Mengapa Orang Gagal Akhirnya Tetap Selalu Menjadi Orang Gagal?

0
411

Mengapa Orang Gagal Akhirnya Tetap Selalu Menjadi Orang Gagal?

Klik disini untuk melihat di YouTube

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa !! Kali ini saya akan membahas sebuah topik yang sangat menarik. Yaitu : “Mengapa Orang Gagal Akhirnya Tetap Selalu Menjadi Orang Gagal?”

Baik, jadi mengapa saya tertarik untuk membahas topik ini? Karena saya membaca dari semua komentar dari video-video sebelumnya. Saya selalu temukan ada satu pola. Ada satu kemiripan. Saya tidak mengatakan mereka ini orang yang gagal. Tetapi saya tahu bahwa mereka perlu dibenahi mindset-nya. Jadi bagi anda yang menonton video ini, bagi anda yang merasa comment, saya akan menjawab komentar anda melalui video ini.

Komentar anda polanya selalu begini : “Pak, saya tidak punya modal. Namun saya juga tidak punya skill. Saya bukan keturunan orang kaya. Saya tidak punya ini, tidak punya itu dan boleh saya katakan itu adalah alasan-alasan yang klasik.

Untuk memberikan sebuah keyakinan bagaimana dengan orang yang tidak punya itu semua seperti anda. Saya merekomendasikan anda untuk menonton sebuah video yang berjudul “The YouTube Man“.

Julius Yego

“The YouTube Man” ini adalah nama julukan yang dibuat oleh Julius Yego, seseorang dari Kenya. Siapakah Julius Yego? Saya sangat terinspirasi menonton Julius Yego. Dan semoga video ini dapat menjawab comment dari anda semua. Menjawab keresahan anda, kekhawatiran anda, dan kendala anda. Keterbatasan anda.

e3c09c21-aeee-4f39-8f23-a32c557c7b63Julius Yego ini adalah seseorang yang lahir di Kenya. Dan pada tahun 2009, dia menjadi seorang pelempar lembing. Kebanyakan orang di Kenya adalah seorang pelari. Saya juga seorang pelari marathon dan saya tahu kebanyakan yang menjadi juara adalah pelari marathon dari Kenya.

Tapi berbeda dengan Julius. Julius adalah seorang pelempar lembing. Javelin thrower. Kebanyakan orang Kenya itu boleh dikatakan hampir tidak ada atlet pelempar lembing yang menjadi juara terkenal di negara Kenya.

Tetapi karena Julius adalah seseorang yang boleh dikatakan secara fisik tidak cocok sebagai seorang pelari. Maka dia memilih profesi sebagai pelempar lembing. Tetapi karena tidak ada pelatih yang hebat di Kenya. Tidak ada mentor yang hebat di Kenya. Julius tidak pantang menyerah berlatih setiap hari. Dia tinggal di pedalaman, dia hanya melempar lembing menggunakan fasilitas seadanya. Tidak ada fasilitas olahraga yang memadai.

 

Belajar melalui video di YouTube

Dan akhirnya, tiba-tiba Julius suatu hari mampir ke kota dan menemukan warnet. Di warnet tersebut, dia berkenalan dengan dunia internet dan akhirnya menemukan video YouTube. Sama seperti anda menemukan channel saya ini di YouTube. Di channel tersebut, di video YouTube tersebut, dia mencari/search di Google. ‘Bagaimana pelempar lembing juara dunia bisa sukses’. Dan akhirnya, dia meniru teknik, belajar teknik, semua dari video.

youtube-small2Alhasil dalam waktu cuma 2 tahun, dia bisa menjadi juara Afrika. Luar biasa, bukan? Kemudian beberapa tahun kemudian dia menjadi juara terus-menerus. Dan puncaknya di tahun 2015, dia bisa menjadi juara dunia lempar lembing. Coba anda banyangkan. Seseorang dari negara yang tidak terkenal dengan pelempar lembing justru menjadi juara dunia. Biasanya yang maju untuk lomba melempar lembing itu adalah negara-negara yang sudah maju seperti negara di benua Eropa, Amerika dan sebagainya.

Tetapi pelempar lembing ini adalah juara dunia dari Afrika. Konon Kenya merupakan negara miskin. Suatu hari dia diwawancara oleh wartawan. “Julius, anda bisa menjadi juara dunia. Hebat sekali..! Saya ingin bertanya, apakah anda berlatih difasilitasi oleh negara?” Jawabannya : Tidak. “Anda pasti diberi pelatih yang hebat”. Jawabannya, “Tidak. Pelatih saya adalah YouTube”. Itulah sebabnya dia dijuluki The YouTube Man. Silahkan anda menonton film tersebut.

Hari ini kalau saya membaca kolom comment, saya membaca anda punya semua alasan. Mohon maaf, saya langsung bisa putuskan bahwa kalau anda selalu punya alasan seperti itu, maka selamanya anda akan tetap menjadi orang gagal.

‘Itulah sebabnya mengapa orang gagal, selamanya tetap menjadi orang gagal.’

Anda mungkin tidak suka dengan kata-kata saya. Tetapi saya akan jawab pertanyaan anda bukan dengan memberikan solusi. Tetapi saya menjawab anda dengan sebuah cerita. Cerita ini adalah sebuah cerita yang akan menginspirasi anda. Dia tidak punya apa-apa. Tidak punya modal, tidak punya fasilitas, tidak punya skill, tidak punya mentor, tidak punya pelatih, tidak punya semuanya. Tetapi dia setiap hari hanya menonton YouTube.

Dari menonton YouTube, hidupnya bisa berubah. Bahkan menjadi juara dunia. Tidak main-main, bahkan menjadi juara dunia. Sekarang sahabat entrepreneur, sekarang saya tanyakan kepada anda kembali. Kalau anda merasa bahwa diri anda itu penuh dengan keterbatasan. Diri anda itu penuh dengan kemalangan. Diri anda tidak dilahirkan di keluarga yang kaya. Anda itu begini, begitu dan sebagainya.

Maka anda setiap hari hanya akan menyalahkan diri sendiri. Itu tidak akan membuat hidup anda lebih baik. Trust me. Sudah lebih dari 100 video yang saya rilis di channel SB30. Kalau hari ini anda terapkan apa yang saya ajarkan di video saya, saya yakin hidup anda pasti berubah lebih baik. Sekalipun kita belum pernah bertemu. Tetapi kalau anda terapkan apa yang saya ajarkan disini, saya yakin hidup anda pasti akan berubah.

Sekian pesan dari saya pada video kali ini. Semoga video ini bisa menginspirasi anda. Bila anda menyukai channel ini silahkan klik subscribe. Dan silahkan berbagi kepada teman-teman anda yang membutuhkan inspirasi. Sukses untuk anda, salam hebat luar biasa..!!

Apakah sebabnya mengapa orang gagal, selamanya tetap menjadi orang gagal?

Apakah sebabnya mengapa orang gagal, selamanya tetap menjadi orang gagal?

Apakah sebabnya mengapa orang gagal, selamanya tetap menjadi orang gagal? Berikut ini adalah jawaban semua komentar anda dari video-video sebelumnya.

Leave a Reply