6 Ciri – Ciri Anda Mengalami Sakit Jiwa Ringan

0
1581

6 Ciri – Ciri Anda Mengalami Sakit Jiwa Ringan

Klik disini untuk melihat di YouTube

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..!! Topik kali ini berbeda dengan topik saya sebelumnya. Yaitu saya akan membahas sedikit tentang orang yang ‘sakit jiwa’. Ih, serem banget.. “Sakit jiwa? Gak salah nih? Pak Chandra alih profesi menjadi psikolog ya?”. NO. Saya disini membahasnya dalam tahap yang sangat ringan dan dalam tahap yang biasa. Jadi, topik saya kali ini adalah “6 Ciri – Ciri Anda Mengalami Sakit Jiwa Ringan”.

Mengapa saya mau membahas topik ini? Karena saya perhatikan dari kolom-kolom comment, dan saya juga perhatikan dari Facebook saya. Anda sudah follow fanpage saya, Chandra Putra Negara belum? SB30 TV. Silahkan anda follow. Kemudian, saya juga perhatikan di Instagram ‘Chandra Putra Negara’, dewasa ini banyak orang yang mengalami ‘sakit jiwa ringan’. Kebetulan saya juga punya banyak murid psikolog. Jadi saya sering diskusi dengan mereka. Maka dari itu saya bisa membahas ini. Karena saya bukan psikolog dan saya tidak berkompeten untuk membahasnya lebih dalam.

Tetapi disini saya akan memberikan beberapa contoh ciri-ciri bahwa anda mengalami sakit jiwa ringan. Memang belum akut, belum berat. Akan tetapi dalam keadaan ringan. Semoga anda tidak tergolong orang-orang seperti ini.

 

1. Anda mulai menarik diri dari kehidupan sosial

Yang pertama adalah anda mulai menarik diri dari kehidupan sosial. Jadi, anda lebih suka menyendiri. Seorang diri di kamar, setiap hari hanya melihat komputer, atau main game. Jadi, anda tidak suka bersosialisasi. Anda tidak suka berteman. Tidak suka jalan-jalan dengan teman-teman. Mungkin kalau anda bekerja di kantor, pekerjaan anda hanya seorang diri di kantor. Anda itu “no social life”. Anda tidak mempunyai kehidupan sosial. Padahal, manusia itu harus  mempunyai kehidupan sosial.

“Loh, saya ‘kan punya banyak teman di media sosial?”. Yes, social media. It isn’t real social life. Bukan kehidupan sosial yang nyata. Anda harus berinteraksi. Dan anda merasa tidak suka. Anda lebih suka menyendiri. Ini artinya anda terkena ‘sakit jiwa ringan’. But, you didn’t realize. Tetapi anda tidak sadar akan hal itu. Ini yang paling bahaya. Kasus bunuh diri itu sekarang sudah semakin akut di negara-negara besar. Bahkan di Indonesia kasus bunuh diri juga sangat besar. “Kok bisa sampai bunuh diri ya?”.

Sebenarnya kasus-kasus seperti ini jika saya perhatikan, bermula dari dirinya tidak lagi mempunyai kehidupan sosial. Dia suka menyendiri di kamar, dan tidak punya siapa-siapa. Akhirnya, ada informasi apapun dia hanya berkata “I don’t know”. Saya tidak tahu. Dan ujung-ujungnya besoknya sudah menjadi mayat. Ini seringkali terjadi.

Saya berharap pada anda, para subscriber setia SB30. Siapapun anda. Pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, pengusaha, maupun karyawan. Jika anda sudah mulai jarang berinteraksi, anda merasa teman-teman anda semuanya sombong, anda merasa teman-teman anda tidak ada yang mengerti anda, teman-teman anda itu seolah-olah menjauhi anda, dan dunia rasanya sudah tidak nyaman. Teroris juga merekrut orang-orang yang seperti itu. Orang-orang yang bermasalah dengan kejiwaan.

Orang-orang yang bisa masuk ke dalam terorisme itu awalnya adalah orang-orang dengan tipe seperti ini.

Mungkin bermasalah secara finansial, keluarga miskin, kemudian tidak punya teman, atau semasa hidupnya dikhianati dan disakiti terus. Sehingga dia merasa tidak punya siapa-siapa. Ketika doktrin terorisme masuk, maka dengan mudah teroris itu menjanjikan suatu kehidupan yang lebih indah dibandingkan kehidupan sebelumnya. Inilah awal mula mengapa orang yang sakit jiwa mudah sekali diinjeksi dengan paham-paham “radikalisme”.

Berhati-hatilah para generasi muda zaman sekarang. Jika anda sudah mengalami hal seperti ini, bisa jadi ini adalah salah satu ciri-cirinya.

 

2.Sulit berorientasi dan mengalami ganggguan alam pikir

Yang kedua, sulit berorientasi dan mengalami ganggguan alam pikir. Contoh ciri-cirinya adalah sulit mengingat nama sendiri. Contohnya, “Saya kok lupa ya, nama saya sendiri itu siapa?”. Ini artinya sudah mulai sakit jiwa ringan. “Saya kok sudah lupa ya, apa benar kamu ini teman saya? Padahal baru pertama bertemu”. Ini artinya sudah mulai stress yang sangat akut. Mungkin anda mengalami beban yang sangat berat, sehingga anda mengingat nama sendiri pun tidak bisa. Jadi apabila disuruh konsentrasi, rasanya berat sekali. Artinya anda mengalami sebuah gangguan alam pikir.

Terkadang, anda sering bermimpi buruk. Dan mimpi buruk itu setiap saat. Tidur pun tidak bisa tenang. Setiap 2 jam bangun. Ini bahaya. Ini artinya anda sudah mulai sakit jiwa ringan. Kalau sudah seperti ini, maka otak anda bekerja terlalu berat. Jika otak anda sudah bekerja terlalu berat, maka anda mengalami sakit jiwa ringan. Anda sudah saatnya untuk segera konsultasi ke dokter atau psikolog. Ada banyak. Anda bisa searching di internet.

Memang Indonesia bukanlah pusat rehabilitasi untuk orang-orang yang bermasalah dengan kejiwaannya.

Dan itu tidak sebagus negara-negara yang maju seperti di benua Amerika dan Eropa. Kalau di Indonesia, anda harus mencari ke rumah sakit jiwa. Masalahnya di Indonesia sendiri, kalau seseorang ingin berkonsultasi, dia memiliki sakit jiwa seperti ini maka keluarganya yang malu. Orang tuanya berkata, “Masa’ anak saya ini sakit jiwa?”.

Justru di Indonesia jika ada anak seperti ini,  maka perginya bukan ke Rumah Sakit Jiwa (psikiater). Namun larinya malah ke dukun atau paranormal. Inilah yang menjadi masalah di Indonesia. Padahal dukun dan paranormal itu sudah saya bahas di video saya sebelumnya. Banyak dukun dan paranormal itu yang awalnya adalah orang sakit jiwa.

Disini saya ingin menggaris bawahi bahwa jika anda berkonsultasi dengan orang yang tidak tepat, maka anda juga tidak akan mendapatkan jawaban yang tepat pula. Jika anda ingin pintar di mata pelajaran biologi, jangan konsultasi dengan orang yang pintar matematika. Jawabannya tidak akan nyambung. Anda harus berkonsultasi dengan orang yang tepat.  Saya sarankan, anda berkonsultasi di Rumah Sakit Jiwa atau psikiater. Di kota-kota besar di Indonesia sudah ada. Silahkan anda search, ketik saja di Google, maka disitu anda akan menemukan seorang psikiater yang cocok untuk anda.

 

3. Mengalami penurunan daya ingat

Yang ketiga, mengalami penurunan daya ingat. Sudah mulai gampang pelupa. Padahal, usia anda masih muda. Taruh kunci baru sebentar, kemudian lupa. Kalau yang seperti itu masih wajar. Tetapi kalau setiap hari anda menaruh kunci di tempat yang berbeda, anda pasti lupa terus. Jika anda menaruh kunci di tempat yang sama, niscaya anda akan selalu ingat. Jadi, kalau bisa anda harus menaruh barang di tempat yang sama. Namun jika anda setiap hari menaruh barang yang sama di tempat yang berbeda, pastinya anda akan lupa terus.

Anda mungkin mengatakan, “Wah, berarti saya terkena sakit jiwa ringan, dong? Setiap hari kok pelupa”.  Tidak juga. Contohnya, anda parkir mobil di mall. Namanya parkir mobil di mall, pasti lantainya berbeda terus. Terkadang hari ini di lantai 4, sebelumnya di lantai 5, atau di lantai 3 jika anda naik mobil. Jika anda naik motor, ‘kan ada banyak sekali. Jadi lupa ditaruh dimana. Kali ini mungkin anda lupa. “Tadi saya parkir dimana ya?”. Bukan yang seperti itu.

Tetapi penurunan daya ingat itu dalam artian anda benar-benar mulai menjadi “pelupa”. Anda mulai sulit untuk mengingat sesuatu. Terutama memori-memori jangka pendek. Contohnya, anda baru selesai makan. “Eh, tadi saya sudah makan ya? Kok saya lupa?”. Kalau memori jangka panjang, anda mungkin masih ingat. Contoh memori jangka panjang itu misalnya saya mengingat peristiwa ketika saya SD, SMP, dan SMA. Saya mungkin masih ingat. Tetapi jika peristiwa yang baru-baru saja terjadi namun anda sudah mulai lupa, maka ini adalah ciri-ciri ‘sakit jiwa ringan’. Maka anda harus berhati-hati.

 

4.Tidak mementingkan kebersihan diri

Yang keempat, tidak mementingkan kebersihan diri. Sudah mulai acuh tak acuh. Anda mulai berpakaian seadanya. Berpakaian seadanya itu boleh, yang penting bersih dan rapi. Masalahnya, ia tidak mementingkan kebersihan diri. Contoh, anda sudah tidak mandi satu minggu. Rambut acak-acakan. Rambut sudah mulai panjang dan tidak terurus. Dan (mohon maaf), jarang sikat gigi. Lalu (mohon maaf), pakaian dalam sudah tidak pernah diganti. Pakaian luar saja tidak diganti, apalagi pakaian dalam? Atau jangan-jangan, anda tidak pakai pakaian dalam?

Hal ini sudah mulai menunjukkan gejala sakit jiwa ringan. Yaitu orang yang punya asumsi negatif terhadap diri sendiri. Maka anda harus berhati-hati, ini ciri-cirinya. Jika anda punya teman-teman seperti ini, sarankan untuk menonton video ini. Jangan-jangan setelah menonton video ini, dia tetap tidak sadar. Tetapi kalau anda punya teman dengan ciri khas seperti ini, arahkan dia ke ha-hal yang positif.

 

5. Mengalami delusi dan halusinasi

Yang kelima, mengalami delusi dan halusinasi. Jadi, dia sudah mulai kelihatan barang-barang yang tidak jelas. Contohnya dia berkata, “Eh, tadi saya bertemu bintang film loh..!”. Dia ngobrol di pinggir jalan. “Ini lho bintang filmnya..”. Dia mulai bercerita tentang tokoh idolanya. Temannya pun kaget, “Dimana?”. Ternyata dia ngobrol dan melihat bintang idolanya di televisi atau di layar android. “Tadi saya diajak bicara lho sama beliau..!”.

Inilah yang namanya delusi. Delusi dan halusinansi itu adalah dua hal yang berbeda. Halusinasi itu artinya dia bisa berpikir sesuatu yang tidak tampak, tetapi bisa terlihat olehnya. Orang-orang seperti ini di Indonesia berkeliaran dengan sangat banyak. Celakanya di Indonesia, mereka itu dianggap “orang pintar” atau “orang hebat”. NO! It’s a mental illness people! Itu adalah orang-orang yang sudah mulai mengalami ‘gangguan kejiwaan’. Anda harus sadar akan hal itu. Orang Indonesia itu sensitif kalau berbicara masalah seperti ini.

Kemudian marah tanpa sebab, tertawa sendiri, perubahan mood, bergerak tanpa tujuan, dan khawatir berlebihan. Ini adalah ciri-ciri orang yang sudah mengalami delusi dan halusinasi.

 

6. Mengkonsumsi obat-obatan dan alkohol dalam jumlah yang tidak wajar

Dan ciri-ciri yang keenam adalah mengkonsumsi obat-obatan dan alkohol dalam jumlah yang tidak wajar. Dia mulai suka menjadi pemabuk. Kemudian juga mulai mengkonsumsi obat-obatan yang tidak seharusnya dikonsumsi/yang seharusnya dengan resep dokter. Contohnya, kita juga banyak perhatikan banyak sekali tokoh-tokoh selebritis di Indonesia yang pada malam hari sering tidak bisa tidur. Hidupnya tidak tenang. Mereka sudah mulai mengkonsumsi obat penenang. Obat tidur yang dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Obat itu tergolong obat-obatan narkoba dan psikotropika. Dan obat itu seringkali disalahgunakan. Mengapa? Karena hidupnya tidak tenang.

Jika anda ingin tenang, saya sudah membahasnya di video saya sebelumnya : “5B”. Banyaklah Bersyukur, banyaklah Beramal, banyaklah Berdoa. Sebetulnya itu adalah obat penenang yang paling baik. Bukan dengan anda mengkonsumsi obat-obatan itu. Anda memang merasa tidur enak. Tetapi ketika bangun, badan anda capek semua & lemas semua. Bukankah akan lebih baik jika anda memakai ‘solusi’ yang akan saya bahas di vodeo-video berikutnya. Jika ciri khas anda seperti ini di dalam batas yang tidak wajar, maka artinya anda sudah mulai mengalami gangguan ‘sakit jiwa ringan’.

Semoga sahabat entrepreneur yang menonton ini, bagi anda yang sedang mengalami kejatuhan bisnis, sedang mengalami masalah dalam rumah tangga, sedang mengalami masalah stress di perkuliahan, setelah anda menonton video ini, mungkin bisa membantu anda supaya anda tidak mengalami ‘gangguan sakit jiwa’ yang berlebihan.

Bila anda menyukai video seperti ini jangan lupa berikan like, berikan komentar positif anda di bawah, dan jangan lupa subscribe. Dan nyalakan notifikasinya. Serta ada 2 video lainnya disini, silahkan anda tonton.

Sukses untuk anda, selalu salam hebat luar biasa..!!

 

Topik kali ini akan membahas sedikit tentang orang yang ‘sakit jiwa’.

Topik kali ini akan membahas sedikit tentang orang yang ‘sakit jiwa’.

Topik kali ini akan membahas sedikit tentang orang yang ‘sakit jiwa’. Topik saya kali ini adalah “6 Ciri – Ciri Anda Mengalami Sakit Jiwa Ringan”. Apa sajakah ciri-cirinya?

Leave a Reply