4 Macam Active Income

0
339

SB30 – Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa! Selamat datang di channel Success Before 30. Tentunya anda harus tahu bahwa jenis income itu ada dua. Yang satu active income, dan yang satu lagi adalah passive income.

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang active income terlebih dahulu. Jadi pada video kali ini, saya akan membahas tentang “4 Macam Active Income”.

Jadi, apa saja 4 jenis active income tersebut? Hal ini saya sadur dari buku Success Before 30 di bab 1 halaman 23-51 tentang ‘Apa Bedanya Pedagang dan Pengusaha?’ serta ‘Apa Bedanya Mindset Orang Gagal dan Orang Sukses?’.

Apa sih definisi dari active income itu sendiri? Yakni ketika kita bekerja, maka kita akan mendapatkan uang. Kita dibayar berdasarkan upah ketika kita bekerja. Jika tidak bekerja, maka anda tidak mendapatkan uang lagi.

Sedangkan passive income adalah uang yang akan tetap masuk meskipun kita tidak bekerja. Lalu, bagaimana cara kita untuk bisa mendapatkan active income?

1. Gaji

Jenis active income yang pertama adalah sudah pasti dari gaji. Dimanapun anda bekerja, apapun profesi anda, pasti akan mendapatkan gaji.

2. Tip, komisi dan bonus

Kemudian jenis active income yang kedua adalah tip, komisi dan bonus. Misalkan anda menjadi seorang porter di hotel atau menjadi pengantar barang. Supir Gojek pun juga banyak yang sering dapat tip. Jika service anda memuaskan, anda pasti mendapatkan tip.

Kemudian yang kedua adalah dapat komisi. Anda bisa mendapatkan komisi dari active income anda. Misalkan ketika anda berhasil menjual barang. Atau mungkin anda juga bisa mendapatkan bonus seperti insentif tahunan. Jika anda mencapai target tertentu, maka bonus anda akan cair.

3. Usaha atau bisnis pribadi

Kemudian jenis active income yang ketiga adalah usaha atau bisnis pribadi. Akan tetapi, kita masih bisa menghandle bisnis kita sendiri. Misalkan anda membuka restoran, depot, warung ataupun reseller. Selama kita menghandle bisnis kita sendiri, maka kita bisa mendapatkan uang atau income secara langsung.

Contoh lainnya adalah menjadi guru les privat atau membuka kursus di rumah. Selama kita masih bisa mengontrol bisnis kita sendiri, maka kita bisa mendapatkan active income.

Atau anda juga bisa menjadi seorang profesional. Contohnya anda seorang dokter yang membuka praktek juga di rumah. Setiap ada pasien, anda dapat pemasukan. Atau mungkin anda seorang notaris. Jadi setiap anda tanda tangan, anda dapat pemasukan.

Kalau misalkan anda seorang lawyer atau pengacara, maka ketika ada kasus, anda dapat pemasukan. Jika anda adalah seorang consultant IT, keuangan atau bidang apapun, maka ketika anda dapat job, anda dapat pemasukan. Misalkan anda seorang guru les, maka ketika anda punya murid, anda dapat pemasukan. Contohnya seperti itu.

4. Profit atau keuntungan penjualan

Kemudian jenis active income yang keempat adalah profit atau keuntungan penjualan. Tentunya apabila anda punya bisnis sendiri. Misalkan anda punya usaha catering. Maka setiap ada penjualan, anda dapat pemasukan. Dengan demikian, anda sudah punya active income.

Sahabat entrepreneur, demikian pembahasan kali ini tentang active income. Di konten saya berikutnya, saya akan membahas tentang 4 jenis passive income. Nantikan konten saya berikutnya. Semoga topik kali ini bisa menginspirasi anda dan bermanfaat untuk anda.

Silahkan anda share pada teman-teman anda. Mungkin mereka tidak mendapatkan pelajaran ini dari orang tuanya, namun mereka justru mendapatkannya dari channel ini. Untuk lebih lengkapnya, anda bisa baca di buku saya ‘Success Before 30’.

Semoga video kali bermanfaat. Sukses selalu, dan salam hebat luar biasa!!

 

 

Mau Dapat Update Exclusive dari SuccessBefore30 Lainnya di Email Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here