7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif

0
1085

7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif


Klik disini untuk melihat di YouTube

Pada kesempatan kali ini  saya akan membahas sebuah topik yang sangat penting dari sebuah buku yang menjadi best seller dunia, yaitu 7 kebiasaan manusia yang efektif.

Di dalam buku badai pasti berlalu saya di halaman ke 28 menceritakan tentang tips menciptakan kebiasaan yang positif.

Di video-video saya sebelumnya, bagaimana kebiasaan itu bisa membangun masa depan anda??

Kebiasaan itu bisa menentukan kesuksesan anda.

Dan ingat sukses dibangun dari kebiasaan.

Gagal juga dibangun dari kebiasaan.

Ingat dengan kebiasaan anda, karena kebiasaan anda itulah yang akan menentukan siapa anda 2 sampai 5 tahun ke depan. Siapa anda dimasa yang akan datang.

Karena bukan dari ramalan. Bukan dari lingkungan saja.

Semua itu adalah dampak. Bukan juga dari dengan siapa,

tetapi yang penting kebiasaan apa yang anda lakukan setiap hari.

Sebenarnya saya terinspirasi dari sebuah buku yang berjudul “The Seven Habits of Highly Effective People”.

Buku tersebut dikarang oleh Stephen R.Covey dan diterbitkan 1989

Buku ini telah menginspirasi jutaan orang diseluruh dunia.

Buku ini sudah diterjemahkan dalam bahasa indonesia pada tahun 1989 dengan judul 7 kebiasaan manusia yang efektif.

Stephen R.Covey menjelaskan tentang 7 kebiasaan manusia  yang sebetulnya kalau anda bisa lakukan, saya percaya apapun yang anda inginkan di masa yang akan datang bisa anda raih dan bisa anda capai.

Saya akan membahas yang pertama adalah “PROAKTIF”.

Jadi kebiasaan yang pertama adalah proaktif. Proaktif itu apa ?

Secara aktif dan sadar. Saya baca dari buku ini, memilih menanggapi berbagai sesuatu secara positif.

Jadi contoh, ketika anda juga lihat di video-video saya sebelumnya.

Yaitu cara mengatasi masalah. Sebenarnnya masalah itu tidak ada, tetapi anda bisa merespon dengan positif.

Di proaktif itu juga dibahas tentang paradigma.

Ada sebuah cerita disitu tentang mercusuar.

apa itu cerita mercusuar ? Mercusuar adalah sebuah bangunan menara dengan sumber cahaya di puncaknya untuk membantu navigasi kapal laut.

Suatu hari ada kapal yang sedang berlabuh karena radar dari kapal itu sensornya rusak.

kemudian terjadi percakapan :

“tolong ubah haluan kapal anda!”

kemudian si kapal dari sebelehnya merespon :

“tidak bisa, anda yang harus merubah haluan”

“kok bisa?”

“karena kapal saya arahnya sudah benar”.

Lalu kapal yang sebelah juga berkata :

“tidak bisa ! anda yanng harus merubah haluan karena anda di jalur yang salah!”

karena dia merasa kapalnya besar, kapal perang, dan dia merasa dirinya yang paling benar. Dia memaksa kapal sebelah yang harus berubah.

Akhirnya dia berbicara lagi,

“anda harus merubah haluan!”

Akhirnya terjadi ketegangan, semua bersitegang.

Yang dikira kapal disana akhirnya membuka kartu, “anda harus merubah haluan sekarang juga, karena apa ? saya ini mercusuar bukan kapal!!”

Kapal : “..??!”

Ini sebuah cerita yang sangat lucu, tapi sering kali di diri kita ini sering kali bersitegang oleh masalah masalah yang kecil karena kita tidak mau merubah respon kita.

Disini yang dimaksud dengan proaktif.

Bukannya anda itu harus mengatasi masalah itu dengan sudut pandang anda.

Tapi coba anda lihat, bahwa masalah itu kalau anda meresponnya dengan benar, dengan proaktif yang benar.

Saya percaya masalah itu bukan membuat diri kita menjadi terpuruk. Tetapi masalah itu membuat diri kita menjadi lebih kuat dan lebih maju.

Yang kedua: “MULAILAH DENGAN HASIL AKHIR”.

Anda pasti kenal belakangan ini ada motivator yang cukup terkenal dari Australia, beliau bernama Nick Vujicic.

Beliau tidak punya tangan tidak punya kaki.

Nick Vujicic ini seorang yang luar biasa. Beliau tidak punya tangan tidak punya kaki, tapi beliau bisa menjadi pengusaha properti yang sangat kaya raya di Australia.

Dan dia bisa memiliki kehidupan yang normal. Punya istri dan punya anak yang tidak cacat seperti beliau.

Kenapa bisa ?? orang cacat saja belum tentu punya kehidupan yang bahagia seperti beliau,

belum tentu punya perusahaan yang sebesar seperti punya beliau.

Beliau punya satu motto yang sangat terkenal yang diambil dari buku  “Seven Habits of highly effective people” yang berjudul “Begin from the End”.

Atau mulai dengan hasil akhir.

Mulailah dari apa yang anda inginkan. Maksudnya itu apa ? Anda harus punya impian dan anda percaya bahwa impian itu akan jadi kenyataan.

Dan hiduplah seolah-olah impian anda sudah jadi kenyataan. Seorang pemenang pasti dia sudah bisa memvisualisasikan bagaimana dia merasakan medali emas.

Bagaimana dia merasakan menjadi seorang pemenang. Kalau anda tidak bisa merasakan, bagaimana anda bisa menjadi seorang pemenang atau kehidupan yang anda inginkan.

Maka besar kemungkinan impian anda tidak akan pernah tercapai. Karena apa ? belum tentu anda punya impian.

Jadi “Begin from the End”. Mulailah dari akhir. Itu kebiasaan yang kedua.

Jadi biasakan diri anda memvisualisasikan apa yang ada di dalam impian anda.

Di dalam seminar saya, saya seringkali tulis, “Buatlah buku impian”.

Di dalam buku impian itu apa yang anda impikan setiap hari saya pun disini juga menulis impian saya pada halaman 144.

26 impian yang saya tulis sebelum saya sukses.

26 impian yang saya tulis waktu saya usia 20 tahun.

Dan semua saya capai 26 tersebut pada usia 30 tahun dalam waktu 10 tahun.

Itu namanya begin from  the end, memulai dari akhir.

Yang ketiga adalah : PRIORITASKAN HAL YANG UTAMA DAN PENTING.

Dengan memprioritaskan hal yang utama, kita terlatih untuk tidak berfokus dalam masalah, tapi kepada peluang.

Kita tidak akan terburu-buru karena membuat perencanaan yang baik dan menikmati proses yang kita jalani dengan apa yang kita impikan.

Seperti di video-video saya sebelumnya, saya juga sudah menulis tentang 3 kebiasaan kecil yang harus anda lakukan setiap hari.

Saya selalu menuliskan apa yang saya tulis setiap malam. Apa yang mau saya lakukan setiap hari.

Jadi saya melakukan pekerjaan satu minggu itu saya bisa selesaikan dalam waktu satu hari.

Saya tidak fokus pada masalahnya, saya tidak fokus pada problemnya, tapi saya selalu fokus pada apa yang harus saya lakukan setiap hari.

Dan itu saya kompres dan saya prioritaskan.

Dengan demikian kalau anda sudah sibuk dengan tugas anda, anda tidak punya banyak waktu untuk memikirkan hal hal yang tidak penting dan yang keempat berfikir win-win.

Kebiasaan yang keempat adalah BERFIKIR MENANG DAN MENANG.

Win-win situation.

Sportifitas dan fearness dalam olahraga mendidik saya untuk punya integritas. Para atlit dididik untuk bersaing secara sehat secara win-win sehingga mereka selalu terdorong untuk meningkatkan kualitas dirinya.

Bukan menang dengan cara-cara yang licik dan merugikan pihak lain maupun dirinya sendiri yang saya tulis di buku ini. Artinya apa ??

Bagi orang yang hari ini cuma berfikir :

Apa yang bisa saya dapat dari kamu,

Apa yang bisa saya makan dari kamu,

Maka saya percaya anda tidak bisa memilki hubungan yang jangka panjang.

Hubungan win-win itu adalah hubungan yang abadi.

Hubungan yang bisa diberikan kepada setiap orang untuk jangka panjang. Anda maju saya maju, anda untung saya untung, anda sukses saya sukses, maka saya percaya hubungan ini bisa langgeng.

Bukan 10 tahun 20 tahun tapi bisa sampai selama-lamanya.

Kalau anda cuma berfikir apa yang bisa saya dapat dari anda seketika, maka saya percaya hubungan tidak akan bertahan lama.

Dan kalau anda ingin mempunyai mitra bisnis yang langgeng, pastikan pikir win-win.

Dan yang kelima BERUSAHALAH UNTUK MEMAHAMI LEBIH DAHULU BARU KEMUDIAN DIPAHAMI.

Untuk bisa memahami orang lain anda harus jadi pendengar yang baik.

Oleh sebab itu saya percaya hari ini belajarlah jadi pendengar yang baik.

Di video saya sebelumnya saya sudah bahas bagaimna mencari kawan dan mempengaruhi orang lain. Disitu dijelaskan pembicara yang terbaik adalah pendengar yang baik.

Berusahalah untuk mendengarkan karena kita punya dua telinga dan 1 mulut.

Itu artinya kita harus lebih banyak mendengar dari pada banyak berbicara. Berusaha pahami orang lain terlebih dahulu.

kebiasaan yang keenam adalah “BERSINERGI”.

saya sadar betul bahwa prestasi dan keberhasilan saya itu bukan dari saya seorang, tapi ada orang ornag penting dibalik saya yang membentuk saya. Ada orang-orang mentor mentor luar biasa yang menjadikan saya menjadi hari ini. Saya percaya hari ini kalau saya mempunyai visi membangun Indonesia yang lebih baik, 1% penduduk Indonesia lebih baik.

1% penduduk indonesia menjadi pengusaha dan memiliki taraf hidup yang lebih baik.

Saya tidak mungkin cuma dari komunitas bisnis saya, tapi saya bisa dengan sosial media ini. Kita bersinergi ,kita bisa membangun Indonesia yang lebih baik.

Ilmu-ilmu saya ini bisa anda pakai. Siapa tau anda bisa gunakan untuk membangun bisnis anda, membangun hubungan anda lebih baik. Itu namanya bersinergi.

Semoga video ini juga bisa memberikan dampak yang positif dan memberikan kemajuan-kemajuan yang penting dalam usaha anda.

Dan yang ke tujuh mengasah gergaji. Stephen Covey menjelaskan ada kehidupan yang harus diasah yaitu Mental, fisik, emosional, dan spiritual.

Setiap perbaikan disebuah bidang akan mempengaruhi bidang yang lain.

Kemampuan kita mengembangkan keempat bidang ini akan mempercepat kesuksesan dan keuntungan hidup kita.

Sebagai contoh, kalau anda hari ini secara fisik tidak baik, bagaimana anda mau membangun perusahaan anda dengan baik.

Karena membangun perusahaan yang baik itu dibutuhkan fisik yang prima.

Oleh sebab itu saya juga pasti setiap hari berolahraga.

Anda lihat video-video saya, saya pasti pakai kaos casual, saya tidak pakai kaos formal.

Kadang-kadang saya habis pulang olahraga.

Karena apa ? karena saya percaya “MENSANA IN CORPORESANO”.

Di dalam tubuh sehat ada jiwa yang kuat.

Jadi kalau secara fisik prima lalu secara mental juga prima, bagaimana anda mau kuat secara fisik, kuat secara mental tapi fisik anda loyo ??

Jadi mental itu harus bagus, emosional juga bagus, itu namanya mengasah gergaji.

Apa maksudnya mengasah gergaji ?disitu diillustrasikan di bukunya. Jadi kalau anda tidak bisa atau cuma serta merta anda kalau mau sukses langsung pakai kapak, tapi anda harus pakai gergaji step by step, dan itu setiap hari.

niscaya mungkin kedalamannya kalau balok kayu seperti ini kalau setiap hari di gergaji makan perlahan lahan dia akan hilang, hilang, hilang, hilang, dan hilang.

Dan suatu hari pohon sebesar apapun akan tumbang karena kebiasaan yang dibangun setiap hari.

fisik yang prima,

mental yang prima,

kemudian emosi yang baik.

emosi itu bukan berarti nafsu amarah, bukan !

tapi emosi itu bisa jadi seperti lebih mempengaruhi ke sikap anda supaya anda itu lebih positif. Anda juga tidak mudah menyerah.  Itu emosi yang posistif.

Dan yang terakhir adalah secara sosial. Kehidupan sosial yang baik.

Apa artinya anda sukses tapi tidak banyak orang yang bangga atas prestasi anda ??

Tapi kesuksesan anda juga bisa berdampak bagi orang lain. Itulah namanya ilmu mengasah gergaji.

Dari tujuh kebiasaan yang efektif ini  di halaman 28 sampai 30 yang saya pada buku badai pasti berlalu sangat berdampak pada kemajuan setiap usaha yang akan anda lakukan.

Dan buku  ini sebetulnya menjadi pedoman wajib bagi para CEO CEO dunia.

Buku ini juga menjadi pedoman pedoman wajib bagi pelaku industri direcselling, pelaku industri asuransi, industri MLM.

Dimana mereka setiap hari menghadapi penolakan, menghadapi masalah.

Tetapi dengan buku ini mereka akan dikuatkan bahwa badai itu pasti berlalu.

Kalau anda bangun kebiasaan yang positif, niscaya tidak ada penolakan, tidak ada masalah.

Yang ada adalah kemajuan yang bagus setiap hari.

Semoga inspirasi dari Stephen R.Covey “7 Kebiasaan Manusia yang Efektif” ini bisa memberikan kita sebuah pandangan hidup yang lebih baik, prinsip yang lebih baik untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Sukses untuk anda, salam hebat luar biasa..!!

Leave a Reply