Kisah Keajaiban Sedekah

0
875

Kisah Keajaiban Sedekah


Klik disini untuk melihat di YouTube

Pada kesempatan kali ini saya juga akan sedikit membahas tentang kekuatan beramal dari God Factor 4B. salah satu dari B itu adalah beramal.

Ini berbicara tentang pengalaman saya pribadi.

Bagaimana seketika saya terpuruk. Ketika saya jatuh, ketika saya kehilangan harapan, putus asa, saya bisa bangkit.

Pada suatu ketika di tempat ibadah saya itu ada satu permintaan sumbangan tentang dibangunnya satu tempat ibadah.

Saya kira kalau kita rajin beribadah, apapun agama anda pasti membutuhkan tempat untuk beribadah.

Dan yang namanya tempat untuk beribadah itu pasti membutuhkan yang namanya sumbangan.

Pada saat itu kondisi saya tidak punya penghasilan. Boleh dikatakan saat itu kondisi saya masih minus. Hutang juga masih banyak.

Dan semua saya sudah pernah ulas di buku Badai Pasti Berlalu.

Tetapi saya tidak berpikir panjang. Saya Cuma langsung berkata “baik, saya siap menyumbang”.

“saya siap beramal”.

Jumlahnya pun pada saat itu bukan angka kecil. Mencapai angka puluhan juta Rupiah.

Dan bagi orang yang memiliki hutang ratusan juta Rupiah, dia masih bisa beramal jutaan Rupiah, itu sesuatu yang boleh dikatakan sangat mustahil.

Tetapi saya putuskan pasti bisa.

Saya tidak berpikir panjang. Karena saya tahu beramal itu merupakan sesuatu yang sangat penting.

Dan justru saya percaya yang namanya beramal itu adalah membuka pintu rezeki.

Bagi anda yang rezekinya bertambah, bagi anda yang rezekinya surut, justru jawabannya satu.

Apakah anda masih konsisten beramal?

Pengalaman pribadi saya pada saat itu, sungguh tidak mungkin. Saya cuma bilang apakah sumbangan ini bisa dicicil?

Pada saat itu, pimpinan tempat ibadah itu bilang bisa.

Akhirnya saya putuskan untuk mencicil.

Dan anehnya, justru setelah tidak terasa dalam waktu cuma kurang dari 4 sampai 5 bulan kemudian saya mencapai suatu jenjang karir yang tertinggi di perusahaan tersebut.

Dan entah darimana jalan itu seperti dibuka lebar.

Percaya tidak percaya, apakah ada kaitannya dengan saya beramal?

Kalau dibilang tidak ada kaitannya tidak mungkin. Tapi kalau saya flashback pada peristiwa hari itu, dimana peristiwa untuk mencari sesuap nasi saja susah, apalagi mau beramal puluhan juta dan menyanggupinya?

Bapak Ibu, adik-adik sahabatku para entrepreneur yang saya cintai, kalau saat ini kondisi anda terpuruk, kondisi saat ini anda sedang susah, ingat kata-kata saya. Di luar sana masih banyak orang yang lebih susah daripada anda.

Tapi apakah mereka mengeluh?

Apakah mereka stress? Apakah mereka mengkhawatirkan kehidupannya setiap hari?

Ataukah sebaliknya mereka bangkit dan mereka berjuang?

Mereka mau mengatasi kesulitan hidupnya dengan cara mencari solusi.

Salah satu solusinya, kalau anda ingin menemukan relasi, pelanggan yang tepat, jangan pernah lupa untuk beramal.

Pengalaman pribadi saya tentang beramal sangat banyak.

Dan kalau saya mau menceritakan satu per satu mungkin bisa berjam-jam.

Bagaimana kesaksian saya tentang setelah beramal itu bisa mencetak banyak sekali prestasi.

Dan kalau saya ingin berikan anda satu gambaran, beramal itu ada 3 tempat.

Beramal yang pertama adalah nomor satu kalau anda masih anak muda, tolong beramallah kepada orang tua.

Kalau anda sudah cukup umur, sebisa mungkin justru menafkahi orang tua.

Kalau orang tua anda masih mampu, minimal anda beramal waktu.

Beramal waktu itu artinya membantu orang tua.

Itu juga bagian dari berbakti kepada orang tua.

Saya kira ajaran agama apapun kata berbakti pada orang tua itu wajib, itu yang pertama

Yang kedua, yatim piatu atau orang-orang yang kurang mampu. Jadi anda bisa menemukan tempat beramal kedua yang tepat.

Jadi yang pertama orang tua, yang kedua adalah yayasan atau orang-orang yang kurang mampu atau panti jompo.

Beramal yang ketiga, barulah ke tempat ibadah anda.

Karena saya percaya tempat ibadah itu sangat luar biasa.

Disana banyak orang-orang yang membutuhkan uluran tangan anda.

Darisitu, ketika anda bisa beramal dengan baik, anda kosisten, sesuai dengan ajaran agama masing-masing, yang terpenting, konsistenlah dengan beramal.

Ada atau tidak ada uang.

Ada atau tidak ada kelebihan. Tetaplah usahakan untuk senantiasa beramal.

Soal berapa prosentase anda beramal, itu pulang kepada ajaran agama masing-masing.

Saya tidak akan bahas disini. Yang terpenting satu kalimat, beramalnya harus dengan ikhlas.

Kalau anda beramal dengan ikhlas, niscaya anda tidak usah mempermasalahkan apakah anda akan dibukakan jalan atau tidak.

Tapi alam semesta akan membuka jalan untuk anda.

Sekian pengalaman pribadi saya, dan semoga anda juga bisa mendapatkan banyak pengalaman-pengalaman pribadi setelah anda membaca artikel ini.

Sukses untuk anda, salam hebat luar biasa !!

Leave a Reply