Apakah Sukses Butuh Hoki / Keberuntungan?

0
675

 Apakah Sukses Butuh Hoki / Keberuntungan?


Klik disini untuk melihat di YouTube

 

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas sebuah topik yang pasti ditunggu-tunggu banyak orang. yaitu : “Apakah Sukses Itu Butuh Hoki?”

Hoki atau keberuntungan, atau dalam bahasa Jawanya itu “bejo”. Atau dalam bahasa Inggris itu “Lucky”.

tentu hal ini adalah sesuatu yang sangat diinginkan oleh banyak orang di seluruh muka bumi. Dan kalau pertanyaannya ditujukan kepada saya, apakah sukses itu butuh hoki? karena anda tanya kepada saya, saya tanya kepada anda kembali, hoki itu apa?

Karena definisi hoki  dari berbagai orang itu sendiri bisa berbagai macam. jadi bisa dikatakan, “oh, saya beruntung..!” saya begini, saya begitu, “saya menang lotre!” Atau mungkin. hoki itu adalah “saya mendapatkan wanita paling cantik di dunia menjadi pacar saya! padahal muka saya jelek banget..” (^_^)

Contohnya begitu. Atau hoki itu bisa jadi karena saya hari ini dapat pekerjaan dengan gaji fantastis.

Sahabat entrepreneur, definisi hoki itu setiap orang berbeda-beda. dan akhirnya, karena masalah dan waktu definisi hoki ini juga bisa berubah. Manusia itu paling cepat berubah. Hari ini terima gaji sekian, 2 tahun lagi gajinya tetap.

Mereka mengatakan, “saya tidak hoki. teman saya lebih hoki”. Jadi kata-kata ini termasuk kata-kata yang sebetulnya tidak baku. Tetapi, kata-kata ini bersifat universal. Saya secara pribadi, sangat setuju bahwa sukses itu butuh keberuntungan dan butuh hoki.

Sekarang pertanyaan saya, bagaimana menciptakan keberuntungan? Tentunya sebelum saya menjawab pertanyaan anda, saya sarankan anda tonton disini.

Di video-video saya yang sebelumnya yaitu tentang 5B, yaitu bagaimana menciptakan keberuntungan yaitu dari yang namanya God Factor. 5B itu saya ulangi, ada yang namanya Bersyukur, Beramal, Berdoa dan Berserah.

Anda tonton videonya, 5B itu salah satu kunci bagaimana anda memperbesar God Factor. Dan yang terakhir adalah Human Factor yaitu B yang terakhir, Bertindak. Karena kalau anda tanpa Human Factor, anda juga tidak bisa mensukseskan segala sesuatunya dan tidak bisa selaras. Hoki itu ternyata keberuntungannya bisa diciptakan.

Dan saya sangat setuju sukses itu perlu keberuntungan. Tapi pertanyaan saya keberuntungannya itu bagaimana? Kita bisa ciptakan keberuntungan. Keberuntungan itu definisi saya ada dua, yang pertama adalah bertemunya kesempatan dan persiapan.

Selama hampir lebih dari 20 tahun saya berkecimpung di bidang perkembangan diri, saya sudah pernah mengikuti seminar, baik itu di dalam negeri maupun seminar dari orang-orang yang top di luar negeri.

Saya selalu menemukan satu kemiripan bahasa mereka adalah bertemunya kesempatan dan kesiapan. Maksudnya itu seperti ini, contoh, kesempatan itu tiba, tapi anda tidak siap. Anda tidak beruntung.

Sekarang lagi musim mangga, mangga melimpah ruah, tapi rupanya anda tidak siap memetik. Anda tidak siap menjual. mangga’nya terlanjur busuk. Hoki adalah ketika musim mangga berbuah, anda sudah siapkan. Siapkan segala sesuatunya. akhirnya anda bisa menghasilkan uang dari cara musim mangga. Itu contoh bertemunya kesempatan dan kesiapan.

Contoh, seorang mahasiswa yang mau masuk SMPTN. Lowongan ada, peluang ada, tetapi ketika ujian dia tidak masuk. Dia tidak siap. Dia sakit. Akhirnya dia tidak beruntung. Jadi oleh sebab itu keberuntungan adalah, atau hoki adalah ketika kesempatan datang anda siap mengambilnya.

Itu definisi yang pertama. Definisi yang kedua adalah, setiap orang punya jatah gagal. Semua orang sukses di muka bumi ini, mereka itu tidak pernah yang namanya tidak mengalami kegagalan. Mereka pasti mengalami kegagalan jauh lebih banyak daripada anda. Usia mudanya dihabiskan untuk masa-masa bagaimana dia meniti karir.

Kita ambil contoh ceritanya Michael Jordan. Dia tidak seperti remaja pada umumnya. Setiap hari masa mudanya dihabiskan untuk latihan basket, latihan basket, latihan basket. Artinya apa?

Dia tidak seperti anak muda pada umumnya mungkin main-main, atau menghabiskan waktu main games, tidak. Tapi dia menghabiskan jatah gagalnya. Dan akhirnya masa muda dia diganti, dikonfersi dengan dia meniti karir masa depan.

Chairul Tanjung, kita lihat seorang anak singkong. Bos dari Bank Mega dan Trans TV. Kalau kita pelajari dari kisah bukunya, anda juga perhatikan si anak singkong itu, masa mudanya dia juga bukan anak orang yang kaya. Tapi bagaimana hari ini dia bisa meniti karir sampai hari ini dia mencapai prestasi seperti sekarang. Karena dia menghabiskan jatah gagalnya.

Saya sendiri, banyak orang bilang : “wah, kamu usia 30, bisa cetak 1 juta US Dollar, kamu hoki!”

Saya mendengarkan kata-kata ini antara tersenyum sekaligus miris. Kenapa saya katakan tersenyum? Tersenyum karena terima kasih, tapi mirisnya kenapa saya dikatakan hoki?

Seolah-olah sepertinya saya mendapatkan penghasilan tersebut itu tanpa perjuangan. Kalau anda mengira saya berhasil tanpa perjuangan, silahkan anda tonton buku saya ini, baca buku saya disini, disini kisahnya lengkap.

Bagaimana saya bisa meniti karir sampai usia 30 mencetak 1 juta US Dollar. Dan itu bukan berarti tanpa proses.

Sahabat entrepreneur, saya percaya hoki itu ada. Lakukan 2 definisi ini, ada kesempatan, siap ambil. Kedua, habiskan jatah gagal anda, semuda mungkin, secepat mungkin. Jangan takut gagal, jangan cepat menyerah.

Punya mental yang kuat, mau berjuang. Tidak usah perdulikan apa kata teman-teman seusia anda. Dimana mereka itu mungkin lagi happy-happy, lagi senang-senang tetapi mereka sedang menghabiskan masa mudanya. Tapi habiskanlah masa mudamu dengan meniti karir masa depan.

Karena saya punya motto “lebih baik kehilangan masa muda daripada kehilangan masa depan”.

Motto ini menjadi pedoman saya di saat usia saya masih 17 tahun, 18 tahun, meniti karir sampai sekarang. Dan akhirnya saya menikmati apa yang orang-orang seusia saya belum nikmati.

Saya hoki. Kenapa? Karena saya menghabiskan jatah kegagalan saya di usia muda.

Saya hoki. Kenapa? Karena setiap ada kesempatan saya ambil.

Saya bisa berpartner dengan perusahaan Internasional, perusahaan saya sekarang di usia saya yang ke 22 tahun itu keberuntungan bagi saya. Dan saya mengambil kesempatan pada saat itu saya masih sebagai seorang mahasiswa.

Dimana teman-teman saya masih sibuk belajar. Tetapi saya juga sama kuliah belajar plus saya meniti karir. Ini penting sekali. Jadi teman-teman saya setelah tamat dia sibuk cari kerja, saya tidak pernah mencari pekerjaan.

Saya sudah bangun usaha saya sendiri. Saya tidak mau ceritakan lebih dalam, anda bisa baca disini dan di artikel-artikel saya sebelumnya.

Yang terpenting pesan saya untuk anda adalah bila anda hari ini ingin hoki, lakukan 2 definisi yang tadi saya sarankan.

Selamat mencoba, sukses untuk anda, salam hebat luar biasa .. !!

Leave a Reply