3 Cara Mengkonversi Keinginan Untuk masa Depan

0
1

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa!! Kita tahu bahwa manusia itu punya banyak keinginan. Bahkan ada sebuah penelitian yang mengatakan bahwa dalam sehari manusia itu punya 35.000 keinginan.

“Saya ingin makan ini”.

“Saya ingin kesana, saya ingin kesitu”.

Jadi, otak kita ini bekerja dengan sangat aktif. Dan sekarang pertanyaan saya adalah : Dari 35.000 keinginan tersebut, manakah yang dapat kita eksekusi menjadi sebuah keputusan?

Jadi, pada kesempatan kali ini saya akan membongkar tentang “3 Cara Mengkonversi Keinginan Untuk masa Depan”.

Sahabat entrepreneur, di awal tadi saya sudah mengatakan bahwa dalam sehari manusia itu punya 35.000 keinginan. Saya ingin makan ini, saya ingin kesana, saya ingin bertemu ibu saya, saya ingin jalan-jalan dengan pacar dan lain-lain. Bagi saya, ini adalah hal yang normal. Justru apabila otak anda itu pasif dan anda hanya diam saja, artinya anda tidak normal.

Namun, pertanyaan saya hanya satu : Apa bedanya orang sukses dengan orang gagal? Jadi, disinilah perbedaannya. Orang sukses itu mampu mengkonversi 35.000 keinginan tersebut menjadi sebuah keputusan untuk masa depannya. Sedangkan orang gagal, setiap hari dia galau dengan 35.000 keinginannya. Namun tidak ada satupun keinginannya yang bisa menjadi kenyataan. Tragis bangett yaa…

Tapi it’s okay.., kali ini saya mengajak anda semua untuk mengkonversikan keinginan anda agar bisa menjadi kenyataan. Bagaimana caranya?

Jadi, cara yang pertama adalah anda tidak usah mendengarkan apa kata orang.

Contohnya ketika orang lain mengatai anda itu gendut, anda langsung kepikiran seharian. Otak anda akan berkecamuk dengan pikiran tidak penting seperti “saya ini gendut, saya ini jelek..”

Atau mungkin anda diejek orang lain, “kamu itu miskin..!”. Anda langsung merasa terhina dan sakit hati. Anda merasa jengkel, dongkol, dan seharian moodnya jelek karena merasa “hari ini bad day banget..!”

Kebanyakan manusia pasti seperti itu apabila terlalu memikirkan perkataan orang lain. Namun, orang sukses justru tidak peduli dengan kata-kata seperti itu.

“Pak, padahal saya ini punya kerjaan baik-baik, tetapi tiap pulang ke rumah selalu digosipin tetangga. Saya harus gimana pak?”

Getty Creative Stock image for Bullying Teens using wireless technology at school to bully classmate

Ingat, anda tidak akan bisa menutup mulut tetangga anda. Contohnya adalah saya sendiri. Ketika saya mengadakan giveaway emas, di kolom komentar ada banyak netizen yang ngomong macam-macam.

“Pak Chandra ini sedekah tapi kok pake syarat sih..?”

“Pak Chandra ini ngadain giveaway tapi kok staratnya ribet banget..?”

Saya sudah terbiasa dengan omongan orang lain. Mereka berpikir saya ini tidak mungkin maju, tidak mungkin sukses. Namun yang penting di dalam pikiran saya adalah saya ini hanya ingin berbagi. Kalau mau silahkan, kalau tidak terima ya sudah. Kalau anda beruntung, anda pasti menang.

Sahabat entrepreneur, jika anda ingin maju, maka anda tidak perlu mendengarkan apa kata orang lain. Mengapa? Ya seperti saya tadi, saya tidak mengizinkan orang lain mengendalikan hidup saya. Jadi, jangan pernah membiarkan orang lain mengendalikan hidup kalian. Anda sendiri yang harus mengendalikan hidup anda jika anda ingin maju dan sukses. Jika anda membiarkan orang lain mengendalikan hidup kalian, maka selamanya anda akan menjadi layangan putus. Diterpa angin kesana ya kesana, sehingga anda hidup tanpa arah dan tujuan.

Jika anda merasa hidup anda itu seperti tanpa arah dan tujuan, itu karena anda terlalu sering mendengarkan perkataan orang lain. Oleh sebab itu, hidup anda tidak akan pernah bahagia. Anda juga akan merasa tertekan dan stress, karena anda tidak hidup sesuai keinginan anda sendiri.

Ketika saya membaca kolom comment netizen yang bernada negatif, saya biarkan saja mereka. Yang penting saya bahagia. Jika anda suka silahkan subscribe, jika anda tidak suka silahkan minggir. Simple ‘kan? Untuk apa saya memusingkan hal sepele seperti itu. Jadi, prinsip saya seperti ini. Prinsip inilah yang harus anda miliki jika anda ingin berhasil.

Kemudian cara yang kedua adalah move on.

Mengapa saya sering mengatakan bahwa anda harus move on? Karena banyak orang yang masih hidup di masa lalu. Contohnya teringat kenangan mantan atau selalu gundah dengan masa lalu. Jika anda mikirin mantan terus, bagaimana anda bisa mendapatkan pasangan yang lebih baik daripada mantan anda? Itu karena anda tidak mengizinkan diri anda untuk meninggalkan masa lalu.

Apakah Pak Chandra pernah diputusin pacar?

Pernah.

Apakah istri Pak Chandra yang sekarang adalah pacar pertama Pak Chandra?

Bukan. Karena saya bisa move on dari masa lalu. Namun, istri saya yang sekarang adalah pasangan yang terbaik di dalam hidup saya. Mengapa? Karena saya bisa move on. Jadi untuk anda yang saat ini diputus pacar atau ditinggalkan pacar anda, segeralah anda move on.

Ketika saat ini anda sedang kesal atau ditipu teman, maka anda harus move on. Caranya sederhana, ikhlaskan dan next time jangan terlalu mudah percaya pada orang lain. Simple ‘kan? Hidup itu mudah kok, tidak usah terlalu dipikirkan.

Apakah saya pernah ditipu? Tentu saja pernah. Itulah sebabnya saya bisa berkata seperti ini.

Apakah saya pernah dipinjami duit lalu gak dikembalikan? Sering banget. Itulah sebabnya sekarang saya menjadi orang yang keras dan bisa membagikan prinsip seperti ini. Mengapa? Karena saya sudah melewatinya. Apabila anda belum melewatinya tetapi sudah ‘menggonggong’, sama saja anda itu artinya hanya omong besar.

Jika anda tidak segera move on, lalu ke depannya anda mau jadi apa? Kalian tidak akan pernah bisa maju.

Kemudian cara yang ketiga adalah persisten.

Apa yang dimaksud dengan persisten? Persisten dan konsisten itu adalah 2 hal yang berbeda. Konsisten adalah melakukan sesuatu secara berulang-ulang. Namun, melakukan hal secara konsisten itu artinya tidak ada kemajuan. Contohnya adalah kebiasaan kita menyikat gigi. Itu adalah hal yang harus kita lakukan secara konsisten.

Namun yang dimaksud dengan persisten adalah ketika kita melakukan fitness. Misalkan hari ini saya angkat beban satu kilo. Kemudian minggu depannya lagi tetap konsisten angkat beban, tetapi bebannya ditambah menjadi 2 kilo. Jadi, ada progress. Inilah yang dimaksud dengan persisten. Lalu, 2 bulan kemudian saya naikkan lagi menjadi 3 kilo. 7 bulan kemudian, saya naikkan lagi menjadi 5 kilo. Intinya adalah persisten.

Jadi, sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang namun ada progressnya itu namanya persisten.

Keputusan yang ketiga ini bicara soal persisten. Hal ini harus anda lakukan sebelum usia 35 tahun agar hidup anda memiliki kemajuan.

Banyak sekali para sahabat entrepreneur yang berusia 35 tahun ke atas yang menyesal karena tidak bertemu dengan channel ini waktu muda. Namun saya sering bercanda seperti ini, “Itu karena waktu anda masih muda belum ada YouTube ‘kan?”

Namun bagi kalian para anak muda yang mendengarkan nasehat saya tentang 3 keputusan ini, niscaya hidup anda akan mengalami suatu terobosan yang sangat hebat. Lakukanlah sekarang agar anda bisa mengalami progress yang baik.

Pak, bagaimana jika saya tidak mengalami progress?

Lakukanlah dulu hal tersebut secara persisten selama ten thousand hours. Apabila anda adalah seorang praktisi kesehatan, atau misalkan anda itu seorang ahli massage. Apabila anda sudah menangani sampai 10 ribu pasien, maka itu artinya anda adalah seorang ahli massage yang sangat jago.

Misalkan anda itu seorang ahli IT dan anda sudah menangani lebih dari 10 ribu kasus atau memperbaiki lebih dari 10 ribu komputer yang rusak, maka anda pastinya seorang ahli IT yang hebat.

Misalkan anda itu seorang montir. Maka apabila anda sudah memperbaiki 10 ribu mobil yang rusak, anda itu bisa dikatakan seorang montir yang handal. Misalkan anda itu seorang dokter. Maka apabila anda sudah menangani 10 ribu pasien, anda itu bisa dikatakan seorang dokter yang ahli. Anda pasti sudah tau permasalahan pasien tersebut dimana.

Pilot juga sama. Apabila anda sudah menerbangkan pesawat lebih dari 10 ribu jam, maka anda pasti sudah hafal rutenya di luar kepala. Anda sudah hafal knotnya dimana, tombolnya dimana dan lain sebagainya. begitu juga dengan profesi anda. Apakah anda sudah melakukannya selama 10 ribu jam secara persisten?

Demikian sahabat entrepreneur, semoga tips yang saya berikan disini dapat anda terapkan dengan baik sehingga anda bisa sukses besar dan luar biasa.

Semoga topik kali ini bermanfaat, dan sukses selalu untuk anda semua para sahabat SB30. Jangan lupa klik subscribe, dan jangan lupa loncengnya diaktifkan. Salam hebat luar biasa..!!

 

3 Cara Mengkonversi Keinginan Untuk masa Depan

3 Cara Mengkonversi Keinginan Untuk masa Depan

Kita tahu bahwa manusia itu punya banyak keinginan. Bahkan ada sebuah penelitian yang mengatakan bahwa dalam sehari manusia itu punya 35.000 keinginan.

Jadi, otak kita ini bekerja dengan sangat aktif. Dan sekarang pertanyaan saya adalah : Dari 35.000 keinginan tersebut, manakah yang dapat kita eksekusi menjadi sebuah keputusan?

Jadi, pada kesempatan kali ini saya akan membongkar tentang “3 Cara Mengkonversi Keinginan Untuk masa Depan”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here