Review Buku : Kaya Tanpa Resiko (Rich Without Risk)

0
3

 

Review Buku : Kaya Tanpa Resiko (Rich Without Risk)

Klik disini untuk melihat di YouTube

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..!! Jumpa lagi di episode kali ini. Kembali lagi saya akan membahas tentang book review atau me-review buku. Dan tentunya Success Before 30 ini sangat berhubungan dengan judul buku yang dikarang oleh DR. Andrew Ho, yaitu : “Rich Without Risk” (Bagaimana Kaya Tanpa Resiko).

Jadi sebetulnya jika saya melihat review buku kali ini, Buku “Rich Without Risk” ini sangat ditujukan untuk anda yang bergerak di bisnis network marketing/Multi Level Marketing (MLM). Dan disini, ditulis ‘business for everyone’. Rich Without Risk sendiri artinya kaya tanpa resiko. Sebetulnya, kita sendiri tahu, bahwa di Indonesia bisnis MLM itu boleh dikatakan jika saya ambil data dari World Federation Direct Selling Association atau Asosiasi Direct Selling di Dunia termasuk ranking ke 22. Yaitu dari jumlah omzet maupun jumlah distributor di seluruh dunia terhadap kesuksesan industri MLM di sebuah negara.

Memang kita termasuk jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara yang lain. Kita ambil satu contoh seperti negara tetangga yaitu Malaysia/Thailand. Mereka sudah jauh di atas Indonesia. Mungkin karena pandangan masyarakatnya sudah jauh lebih maju. Mengapa di Indonesia masih peringkat 22? Bisa jadi karena jumlah penduduk Indonesia saja yang banyak. Tetapi kesadaran manusia terhadap bisnis network marketing itu masih sangat minim. Atau ternyata juga banyak pandangan-pandangan yang keliru. Buku ini akan membahas itu semua. Buku ini terdiri dari 348 halaman. Dan disini saya akan me-review beberapa poin-poin penting. Buku ini juga terdiri dari 6 bab.

 

A. Cara cerdas & cepat meraih sukses (Bab I)

Bab yang pertama yaitu cara cerdas dan cepat meraih sukses. Disini juga dibahas tentang evolusi manusia itu bagaimana, intinya itu bagaimana, kemudian mengapa harus melakukan bisnis MLM. Jadi, menurut saya di Indonesia juga cukup banyak buku-buku yang membahas bisnis MLM. Tetapi buku yang berasal dari seorang pelaku maupun dari seorang pemilik perusahaan MLM, menurut saya sangat jarang sekali.

Dan terlebih lagi, DR. Andrew Ho sendiri membangun perusahaannya ini lebih dari 20 tahun. Pengalaman beliau lebih dari 30 tahun di dalam industri network marketing. Itu tidak bisa dianggap sepele. Bahkan beliau juga beberapa kali mendapatkan jabatan kehormatan di Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) sebagai salah satu anggota dewan kehormatan. Dan juga, beliau termasuk salah satu orang yang cukup berpengaruh di dalam dunia direct selling di Asia Pasifik.

Bahkan, beliau juga terkenal sebagai seorang motivator yang cukup punya nama. Beberapa buku juga menulis beliau sebagai salah satu dari 25 top motivator dunia. Menurut saya itu tidak salah. Karena memang beliau berkompeten dan sangat fasih dalam berbahasa Indonesia, malaysia, Mandarin dan Inggris. Semuanya sangat fasih. Jadi, di bab pertama ini kita juga membahas tentang pandangan negatif masyarakat terhadap bisnis network marketing (MLM). Serta ada 3 golongan masyarakat yang sebetulnya entah mengapa mereka sendiri bisa berpandangan negatif pada industri MLM. Sehingga industri ini di Indonesia cukup menuai kontroversi. Tetapi, disini kita akan membahasnya.

Mengapa bisa terjadi kontroversi?

– Golongan Pertama –

1. Orang yang tidak bersinggungan secara langsung terhadap bisnis MLM

Karena ada golongan yang pertama : Yaitu orang yang tidak bersinggungan secara langsung terhadap bisnis MLM. Mereka adalah orang yang sok kepo, sok berkomentar. Mereka hanya mendengar ‘MLM jelek’, maka mereka juga ikut mengatakan jelek. Seperti mereka tidak tahu sebuah berita, tetapi mereka ikut share berita-berita hoax. Padahal mereka sendiri tidak tahu kebenaran dari berita itu (dari sumber yang tidak perpercaya).

Golongan seperti ini di Indonesia jumlahnya sangat besar sekali. Mereka tidak mencari informasi yang mendalam, mereka tidak mendapatkan edukasi yang tepat, tapi sudah berani berkomentar. Golongan seperti inilah yang menghambat industri ini untuk maju. Padahal industri ini di negara-negara 10 besar kontribusinya terhadap perekonomian nasional itu termasuk sangat besar. Sebagai contoh, tokoh-tokoh terkenal seperti presiden Bill Clinton.

Orang-orang yang mempunyai sebuah reputasi  yang sangat bagus, mereka sangat merekomendasikan bisnis MLM. Seperti Roberti Kiyosaki dan Donald Trump. Saya tidak mengatakan beliau sebagai seorang presiden. Tetapi Donald Trump sebagai seorang pengusaha sangat sukses. Beliau juga merekomendasikan bisnis MLM. Mengapa orang-orang besar merekomendasikan bisnis ini? Pasti karena ada suatu kekuatan di dalam bisnis MLM tersebut. Tetapi, mengapa di Indonesia perkembangannya kurang memuaskan? Why? Di video iini akan dipaparkan.

 

2. Golongan pertama beranggapan bahwa produk MLM itu mahal

Yang kedua, golongan pertama beranggapan bahwa produk MLM itu mahal. Bahwa 80% dari harga produk itu merupakan beban dari biaya pemasaran. Itu adalah kata Charles Givens, seorang pakar finansial. Beliau mengatakan bahwa : “Sebetulnya produk MLM itu tidak mahal. Tetapi yang mahal itu adalah biaya pemasaran”. Biaya pemasaran/marketing itu sendiri di produk-produk konvensional bisa melalui televisi dan media cetak. Dan iklan itulah yang membuat harga produk tersebut mahal. Jadi, karena iklan tersebut memakan space yang cukup besar dan membuat harga produk menjadi mahal, maka MLM meletakkan iklan itu pada komisi atau para distributornya. Sehingga tidak masuk akal jika harga produk MLM itu mahal.

Jika anda mengatakan produk MLM itu mahal, maka produk-produk yang di pasaran menggunakan iklan itu sebenarnya juga mahal. Kita ambil sebuah contoh iklan sebuah merek permen. Saya tidak menyebutkan mereknya disini. Permen itu mungkin dijual dengan harga 500 Rupiah atau 300 Rupiah. Anda tidak mengatakan itu mahal. Padahal mungkin permen itu sebelum pakai iklan, mungkin harganya hanya sekian Rupiah. Tetapi anda tidak mengatakan itu mahal karena hanya ratusan Rupiah. Dan mengapa anda tidak mengatakan itu mahal?

Sebagai contoh, yaitu air mineral. Air mineral ini jika dijual di pasaran mungkin harganya hanya 750-1000 Rupiah. Padahal, mungkin itu hanya air biasa. Tetapi karena iklannya mahal, maka 700 perak pun laku. Padahal harganya mungkin hanya sekian puluh Rupiah. Jadi, inilah persepsi yang negatif di masyarakat.

 

3. Menguntungkan atasannya (upline)

Poin yang ketiga adalah menguntungkan atasannya (upline). Itu namanya piramida. Kalau piramida, menurut saya adalah sebuah kontroversi yang terjadi di masyarakat. “Saya tidak mau kerja, orang yang atas saja yang untung”. Ini adalah konsep yang keliru di stigma masyarakat.

 

4. Orang sukses di MLM itu sedikit, yang gagal lebih banyak

Yang keempat, orang sukses di MLM itu sedikit, yang gagal lebih banyak. Sebetulnya, mengapa menurut saya di buku ini dibahas tentang “mengapa gagal itu lebih banyak”. Sebetulnya bukan gagal, tetapi orangnya yang berhenti. Karena di MLM anda tidak punya atasan. Di MLM, anda juga tidak harus check log sebagai seorang karyawan. Anda juga tidak terikat kerja di kantor. Dan kata gagal itu sangat mudah diartikan ketika dia sudah tidak aktif. Maka dia dikatakan gagal.

Orang seperti ini adalah golongan yang paling banyak. Dan mereka itu lantas berkoar-koar, mengatakan bahwa industri ini sudah tidak berjalan dengan baik. Orang-orang yang seperti ini adalah golongan yang pertama. Itu poin yang keempat.

5. MLM sama dengan anda menjadi seorang sales

Poin yang kelima, MLM sama dengan anda menjadi seorang sales. Padahal MLM tidak begitu. Di buku ini dibahas bahwa sales itu hanyalah salah satu bagian dari penjualan. Padahal MLM itu selain anda harus bisa menjual, anda juga harus bisa membina jaringan. Anda harus bisa membangun kualitas jaringan anda. Membangun organisasi jaringan anda. Dan membangun organisasi jaringan itu membutuhkan kemampuan manajerial, kemampuan memimpin, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan memanajemen dengan baik.

Jadi ternyata, sukses di sebuah MLM itu seperti anda membangun sebuah perusahaan. Kalau anda tidak mempunyai karyawan yang tepat, maka perusahaan anda juga tidak bisa berkembang. Jika tidak punya tim yang solid, perusahaan anda juga tidak akan bisa berkembang. Jadi, rupanya membangun sebuah organisasi MLM itu seperti membangun sebuah perusahaan. Di buku ini juga dibahas. Jadi, MLM tidak sama dengan sales. Sales is just a small part of this business. Jadi, penjualan itu merupakan salah satu bagian terkecil dari usaha MLM ini. Tetapi, banyak orang yang beranggapan, “Saya hanya menjual produknya orang lain. Saya hanya menjual produknya perusahaan lain”. Sebenarnya tidak.

Tetapi, anda harus punya kemampuan untuk membangun tim. Jika anda hanya seorang salesman, anda tidak perlu membangun tim. Jika anda seorang salesman, anda hanya menjual produk perusahaan. Dan anda diberi komisi berdasarkan produk yang anda jual. That’s it. Sedangkan MLM itu berbeda dengan salesman biasa. Salesman itu salah satu bagian terkecil saja. Tetapi anda harus bisa membangun tim dan membangun organisasi.

 

6. MLM hanya membesar-besarkan kenyataan

Dan yang keenam, MLM hanya membesar-besarkan kenyataan. Menurut saya, itu bukan MLM’nya. Tetapi, personil dan individunya. Personil dan individunya itulah yang selama ini membesar-besarkan bonus seperti : “Dalam 1 bulan bisa dapat bonus sekian miliar!”. Padahal itu mungkin hanya komisi 1 bulan, tapi dikatakan setiap bulan. Menurut saya, terkadang bisnis MLM itu membuat emosi ikut andil di dalamnya. Emosinya berperan, sehingga logikanya tidak dipakai. Dan buku ini juga membahas sebab mengapa industri ini memiliki banyak pandangan negatif seperti itu. Itulah golongan yang pertama.

– Golongan Kedua –

– Distributor yang sudah berhenti dan tidak aktif lagi

Golongan yang kedua adalah distributor yang sudah berhenti dan tidak atif lagi. Sahabat entrepreneur, sebetulnya buku ini juga membahasnya. Ternyata orang yang sudah pernah  terlibat di MLM, baik dia pernah mendapatkan komisi atau sempat mempunyai jaringan, tetapi dia berhenti, akhirnya, orang dengan golongan seperti ini akan menjadi tantangan tersendiri. Dan orang-orang ini, akan berkata kepada masyarakat bahwa, “Dulu saya pernah ikut MLM. MLM itu biasa, tidak bagus,blablabla..” dan sebagainya.

Orang-orang seperti ini, ternyata secara tidak langsung mempengaruhi masyarakat sekitar untuk mempunyai stigma yang negatif terhadap industri MLM. Di buku ini dibahas. Ternyata orang-orang golongan dua seperti ini ada. Golongan yang seperti ini ternyata mempunyai beberapa habit. Dia suka berbicara negatif. Padahal, sebenarnya bukan industrinya yang buruk. Atau bisa jadi perusahaannya yang tidak benar. Nanti akan dipaparkan juga di bab berikutnya, bagaimana cara mencari perusahaan yang benar.

– Golongan Ketiga –

– Golongan kutu loncat

Dan golongan yang ketiga atau yang terakhir adalah golongan kutu loncat. Orang seperti ini selalu berharap mendapatkan komisi yang lebih & penghasilan yang lebih dengan cara pindah perusahaan MLM. Dan dia tidak pernah loyal di sebuah perusahaan MLM. Dia baru membangun organisasi setahun, pindah lagi ke perusahaan kedua. Tidak lama lagi, dia pindah ke perusahaan ketiga. Tidak lama lagi, dia pindah ke perusahaan keempat. ‘Perusahaan ini jauh lebih baik dari perusahaan sebelumnya’. Dan orang seperti itu adalah orang yang tidak mempunyai integritas.

Orang-orang seperti ini adalah tipikal orang yang sebetulnya menurut saya orientasinya hanya ‘money’. Uang dan uang. Dan akhirnya ketika ia merasa uang komisinya tidak bisa bertumbuh dan berkembang lagi, akhirnya dia pindah ke perusahaan MLM berikutnya. Padahal di industri MLM itu berbeda dengan anda bekerja di sebuah perusahaan. Dimana MLM itu adalah anda memberikan harapan dan janji kepada masa depan di dalam hidup seseorang.

Dan ketika anda sudah beralih dari golongan orang itu dan anda pindah ke golongan yang lain, sebetulnya secara tidak langsung anda sudah membunuh harapan orang-orang yang sudah anda ajak, pernah anda motivasi, dan pernah anda bimbing sehingga menjadi maju. Orang-orang yang termasuk tipikal kutu loncat ini secara tidak langsung membuat stigma MLM itu semakin negatif di mata masyarakat. Karena dia tidak punya ‘integritas’. Nama MLM yang harum akan menjadi hancur karena tipikal orang yang seperti itu. Itu adalah bab yang pertama.

 

B. Memilih perusahaan MLM yang tepat dan mengembangkan bisnis MLM (Bab II)

Kita juga review bab yang kedua. Bab yang kedua adalah memilih perusahaan MLM yang tepat dan mengembangkan bisnis MLM. Ini sangat penting. MLM yang tepat itu artinya anda harus memilih perusahaan MLM. Seperti yang sudah saya paparkan di beberapa video sebelumnya, bergabunglah dengan perusahaan yang sudah direkomendasi oleh APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Karena APLI adalah anggota dari WFDSA (World Federation Direct Selling Association). Yang mana MLM ini bukan hanya ada di Indonesia, tetapi di seluruh dunia.

World Federation Direct Selling Association adalah sebuah federasi yang mengakui industri ini di seluruh dunia. Dan pelakunya itu jumlahnya bukan hanya jutaan, tetapi puluhan juta orang terlibat di industri seperti ini. Dan banyak yang sudah mengalami perubahan taraf nasib dan kondisi ekonomi finansial mereka. Anda harus mengikuti 7 langkah dan 4 prinsip. Apa sajakah itu? Silahkan anda baca bukunya.

Materinya adalah tantangan 100 hari pertama di sebuah organisasi MLM anda dan mengapa banyak distributor gagal. Serta 10 hal yang harus dihindari distributor baru, kemudian 10 keberhasilan presentasi. Hal tersebut cukup menarik. Jadi jika anda memang terlibat di industri ini, maka anda harus membaca buku ini. Dan bagi anda yang belum pernah terlibat dengan industri ini, ada baiknya buku ini menjadi sebuah acuan. Dan buku ini juga cocok bagi anda yang tidak terlibat sama sekali dengan industri ini.

Sebenarnya buku ini adalah salah satu tolak ukur jika anda ingin membuat sebuah perusahaan yang sukses. Silahkan anda tonton video saya, “5 Level Pengusaha”. Jika anda ingin menjadi pengusaha level kelima, intinya perusahaan anda harus memenuhi kriteria-kriteria yang sudah dipaparkan di buku ini. Memang di buku ini disadur 80-90% untuk industri MLM yang sehat dan bagus. Tetapi, sebenarnya intisari dan ­review-review dari buku ini trik-triknya bisa dipakai untuk membangun perusahaan anda.

 

C. Membahas tentang manajemen diri, grup dan bisnis (Bab III)

Dan kemudian bab yang ketiga juga membahas tentang manajemen diri, grup dan bisnis. Ternyata, sukses di bisnis MLM itu bukan hanya dengan anda pandai menjual atau anda pandai mencari orang. Itu tidak cukup. Ternyata jika anda mencari orang saja tetapi tidak bisa mengembangkannya, sama saja dengan bisnis anda tidak berkembang. Kemudian anda pandai menjual, tetapi suatu saat anda akan kehabisan customer. Anda akan kebingungan, dimana lagi anda mencari customer yang baru.

Di buku ini dibahas tentang 3 kemampuan utama yang harus dimiliki oleh seorang leader yang ingin sukses di industri MLM. Kemudian yang kedua, 4 masalah yang akan terjadi dalam grup jaringan anda. Jadi hal itu juga dibahas. Sama juga dengan anda mengembangkan tim sales di sebuah company/perusahaan anda. Hal ini juga termasuk review-review’nya berdasarkan semua pengalaman orang-orang yang sudah pernah sukses di industri ini.

Dan yang ketiga adalah perangkap manajemen (management trap). Jadi, ternyata ada juga jebakan manajemen. Sampai sejauh mana anda harus membimbing jaringan anda, kemudian sejauh mana anda harus membantu distributor anda. Dan batasan-batasan apa yang harus dimiliki (Apa yang boleh dan apa yang tidak boleh). Di buku ini lengkap sekali. Menurut saya, di Indonesia jarang ada buku yang selengkap ini pembahasannya.

 

D. Membahas tentang manajemen diri, grup dan bisnis (Bab IV)

Kemudian bab yang keempat adalah kepemimpinan grup, visi dan tantangan. Ternyata jika anda di bisnis MLM, jika anda ingin sukses memimpin 100 orang, memimpin 1000 orang, memimpin 10 ribu orang, itu tantangannya berbeda. Dan DR. Andrew Ho sendiri perusahaannya adalah KK Indonesia. Salah satu perusahaan partner saya juga. Itulah mengapa saya memilih KK Indonesia. Mengapa saya senang bekerja sama dengan beliau? Karena KK Indonesia sendiri jumlah distributornya sudah lebih dari 1 juta orang distributor. Dan perusahaan ini bukan baru berjalan 1-2 tahun, tetapi sudah berdiri selama 20 tahun di Indonesia. Dan pada tahun 2020 nanti, perusahaan KK Indonesia akan go public.

Tahukah anda, mengapa saya senang sekali bekerja sama dengan beliau? Karena beliau itu adalah seseorang yang visioner dan kepemimpinannya bagus. Dan yang beliau tuangkan dalam bukunya tersebut adalah murni dari pengalaman beliau selama lebih dari 25 tahun membangun organisasi jaringan. Dan di dalam buku ini dipaparkan 12 keterampilan membangun jaringan yang kokoh dan produktif.

Ternyata membangun jaringan itu perlu keterampilan, perlu skill. Tidak serta merta jaringannya meledak. Kemudian jika jaringannya rontok bagaimana? Disini ada keterampilan yang harus anda miliki. Kemudian, ada 7 perangkap kegagalan pebisnis MLM yang paling top. Disini juga dibahas.

1. Kehilangan visi

Yang pertama adalah kehilangan visi. Banyak pebisnis MLM yang sudah top, income’nya mungkin sudah pernah mencapai puluhan-ratusan juta. Tetapi akhirnya rontok. Mengapa? Karena kehilangan visi dan passion.

2. Sombong

Dan yang kedua adalah sombong. Dulunya tidak pernah mendapatkan income puluhan-ratusan juta, namun sekarang tiba-tiba mendapatkan income puluhan-ratusan juta. Sudah mulai sombong. Sudah mulai menikmati gaya hidup. Sehingga merasa menjadi orang yang sok kaya, menjadi orang yang sangat kaya raya. Sehingga secara tidak sadar suka menghina orang dan lupa bahwa dulunya dia juga pernah hidup susah. Itulah kegagalannya.

3. Lupa berterima kasih kepada mentornya

Yang ketiga, lupa berterima kasih kepada mentornya. Dia menganggap dirinya yang paling hebat. Padahal di balik orang hebat, pasti ada orang atau guru yang lebih hebat.

4. Berhenti bertumbuh

Yang keempat, berhenti bertumbuh. Jadi ia sudah merasa kaya raya, malas membaca buku lagi, malas belajar, malas meng’upgrade ilmu diri lagi. Padahal proses pembelajaran itu adalah proses seumur hidup yang tidak boleh anda hentikan. Tetapi sekarang sudah kaya raya, gaya hidupnya sudah berubah. Dimana dulu hidupnya susah, sekarang menjadi kaya raya. Tetapi dia lupa dengan apa yang dilakukan ketika dia susah. Dia melupakannya ketika sudah kaya raya. Dia lupa dengan proses yang dia bangun ketika dia susah. Sehingga dia melupakan dirinya dahulu ketika dia sudah kaya raya.

5. Manajemen keuangan yang kacau

Yang kelima, manajemen keuangan yang kacau. Banyak leader MLM top yang gaya hidupnya sudah berubah dan menjadi lebih mewah. Tetapi dia lupa ketika grupnya hancur, income’nya turun, maka gaya hidupnya tidak bisa berubah. Akhirnya, kondisi edukasi finansialnya tidak baik, sehingga dia menjadi frustasi/stress. Dan akhirnya, dia merasa gagal di industri ini.

6. Kurang fokus

Dan yang keenam, kurang fokus. Mengapa saya mengatakan kurang fokus? Ketika dia sudah kaya raya, penghasilan banyak, ia mulai tidak fokus dengan jaringannya, tidak fokus lagi dengan timnya. Dia mulai pecah fokus. Ia mulai investasi ini dan itu. Karena dia kurang pendidikan finansial yang baik, sehingga income yang dihasilkan dari bisnis MLM, akhirnya hilang semuanya. Dan akhirnya ia menjadi stress dan frustasi.

7. Kurang disiplin

Dan yang ketujuh, kurang disiplin. Ketika dia tidak kaya raya, kondisinya masih minus, ia menjadi sangat disiplin. Tetapi ketika dia kaya raya, dia menjadi malas. Ibaratnya orang yang menjadi juara dunia, tetapi tidak mau berlatih lagi. Itu adalah kesalahan besar.

 

E. Peran dan kemampuan kepemimpinan seorang top leader (Bab V)

Dan yang kelima membahas tentang peran dan kemampuan kepemimpinan seorang top leader. Itu penting sekali. Tentang apa yang harus anda lakukan.

 

F. Prospek bisnis MLM yang ada di Indonesia (Bab VI)

Dan yang keenam, prospek bisnis MLM yang ada di Indonesia. 6 bab ini menurut saya sudah dibahas dengan baik. Buku tentang “Rich Without Risk” (Kaya Tanpa Resiko) ini disadur langsung dari penulisnya, dari pelakunya, dan dituangkan ke dalam sebuah buku. Anda akan mendapatkan sebuah penyegaran. Dan jika membaca buku ini, anda seolah-olah langsung bisa mendengarkan DR. Andrew Ho itu mengoceh atau berbicara langsung dan menasehati anda.

Buku ini bukan hanya untuk pelaku bisnis MLM. Tetapi buku ini juga cocok untuk pelaku bisnis, bahkan anda yang belum punya bisnis sekalipun. Saya sangat merekomendasikan buku ini sebagai salah satu buku wajib yang harus anda miliki untuk menambah wawasan anda. Dan jangan lupa ada di link deskripsi di bawah, jika anda ingin memesan buku ini, silahkan lihat link deskripsi, ada nomor admin. Dan juga reseller welcome, jika anda ingin menjadi reseller buku ini.

Buku ini dijual dengan harga hanya 120 ribu Rupiah. Tetapi anda bisa mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat dan sangat luar biasa. 120 ribu tidak ada artinya jika digunakan untuk sekali makan malam juga habis. Tetapi buku ini bisa mengubah nasib anda. Bila anda menyukai bukunya, silahkan dibeli.

Bila anda menyukai video seperti ini jangan lupa berikan like, berikan komentar-komentar positif, serta silahkan share kepada teman-teman anda yang membutuhkan. Serta ada icon lonceng di kanan bawah, silahkan anda klik agar setiap ada video baru setiap Selasa dan Jum’at anda mendapatkan notifikasi di layar android anda. Dan ada juga 2 video disini silahkan anda tonton untuk menambah wawasan anda.

Demikian review buku kali ini. Sukses untuk anda, salam hebat luar biasa..!!

Pada episode kali ini saya akan review buku yang dikarang oleh DR. Andrew Ho, yaitu : “Rich Without Risk” (Bagaimana Kaya Tanpa Resiko).

Pada episode kali ini saya akan review buku yang dikarang oleh DR. Andrew Ho, yaitu : “Rich Without Risk” (Bagaimana Kaya Tanpa Resiko).

Pada episode kali ini saya akan review buku yang dikarang oleh DR. Andrew Ho, yaitu : “Rich Without Risk” (Bagaimana Kaya Tanpa Resiko). Dan disini saya akan me-review beberapa poin-poin pentingnya. Berikut ini adalah pembahasan cara cerdas dan cepat meraih sukses dari DR. Andrew Ho!

Leave a Reply