4 Larangan Keras Bagi Penjual Online

0
603

SB30 – Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa! Selamat datang di channel Success Before 30. Apakah anda seorang pelaku bisnis online? Atau mungkin anda seorang reseller, atau dropshipper? Kali ini saya akan membahas tentang “4 Larangan Keras Bagi Penjual Online”, terutama bagi pemula.

Jadi, apa saja sih 4 larangan keras bagi penjual online?

Sahabat entrepreneur, bagi anda para pebisnis pemula seperti reseller, penjual di marketplace, atau mungkin anda yang berjualan si media sosial, ada empat larangan keras yang harus anda hindari. Semoga pembahasan saya kali ini bermanfaat untuk anda, sehingga toko anda tidak dicap jelek di mata konsumen.

1. Jangan jual ke semua orang

Larangan yang pertama adalah jangan jual ke semua orang. Misalkan anda upload jualan anda di Facebook. Padahal, Facebook itu tempat orang berinteraksi secara virtual. Namanya saja social media, bukan selling media. anda bisa menggunakannya untuk berinteraksi secara sosial, bukan semata-mata untuk berjualan saja.

Jadi, anda tidak bisa menjual ke semua orang. Identifikasi dulu target pasar anda siapa. Misalkan cocok, anda bisa meminta konsumen untuk mengirim DM. Intinya, anda tidak memaksakan atau melakukan hard selling terhadap semua orang. pasalnya, tidak semua orang cocok dengan harga pasaran maupun produk anda.

Misalkan anda berjualan buah, tidak semua orang suka buah. Atau mungkin anda menjual suplemen, tidak semua orang membutuhkannya. Atau mungkin  anda menjual sepatu, sedangkan tidak semua orang membutuhkan sepatu.

Jika setiap hari iklan anda muncul terus, calon konsumen juga lama-lama akan merasa gerah. Intinya, jangan menjual ke semua orang. anda bisa menjual dengan cara soft selling.

 

2. Jangan spam promosi

Kemudian larangan yang kedua adalah jangan berjualan dengan cara spam promosi. Misalkan anda comment di suatu postingan : “Pemutihnya kak..,” atau “Pembesarnya kak..”.

Ketika anda melakukan spamming seperti itu, hal itu justru membuat customer anda tidak nyaman. Jika hanya sesekali, boleh saja. Namun anda harus bisa membuat konten yang menarik, sehingga calon customer tertarik untuk berkunjung ke lapak anda. Jika anda hanya numpang promosi dengan cara spamming di berbagai postingan, “Anda butuh? Bisa langsung hubungi saya”, customer anda justru merasa gerah.

 

3. Jadilah penjual yang mengarahkan

Lalu, larangan yang ketiga adalah jadilah penjual yang mengarahkan, bukan menyuruh. Contohnya :

“Saya sendiri sudah pakai produk ini. produk ini memang bagus banget! Kalau anda ingin tahu lebih lanjut, anda bisa kontak nomor saya”.

Seperti itulah yang dimaksud dengan mengarahkan. Sementara menyuruh itu seperti :

“Produk ini bagus! Anda bisa beli di saya sekarang juga, ongkir gratis!”.

Jika anda menggunakan kata-kata seperti itu, customer justru akan merasa risih, karena jenis penjual seperti ini sudah terlalu banyak di online shop. Dan sangking banyaknya kata-kata seperti itu, justru bisa menjadi boomerang bagi produk anda.

 

4. Jangan hanya berjualan di sosmed

Kemudian larangan yang keempat adalah jangan hanya berjualan di sosmed, namun anda juga bisa membangun list contact calon pembeli. Misalkan calon pembeli sudah masuk ke WA anda, nantinya anda bisa membuat list mereka. Dengan begitu, anda sudah mengetahui yang mana yang merupakan calon customer potensial.

Jika customer sudah masuk ke WA anda, itu artinya ia berminat. Jika ia berminat, maka ia adalah calon prospek potensial. Namun apabila ia mampir ke WA saja tidak, bagaimana anda bisa tahu bahwa ia adalah calon customer yang membutuhkan produk anda atau tidak?

Jadi, anda tidak bisa langsung menerjang dan menawarkan produk yang tidak customer butuhkan. Contoh : ada customer yang ingin membeli sepatu, namun anda justru menawarkan pakaian. Ia pasti merasa risih. Lagipula, tidak mungkin juga anda mencari sepatu di toko pakaian. Begitu pula sebaliknya, tidak mungkin anda masuk ke toko koper untuk mencari pakaian.

Ketika seseorang ingin mencari sesuatu, ia pasti mencari spesifikasinya dahulu. Jadi, anda bisa membuat list customer mana yang benar-benar membutuhkan produk anda. Dari situlah anda bisa membuat target, produk apa yang hendak anda pasarkan.

Sahabat entrepreneur, demikian pembahasan saya kali ini, dan nantikan konten saya berikutnya. Semoga konten saya kali ini bisa membuat anda lebih cerdas dalam berjualan di social media dan online, serta membuat bisnis anda lebih laris.

Semoga topik kali ini bisa menginspirasi anda, bermanfaat untuk anda dan bisa meng’skill up bisnis anda sehingga bisnis anda bisa semakin maju dan berkembang.

Silahkan anda share pada teman-teman anda. Mungkin mereka tidak mendapatkan pelajaran ini dari orang tuanya, namun mereka justru mendapatkannya dari channel ini. Untuk lebih lengkapnya, anda bisa baca di buku saya ‘Success Before 30’.

Semoga video kali bermanfaat. Sukses selalu, dan salam hebat luar biasa!!

Mau Dapat Update Exclusive dari SuccessBefore30 Lainnya di Email Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here