Mengapa Orang Sukses Semakin Tertekan dan Cenderung Tidak Bertumbuh ?

0
8

Mengapa Orang Sukses Semakin Tertekan dan Cenderung Tidak Bertumbuh ?


Klik disini untuk melihat di YouTube

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..!! Jumpa lagi di episode kali ini. Saya akan berbicara tentang mengapa seseorang itu stagnan. Mengapa seseorang tidak lagi berprestasi, bahkan akhirnya cenderung performanya menurun. Pada topik kali ini, saya akan berbicara tentang : “Mengapa Orang Sukses Semakin Tertekan, Bahkan Cenderung Tidak Bertumbuh?”.

Sebetulnya saya belajar dari pengalaman saya selama lebih dari 20 tahun ini di dalam organisasi maupun di bidang perusahaan. Saya mempunyai suatu analisa, dan saya juga mempunyai suatu pengalaman. Sekurang-kurangnya ada 3 sebab yang saya analisa tentang mengapa orang yang dulu performanya baik, akhirnya sampai suatu tahap, performanya cenderung stagnan. Dan akhirnya, prestasinya malah menurun dan akhirnya hilang.

Saya temukan ada 3 sebab utama :

1. Dia merasa harus membantu dan menolong setiap orang untuk sukses

Yang pertama adalah dia merasa harus membantu dan menolong setiap orang untuk sukses. Menurut saya ini salah besar. Mengapa? Anda tidak mungkin bisa menolong semua orang. Seorang Nabi saja tidak bisa menorong semua orang, sahabat entrepreneur. Anda harus tahu itu. Nabi itu baik, tetapi tidak bisa menolong semua orang. Ketika banyak orang diberitakan kebaikan, masih tidak ada orang yang bisa mendengarkan nasehatnya. Sama juga dengan ketika anda ingin menjadi seseorang yang baik. Anda mau menolong semua orang.

Saya juga memperhatikan, saya mempunyai seorang karyawan yang selalu bermasalah dengan keuangan. Ia bermasalah dengan keuangan, keluarganya kacau balau, orang tuanya bermasalah, dll. Intinya, kehidupannya tidak ada yang beres. Dan hal itu sangat mempengaruhi performa kerjanya di perusahaan. Padahal orang ini cukup skillfull. Ketikia performanya di perusahaan menurun, maka hal itu akan mengganggu kinerja kami. Dan apakah saya harus membantu dia? YES. Tetapi kita tidak bisa membantu dia dalam kondisi seperti itu. Karena anda tidak bisa menolong setiap orang.

Ketika di dalam sebuah organisasi, saya juga menemukan banyak orang seperti ini. Orang itu hebat. Tetapi tidak bisa dibantu terus-menerus. Dan anda akan menghilangkan semua mood, energi, pikiran, tenaga, dan waktu anda akan abis hanya karena orang tersebut. Dan ketika anda menghabiskan seluruh energi, pikiran, bahkan ide anda pada orang itu, maka jangan-jangan anda yang terseret turun? Inilah yang banyak orang tidak paham.

Sekali lagi sudah saya katakan, “Anda itu orang yang baik. Tetapi tidak benar”. Hal itu sering saya ucapkan di beberapa video saya sebelumnya. Anda orang yang baik. Anda selalu kasihan pada orang lain dan anda orang yang peduli. Namun menurut saya anda tidak cocok membangun sebuah perusahaan. Anda lebih cocok bekerja di panti sosial. Panti sosial memang harus menolong orang tanpa pamrih. Kalau di company, tidak bisa seperti itu sahabat entrepreneur.

Di dalam pekerjaan tidak bisa seperti itu.

Dalam pekerjaan itu harus yes or no. Anda tidak bisa membuat yes menjadi no, no menjadi yes di dalam sebuah perusahaan. Contoh, misalkan ada pertanyaan di kolom comment. “Pak, bagaimana kalau partner kerja saya di pekerjaan adalah saudara saya sendiri? Karena saudara sendiri, tentunya bapak tahu sendiri. Disiplinnya tidak ada. Karena budayanya di rumah diterapkan di perusahaan”. Menurut saya tidak bisa.

Business is business –

– Pekerjaan adalah pekerjaan –

Jangan gara-gara saudara anda merasa sungkan dan tidak enak. Itu tidak bisa. Anda harus tegas. Jangan karena usaha keluarga, anda jadi tidak enakan. Tidak bisa seperti itu. Performance indicator’nya harus jelas. Balance scorecard’nya harus jelas. Anda tahu balance scorecard? Yaitu cara menilai performa karyawan di sebuah company harus jelas. Job description’nya harus jelas. Alur Standard Operational Procedure’nya harus jelas. Jika tidak, company itu akan kacau. Jadi anda harus mengerti itu semua. Ini semua adalah bahasa-bahasa pengusaha level tiga ke atas. Saya tidak akan membahasnya disini.

Tetapi, intinya anda harus tegas. Kalau anda tidak tegas, tidak bisa. Jadi jika anda berpandangan harus membantu dan menolong setiap orang, itu salah. Bukannya kita tega. Bedakan antara TEGA dengan BENAR. Kalau anda menjadi orang yang baik, maka anda tidak akan pernah tega. Dan kalau anda menjadi orang yang baik, maka anda akan menjadi orang yang tidak benar.

Tetapi kalau anda tegas karena benar, maka itu demi kebaikan anda, demi perusahaan anda, dan demi kebaikan dirinya kelak. Seringkali kata-kata yang pedas, kata-kata yang tegas itu demi kebaikan dia. Dan bisnis anda akan bisa maju. Barulah diri anda bisa berkembang. Performa anda akan terus meningkat dan naik. Oke, itu poin yang pertama.

Jadi, anda jangan menjadi sinterklas. Jangan menjadi malaikat. Tidak cocok. Kalau di perusahaan, bisnis atau pekerjaan, yang s eperti itu tidak cocok. Di kampus dan di organisasi pun sama. Tidak cocok. Anda jangan menjadi malaikat. Dan anda tidak bisa menjadi pemimpin kalau selalu baik. Anda harus TEGAS.

 

2. Pecah fokus

Yang kedua, anda pecah fokus. Jadi kalau misalkan anda semakin sukses, anda cenderung tidak bertumbuh, anda merasa tertekan. Mengapa? Karena anda pecah fokus. Harusnya fokus anda adalah pada tujuan dan visi anda. Tetapi fokus anda justru mengurusi hal-hal yang tidak perlu. Justru mengurusi hal-hal yang tidak perlu diurus sehingga performa anda menurun.

Pekerjaan yang harusnya bisa didelegasikan, tetapi tidak anda delegasikan. Anda justru mengurusi hal-hal yang tidak penting. Pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh level karyawan bawah justru anda kerjakan. Contoh, anda mengurusi security. Untuk apa? Harusnya satu security saja bisa menyelesaikannya. Anda mengurusi pekerjaan gudang. Untuk apa? Padahal itu bisa diselesaikan oleh office boy. Contohnya seperti itu.

Bukan berarti anda tidak bisa mengerjakan pekerjaan itu. Bisa. Tetapi, anda jangan mengerjakan pekerjaan itu terus sehingga waktu anda akan habis untuk mengurusi pekerjaan-pekerjaan yang bisa didelegasikan ke orang lain. Anda menjadi pecah fokus. Harusnya anda sebagai pemilik perusahaan, atau anda sebagai orang yang punya jabatan tinggi harusnya bisa mensinergikan atau mendelegasikan. Dan orang lain bisa memberikan solusi untuk anda. Sehingga anda bisa punya waktu untuk memikirkan hal yang lebih besar untuk mengejar visi anda. Anda cukup paham ya disini. Itu poin yang kedua, jangan pecah fokus.

 

3. Karena anda terlalu sibuk, sehingga anda tidak ada waktu untuk pengembangan diri

Dan poin yang ketiga adalah karena anda terlalu sibuk, sehingga anda tidak ada waktu untuk pengembangan diri. Ini penting sekali. Jadi video ini memang ditujukan untuk anda yang ingin berprestasi, yang ingin sukses sebelum usia 30. Dan anda harus benar-benar meluangkan tenaga, pikiran, dan waktu anda untuk bertumbuh dan bertumbuh.

Karena anda sudah terlalu sibuk dan tidak banyak waktu, sehingga anda hari ini tidak ada waktu lagi untuk belajar. Harusnya anda banyak meluangkan waktu untuk ikut seminar & berkomunitas dengan orang yang lebih sukses. Niscaya anda akan maju. Bukan berarti anda tidak boleh punya waktu dengan karyawan atau tim anda. Boleh, tetapi bukan setiap hari.

Karena waktu anda itu harusnya digunakan untuk developing yourself (mengembangkan diri anda)

So, you can have a great team. Anda bisa mempunyai tim yang lebih besar. And you can develop your team, bigger and bigger. Anda bisa membangun tim yang lebih besar dan lebih besar lagi dari sebelumnya.

Sedangkan anda tidak punya waktu untuk belajar. Bagaimana tim anda mau berkembang? Ingat, sebuah perusahaan atau organisasi itu bisa macet bukan karena timnya. Tetapi karena pemimpinnya. Karena kalau pemimpinnya tidak melakukan personal development lagi, tidak mempunyai visi lagi, tidak bisa bertumbuh lagi, tidak bisa beradaptasi lagi dengan perkembangan baru, maka tim itu juga akan stagnan. Kasihan banget.. Jadi, kesalahan ada di pemimpinnya.

So sahabat entrepreneur, pada tips kali ini semoga performa anda terus naik dan berkembang. Luangkanlah waktu untuk belajar dan pengembangan diri. Jangan sepelekan dan jangan remehkan hal ini. Sekelas CEO, sekelas eksekutif dunia pun, mereka semua masih meluangkan waktu untuk belajar. Mereka masih membaca buku, mereka masih mendengar informasi yang baru, mereka belajar dari orang-orang perusahaan yang lebih besar, and then, the company will get bigger and bigger. Perusahaannya akan semakin besar dan besar lagi.

Saya yang selama 20 tahun sudah membangun bisnis saja sampai hari ini masih terus belajar. Dan apa yang saya pelajari, saya bagikan kepada anda.  Mengapa? Karena selama dampaknya positif bagi masyarakat, kenapa tidak? Semoga apa yang saya sampaikan ini bermanfaat, bertumbuh dan berkembang.

Oke, demikian tips saya kali ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa klik like, anda juga bisa memberikan komentar positif. Silahkan share kepada teman-teman anda, dan jangan lupa klik subscribe. Serta ada icon lonceng silahkan anda klik, maka setiap ada video terbaru anda akan mendapatkan notifikasi. Pastikan anda orang pertama yang menontonnya. Ada 2 video disini, silahkan anda tonton untuk menambah wawasan anda supaya anda lebih maju dan berkembang.

Go Success Before 30, see you at the top! Salam hebat luar biasa..!!

mengapa orang sukses semakin tertekan, bahkan cenderung tidak bertumbuh?

mengapa orang sukses semakin tertekan, bahkan cenderung tidak bertumbuh?

Mengapa seseorang tidak lagi berprestasi, bahkan akhirnya cenderung performanya menurun? dan mengapa orang sukses semakin tertekan, bahkan cenderung tidak bertumbuh? Temukan jawabannya disini!

Leave a Reply