Bagaimana Agar Tidak Terkena Tipu Money Game atau Ponzi

0
12

Bagaimana Agar Tidak Terkena Tipu Money Game atau Ponzi

Klik disini untuk melihat di YouTube

 

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..!! Kali ini saya akan membahas topik yang berbeda dibandingkan topik sebelumnya. Dan ini menyangkut berita yang sedang marak di Indonesia saat ini. Yaitu, lagi-lagi banyak korban investasi bodong dan penipuan. Di video kali ini saya akan membahas sebuah topik bagaimana agar anda tidak terkena tipu investasi bodong/money game atau ponzi.

Saya mengutip dari kata-kata OJK : “Investasi bodong ya pasti bohong”. Indonesia beruntung karena belakangan ini sudah ada OJK yang sangat agresif dan gencar memberantas money game. Atau arisan berantai, skema ponzi dan lain sebagainya.

Baik, mungkin bagi sahabat entrepreneur yang menonton video ini. Ada baiknya saya memberikan edukasi sedikit bagi anda yang mudah tergiur oleh keuntungan cepat. Mudah tergiur oleh bisnis yang seolah-olah menjanjikan. Semoga video singkat ini memberikan anda sebuah gambaran.

Namun ada baiknya anda harus tahu siapa itu Ponzi. Ponzi adalah seorang penipu ulung di tahun 1920. Dia terkenal dengan metode/skema kerjanya, yaitu pekerjaan seperti industri finansial. Misalkan anda hari ini menabung saham di perusahaan. Namanya juga perusahaan pasti ada untung dan ada rugi. Itu wajar sekali. Tidak ada ceritanya saham naik terus. Tetapi kalau anda berinvestasi dan menabung jangka panjang, niscaya keuntungan tersebut akan berhasil anda dapatkan. Dan anda harus melihat kredibilitas perusahaan. Kalau anda memilih saham yang bagus, anda juga harus melihat reputasi dari perusahaan tersebut. Anda harus mempunyai informasi yang tepat mengenai perusahaan tersebut. Anda harus mengetahui bagaimana track record perusahaan itu dan berapa banyak masyarakat yang menggunakan produknya. Hal itu akan menunjukkan apakah perusahaan tersebut credible dan sehat.

Tetapi perusahaan besar pun juga bisa merugi.

Itu adalah hal yang wajar sekali di dalam dunia usaha. Tetapi tidak dengan Ponzi. Ponzi selalu menawarkan keuntungan yang pasti. Dan setelah dicek, ternyata keuntungan yang diberikan kepada investornya dari investasi bodong yang selalu menjerat korban baru. Mereka menjaring orang baru. Untuk lebih jelasnya tentang apa itu Ponzi, di bawah ini ada link deskripsi yang saya ambil dari CNN Indonesia :

https://www.youtube.com/watch?v=VMq5I2BHGUw

Anda bisa melihat penjelasannya disitu supaya anda tahu lebih jelasnya. Disini saya akan menjelaskan dengan versi saya. Sebagai pengusaha selama lebih dari 20 tahun, tidak menutup kemungkinan bahwa tawaran-tawaran seperti ini juga pernah saya hadapi. Tetapi saya selalu menolaknya dengan halus karena saya tahu apa yang sebetulnya proposal-proposal menarik yang ditawarkan kepada saya. Semuanya seperti janji surga/angin surga. Tawarannya sangat menggiurkan dan menjanjikan. Di atas kertas profitnya sekian. Setiap bulan diberi imbalan sebesar 30%-40%. Anda tidak perlu mencari orang. Dan itu semua adalah penghasilan yang bombastis. Sekarang saya akan menceritakan kepada anda apa yang saya ketahui, sehingga kita tidak bisa tertipu oleh hal seperti ini.

Oleh sebab itu sahabat entrepreneur, ada 3 poin yang bisa saya bagikan hari ini. Semoga anda tidak mudah tertipu. Dan saya juga sangat sedih melihat para subscriber saya. Banyak para TKI, TKW, BMI yang bisa mendapatkan uang banyak di luar negeri. Tetapi ketika pulang ke kampung, anda tertipu oleh skema-skema seperti ini. Hati-hati sahabat entrepreneur dan sahabat TKI di luar negeri. Jangan mudah tertipu oleh skema seperti ini.

 

1. Selalu menonjolkan uang

Ada 3 tips agar anda tidak mudah tertipu. Yang pertama adalah : cara kerja yang ditawarkan adalah selalu menonjolkan uang. Menonjolkan profit. Dan perusahaan tersebut tidak menonjolkan produk yang harusnya diutamakan. Biasanya ini ciri-ciri skema Ponzi. Jadi dia mengatakan, “ Kalau anda mencari 2 orang atau sekian, anda akan mendapatkan profit sekian. Uang yang anda dapatkan sekian. Kemudian kalau anda berhasil menjual sekian, maka anda akan mendapatkan uang lagi sekian”. Intinya, isi presentasinya semua menghasilkan uang, uang dan uang. “Nanti kalau anda mendapatkan sekian, maka anda mendapatkan reward ini”. Yang selalu ditekankan adalah reward dan uang. Hal ini tidak ada salahnya dimasukkan ke dalam proposal bisnis. Tetapi kembali lagi pada basic bisnisnya itu apa.

Di dalam bisnis itu harus ada produk yang diperjualbelikan. Dan yang namanya produk itu harus memberikan manfaat kepada konsumen. Kalau konsumen tidak merasakan manfaat produk, maka konsumen tidak akan menggunakan produk tersebut lagi. Kalau konsumen tidak memakai produk tersebut, maka omzet dari perusahaan akan turun. Maka anda harus menjaring konsumen baru. Tetapi skema Ponzi ini tidak terlalu mengutamakan produknya. Tetapi yang diutamakan adalah perekrutan anggota atau orang baru.

Jadi masalah produk mungkin hanya dibahas sekilas. Tetapi dia tidak membahas tentang benefit dari produknya. Padahal bisnis yang benar itu selalu mengutamakan benefit produknya. Kita perhatikan, sekarang sudah banyak bisnis yang berkembang. Kita lihat perusahaan retail dan sektor riil. Mereka tidak pernah menceritakan dan mengiming-iming dengan bisnis yang besar. Tetapi mereka selalu menjual barang. Toko alat tulis ya menjual alat tulis. Toko makanan ya menjual makanan. Mereka tidak perlu menjelaskan skema Ponzi. “Anda jual makanan saya. Besok carilah 2 orang, dan terus tarik 2 orang lagi. Nanti saya beri bonus sekian”. Tidak perlu. Kalau makanan itu dasarnya sudah enak, ya sudah. Makanan itu akan dipromosikan orang dengan sendirinya tanpa ada imbalan.

Tanpa ada iming-iming.

Tetapi ciri-ciri orang yang selalu menggunakan skema Ponzi adalah lewat iming-iming uang yang besar. Dan yang tertarik justru adalah orang yang tidak punya pengetahuan finansial yang baik. Orang yang tidak punya edukasi finansial yang baik dan orang yang sedang bermasalah dengan urusan finansialnya. Dan celakanya paling parah adalah orang Indonesia yang tidak punya uang, tetapi berani bermain di skema Ponzi. Sampai dia harus menggadaikan sawahnya, menggadaikan rumahnya, menjual sapinya. Aduh, parah banget.. Bahkan sampai meminjam uang di Bank hanya untuk ikut investasi yang menggiurkan tawarannya. Padahal ujung-ujungnya investasi bodong. Dan hal ini sudah meresahkan masyarakat Indonesia. Bahaya sekali.

Jadi ciri-ciri bisnis yang benar adalah bisnis yang mengutamakan penjualan produknya, bukan mengutamakan perekrutan orangnya. “Anda harus mencari orang terus menerus..”. Yang seperti itu berarti benar-benar Ponzi scheme atau skema Ponzi. Dan itulah money game yang sangat meresahkan. Dan sampai hari ini, kita sendiri tahu. Bahwa baru-baru ini di Indonesia, penipuan dengan kedok produknya adalah jasa travel ibadah umroh. Ibadah umroh yang normalnya dengan biaya 25-30 juta, namun perusahaan tersebut hanya menawarkan harga 14 juta lebih. Itu sesuatu yang tidak masuk akal. Modal saja tidak dapat. Tetapi darimana dia bisa mendapatkan uang tersebut? Dari orang baru. Itulah skema Ponzi.

Masyarakat Indonesia mudah sekali ditipu dengan hal-hal seperti itu. Bahkan yang ditipu ini mohon maaf, bukan cuma kalangan menengah ke bawah. Justru orang kalangan menengah ke atas. Mereka yang sudah punya banyak uang, tetapi tidak tahu apa itu Ponzi. Itulah sebabnya kita edukasi tentang Ponzi seperti ini supaya para subscriber saya juga semakin sadar dan berhati-hati dengan skema Ponzi. Jadi itu yang pertama.

 

2. Checklist di OJK

Yang kedua, anda harus checklist di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Anda cek saja informasinya di OJK dari pemerintah. Anda bisa cek disana. Kalau anda ditawarkan suatu skema yang menarik, proposal yang menarik, cek dulu di OJK. Ada atau tidak list company tersebut? Kalau list company tersebut termasuk dalam daftar terlarang OJK, jangan ikut. Jangan-jangan nanti reputasi anda yang menjadi tidak baik.

Mengapa reputasi anda yang menjadi tidak baik? Karena anda sudah mengajak orang dan orang itu percaya dengan anda. Bukan percaya pada perusahaan. Orang itu percaya dengan apa yang anda ceritakan. Akhirnya nama anda menjadi buruk, dan perusahaan meghilang. Anda mau kemana? Akhirnya bodong lagi. Ketika bodong, anda menjadi bohong. Hubungan anda dengan teman menjadi tidak baik. Hubungan anda dengan teman menjadi rusak. Dan mengapa sampai seperti ini? Padahal anda mungkin berteman sejak SD. Rusak hanya karena masalah seperti ini. Masyarakat Indonesia harus tahu semua ini. Semoga dengan channel ini, anda semakin teredukasi.

 

3. Cek reputasi perusahaan dan pemiliknya

Poin yang ketiga adalah kalau anda ditawarkan investasi oleh sebuah perusahaan, cek reputasi perusahaan dan pemiliknya. Mungkin yang paling kena imbasnya adalah bisnis Multi Level Marketing atau MLM. Padahal MLM di Indonesia sudah ada asosiasi resminya, yaitu APLI. Anda bisa cek apakah perusahaan tersebut terdaftar di APLI atau tidak.

Anda bisa kunjungi website APLI :

https://www.apli.or.id

Yang paling sering kena imbasnya adalah perusahaan MLM. Atau mungkin juga yang paling sering terkena imbasnya adalah beberapa industri yang menawarkan jasa keuangan. Atau mungkin juga industri yang saat ini di bidang bursa efek saham yang kena imbasnya. Jadi mereka tidak mengerti apa itu saham, apa itu industri keuangan, dan apa itu MLM. Indonesia masih rancu. Padahal ketiganya ini industri yang sangat berbeda. Dan akhirnya “disapu rata” oleh Ponzi tadi. Dan akhirnya masyarakat yang kena Ponzi menyamaratakan 3 jenis industri tadi. Itu sangat tidak bijak. Padahal 3 jenis industri tersebut berbeda. Industri finansial di Indonesia sudah ada asosiasinya yang resmi dari pemerintah. Industri saham di Indonesia juga sudah terdaftar di bursa efek, Industri MLM sudah ada di APLI. Itu semua sudah sangat jelas. Dan ketiganya sangat berbeda dengan Ponzi.

Tetapi seringkali yang membuat saya jengkel, para wartawan menulis di media cetak, surat kabar dan televisi. Mereka memberitakan bahwa “Yang dijalankan skema MLM. Yang dijalankan skema ini”. Akhirnya nanti masyarakat menilai buruk. 3 jenis industri ini terkena imbasnya gara-gara informasi dan pemberitaan yang salah. Atau penulisan yang salah di media cetak oleh wartawan yang kurang informasi tentang apa itu skema money game/Ponzi.

Semoga dengan channel ini saya bisa berbagi supaya bisa tercipta industri yang baik, industri yang menjual produknya dengan benar. Dan juga industri yang dapat memberikan keuntungan untuk distributor atau agennya dari hasil keuntungan penjualan produknya. Bukan dari perekrutan anggotanya. Perusahaan seperti ini tidak akan terkena imbasnya jika industri itu sangat baik.

Jadi sahabat entrepreneur,

 

semoga dengan saya berbagi informasi ini anda semakin teredukasi.

Semakin mendapatkan informasi yang benar, dan tidak mudah tertipu juga tidak mudah tergiur. Anda harus cek semuanya. Tadi saya sudah berikan beberapa poin yang sangat penting supaya anda semakin paham dan semakin tahu.

Baik sahabat entrepreneur, semoga informasi ini bermanfaat dan bisa memberikan edukasi yang positif kepada anda. Jangan lupa berikan like, berikan komentar positif anda. Dan anda tidak perlu bertanya lagi di kolom comment : “Pak, perusahaan ini menurut bapak legal atau tidak? Perusahaan ini oke atau tidak?” Jangan bertanya seperti itu. Saya sudah menjelaskan di 10 menit yang tadi. Cek semuanya di website terpercaya. Anda tinggal cek semuanya di website tersebut. Saya tidak akan menjawab comment anda. Trust me, saya tidak akan menjawab comment anda jika anda bertanya tentang perusahaan tertentu. Karena kalau anda bisa cek sendiri, maka anda sudah tahu sendiri jawabannya. Jangan lupa subscribe, dan silahkan anda berbagi kepada teman-teman anda. Ada 2 video bermanfaat disini yang bisa anda pelajari juga untuk menambah wawasan anda supaya wawasan anda semakin bertambah.

Sukses untuk anda, selalu salam hebat luar biasa..!!

"bagaimana agar anda tidak terkena tipu investasi bodong/money game atau ponzi".

"bagaimana agar anda tidak terkena tipu investasi bodong/money game atau ponzi".

Sahabat entrepreneur, kali ini saya akan membahas topik yang berbeda dibandingkan topik sebelumnya. Yaitu tentang "bagaimana agar anda tidak terkena tipu investasi bodong/money game atau ponzi".

Leave a Reply