5 Persiapan Penting Sebelum Anda Memasuki Usia 28 Tahun

0
8

5 Persiapan Penting Sebelum Anda Memasuki Usia 28 Tahun

Klik disini untuk melihat di YouTube

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..!! Adik-adikku yang saya cintai, sekarang kamu berusia berapa? 17, 18, 19, atau 20? Apa sih hal kesukaanmu, adik-adikku? Intinya, rata-rata anda masih usia sekolah maupun usia kuliah. Saya ingin berpesan kepada anda semua.

Meskipun anda sedang sekolah, kuliah, atau apapun pekerjaan anda saat ini, anda semua harus melakukan yang namanya “PERSIAPAN”. Persiapan apa yang harus anda lakukan? Ada “5 persiapan penting sebelum anda memasuki usia 28 tahun”.

Jadi begini.. Saya ini juga pernah berusia 17 tahun, 18 tahun, 19 tahun, 20 tahun, 21 tahun sampai 22 tahun seperti anda. Channel ini adalah Success Before 30. Tetapi sebelum anda betul-betul sukses di usia 30 tahun, tidak mungkin sukses itu terjadi dalam satu malam. Ini bukan cerita Roro Jonggrang yang membangun candi Prambanan. Dalam satu malam langsung jadi. Bukan.

Tetapi, anda bisa sukses sebelum 30 tahun itu pasti karena ada persiapan. Persiapan itu tidak mungkin hanya dalam 1 tahun-2 tahun. Hal itu harus anda persiapkan waktu anda masih berusia 17-22 tahun. Ini yang harus anda persiapkan. Dan video ini memang untuk orang seusia anda.

Mohon maaf untuk anda yang sekarang sudah berusia 28 tahun dan lebih. Sekali lagi, anda jangan comment, “Pak, mengapa saya tidak menemukan video bapak ketika saya masih berusia 22 tahun?” Saya beritahu, waktu itu tidak ada YouTube. Titik. Jadi mohon maaf. Tetapi minimal, kalau sekarang anda sudah menonton, itu lebih baik. Karena apa? Nantinya yang berusia 80 tahun itu lebih ngomel-ngomel lagi. “Mengapa saya tidak menemui hal ini ketika saya muda?”.

 

1. Pastikan anda mempunyai penghasilan sendiri

Intinya sekarang adalah persiapan yang pertama. Pastikan anda mempunyai penghasilan sendiri. “Pak Chandra, saya ‘kan masih sekolah? Mengapa saya harus punya penghasilan sendiri? Saya ‘kan masih dinafkahi orang tua”. Saya ingin memberi tahu anda. Ketika saya berusia 12 tahun, saya sudah mencari penghasilan sendiri. “Serius?” YA.

Ketika SD kelas 6, SMP kelas 1, saya sudah mencari penghasilan sendiri. Saya sudah belajar berjualan. Di usia 17 tahun, saya sudah tidak minta uang pada orang tua. Hello., saya mau menggaris bawahi. Di usia 17 tahun, saya sudah mulai menjadi guru. Saya sudah tidak tergantung pada orang tua di usia 17 tahun. Ketika saya kuliah, saya hanya dibayari uang masuk. Setelah itu, saya membayar biaya kuliah saya sendiri.

Bahkan di usia 19 tahun, saya justru sudah membantu pengeluran keluarga pada waktu itu. Ini pengalaman hidup saya. Saya tidak mau cerita banyak. Anda bisa baca kisah saya di buku “Badai Pasti Berlalu”.

Jadi, anda harus memulai dari sekarang. Persiapkan untuk memiliki penghasilan sendiri. Masalahnya adalah teman-teman saya. Saya ini berkuliah di universitas yang termasuk favorit di Surabaya. Universitas elit. Tahukah anda? Teman-teman saya waktu berusia 17 tahun itu ke kampus rata-rata bawa mobil. Ada juga sih yang naik motor. Tetapi, yang naik angkot itu sedikit. Itu artinya termasuk universitas yang elit.

Tetapi, saya ini termasuk orang yang tidak mau gengsi. Karena apa? Seperti pesan orang tua saya : “Itu milik orang tuanya. Bukan uang anda.” Jadi akhirnya, saya harus berdikari, ‘punya penghasilan sendiri’. Berbeda jika anda mencari uang sendiri dengan pemberian orang tua. Rasanya pasti berbeda.

 

2. Persiapkan untuk membangun usaha anda sendiri

Yang kedua. Persiapkan untuk membangun usaha anda sendiri. Ini penting sekali. “Yang penting saya ini kuliah bertujuan agar cepat mencari kerja. Atau supaya saya ini suatu hari kalau lulus bisa mendapatkan gaji lebih besar. Beda dong gaji lulusan SMA/SMK dengan lulusan kuliah”. Benar. Memang berbeda. Tetapi saya beritahu. Tidak ada salahnya jika nanti setelah lulus, anda bekerja dulu sebagai karyawan. It’s OK. Tetapi anda harus mempersiapkan untuk membangun usaha anda sendiri.

Minimal, sekarang membangun usaha yang paling mudah. Yaitu, anda bisa membangun toko online. Salah satunya, anda bisa buka di Tokopedia. Yaitu dengan cara yang sangat mudah sekali. Simple banget. Dari situ, anda juga bisa mempunyai usaha anda sendiri di market place.

 

3. Bagi yang belum menikah, tidak perlu memaksakan diri

Poin yang ketiga. Bagi yang belum menikah, tidak perlu memaksakan diri. Tetapi, silahkan anda menonton video saya : “Menikah Dulu atau Membangun Karir Dahulu?”. Tonton video tersebut baik-baik. Poin yang ketiga ini sudah saya jabarkan dengan jelas di video tersebut. Jadi sebelum anda melanjutkan, pause dulu video ini. Silahkan tonton video itu dahulu. Tonton dan dengarkan dahulu dengan baik. Dengarkan dahulu dengan baik video ini. Karena saya menceritakan pengalaman pribadi saya.

Disitu saya menceritakan bahwa saya menikah di usia 30 tahun. Dan saya menikah pakai uang saya sendiri. Tidak pakai uang orang tua. “Kok bisa?”. Silahkan anda tonton video tersebut. Dan ada juga yang comment, “Pak, kalau tidak segera menikah, nanti pacar saya hilang”.

Begini ya.. Pacaran dengan menikah itu berbeda. Saya beritahu, BERBEDA. Pacar dengan istri atau suami itu berbeda. Beda jauh. Pacaran itu tidak perlu komitmen. Tetapi, suami dan istri itu perlu komitmen.

Jadi kalau berbicara tentang sesuatu yang tidak berkomitmen, itu mudah. Tetapi kalau berbicara tentang sesuatu yang berhubungan dengan komitmen, itu tidak mudah. Hal itu memerlukan “harga” yang harus dibayar. Oleh sebab itu, perlu persiapan.

Jadi bagi jomblo yang menonton video ini, jangan galau. Karir belum punya. Tetapi sudah siap untuk menikahi pacar. Bagaimana bisa menikah? Tonton video itu dahulu. Oke?

 

4. Saatnya untuk mempersiapkan tabungan masa depan

Yang keempat, saatnya untuk mempersiapkan tabungan masa depan. Ini penting. Ketika saya berusia 25 tahun, saya sudah mempersiapkan tabungan. Bahkan saya sudah memulai membuat rumah, pada saat itu. Pada waktu itu, saya berusia 25 tahun. Itulah mengapa ketika saya sudah married, saya sudah menikah itu bukan tinggal di rumah mertua atau di rumah orang tua saya. Tetapi setelah menikah, saya langsung tinggal di rumah saya pribadi bersama pasangan saya. Itu berbeda.

Sekali lagi, saya bukan menyombongkan diri. Tetapi itu semua karena persiapan. Banyak orang yang tidak punya persiapan. PERSIAPAN. Kata kuncinya disini adalah persiapan. Problem’nya itu adalah karena anda tidak pernah siap. Waktu berusia 17 tahun, anda ngapain aja? Waktu berusia 22 tahun, anda ngapain aja? Kemane aje lu? Kata orang jakarta. Kemana aja?

Jadi, waktu itu anda masih having fun. Teman saya ketika berusia 17-18 tahun, ngapain aja? Ya seperti teman-teman anda sekarang. Main game, misalnya. Kalau dulunya di warnet, sekarang di android. Main game terus. Lalu ketika waktunya kuliah, dia titip absen. Main billiard. Itu pekerjaan kami dulu. Hampir sama seperti teman-teman anda sekarang. Clubbing, nge’mall, ngoceh-ngoceh gak jelas. Gosipin teman ini dan teman itu jadian sama ini. Teman ini jadian sama teman ini. Ya ‘kan? Ya seperti itulah.

Atau main futsal terus. Kalau zaman sekarang eranya piala dunia, nonton sampai pagi. Nobar. Ya’ kan? Jadi intinya, tidak ada sesuatu yang kita persiapkan untuk masa depan.

So, how you can be success before 30?

It’s impossible. Tidak mungkin. Sedangkan ketika teman-teman saya begitu semua, saya membangun bisnis.

Tidak keren sih. Memang tidak keren. Teman saya meninggalkan saya semua. Memang tidak keren. Tetapi ketika berusia 30 tahun, siapa yang paling keren? Inilah kata kuncinya. Siapa yang paling keren di usia 30 tahun? Mereka lagi sibuk-sibuknya mempersiapkan pernikahan, pontang panting, gaji pekerjaannya tidak cukup untuk membiayai pernikahan, begini dan begitu. Itu teman saya. Sedangkan saya di usia 30 tahun, saya jalan-jalannya sudah ke mall di Los Angeles. Saya jalan-jalannya sudah ke mall di Korea, di Jepang. Itu dia.

Sekali lagi, bukan saya menyombongkan diri. Tetapi itu karena saya sudah mempersiapkan. Anda mau bayar harganya waktu berusia 20 tahun, atau anda bayar harganya waktu berusia 40 tahun? Itu anda yang memilih. Kalau saya sih tidak mau. Saya bayar harganya ketika saya berusia belasan tahun waktu itu.

 

5. Do it right now!

Dan yang kelima. Do it right now! Jadi, persiapan yang terakhir adalah lakukan sekarang. Siap tidak siap, anda harus lakukan sekarang. Jika anda tidak mau lakukan sekarang, sekali lagi, kapan anda mau bayar harga?

Jadi, mungkin tips saya kali ini sekilas saja. Sekali lagi, di video ini saya bukannya mau menyombongkan diri. Tetapi saya hanya sekedar menceritakan pengalaman hidup saya. Apa yang saya lakukan di usia 17,20, 22 tahun seperti usia anda sekarang. Dari usia-usia ini, saya merasa itu yang terbaik yang saya lakukan. Sehingga ketika berusia 28 tahun, anda tidak akan kebingungan. Kelimpungan, kebingungan, dan akhirnya mencari hutangan sana-sini untuk mempersiapkan pernikahan, mempersiapkan ini, mempersiapkan itu dll.

Sekali lagi, semua itu butuh persiapan. Ingat, orang kaya dan orang sukses itu tidak tercipta dalam semalam. Tetapi, mereka semua telah melakukan persiapan. Itu kata kuncinya. Is that any wrong with preparation? Apakah ada yang salah dengan kata persiapan? Apapun agama dan keyakinan anda. Saya tidak berbicara soal agama. Saya tidak berbicara soal keyakinan. Tetapi, saya berbicara tentang persiapan.

Tidak ada salahnya jika segala sesuatu itu dilakukan dengan persiapan. Niscaya, hasilnya pasti akan lebih baik.

Bila anda menyukai channel seperti ini, jangan lupa klik like, berikan komentar anda di bawah. Jangan lupa subscribe. semoga anda success before 30. Serta loncengnya diaktifkan.

Sukses untuk anda, salam hebat luar biasa..!!

Sukses itu tidak mungkin terjadi dalam satu malam.

Sukses itu tidak mungkin terjadi dalam satu malam.

Sukses itu tidak mungkin terjadi dalam satu malam. Karena ini bukan cerita Roro Jonggrang yang membangun candi Prambanan yang dalam satu malam langsung jadi.

Namun, sukses itu membutuhkan PERSIAPAN. Berikut saya bagikan kepada anda : “5 persiapan penting sebelum anda memasuki usia 28 tahun”.

Leave a Reply