Apakah Buka Bisnis Sama dengan Judi ?

0
325

Apakah Buka Bisnis Sama dengan Judi ?

Klik disini untuk melihat di YouTube

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..!! Jumpa lagi di edisi kali ini, yaitu saya akan kembali lagi membahas tentang topik bisnis. Di edisi kali ini, saya membahas tentang banyak permasalahan yang dialami oleh pengusaha-pengusaha pemula. Banyak pengusaha pemula yang tidak punya suatu pengetahuan yang cukup tentang dunia bisnis, tetapi mereka berani membuka usaha. Tanpa didasari pengalaman yang tepat, sebuah basis yang tepat. Akhirnya usahanya bangkrut/tidak berjalan. Hutang pada bank tidak bisa dibayar.

Topik saya kali ini adalah : “Apakah Buka Bisnis Sama dengan Judi?”. Memang betul, bisnis itu kalau bagi orang yang tidak tahu ilmunya, boleh dikatakan mirip-mirip seperti ‘orang berjudi’. Tetapi sebelum saya melanjutkan video ini, ada baiknya anda menonton video saya : “Darimana Bisnis Besar itu Dimulai?”. Disitu saya sidah menjelaskan tentang 7 step bagaimana bisnis besar, yang mana saya menggunakan contoh Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan bisnis saya pribadi dari nol sampai akhirnya bisnisnya bisa mempunyai cabang dimana-mana.

Kalau kita perhatikan, bisnis yang besar saat ini di seluruh dunia itu ada polanya. Pola itulah yang harus anda pelajari. Disitu saya membahas bahwa nomor satu,

bisnis itu butuh keberanian

Bagi anda yang sudah berani membuka usaha, saya acungi jempol. Tetapi keberanian saja tidak cukup. Anda juga membutuhkan yang namanya bisa menguasai teknologi. Kemudian anda juga harus memiliki product knowledge. Apa yang anda jual itu harus anda kuasai.

Misalkan anda buka bengkel. Apa keunggulan bengkel anda dibandingkan bengkel lainnya di kota anda? Bengkel anda punya kelebihan gak? Anda menguasai produk yang anda pasarkan gak? Jika anda tidak menguasai produk yang anda pasarkan, lalu mengapa saya harus pergi ke bengkel anda? Saya bisa ke bengkel yang lain. Bengkel itu mungkin bengkel kompetitor anda yang mungkin sudah lebih lama, lebih terbukti, pelayanannya bagus, pelayanannya cepat, harganya murah.

Jika anda tidak bisa mengatasi kelebihan-kelebihan tersebut, bagaimana mungkin pelanggan dari bengkel tersebut beralih menjadi pelanggan anda? Itulah mengapa anda harus menguasai yang ketiga, product knowledge.

Yang keempat, bangunlah jalur distribusi. Kemudian yang kelima supplier base. Yang keenam customer base. Anda bisa pelajari. Tonton video tersebut. Yang mau saya bahas disini adalah apakah bisnis sama dengan judi?

YA. Anda akan gambling jika anda tidak punya 7 step di awal itu tadi.

Jadi banyak orang yang cuma berani buka usaha, tidak punya pelanggan, tidak punya jalur distribusi, tetapi sudah punya tempat. Invest pertama sudah ratusan juta, bahkan miliaran Rupiah. Sudah berani membuat tempat yang mentereng. Karyawannya sudah keren-keren. Tetapi belum punya pelanggan. Cepat atau lambat, bisnis anda akan bangkrut.

Terlebih lagi, anda buka usaha tersebut dengan meminjam modal dari bank. Akhirnya usaha anda cepat atau lambat sama dengan gambling. Saya memberi perumpamaan seperti anda membuka warung makanan. Contoh, anda jualan nasi goreng. Kalau kita perhatikan, sekarang nasi goreng ini menjadi makanan favorit orang Indonesia. Atau gado-gado. Jika anda jualan gado-gado atau nasi goreng, tentu awalnya itu dari buka rombong dulu. Jadi, jualan lewat rombong. Jualan seperti abang-abang kaki lima. Anda jualan disitu. Ada rombongnya.

Dari situ, pelanggan sudah mulai banyak. Jika pelanggan anda sudah mulai banyak, maka anda bisa membuka socmed anda. Bukalah Facebook, bukalah Instagram. Jadi anda berjualan, tetapi juga punya akun Instagramnya. Ketika jalur anda sudah tepat, anda sudah mendapatkan bahan baku dari supplier base yang tepat, untuk memastikan bahan baku anda dengan kualitas baik agar nasi goreng anda rasanya tetap enak. Kemudian anda juga sudah punya pelanggan yang sudah cukup terbukti di kota anda. Akhirnya pelan namun pasti, jika anda menguasai semua dari 7 poin itu tadi, maka nomor 7, baru anda mempunyai tempat.

Ketika anda sudah punya tempat, itu artinya anda tidak gambling.

Berarti anda sudah menguasai basic bisnisnya. Yang anda dikatakan judi atau gambling adalah karena anda terbalik. Buka tempat nomor satu, pelanggannya baru dicari kemudian. Kalau modal itu milik anda sendiri tidak apa-apa. Bukan milik orang tua, bukan milik bank. Kalau misalkan modal itu milik anda sendiri, it’s OK. Tetapi pastikan barang anda tidak ada expired’nya atau barang anda tidak ketinggalan zaman.

Kalau misalkan barang anda ketinggalan zaman, akhirnya barang yang sudah anda import, sudah anda beli itu bisa masuk ke gudang atau mungkin dibuang. Karena apa? Barangnya sudah tidak up to date. Banyak juga orang yang bisnisnya gambling. Mereka belum punya tempat. Tetapi akhirnya mereka memberanikan diri supaya terlihat mentereng, supaya terlihat keren, supaya terlihat bagus. Alhasil, bisnisnya pasti bangkrut. Mengapa? Karena dia kalah dengan orang yang hanya buka warung kaki lima.

Atau hanya buka bengkel, tetapi jasanya lewat online. Dia tidak punya tempat, tetapi dia bisa masuk ke rumah-rumah. Tentu saja pelanggannya banyak. Mengapa? Karena dia menguasai 6 poin yang diatas. Sedangkan anda hanya memiliki 1 modal. ‘Tempat yang bagus’. Saya beritahu, tempat itu poin ketujuh. Bukan nomor satu.

Jadi sama saja misalkan anda belum punya pengalaman bisnis, tetapi anda sudah berani impor barang dari China. Anda impor barang besar-besaran. Modalnya mungkin sudah habis karena keluar sampai ratusan juta Rupiah. Betul barangnya setelah melewati proses custom, sudah masuk bea cukai, maka sudah masuk di negara kita Indonesia. Anda sudah punya harga pokok penjualan dari barang tersebut. Mungkin anda beli disana dengan harga 1000 Rupiah. Tetapi sampai di Indonesia, mungkin bisa anda jual 10 ribu, 20 ribu sampai naik 20 kali lipat.

Tetapi problem’nya satu :

Apakah anda sudah mempunyai pelanggan?

Bukan karena masalah barang itu murah. Ingat, zaman sekarang cashing HP saja kalau sudah tidak laku sejak 2 tahun yang lalu, itu karena setiap 3 bulan sekali sudah ada cashing baru yang menarik dan lebih bagus. Sekarang kita perhatikan, contohnya handphone android. Jika kita punya social media Facebook atau Instagram, bayangkan. Setiap 2 bulan sekali, pasti ada update program yang baru. Mereka akan selalu berubah terus. Zaman sekarang kalau anda tidak mau berubah, sedangkan anda punya stock mati, itulah yang disebut gambling. Itulah yang namanya judi.

Benar, bisnis adalah judi kalau cara itu yang anda lakukan. Tetapi, bisnis itu bukan judi. Bisnis itu bisa diprediksi jika anda sudah jelas dalam merintis usaha. Bahkan, usaha  tersebut sudah anda rintis selama 15 tahun, contohnya. Tetapi belum punya tempat. Tempatnya mungkin cuma melalui handphone, atau mungkin hanya di garasi rumah anda seperti bisnis saya dahulu.

Dulunya mungkin anda belum punya tempat yang mentereng. It’s OK. Tidak masalah. Tetapi customer anda dimana-mana. Supplier anda sudah terpercaya. Itu baru bisnis yang bukan judi. Jadi jika suatu hari anda impor barang dalam jumlah yang besar, anda punya tempat yang mentereng, anda sudah bisa prediksi semuanya. Anda sekarang bisa membuka warung yang keren, dan buka cabang dimana-mana karena SDM’nya sudah siap.

Banyak juga orang yang mengeluh di kolom comment. “Pak, bisnis saya ini mau saya tinggal. Tetapi akhirnya dikorupsi oleh karyawan saya”. Itu artinya anda tidak menguasai 6 poin yang tadi saya sampaikan di atas. Anda belum apa-apa langsung ke poin yang ke tujuh. Langsung bikin tempat. Bikin seperti ini supaya terlihat keren, supaya terlihat bagus. Jelas saja bisnis anda mati. Jelas bisnis itu menjadi judi. Ya ‘kan? Anda tidak punya basic bisnis, tidak punya pengalaman, tetapi anda sudah memberanikan diri.

“Loh, kata Pak Chandra yang penting berani dulu?”.

Betul. Berani itu poin yang pertama. Tetapi masih ada poin yang kedua sampai poin keenam sebelum anda memutuskan poin yang ketujuh, yaitu tempat. Jadi anda jangan keliru. Jika anda benar-benar sudah memastikan poin-poinnya, maka bisnis ini jelas. Bisnis ini valid, bisnis ini oke. Customer’nya sudah ada. Bahkan zaman sekarang ada business appraisal, bukan hanya appraisal bank. Jadi, bisnis itu bisa di’appraise. Bisa dinilai. Bisnis itu ada valuasinya, ada nilainya.

Misakan kita mau menilai aset bangunan. Harga bangunan ini contohnya 1 Miliar atau 2 Miliar. Kita bisa menilai. Bank bisa menilai, “Nilai tanah/nilai bangunan ini 2M. Ini layak dijadikan jaminan modal usaha”. Seperti itu. Bisnis juga sama. Bisnis juga mempunyai nilai valuasi. Bisa di’appraise. Jumlah customer anda berapa/jumlah pelanggan anda berapa, barulah bisnis itu layak dikerjakan. Kalau tidak, maka akan bermasalah.

Jadi lebih baik kalau anda memang belum bisa membuka bisnis yang besar, lebih baik bangun konsumen yang banyak dulu. Bangun customer base dulu. Sehingga perputaran bisnis anda itu sudah pasti akan terjadi. Jadi jangan hanya gara-gara melihat bisnis ini, anda langsung import. Anda belanja barang disana. Zaman sekarang banyak sekali orang yang sebelum berangkat ke luar negeri itu open PO dulu. Online Shop biasanya seperti itu. “Ini barang yang nanti saya belanjakan di luar negeri. Nanti kalau saya ke luar negeri, silahkan titip siapa yang mau beli“. Bisnis zaman sekarang itu banyak yang seperti itu.

Artinya apa?

Ketika dia ke luar negeri, dia sudah memastikan barangnya terjual. Bukan jadi stock mati. Ketika anda  belum memastikan barangnya terjual, maka saya pastikan bisnis anda itu sama dengan judi. Baik, kurang lebihnya  saya memberi gambaran seperti itu. Dan kebetulan saya hari ini syuting di Attic Interior. Ini adalah salah satu showroom interior yang cukup berkelas di kota Surabaya.

Kebetulan showroom interior ini dimiliki oleh salah seorang murid saya bernama Bapak Widya M. Prabowo. Beliau adalah murid saya di komunitas YES sekitar 20 tahun yang lalu. Yang mana awalnya beliau seorang mahasiswa. Saya bimbing beliau dari nol, sampai akhirnya beliau menjadi serang entrepreneur. Bapak Widya M. Prabowo saya bimbing dan akhirnya beliau sekarang bisa membuka perusahaan interior sendiri.

Awalnya beliau juga memiliki konsumen yang besar, seperti yang tadi saya katakan. Dan akhirnya sekarang anda bisa melihat ada sebuah showroom interior yang cukup besar di kota Surabaya. Kebetulan saya sekarang di tempat ini saya kedatangan pemilik dari Attic Interior, yaitu Bapak Widya M. Prabowo.

C : “Selamat datang di channel Success Before 30, pak.”

W : “Terima kasih Pak Chandra sudah mampir ke tempat kami. Kami merasa bangga sekali bertemu dengan mentor saya Bapak Chandra putra Negara.”

C : “Saya juga bangga ada murid saya yang hari ini bisa menjadi seorang pengusaha sukses di kota Surabaya. Dan kebetulan Pak Widya ini adalah murid saya 20 tahun yang lalu. Dimana beliau adalah seorang mahasiswa yang tadi saya ceritakan, ia membangun mindset sebagai entrepreneur, dan akhirnya kini beliau bisa sukses di dunia usahanya. Dan sedikit banyak saya akan bertanya pada beliau.

Awalnya kita bekerja sama di perusahaan yang pertama.

Sampai sekarang perusahaan ini juga masih berjalan, yaitu bernama KK Indonesia. Tetapi sekarang Pak Widya bisa mengembangkan perusahaan beliau sendiri juga. Salah satu perusahaannya adalah di bidang interior, yaitu Attic Interior. Bisa diceritakan pak, jadi singkat cerita bagaimana Pak Widya sampai bisa membangun perusahaan interior yang sangat sukses ini?”

W : “Sebelumnya terima kasih kepada Pak Chandra. Saya sudah dimentori selama 20 tahun. Di komunitas YES saya membentuk banyak sekali inspirasi, sehingga membentuk mental saya, membentuk tim, perkembangan usaha, dan tentunya saya belajar banyak dari komunitas YES. Karena ada perkembangan usaha, maka saya mengambil di bidang interior karena ini juga merupakan hobi saya.

Jadi di dalam bidang ini, kita mengembangkan florist, artificial flower, furniture, lighting dan home accessories. Kebetulan topik Pak Chandra juga masalah impor. Kami juga impor dan produksi lokal.”

“Semua itu bisa berkembang karena komunitas YES.”

C : “Jadi ini adalah salah satu hal yang sangat luar biasa. Dan Pak Widya pun seperti yang tadi saya sampaikan, beliau bukan membangun perusahaan ini dari ‘tempat’ dulu. Bukan. Tetapi sudah punya customer base, sudah punya supplier base, sudah punya mindset yang benar, sudah punya keberanian, dan terakhir, baru membuka tempat. Jadi itulah ilmu yang tadi saya sampaikan dan inilah buktinya. Salah satunya yaitu Bapak Widya M. Prabowo. Mungkin Pak Widya ada pesan untuk para subscriber? Bila ingin bersilaturahmi dengan Pak Widya boleh tidak, misalkan datang ke kantornya ini?”

W : “Silahkan. Di Attic Interior, Instagramnya ada di bawah ini. Ada website’nya juga di kolom deskripsi. Jadi ini merupakan salah satu bentuk bukti setelah saya belajar dari mentor saya Pak Chandra. Dari komunitas YES, saya mengembangkan beberapa perusahaan dan salah satunya ini adalah contohnya.”

C : “Luar biasa.. Dan ini sebagai salah satu contoh bagi anda. Jadi komunitas YES ini sangat hebat sekali. Mungkin bagi anda yang masih ‘nol’, belum punya pengalaman bisnis, sampai sekarang anda bisa mengembangkan bisnis yang cukup besar. Ngomong-ngomong, Attic Interior ini cukup terkenal di Surabaya. Jadi anda silahkan silaturahmi dengan beliau. Cek Instagram Attic Interior milik beliau, dan ngomong-ngomong, rumah saya juga ada beberapa yang menggunakan jasa dari Attic Interior. Jadi saya merekomendasikan juga untuk anda. Produk-produknya sangat bagus sekali.

Sukses untuk kita semua, terima kasih Pak Widya. Sukses terus untuk usahanya, maju terus, dan selalu salam hebat luar biasa..!!”

Di edisi kali ini, saya membahas tentang permasalahan yang dialami oleh pengusaha-pengusaha pemula.

Di edisi kali ini, saya membahas tentang permasalahan yang dialami oleh pengusaha-pengusaha pemula.

Di edisi kali ini, saya membahas tentang permasalahan yang dialami oleh pengusaha-pengusaha pemula. Banyak pengusaha pemula yang tidak punya suatu pengetahuan yang cukup tentang dunia bisnis, tetapi mereka berani membuka usaha tanpa didasari pengalaman yang tepat. Akhirnya usahanya bangkrut. Jadi, topik saya kali ini adalah : “Apakah Buka Bisnis Sama dengan Judi?”.

Leave a Reply