8 Poin yang Membedakan Positive Home vs Negative Home

0
574

Positive Home VS Negative Home

 

Klik disini untuk melihat di YouTube

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa !! Kali ini saya ingin membahas sebuah topik yang sangat menarik, yaitu : “Positive Home VS Negative Home”.

Baik, pada sore hari yang santai begini kita membahas sesuatu yang menenangkan hati. Jadi hal ini sudah sering terjadi di beberapa keluarga. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.

Tidak bisa dipungkiri bahwa orang yang sukses, kebanyakan dibangun dari keluarga. Saya tidak bicara tentang orang kaya. Karena orang sukses dengan orang kaya itu berbeda. Orang sukses pasti kaya, tetapi orang kaya belum tentu sukses.

Orang kaya bicara tentang kesuksesan secara finansial. Namun jika saya berbicara tentang sukses, itu artinya saya bicara tentang 8 aspek kehidupan. Saya sudah membahas ini di video-video saya sebelumnya.

Yang kita bicarakan disini adalah : Sukses itu dimulai dari keluarga. Disini ada 8 poin yang akan saya bahas. Apa bedanya positive home dengan negative home? Apa bedanya keluarga yang positif dengan keluarga yang negatif? Berikut ini adalah 8 poin yang membedakan positive home dengan negative home :

1. Membicarakan hal yang positif 

Yang pertama adalah : Keluarga yang positif sering membicarakan hal yang positif. Komunikasi positif, banyak yang menguatkan, banyak memberikan kata-kata yang mendukung. Banyak memberikan kata-kata yang menguji, itulah keluarga yang positif.

Sebaliknya keluarga yang negatif, sering  membicarakan hal yang negatif. Kata-kata yang menjatuhkan, yang melemahkan, yang meresahkan. Kata-kata yang setiap hari mencurigakan, yang mengkhawatirkan, yang provokatif. Inilah keluarga yang negatif.

2. Ciptakan suasana aman & nyaman

Yang kedua adalah : Positive home itu bicara tentang merasa aman dan nyaman. Sebaliknya keluarga negatif, mereka merasa cemas dan takut. Jadi ini poin yang kedua. kalau anda memiliki keluarga yang positif, pastikan jika anda di rumah selalu merasa nyaman. Feel like home. Bukan feel like hell. banyak orang ketika di rumah, merasa seperti di neraka.

Inilah sebabnya banyak orang tidak kerasan di rumah. Mereka lebih merasa nyaman bersama orang lain. Yang mana ketika dia masuk, dia merasa seperti di rumah. jika di rumah dia merasa seperti bukan rumahnya, bagaimana anda bisa menciptakan rumah yang harmonis?

Jadi anda harus menciptakan suasana aman dan nyaman. Khususnya anda, kepala rumah tangga. Saya ingin menghimbau anda. Jangan menciptakan suasana stress di rumah. jangan sampai suasana di rumah penuh dengan kecemasan.

Anda sebagai ibu rumah tangga, pastikan suami anda mencari nafkah dengan aman, dengan nyaman. Dan anda memberikan ketenangan di rumah. Kalau anda sebagai ibu rumah tangga, anda menciptakan suasana yang tidak nyaman, suasana yang stress, maka anak anda akan stress. Apalagi suami anda.

Jadi anda pastikan sebagai suami, anda mencari nafkah dengan baik. Kalau anda mencari nafkah dengan baik, pastikan rumah tangga anda juga oke. Saya yakin rumah tangga anda pasti akan terasa sangat aman dan nyaman.

3. Berikan banyak pujian & penghargaan

Poin yang ketiga adalah : Berikan banyak pujian dan penghargaan. Sekecil apapun anak anda melakukan hal yang positif, berikan dia pujian. Contoh, anak anda hari ini mendapatkan nilai 6. Tidak masalah. Jangan dibanding-bandingkan, “Kamu kok dapat nilai 6? Temen kamu saja bisa dapat nilai 9. Kamu bodoh sekali!”. Anda tidak boleh berbicara begitu. Apresiasilah hasil kerja kerasnya. Sekecil apapun. Niscaya, anak anda akan merasa bersemangat.

Contohnya lagi, pasangan anda. Dia sudah lelah seharian bekerja, baik di kantor maupun di rumah. Selalu berikan pujian. Niscaya rumah tangga anda akan merasakan sebuah kehangatan.

Tetapi kalau rumah tangga yang negatif, banyak cacian dan makian. “Halah, masalah begini saja kok dibesar-besarkan! Kamu liat dong, suami si A!” Anda mulai membandingkan suami. Itu tidak baik. Suami pun mulai membandingkan istri. Itu juga tidak baik. Anak juga membandingkan orang tuanya dengan orang tua temannya. Itu juga tidak baik. Jadi kalau sudah seperti itu, rumah tangga tidak akan sehat.

4. Tunjukkan rasa cinta kasih

Yang keempat adalah : Tunjukkan rasa cinta kasih. Karena dalam budaya Timur, rasa cinta kasih itu kurang ditunjukkan. Kalau di Barat, mungkin mereka sering menunjukkannya. Biasanya kalau di Indonesia, budaya cinta kasih ini ada. Seperti, anda menghormati orang yang lebih tua. Kemudian yang tua juga menghormati yang muda. Tunjukkan itu.

Biasanya kalau anda tidak menunjukkan, itu berarti anda kurang cinta kasih. Anda bisa tonton video saya “5 Bahasa Kasih”Disitu ada 5 jenis bahasa kasih yang harus anda berikan kepada anak anda atau pasangan anda. Biasanya kalau mereka tidak memiliki bahasa kasih, maka tangki cintanya kosong. Kalau tangki cintanya kosong, niscaya rumah tangga anda tidak akan hangat.

Sebaliknya, rumah tangga yang negatif adalah rasa cinta yang dipendam, dan tidak pernah ditunjukkan. Senang, bangga, bahagia. Tapi tidak pernah ditunjukkan. Semua memilih untuk gengsi dan memilih untuk diam.

Coba anda bayangkan dalam sebuah rumah tangga. Masuk ke rumah, rasanya seperti di kuburan. Rumah itu sepi, tidak ada kehidupan. Saling tidak bicara satu sama lain. Bagaimana jadinya rumah tersebut? Anda tidak merasa nyaman di rumah, bukan? Anda tidak merasa seperti di rumah. Sebesar apapun rumah anda, anda tetap merasa aneh dengan keluarga anda.

5. Memberikan contoh yang baik dengan teladan

Yang kelima adalah : Memberikan contoh yang baik dengan teladan. Sedangkan keluarga negatif, memberikan contoh dengan teriakan. Jadi anda tipikal yang mana? “Jangan merokok!” Tapi anda memberikan nasihat itu sambil merokok. Sama saja, anak anda juga akan merokok. Dan anda memberikan edukasinya dengan teriakan pula.

Budayakan jangan berteriak di rumah. Karena menurut saya, teriakan itu kurang baik. Tetapi anda harus bisa memberikan nasihat yang membangun. Bahasa yang halus, bahasa yang volumenya rendah. Niscaya maksud dari anggota keluarga, satu sama lain akan tersampaikan. Seringkali maksud yang baik itu diterima dengan berbeda gara-gara volume suara. Jadi mulai dari sekarang, tolong dikurangi.

6. Waktu yang berkualitas

Yang keenam, waktu yang berkualitas. Seringkali karena kesibukan, kita ini jarang memberikan waktu untuk pasangan dan anak. Kita justru memberikan banyak waktu untuk teman-teman kita. Akhirnya, rumah tangga anda akan hambar. Dengan memberikan waktu bersama anak dan pasangan, niscaya rumah tangga anda akan harmonis. Dan berikan juga waktu untuk orang tua anda. Kemudian kalau rumah tangga yang negatif, mereka jarang berinteraksi, sehingga waktu yang berkualitas sangatlah kurang.

7. Harus ada keterbukaan

Yang ketujuh : Harus ada keterbukaan. Antara orang tua, anak, dan pasangan harus ada keterbukaan. Tidak boleh sampai tidak ada keterbukaan. Sebaliknya kalau negative home, selalu penuh dengan kecurigaan. Mereka jarang bicara. Satu sama lain jarang saling menguatkan. Yang ada hanyalah saling curiga. “Jangan-jangan dia begini, jangan-jangan dia begitu”. Tidak ada komunikasi.

8. Banyak memberikan semangat & motivasi

Dan yang terakhir, yang kedelapan adalah : Banyak memberikan semangat dan motivasi. Sedangkan rumah tangga yang negatif, mereka saling menyalahkan.

Demikian tips bagaimana membangun rumah tangga yang baik dan positif. Dibandingkan dengan rumah tangga yang negatif. Niscaya rumah tangga anda akan bahagia, karir anda akan melejit, dan niscaya anda akan merasa sebagai pria dan wanita yang sangat sukses.

Bila anda menyukai channel seperti ini silahkan berbagi, klik subscribe, dan tentunya anda bisa menasehati teman-teman anda melalui channel yang positif seperti ini. Dari saya Chandra Putra Negara, success before 30, salam hebat luar biasa !!

Leave a Reply