Kenapa Gajiku Tidak Pernah Cukup?

0
2

<iframe width=”560″ height=”315″ src=”https://www.youtube.com/embed/3Lurldyhvio” frameborder=”0″ allow=”accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture” allowfullscreen></iframe>

Klik disini untuk melihat videonya

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..!! Pada edisi kali ini, saya akan membahas hal yang paling sering ditanyakan selama 20 tahun lebih saya mengajar. Banyak murid-murid saya yang bertanya  : “Pak, kenapa gajiku tidak pernah cukup? Berapapun gaji saya, saya selalu merasa tidak cukup”.

Sahabat entrepreneur, anda harus tahu bahwa yang namanya siklus gaji dan kebutuhan itu selalu anda. Dari tahun ke tahun, semakin lama pasti kebutuhan anda semakin meningkat. Anda mungkin baru berkeluarga, sehingga kebutuhan anda belum begitu banyak. Mungkin suami bekerja, istrinya tidak bekerja. Tetapi ketika istri anda hamil, maka kebutuhan anda sudah mulai meningkat. ketika kebutuhan anda meningkat, gaji yang kemarin itu tidak mencukupi lagi.

Kemudian ketika anak pertama lahir, kebutuhan anda lebih meningkat lagi. Kemudian setelah anak pertama, ganti anak kedua lahir. Itulah sebabnya gaji anda tidak pernah cukup dengan angka kebutuhan. Jadi ketika kebutuhan anda terus meningkat, gaji anda selalu ‘balapan’ dengan kebutuhan anda.

Sahabat entrepreneur, tentu saja gaji anda tidak pernah cukup. Terlebih lagi di Indonesia ini ada sebuah pedoman atau mindset dimana ‘banyak anak, banyak rezeki’. Ini adalah satu doktrin yang sangat kuat. Saya tidak mengatakan hal ini salah jika penghasilan anda bisa memenuhi kebutuhannya. Tidak masalah. Tetapi anda harus tahu, bahwa banyak anak itu artinya banayk pula kebutuhannya. Jadi, anda harus pikirkan juga hal itu. Kalau saya, saya lebih suka kata-kata ‘banyak jaringan, banyak rezeki’.

Network is your net worth.

Jaringan atau pertemanan anda menentukan net income anda. Jadi, bukan ‘banyak anak, banyak rezeki’. Melainkan ‘banyak relasi, banyak rezeki’. Tetapi bukan berarti saya tidak setuju dengan itu. Saya juga punya anak, dua anak sudah cukup. Saya ikut program KB. Tetapi tidak maslaah jika anda punya anak lebih dari dua, it’s okay. Tetapi kalau saya pribadi, saya lebih suka kata-kata ‘banyak relasi, banyak rezeki’. Jika relasi anda itu-itu saja, maka rezeki anda juga itu-itu saja.

Jadi, kali ini saya akan memberikan anda solusi apabila gaji anda tidak cukup. Salah satunya adalah karena pasangan anda tidak bekerja. Anda beruntung karena di zaman sekarang ini mudah sekali mendapatkan pekerjaan. Misalkan suami bekerja menjadi Go-Jek, istrinya bisa bekerja menggunakan Go-Food. Istrinya bisa membuka kateringan di rumah dengan menggunakan aplikasi Go-Food untuk menambah penghasilan. Otomatis, kebutuhan anda bisa dicover dengan penghasilan tambahan tersebut. Karena income’nya didapat dari dua orang.

Misalkan ada uang lebih, anda bisa menabung.

Misalkan anda memiliki kebun atau sawah di desa, anda bisa bercocok tanam untuk tambahan penghasilan. Mungkin anak anda bisa diasuh orang tua anda. Apalagi hidup di desa kebutuhannya tidak begitu banyak karena anda bisa makan dari hasil kebun dan sawah. Apabila anda bekerja di kota, mungkin anak anda bisa diasuh orang tua anda di desa. Saya percaya, dengan begini income anda akan cukup. Tetapi masalahnya, istri tidak bekerja, suami single income, bahkan sekeluarga tinggal di kota semua. Itulah sebabnya berapapun gaji anda, tidak akan pernah cukup.

Oleh sebab itu, saya beri anda saran. Jika anda punya uang lebih, jangan berfoya-foya. Lebih baik anda tabung, anda belikan sawah, kebun, atau hewan ternak. Jika anda beternak ayam, telurnya bisa anda jual. Apabila anda punya uang lebih, anda bisa investasikan lagi di kebun. Putarlah keuangan anda, niscaya income anda akan cukup. Jika anda tidak berpikir seperti itu, sampai kapanpun income anda tidak akan pernah cukup.

Anda sebagai istri juga harus memutar otak, bagaimana caranya agar penghasilan suami bisa menutup kebutuhan rumah tangga. Itulah yang paling penting, karena suami anda sudah bekerja seharian. Jika suami anda seorang supir, dia pergi bekerja dari pagi hingga malam. Kalau masih kuat, mungkin dia merangkap bekerja sebagai Go-Jek.

Jika anda punya keterampilan khusus misalkan bermain piano, mungkin anda bisa membuka les privat piano. Jika anda bisa bela diri, mungkin anda bisa membuka les bela diri. Intinya, lakukan pekerjaan apa saja yang halal, niscaya income anda akan cukup. Jika anda sama-sama bekerja keras, istri anda kreatif, niscaya income anda akan cukup.

Jadi, sebenarnya tidak pernah anda kata tidak cukup. Kecuali yang anda beli itu bukan ‘kebutuhan’, melainkan ‘keinginan’.

Disini masalahnya. Karena ‘kebutuhan’ dengan ‘keinginan’ itu berbeda. Anda butuh HP, tetapi anda inginnya Iphone X. Ini berbeda. Padahal anda hanya butuh HP, tetapi anda membeli Iphone X. Itu karena keinginan. Jika anda seperti ini terus, sampai kapanpun income anda tidak akan pernah cukup. Karena anda hanya ingin memenuhi gaya hidup.

Anda butuh kasur, tetapi anda membeli yang King Koil yang harganya sampai puluhan juta.  Padahal, anda hanya butuh kasur. Intinya, yang ingin saya sampaikan adalah anda boleh saja memiliki impian. Anda boleh saja memiliki keinginan. Tetapi, sesuaikan dulu dengan income anda. Niscaya, income anda akan cukup. Terlebih lagi jika istri anda juga kreatif. Saya menyarankan bagi para istri untuk bisa turut membantu melalui bisnis rumahan seperti online shop, menjadi dropshipper, ataupun menjadi reseller. Anda juga bisa menjadi reseller buku saya ‘Badai Pasti Berlalu’.

Intinya, anda bisa menambah penghasilan dengan berbagai cara.

Murid saya juga banyak yang seorang ibu rumah tangga. Mereka membantu mengcover kebutuhan rumah tangganya. Jadi kesimpulannya, berapapun gaji anda tidak akan cukup jika anda tidak mau kreatif.

Sahabat entrepreneur, demikian video kali ini. Semoga video kali ini dapat bermanfaat. Jangan lupa klik subscribe, dan jangan lupa loncengnya diaktifkan. Salam hebat luar biasa..!!

Kenapa Gajiku Tidak Pernah Cukup?

Kenapa Gajiku Tidak Pernah Cukup?

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..!! Pada edisi kali ini, saya akan membahas hal yang paling sering ditanyakan selama 20 tahun lebih saya mengajar. Banyak murid-murid saya yang bertanya  : “Pak, kenapa gajiku tidak pernah cukup? Berapapun gaji saya, saya selalu merasa tidak cukup”. Jadi, bagaimana solusinya?

Leave a Reply