itu apakah punya nilai pasar di masa yang akan datang. Misalkan anda investasi properti. Anda memang tidak akan pernah tahu di masa depan lokasi itu menjanjikan atau tidak. Tetapi kalau anda bisa melihat pengembangan daerah disana, maka itu bagus. Tidak ada salahnya jika sekarang anda berinvestasi. Karena ke depannya kemungkinan akan menjadi kota mandiri. Itu adalah suatu investasi yang sangat menarik.

Atau misalkan di sebuah jenjang karir. Anda ingin mengambil keputusan dari beberapa peluang. Anda yang memilih. Misalkan, “saya memilih bekerja di bidang ini”. Karena peluang itu punya nilai masa depan. Peluang itu mengikuti trend, mengikuti teknologi, dan mengikuti zaman arahnya mau kemana. Anda harus bisa membaca peluang itu. Kalau anda tidak bisa membaca peluang masa depan, sebaiknya anda jangan mengambil peluang tersebut.

 

3. Personal development (pengembangan diri)

Poin yang ketiga adalah personal development (pengembangan diri). Bicara tentang pengembangan diri, hal ini penting sekali. Karena apa? Kalau anda bekerja di sebuah bidang, anda investasi di sebuah bidang, apakah bidang atau peluang itu adalah wadah untuk pengembangan diri? Karena apa? Karena kalau anda menginvestasikan waktu, tenaga dan pikiran pada peluang yang salah, maka diri anda tidak akan berkembang. Ini adalah hal yang penting.

Behind the scene, behind the organization, and behind the company, who is the person in charge?

Itu sangat penting sekali. Siapa orang-orang penting di balik perusahaan itu? Itu penting sekali. Jika anda bekerja dengan orang-orang yang tidak berpengalaman, masih bau kencur, dan tidak tahu apa-apa, jangan-jangan anda investasi di bidang yang salah? Tetapi kalau anda memang sudah terbukti berinvestasi/mengambil peluang di suatu bidang dengan orang-orang yang sudah memiliki reputasi, perusahaan yang sudah terbukti, artinya anda bekerja dengan orang-orang yang tepat.

Jika anda bekerja dengan orang yang berkembang, maka besar kemungkinan anda akan terus berkembang. Karena apa? Anda akan mengikuti kultur/budaya dari company (perusahaan) tersebut. Namun jika anda bekerja dengan orang –orang yang “reputasinya tidak jelas”, kemudian “background”nya tidak baik, maka besar kemungkinan anda akan ketularan orang-orang seperti itu. Menurut saya, pertimbangkan baik-baik. Itu indikator yang ketiga.

 

4. Lifestyle (gaya hidup)

Indikator yang keempat adalah gaya hidup (lifestyle). Hati-hati, sahabat  entrpreneur. Jadi, kalau misalkan anda mengambil sebuah peluang dari beberapa peluang yang ada. Ada peluang yang kelihatannya menarik sekali, tetapi lifestyle anda harus berubah. Kalau biasanya mungkin jam kantor anda adalah dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Tetapi gara-gara project ini anda ambil, mungkin ada proyek yang besar tetapi mengubah gaya hidup anda.

Mungkin anda harus sering keluar malam. Anda harus menemani tamu, contohnya banyak. Misalkan menemani supplier. Mungkin di link contract’nya hanya 10 menit, tetapi  pesta pora dan ngobrolnya sampai 5 jam. Contohnya seperti itu. Sehingga mungkin anda harus sering ke klub malam dan sebagainya. Itu akan mengubah lifestyle anda, dan anda harus mempertimbangkannya dengan baik.

Apakah anda berani atau tidak menginvestasikan sebuah resiko?

Uangnya besar, bisnisnya menarik, tetapi keluarga anda bisa hancur. Anda harus pikirkan ini baik-baik. Siapa sih yang suka punya suami yang setiap malam keluar ke klub malam? Saya kira tidak ada keluarga yang mau seperti itu. Jadi, hal seperti itu bisa menghancurkan keluarga. Untuk apa punya uang banyak, tetapi keluarga hancur? Anda harus mempertimbangkan hal ini.

Atau misalkan anda melihat suatu peluang, namun mungkin jam tidur anda harus terbalik.  Ada banyak juga orang yang bekerja di malam hari. Pagi hari tidak ada pekerjaan, namun pada malam hari bekerja. Terbalik. Tetapi kalau itu memang peluang yang menjanjikan dan anda siap membayar harga, it’s OK. Anda ambil peluang tersebut.

Atau misalkan kalau anda saat ini mengambil suatu peluang, tetapi harus merugikan kesehatan anda. Mungkin teman-teman anda semuanya perokok dan peminum. Yang dulunya anda bukan perokok dan peminum, tetapi gara-gara lingkungan anda mengharuskan seperti itu, dan kalau anda tidak mengikutinya justru dianggap tidak menghormati dan menghargai mereka, maka coba anda pertimbangkan. Apakah anda siap untuk mengubah lifestyle dan gaya hidup anda? Pertimbangkan hal tersebut.

 

5. Emotional well-being (mempengaruhi kondisi mental)

Dan yang kelima adalah emotional well-being (mempengaruhi kondisi mental). Contohnya, anda menyesal atau tidak sudah mengambil peluang ini? Seringkali anda harus mengorbankan hal yang terpenting, yaitu keluarga. Keluarga akan menjadi terbengkalai. Anda tidak punya waktu dengan anak, anda tidak punya waktu dengan istri, tidak punya waktu untuk pasangan, dan terutama untuk anak-anak anda yang masih kecil.

Mungkin anda punya pilot project yang besar. Anda mungkin bisa menghasilkan uang yang besar. Tetapi anda tidak pernah ada waktu bersama anak-anak anda. Kalau anda bertanya pada saya, “Pak Chandra bagaimana?” Saya tidak setuju. Karena apa? Sekarang anda perhatikan, berapa banyak anak-anak zaman sekarang yang lebih mencintai susternya daripada mencintai ibunya sendiri? Ini parah. Susternya sakit, anaknya menangis. Ibunya sakit, anaknya tidak menangis. Menurut saya, ini tidak adil. Sebenarnya dia anaknya suster atau anak kandung anda, sih?

Mengapa bisa begini? Karena anda tidak punya waktu  yang berkualitas bersama anak anda. Contoh, anda jarang berkomunikasi intens dengan pasangan anda. Ketika anda sudah berkeluarga, anda jarang punya waktu dengan pasangan anda untuk sering berkomunikasi. Memberikan waktu yang berkualitas. Silahkan anda tonton video saya : “5 Bahasa Kasih”. Itu penting sekali. Karena seringkali waktu bersama pasangan dan keluarga itu sangat penting. Waktu bersama orang tua itu penting sekali.

Karena 5 bahasa kasih itu adalah hadiah, waktu yang berkualitas, penghargaan yang tulus, dan kata-kata yang meneguhkan. Silahkan anda tonton video saya disitu. Hal itu seringkali hilang gara-gara anda mengambil suatu peluang yang mengutamakan bisnis yang besar, tetapi anda menjadi hancur karenanya. Dan celakanya ketika anda hari ini mungkin harus keluar kota, harus keluar pulau, anda menjadi jarang di rumah. 3 bulan sekali baru pulang ke rumah. Jangan-jangan, anda punya pasangan yang baru disana? Itu seringkali terjadi. Jangan-jangan, anda punya keluarga yang baru disana? Itu seringkali terjadi.

Anda harus pertimbangkan hal itu.

Jangan hanya semata-mata demi mengambil uang besar, tetapi tiba-tiba anda harus kehilangan suatu kemesraan yang sebetulnya hal ini tidak perlu terjadi.  Pertimbangkan hal itu.

 

6. Komunitas sosial

Dan yang keenam adalah komunitas sosial. Komunitas sosial ini sangat penting. Apakah pilot project anda/peluang ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, atau merugikan masyarakat? Karena jika anda mengerjakan sesuatu yang jelas-jelas sudah merugikan masyarakat, maka pasti usaha itu tidak akan berjangka panjang. Uangnya besar, tetapi berdampak merugikan bagi banyak orang.

Sekarang kita lihat, dewasa ini banyak money game dan skema ponzi. Hal itu malah merugikan dan meresahkan masyarakat. Beberapa kasus seperti menjual nama agama untuk ibadah umroh, contohnya seperti itu. Sehingga harus menghimpun dana dari masyarakat. Hal itu merugikan masyarakat.

Sahabat entrepreneur, itu bahaya sekali. Sebaiknya anda jangan seperti itu. Kalau peluang/project anda itu bagus, maka pertimbangkanlah.

  • Apakah project ini cocok bagi masyarakat?
  • Memberikan manfaat atau tidak bagi masyarakat?
  • Memberikan dampak positif atau tidak bagi masyarakat?
  • Dan usaha itu berjangka panjang atau tidak?

Kalau anda memenuhi kriteria ini, niscaya usaha anda akan berjangka panjang. Meskipun belum mendapatkan untung dalam satu, dua, sampai lima tahun awal, tetapi tahun keenam anda pasti mendapatkan untung. Anda bisa pertimbangkan hal itu.

Kalau anda sudah cek 6 indikator ini, maka anda bisa membuat skala prioritasnya dari 1 sampai dengan 10. Anda buat tabel tentang 6 indikator ini, buatlah tabel 1 sampai dengan 10. Kalau misalkan semua peluang, contohnya peluang pertama indikatornya ini, peluang kedua indikatornya ini, angkanya seperti apa. Kalau dari skala prioritas tersebut angkanya sudah anda pilih dan sudah ketemu angka yang paling baik.

Misalkan peluang pertama, peluang kedua, peluang ketiga, peluang keempat dan peluang kelima. Ada 5 peluang. Anda buat 6 indikator tadi. Kemudian contohnya peluang pertama, indikator pertama nilainya 5. Indikator kedua nilainya 6, indikator ketiga nilainya 7, indikator keempat nilanya 9 dan seterusnya. Manakah poin yang lebih banyak?

Maka pilihlah peluang itu untuk keberhasilan anda.

Itulah pesan dari saya supaya anda bijak dalam memilih sebuah peluang dari beberapa peluang yang sudah pernah ditawarkan kepada anda. Oke, semoga 6 indikator ini bermanfaat bagi anda yang saat ini bingung dengan beberapa peluang yang semuanya terlihat bagus, tetapi anda bingung untuk memilih peluang mana yang paling baik. Semoga tips ini bisa bermanfaat untuk anda.

Bila anda menyukai video seperti ini jangan lupa klik like, anda juga bisa memberikan komentar-komentar positif. Dan jika anda memilih peluang yang terbaik, saya juga senang dan turut bergembira untuk anda semua. Jangan lupa klik subscribe. Serta ada 2 video disini, silahkan anda tonton untuk menambah wawasan anda.

Sukses untuk anda, salam hebat luar biasa..!!

 

Bagaimana kita membuat sebuah keputusan dari beberapa peluang yang ada?

Bagaimana kita membuat sebuah keputusan dari beberapa peluang yang ada?

Di video saya kali ini, saya akan mengajarkan anda untuk membuat sebuah keputusan. Khususnya untuk memilih peluang yang ada menjadi suatu peluang terbaik. Bagaimana kita membuat sebuah keputusan dari beberapa peluang yang ada? Tips saya kali ini adalah : “6 Indikator untuk Memilih Peluang Terbaik dari Beberapa Peluang yang Baik”.

Leave a Reply