Pemalas – Pemalas yang Sukses

0
902

 

Pemalas – Pemalas yang Sukses

Klik disini untuk melihat di YouTube

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..!! Di episode kali ini saya akan membahas tentang orang-orang pemalas. Sekarang persepsi anda ketika pertama kali mendengarkan kata pemalas itu apa? Apa konotasi anda tentang orang pemalas? Orang yang tidak berguna lah, orang yang punya ‘madesu’ (masa depan suram) lah.. Kali ini saya akan membahas tentang : “Pemalas-Pemalas yang Sukses”.

Mungkin anda berkata, “Pak, kok kontroversial sekali sih judul kali ini? Pemalas kok bisa sukses?”. Sebetulnya ada 2 tipe pemalas. Yang pertama adalah pemalas sukses. Dan pemalas yang kedua adalah pemalas gagal. Sepertinya, orang pemalas itu identik dengan orang gagal. Ternyata tidak.

Di dunia ini ada banyak sekali pemalas-pemalas yang sukses. Kita ambil satu contoh. Ada orang yang malas berjalan, akhirnya orang itu menciptakan sepeda. Ada orang yang malas mengayuh sepeda, akhirnya terciptalah motor. Lalu ada orang yang malas naik motor karena kepanasan, akhirnya ada orang yang menciptakan mobil. Dan juga ada orang yang malas pakai mobil karena jarak tempuhnya jauh, sampai akhirnya ada orang yang menciptakan kereta, pesawat dan sebagainya.

Anda lihat, banyak pencipta-pencipta di muka bumi ini. Awalnya mereka adalah orang yang mau melakukan revolusi. Mau melakukan reformasi. Mereka mau melakukan sesuatu yang sifatnya inovatif, atau segala sesuatu yang berubah. Bagi anda yang menonton video ini, anda tidak bisa mengatakan bahwa pemalas itu pasti negatif. Memang kata pemalas itu cenderung negatif. Tetapi, justru di balik kata pemalas itu ada PELUANG.

Banyak orang-orang yang malas naik tangga, akhirnya terciptalah eskalator. Saya tidak mengatakan dari sudut pandang kesehatan.”Naiklah tangga, karena anda akan lebih sehat”. Tetapi semua sistem transportasi, semua sistem yang diciptakan di muka bumi ini, sistem telekomunikasi, apapun itu, semua dimulai dari orang yang melihat masalah. Ketika anda melihat ada masalah, maka ada banyak orang yang enggan. Dan dia bisa melihat : Mengapa orang enggan? Karena “MALAS”.

Mereka pun menciptakan peluang : Bagaimana supaya orang-orang bisa mengatasi rasa malas?

Mengapa remote televisi bisa diciptakan? Itu karena awalnya ada orang yang malas berdiri. Saya tidak mengatakan ini dari segi kesehatan. Memang tidak baik. Bahkan sekarang ada orang yang membuat AC atau kipas angin menyala dengan tinggal teriak, maka AC akan menyala sendiri. Mereka menciptakan sesuatu yang luar biasa.

Poin yang ingin saya sampaikan disini bukannya saya mau membenarkan orang yang malas. Tetapi, poin yang mau saya sampaikan disini adalah bagaimana orang melihat peluang di antara orang bermasalah, khususnya orang malas. Dia melihat peluangnya, dan akhirnya dia bisa mendapatkan suatu ide untuk mengubah sesuatu. Dan karena saya malas bekerja, itulah sebabnya saya menjadi miliarder di usia muda. Banyak orang yang tidak mau bekerja seumur hidup. Ada orang yang pensiun sampai usia 55 tahun. PNS/POLRI mungkin sampai usia 57-60 tahun. Tetapi, anda tidak harus bekerja seumur hidup anda untuk mencukupi kebutuhan finansial anda.

Karena itulah sekarang banyak guru-guru financial dunia yang pada usia 25-30 tahun sudah mendapatkan freedom. Mereka sudah bebas. Mereka tidak perlu bekerja seumur hidupnya untuk mencari nafkah kehidupan. Tetapi mereka cukup bekerja sampai titik tertentu karena mereka malas bekerja sepanjang akhir hayat hidup mereka. Karena mereka percaya bahwa hidup bukan cuma untuk bekerja. Tetapi hidup harus dinikmati. Apa jadinya kalau finansial saya ini belum freedom? Bagaimana saya bisa seperti hari ini, membuat video ini di atas kapal pesiar di hari biasa? Bukan hari Sabtu atau Minggu. Saya sendiri mencapai kebebasan finansial pada usia 25 tahun. Semua aspek kebutuhan hidup di keluarga saya (sandang,pangan,papan, biaya sekolah/pendidikan anak-anak) sudah terpenuhi dan sudah bebas/freedom.

Jadi, pada usia 26 tahun saya sudah mulai menikmati keindahan dunia.

Oleh sebab itu jika anda menonton channel Success Before 30, mengapa di video awal/musik awal saya selalu ada cuplikan saya keliling dunia? Saya ingin sharing sesuatu kepada anda karena saya juga tidak mau bekerja seumur hidup. Saya mempunyai suatu cerita bahwa saya melihat ayah saya bekerja selama 30 tahun. Sebenarnya saya tidak menyalahkan ayah saya. Karena saat itu ayah saya tidak ada peluang & tidak ada suatu sistem bisnis yang bisa membuatnya freedom di usia muda.

Sedangkan saya berbeda. Saya tidak mau melakukan apa yang dilakukan ayah saya. Oleh sebab itu,saya memutuskan pada usia 25 tahun saya pensiun dan freedom. Sekarang usia saya sudah 40 lebih. Sudah lebih dari 15 tahun saya pensiun, termasuk saya membangun channel pensiun, termasuk saya membangun channel YouTube ini. Saya ingin menginspirasi anda semua bahwa hidup itu tidak harus bekerja seumur hidup. Apakah saya tergolong pemalas? YES. Pemalas yang sukses. Anda pemalas yang seperti apa?

Apalagi, sekarang ada 2 tipe manusia. Yaitu tipe orang miskin dan tipe orang kaya. Orang miskin akan selalu membicarakan orang kaya. Hidupnya rumit, ribet, dan orangnya sombong. Orang miskin membicarakan orang kaya. Kita bukan levelnya dia. Orang sdeperti kita kan hidupnya yang penting mengalir saja. Tetapi orang kaya kalau membicarakan orang miskin itu berbeda. Orang miskin kok suka bekerja seumur hidup mereka? Apakah tidak capek? Kapan punya waktu dengan keluarga? Kapan punya waktu dengan kehidupan pribadi?

Ketika mereka diajarkan/diedukasi, orang miskin itu cara berpikirnya tidak sampai. Sehingga kalau cara berpikirnya tidak sampai, mereka justru menganggap bahwa orang kaya itu sombong. Cara berpikirnya muluk-muluk. Padahal mereka saja yang tidak menangkap maksudnya.

Sahabat entrepreneur, banyak guru-guru yang sukses di muka bumi ini selalu mengajarkan sesuatu untuk menginspirasi orang lain. Channel Success Before 30 saya buat dengan satu tujuan :

“Menginspirasi anda”

Membangun generasi muda Indonesia, bahwa salah satu jalan untuk anda bisa sukses adalah dengan membangun bisnis. Sebagai seorang entrepreneur. Ini adalah peluang bagi anda. Mungkin saat ini anda bekerja keras. Tetapi pertanyaan saya satu : “Kapan anda bisa freedom? Kapan anda bisa bebas secara finansial dan waktu? Jika anda bisa bebas secara finansial dana waktu, maka banyak hal-hal di muka bumi ini yang bisa dinikmati. Tanpa anda harus pusing dengan pekerjaan anda.

Jadi sahabat entrepreneur, saya bukan menyuruh anda menjadi orang yang pemalas.

Bermalas-malasan, tidak bekerja, hidupnya selalu bergantung pada orang lain.. Bukan pemalas dengan tipe seperti itu. Tetapi “pemalas yang bisa melihat peluang”. Pemalas yang berkata : “Saya malas/capek bekerja seumur hidup. Karena itulah saya tidak mau bekerja seumur hidup, saya akan bekerja 5 tahun, setelah itu saya bebas. Malas yang menciptakan “manfaat” bagi orang lain. Karena anda bisa melihat bahwa seperti itulah cara berpikir yang ingin saya ajarkan.

Saya yakin dengan sharing seperti ini, ada orang yang tidak suka dengan statement saya, ada orang yang memberi saya cap bahwa saya ini menghina kaum-kaum miskin. Ada juga orang yang berpikir bahwa saya ini tipe orang yang menjadi lebih banyak haters’nya setelah ini. I don’t care.. Karena saya hanya ingin berbagi apa yang sudah saya alami 17 tahun belakangan di dalam hidup saya.

“Semoga perekonomian di Indonesia bisa maju dan banyak orang sukses. Niscaya negara kuat, keluarga makmur seperti sila kelima PANCASILA : “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Semua orang akan mendapatkan keadilan sosial. Hanya satu poinnya : Bukan menuntut pemerintah, tetapi tuntutlah diri anda untuk bisa hidup lebih baik. Sahabat entrepreneur, demikian video saya kali ini. Jangan lupa klik like, berikan komentar anda di bawah dan jangan lupa subscribe. Serta ada icon lonceng di kanan bawah silahkan anda klik. Maka akan ada notifikasi untuk anda.

Sukses untuk anda, salam hebat luar biasa..!!

Apa konotasi anda tentang orang pemalas?

Apa konotasi anda tentang orang pemalas?

Apa konotasi anda tentang orang pemalas? Sepertinya, orang pemalas itu identik dengan orang gagal. Ternyata tidak. Di dunia ini ada banyak sekali pemalas-pemalas yang sukses. Sahabat entrepreneur, pada episode kali ini saya akan membahas tentang pemalas-pemalas yang sukses.

Leave a Reply