Motivasi saja Tidak Cukup Membuat Anda Sukses Part 1

0
529

Motivasi saja Tidak Cukup Membuat Anda Sukses Part 1


 Klik disini untuk melihat di YouTube

Hari ini saya akan berbagi tentang sebuah tips yaitu “motivasi saja tidak cukup membuat anda sukses”.

Tentu kita sudah tidak asing dengan kata motivasi. Dan belakangan kita juga sudah tidak asing dengan kata kita sering mendengarkan orang yang sering berbagi motivasi itu artinya motivator.

Tetapi anda harus paham bahwa memang syarat untuk sukses, anda itu perlu motivasi. Tetapi motivasi saja itu tidak cukup untuk anda itu bisa mewujudkan apa yang anda cita-citakan.

Mengapa saya bisa katakan demikian? Bahwa motivasi saja itu tidak cukup sukses.

Karena banyak orang itu bisa termotivasi melihat temannya hari ini mempunyai usaha yang maju. Anda mungkin termotivasi mau mengikuti jejak teman anda.

Atau melihat teman-temannya hari inimemiliki gadget yang lebih bagus.

Anda termotivasi untuk memiliki gadget yang sama. Atau hari ini anda mungkin melihat teman-teman anda punya pacar yang cantik.

Anda juga termotivasi ingin mempunyai wanita yang serupa.

Pertanyaan saya, motivasi anda itu berarti dasarnya cuma ikut-ikutan.

Kalau motivasi anda dasarnya ikut-ikutan, itu besar kemungkinan anda tidak bisa sukses.

Mengapa? Karena ikut-ikutan itu didasarkan oleh emosi sesaat. Bukan emosi yang membara, bukan emosi yang sifatnya itu langgeng.

Seperti ibaratkan kalau anda itu memasak tungku yang panas, itu anda Cuma memasak tungku yang panas sesaat.

Tetapi kalau anda memasaknya menggunakan tungku yang kuat, atau tungku yang sifatnya bisa meredam panas, maka kapasitas panas bisa lebih tahan lama.

Motivasi itu seperti lecutan atau seperti pecut. Rasanya memang sakit, tapi hanya sesaat.

Dia tidak bisa langgeng. Bagaimana anda bisa mempertahankan motivasi itu lebih lama, bahkan abadi? Pada kesempatan kali ini saya juga belajar dari buku Badai Pasti Berlalu, disini pada halaman 111, saya menuliskan tentang kisah tokoh yang menginspirasi saya.

Salah satunya adalah Soichiro Honda. Anda perhatikan, mengapa motivasi saja itu tidak cukup sukses?

Honda itu dilahirkan pada tanggal 17 November 1906. Dan dia dibesarkan di tengah keluarga sederhana yang terbiasa melihat mesin-mesin yang direparasi karena ayahnya adalah seorang pemilik bengkel mesin-mesin pertanian.

Itulah yang membuat dia itu memiliki ketertarikan yang sangat tinggi terhadap mesin.

Di usia dia ke 8 tahun, ia rela mengayuh sepedanya sejauh 10 mil demi melihat pesawat terbang.

Di usia 12 tahun ia sudah mampu menciptakan sepeda dengan model rem kaki. Sampai akhirnya, kisahnya bisa anda baca sendiri sampai akhirnya dia bisa sukses menciptakan hak paten Honda. Dimana Honda ini merupakan sebuah bisnis otomotif yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia.

Kalau kita perhatikan, mengapa Honda itu bisa sangat sukses? mengapa Honda itu bisa sangat berhasil ?

Ada satu perbedaan yang mendasar dibandingkan dengan anak-anak kecil atau remaja pada umumnya yang dimiliki oleh Honda.

Honda, dia tertarik pada mesin bukan ikut-ikutan, memang awalnya karena dia melihat ayahnya. Tetapi dia mempunyai passion, saya ulangi sekali lagi, passion. Atau mempunyai gairah yang besar. Atau memiliki hobi yang kuat terhadap dunia mesin.

Disini kita juga perhatikan banyak tokoh-tokoh sukses awalnya itu Cuma bermula dari sebuah hobi.

Hobi ini kalau dikembangkan terus menerus akhirnya menjadi suatu ketertarikan, atau menjadi sebuah passion.

Kalau anda mengerjakan sesuatu tidak ada passion, besar kemungkinan anda tidak akan tahan lama di dalam mengerjakan sesuatu. Dan anda mudah menyerah. Meskipun anda sudah set goals, sudah menddatangkan impian, tapi anda pasti gampang menyerah, karena anda mengerjakan sesuatu bukan dari passion anda.

Anda mengerjakan sesuatu bukan kemauan dari dalam. Passion itu hampir 90% itu diawali dari hobi. Jadi oleh sebab itu sahabat entrepreneur, kalau anda ingin punya usaha yang sukses, usaha yang berhasil, coba anda renungkan diri anda, hobi anda itu apa?

Kalau melirik dari kisah saya pribadi, bagaimana saya bisa mencetak 1 juta US Dollar pada usia 30 tahun, awalnya saya mengenal bisnis Direct Selling itu saat usia saya 18 tahun.

Pada saat saya usia 18 tahun, profesi saya sebagai seorang guru yang sedang mengajar. Jadi memang pada saat itu kondisi saya terjepit, membutuhkan uang, saya harus mendapatkan uang tambahan.

Tetapi salah satu pekerjaan yang dapat saya lakukan adalah mengajar.

Jadi secara tidak saya sadari, saya menemukan satu passion bahwa saya itu mampu dan mudah mengajarkan sesuatu dari apa yang sudah pernah saya pelajari dan saya ketahui.

Dan rupanya ketika saya bertemu dengan dunia bisnis, kemudian bisnis saya itu adalah mengajarkan apa yang saya ketahui. Saya hari ini mendapatkan informasi, saya mengajarkan kepada tim bisnis saya. Dan ketika saya mengajarkan kepada tim bisnis saya dan tim bisnis saya semakin berkembang,berkembang sampai saat ini.

Rupanya salah satu passion saya adalah saya mengajarkan sesuatu yang saya ketahui. Kalau anda ingin menemukan passion anda apa, coba anda renungkan. Cari tahu terlebih dahulu anda itu punya kelebihannya di bidang apa?

Anda itu punya ketertarikan di bidang apa? Anda punya kesenangan di bidang apa?

Kalau anda bisa menemukan bidang tersebut, saya percaya anda sudah mulai menemukan gairah anda. Anda sudah menemukan passion anda. Dan passion itulah yang menjadi motivasi terbesar dari rahasia orang sukses di muka bumi ini.

Di dalam buku badai pasti berlalu masih ada beberapa tokoh yang sudah sangat berhasil. Dan mereka, ciri khasnya ada persamaan. Mereka melakukan sesuatu karena passionnya.

Saya percaya apabila anda menemukan passion anda, anda sudah mendapatkan satu gerbang awal untuk anda bisa mendapatkan kunci sukses anda berikutnya.

Bukan Cuma sekedar motivasi, ini desire yang pertama. Desire berikutnya saya akan berbagi tentang aspek apa saja yang dibutuhkan selain motivasi. Kalau anda bisa punya aspek yang lain lengkap, saya percaya usaha yang anda kembangkan pasti bisa berhasil.

Sampai jumpa di seri kedua.

Sukses untuk anda, salam hebat luar biasa !!

Leave a Reply