Cara Keluar dari CIRCLE TOXIC

0
118

SB30 – Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa! Jumpa lagi pada kesempatan kali ini. Disini saya akan memberikan sebuah solusi terkait bagaimana cara keluar dari circle yang toxic. Tentunya, supaya anda bisa keluar dari jeratan teman-teman anda yang toxic itu.

Jadi, apa saja circle yang toxic tersebut?

Sadar atau tidak, tentunya yang paling mempengaruhi kita itu adalah lingkungan.

Saya sudah pernah membahas tentang hal ini di buku saya Success Before 30, tepatnya di halaman  91 tentang komunitas. Tidak bisa kita pungkiri bahwa komunitas atau lingkungan itu sangat menentukan arah masa depan kita.

Bayangkan jika kita memiliki 5 teman. Setiap hari mereka semua itu isinya cuma mengeluh dan menggerutu. Bahkan merasa bahwa hidup ini sulit. Kita yang polos dan gak tahu apa-apa ini jika berkumpul dengan mereka, lama-lama pasti akan menjadi seperti mereka juga.

Suka atau tidak suka, kita pasti akan menjadi seperti 5 teman terdekat kita itu tadi. Itulah sebabnya, lebih baik kita pindah dan ganti teman, daripada kita menjadi seperti mereka. Jadi, caranya seperti itu. Namun pasti ada beberapa dari anda yang akan berkata :

“Jangan gitu lah, namanya gak setia kawan..”

Padahal, anda sendiri justru mencari teman ketika butuh saja. Anda mungkin baru mencari teman anda pas lagi enaknya saja. Teman-teman kita pasti akan berbicara seperti itu.

Padahal, sebetulnya kita harus sadar bahwa jika anda ingin sukses, maka anda itu perlu memilih teman. Karir saja harus dipilih. Masa depan saja harus dipilih, apalagi teman?

Orang sukses itu tahu bagaimana dia harus dare to say no. Yaitu bagaimana cara untuk berkata tidak.

Jadi cara yang pertama adalah mulai membangun komunikasi.

Ajak circle anda untuk berdiskusi, memberikan evaluasi atau saran terkait apa yang harus anda lakukan agar circle anda menjadi lebih baik. Akan tetapi jika circle atau lingkungan itu ternyata tetap tidak bisa diajak bertukar pikiran, maka itu artinya anda salah circle. Anda salah menentukan 5 teman terbaik anda.

Apabila masih ada 1-2 orang yang bisa diajak bertukar pikiran, maka anda bisa mengajak meeka untuk maju bersama. Namun jika tidak bisa, maka terpaksa anda harus berjuang seorang diri. Saya tahu ini memang berat dan tidak mudah karena tidak ada dukungan. Tetapi tidak ada cara lain ataupun pilihan lain, kecuali anda memutuskan sendiri bagaimana masa depan anda. Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa komunitas itu sangat penting.

Jika diibaratkan seekor ikan yang sakit di dalam aquarium, maka yang diobati bukanlah ikannya. Namun gantilah airnya. Saya juga selalu mengatakan terkait auto networking with upperclass people. Yakni bagaimana cara agar kita bisa networking dengan orang-orang yang levelnya berada di atas kita. Bagaimana kita bisa membangun circle dengan orang yang status sosialnya berada di atas kita.

Kalau di Instagram, ibaratkan bagaimana cara kita bisa berteman dengan akun centang biru. Karena para akun centang biru itu pasti bertemannya juga dengan para centang biru. Tidak mungkin mereka mau berteman dengan orang yang biasa-biasa saja. Bukan berarti mereka sombong atau apa, namun itu adalah pilihan. Jadi, anda tidak berhak memberi label mereka orang sombong. Karena mereka bisa mendapatkan centang biru itu juga melalui proses yang tidak mudah.

Selain itu, ada pula cara membuat orang lain menyukai anda dalam waktu kurang dari 1 menit. Pembahasan ini ada di halaman 94. Tips-tipsnya secara lengkap ada semua di buku ini.

Kemudian yang kedua adalah mencari circle baru.

Tips-tips untuk membangun komunitas juga sudah saya bahas semuanya di buku Success Before 30. Biasanya, circle toxic itu diisi oleh orang-orang yang toxic juga. Jadi, lebih baik anda mencari circle baru dan jaga jarak dengan circle yang toxic. Pasalnya, circle yang toxic itu melelahkan mental kita. Membuat kita capek dan lelah.

Misalkan kita baru saja baikan, besoknya pasti ribut lagi. Intinya, tiap hari pasti ada aja masalahnya. Sepertinya, memang ada yang salah dengan cara berpikir mereka. Seperti itulah yang namanya circle toxic.

Kemudian yang ketiga adalah mengikuti aturan.

Misalkan circle tersebut adalah keluarga anda sendiri, maka anda tak perlu marah-marah. Cukup ikuti saja aturannya untuk menghargai anggota keluarga anda yang lain. Namun jika bisa, bicarakan baik-baik terkait apa yang membuat anda merasa tidak cocok dari circle keluarga tersebut dan mencari jalan keluar bersama-sama.

Di sisi lain, kita juga perlu teman atau orang lain di luar circle keluarga kita yang bisa membantu kita keluar dari posisi tersebut. Saya tahu, bahwa memang tidak tertutup kemungkinan bahwa circle toxic itu justru dari keluarga kita sendiri atau pun orang terdekat. Yang mana cara berpikirnya tidak sama dengan anda. Ketika anda ingin maju, keluarga anda justru menahan anda. Oleh sebab itu jika anda ingin maju, maka tidak ada pilihan lain kecuali anda keluar dari circle tersebut dan berani berkata tidak.

Saya dulu juga memiliki 5 teman baik, namun saya terpaksa harus meninggalkan mereka demi membangun masa depan. Jadi, tidak ada pilihan lain kecuali kita harus memutuskan sendiri demi masa depan anda. Maka saya yakin, anda pasti mampu terlepas dari circle toxic yang menjerat anda.

Sahabat entrepreneur, demikian sharing saya kali ini. Semoga anda mendapatkan circle baru yang anda inginkan dan hidup anda akan lebih maju. Untuk lebih lengkapnya, anda bisa baca di buku saya ‘Success Before 30’.

Semoga video kali bermanfaat. Sukses selalu, dan salam hebat luar biasa!!

 

Mau Dapat Update Exclusive dari SuccessBefore30 Lainnya di Email Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here