Kenapa Sih Hidup Anda Punya Banyak Masalah ?

0
12

Kenapa Sih Hidup Anda Punya Banyak Masalah ?

Klik disini untuk melihat di YouTube

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..!! Pada topik kali ini saya akan membahas tentang pertanyaan-pertanyaan di kolom comment. Di kolom comment itu banyak curhatan. Saya tahu, bahwa itu artinya hidup anda punya banyak masalah. Di edisi saya kali ini, saya akan membahas : “Kenapa sih Hidup Anda Punya Banyak Masalah?”.

Jadi begini.. Anda harus paham, ‘masalah’ itu sebenarnya apa? Anda harus tahu terlebih dahulu definisi ‘masalah’ itu apa. Jika anda mengetahui definisi  dari ‘masalah’, maka otomatis anda tahu bahwa masalah itu terjadi bukan secara tiba-tiba atau mendadak. Anda harus mengetahui definisi  dari ‘masalah’. Masalah adalah sebuah problematika yang terjadi di dalam kehidupan manusia.

Sekarang begini.. apakah masalah itu baik atau buruk? Anda yang menjawab. 99% anda akan menjawab ‘masalah itu buruk’. Dan saya balik bertanya, “Siapa bilang?”. Jika anda tidak punya masalah, maka hari ini anda tidak bisa berjalan. Karena ketika kecil, anda hanya ‘merangkak’. Justru merangkak itulah yang merupakan masalah, tetapi anda menganggap itu bukan masalah. Dan akhirnya anda memaksa untuk berdiri. Meskipun berdiri, terjatuh, berdiri, terjatuh, namun akhirnya anda bisa berjalan. Apakah ‘masalah’ itu adalah masalah? Siapa bilang?”.

Jika anda tidak punya masalah, maka hari ini anda tidak mungkin bisa berbahasa Indonesia dengan baik.

Anda mendengarkan channel saya pun anda tidak mengerti. Tetapi karena anda telah menyelesaikan masalah yaitu ‘ujian Bahasa Indonesia’ dari SD, SMP, sampai SMU. Sehingga anda bisa berbahasa Indonesia dengan baik. Apakah ‘masalah’ itu adalah masalah? Anda harus tahu terlebih dahulu. Apakah masalah itu 99% buruk? Menurut saya tidak.

Justru ada orang yang berpikir, “mengapa hidup saya penuh dengan masalah?”. Saya selalu mengatakan bahwa ‘masalah’ itu akan menjadi masalah jika anda menganggap hal itu adalah masalah. Saya ulangi sekali lagi. ‘Masalah’ itu akan menjadi masalah jika anda menganggap hal itu adalah masalah. Tetapi ‘masalah’ itu bukanlah masalah jika anda menganggap hal itu bukanlah masalah. Saya ulangi, ‘masalah’ itu bukanlah masalah jika anda menganggap hal itu bukanlah masalah. Saya sudah mengulang kata-kata ini.

Jika anda menganggap bahwa ‘masalah’ itu adalah sebuah masalah, maka itu artinya anda yang bermasalah. Jika diri anda yang bermasalah, maka sampai kapanpun masalah itu tidak akan selesai. Karena apa?

Your mindset is your problem.

Mindset anda itulah yang menjadi problematikanya. Karena masalah kecil pun anda besar-besarkan. Misalkan masalah orang tua sakit. Orang tua mana yang tidak pernah sakit di muka bumi ini? Tetapi anda sudah merasa stress, tidak mau pulang ke rumah, tidak mau makan, tidak mau minum.

Tetapi sekarang saya balik. Ketika dulu anda masih kecil, orang tua merawat anda. Apakah itu bukan masalah bagi orang tua anda? Apakah mereka tidak mengeluh? Mereka mengeluh, tetapi mereka tidak mempermasalahkan. Karena apa? Anda adalah anaknya. Dan dia rela tidak bekerja, rela mencari dokter terbaik, dan dia rela mencari hutang sana-sini supaya diri anda bisa sembuh.

Mengapa sekarang sebaliknya ketika orang tua anda sakit, anda justru mengeluh? Lalu anda curhat di socmed, “hidupku penuh dengan masalah”. Is it real? Mengapa orang tua anda tidak? Lalu anda berkata, “hidupku penuh dengan hutang”. Saya ingin bertanya. Di dunia ini, adakah orang sukses yang dulunya bebas dari yang namanya ‘hutang’? Di muka bumi ini banyak pebisnis yang berhutang pada bank. Mereka menggunakan hutang dari bank untuk perputaran bisnisnya.

Dan saya percaya bahwa hutang mereka lebih banyak daripada hutang anda. Ada orang yang punya hutang 20 triliun, tetapi masih santai saja. Anda yang punya hutang hanya 2 juta saja sudah menjerit-jerit. Apakah itu masalah?

Sekarang begini.. Ini semua hanyalah masalah mindset. Ini hanyalah masalah kapasitas. Anda ingin hidup sukses. Tetapi anda menganggap itu semua adalah masalah. Dan anda harus tahu, bahwa ‘masalah’ itu bukan masalah. Mengapa? Karena semua itu ada hubungannya dengan ‘hukum sebab & akibat’.

Apa maksudnya ‘hukum sebab & akibat’?

Tidak ada manusia yang terkena sakit kanker secara tiba-tiba. Sakit kanker itu awalnya sudah terdeteksi puluhan tahun. Bibitnya sudah ada. Saya beritahu, manusia itu hanya takut dengan akibat. “saya takut sakit kanker, saya takut miskin, saya takut bangkrut, saya takut diputusin pacar”. Semua manusia itu hanya takut dengan akibat.

Tetapi tidak ada manusia yang takut dengan sebab. Anda takut sakit kanker, tetapi anda tidak mau memperbaiki pola hidup anda. Anda tidak mau memperbaiki pola makan anda. Dan anda tidak mau memperbaiki gaya hidup anda. Anda tidak mau makan makanan bernutrisi. Anda suka makan makanan yang tidak sehat, anda sering stress, anda tidak pernah berolahraga. Tidak pernah terkena sinar matahari. Jarang berlibur. Suka merokok. Suka minuman keras. Itu semua adalah ‘sebab’. Dan anda tidak pernah takut akan sebab.

Anda menganggap bahwa sebab itu adalah sebuah kebiasaan. Jika suatu hari anda terkena kanker, dokter hanya berkata, “semoga cepat sembuh. Pilihannya hanya ada dua. Anda kemoterapi agar cepat sembuh, atau yang kedua menghitung hari”. Kata Krisdayanti. Untuk dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Akhirnya ketika anda terkena masalah, obatnya adalah anda hanya berharap didoakan. Selalu berharap, minta untuk sembuh.

Mengapa anda takut sekali dengan ‘akibat’, tetapi mengapa anda tidak pernah takut dengan ‘sebab’?

Orang bijak itu selalu takut akan ‘sebab’. Sebelum berbuat sesuatu,  harus berpikir terlebih dahulu, man. Jangan melakukan sesuatu tanpa berpikir, dan menerima akibatnya belakangan. Anda yang suka memfitnah, contohnya. Anda tidak takut dengan akibatnya. Lalu, anda tahu akibatnya belakangan seperti apa? Keluarga anda tidak bahagia. Malu. Dan orang yang suka memfitnah itu akan menerima akibat : hidupnya tidak bahagia. Karena hidupnya dipenuhi dengan kebencian. Selalu iri hati, selalu dongkol, dan selalu merasa tidak puas.

Seumur hidupnya, ketidakpuasan itu menjadi sebuah tolak ukur utamanya. Ketika anda hari ini sakit jantung. Jantung anda bermasalah. Saya ingin bertanya kepada anda. Mengapa anda tidak mempermasalahkan sebabnya, ‘Mengapa orang bisa sakit jantung’? Bukankah ada banyak artikel-artikel yang menulis apa penyebab jantung koroner? Selain faktor keturunan yang memang ada, justru karena anda tahu anda adalah keturunan orang tua yang punya riwaat penyakit jantung, harusnya anda harus memperbaiki gaya hidup anda. Seharusnya anda jangan melanggarnya.

Ketika anda melanggar, maka seumur hidup anda akan lebih cepat bermasalah dengan masalah jantung. Kanker serviks, contohnya. Banyak wanita yang terkena kanker serviks. Tetapi anda tidak tahu apa penyebab kanker serviks. Anda hanya tahu belakangan, “Kok saya sering pendarahan ya?”. Dicek ke dokter, ternyata terkena kanker serviks. Sekarang ada banyak sekali, puluhan penyebab kanker serviks. Minimal ada 7 penyebab. Namun anda tidak menghindari ketujuh penyebab tersebut.

Saya tidak akan membicarakan apa penyebabnya. Anda bisa cari sendiri. Mikir dong.., jangan hanya mau ‘disuapin’ (diberi tahu orang lain). Mikir.. Apa penyebab kanker serviks? Penyebab kemiskinan, contohnya.

Anda mungkin hanya bisa mengomel, jengkel, teriak-teriak. Tetapi anda tidak tahu apa penyebab anda miskin.

Lalu sewaktu muda, anda ngapain aja? Orang lain ketika muda diisi dengan bekerja keras, namun anda justru santai-santai di usia muda.

Masa muda orang lain diisi dengan ketekunan, tidurnya dalam sehai mungkin hanya 4-5 jam, dan sekarang hidupnya enak. Tetapi anda yang iri hati. Lalu ketika muda, hidup anda enak-enakan, kemudian puluhan tahun kemudian hidup anda maunya tetap enak. Mana bisa, bro?

Jadi anda harus tahu,

‘masalah’ itu sebetulnya bukan masalah jika anda tahu akar penyebab dari permasalahan tersebut.

Sekarang, mengapa hidup anda banyak masalah? Mikiir.. 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun yang lalu anda ngapain aja? Anda hari ini menuai dari apa yang anda tabur. Tidak ada ceritanya benih pisang berbuah rambutan. Tidak ada. Jika anda menanam benih pisang, maka suatu hari anda akan menuai buah pisang. Dan belum tentu buahnya bagus. Anda harus memikirkan caranya. Diberi pupuk, memakai tanah yang subur, dan iklim yang baik supaya anda menerima buah yang bagus.

Sekarang lucunya, anda ingin makan buah pisang, tetapi menabur benih saja tidak pernah. Disuruh menabur saja malas. Orang yang menabur benih buah pisang saja belum tentu hasilnya bagus, apalagi yang tidak pernah menabur benihnya?

Do you know what I mean?

Jadi masalah yang tiba belakangan ini kepada anda, seperti masalah keluarga, masalah pernikahan, masalah finansial, masalah kehidupan, masalah anda tidak punya waktu, dan whatever yang anda curhatkan di kolom comment. Mikiir.. 20 tahun yang lalu anda ngapain aja? Dan anda itu menuai apa yang anda tabur 20 tahun yang lalu. Dan sekarang, selamat menikmati apa yang anda tabur.

Begitu juga dengan kesuksesan, kemasyhuran, kemuliaan, kebahagiaan, kesehatan. Itu karena anda sudah menabur benihnya 20 tahun yang lalu. Anda menuainya sekarang. Dan jangan iri terhadap orang yang memiliki kesuksesan.

Sekian dulu untuk video saya kali ini. Silahkan berpikir. Jika anda ingin menuai kebaikan dan kesuksesan 5 tahun, 10 tahun-20 tahun ke depan, maka mulailah menabur kebaikan hari ini. Dan jangan takut akan akibat, tetapi takutlah akan sebab. Jika anda berbuat sebab, maka akan ada akibat dari sebab yang sudah anda lakukan.

Jangan lupa berikan like, berikan komentar anda di bawah, jangan lupa subscribe. Serta silahkan aktifkan loncengnya.

Sukses untuk anda, stay tune on Success Before 30 channel. Salam hebat luar biasa..!!

Masalah adalah sebuah problematika yang terjadi di dalam kehidupan manusia.

Masalah adalah sebuah problematika yang terjadi di dalam kehidupan manusia.

Masalah adalah sebuah problematika yang terjadi di dalam kehidupan manusia. Yang namanya kehidupan itu pasti tidak lepas dari masalah. Namun, apa sih penyebab diri anda selalu dirundung masalah? Di edisi saya kali ini, saya akan membahas : “Kenapa sih Hidup Anda Punya Banyak Masalah?”.

Leave a Reply