Ngaca! Mengapa Orang Sukses Tidak Mau Berteman dengan Anda?

0
1158

Ngaca! Mengapa Orang Sukses Tidak Mau Berteman dengan Anda?

Klik disini untuk melihat di YouTube

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..!! Di topik kali ini, saya akan membahas tentang sebuah topik. Banyak orang-orang di kolom comment, saya juga mempelajari status social media orang. Dari sini saya sudah bisa mencerminkan kualitas pribadi anda itu seperti apa. Jadi topik saya kali ini adalah : “Ngaca! Mengapa Orang Sukses Tidak Mau Berteman dengan Anda?”.

“Aduh Pak Chandra, kok judulnya serem amat? Judulnya kok membuat saya tertusuk-tusuk? Pak Chandra ini melakukan penistaan pada orang-orang yang mungkin merasa tidak sukses! Sahabat entrepreneur, sebetulnya tidak ada satupun yang menghakimi anda. Namun hanya diri anda sendiri yang merasa begitu. Sehingga dengan judul tersebut mungkin anda merasa tertusuk. Padahal tidak ada yang menusuk anda.

Mengapa saya membuat judul seperti ini? Karena banyak sekali orang yang ingin sukses. Kalau anda bertanya pada tukang sapu di pinggir jalan, “Pak, bapak ingin sukses?”. Apa jawabannya? “saya mau”. Anda tanya gelandangan di pinggir jalan. “Dek, kamu ingin sukses?”. “saya mau”. Anda tanya karyawan, misalkan office boy atau security, “bapak ingin sukses?”. Siapa yang gak ingin sukses? Karena sukses itu naluri. Sukses itu adalah hak asasi setiap manusia.

Menjadi sukses itu adalah hak anda

Tetapi pertanyaannya : Mengapa orang sukses tidak mau berteman dengan anda? Apalagi berteman melalui social media. Disini saya research, setidaknya ada 3 alasan mengapa orang sukses tidak mau, bahkan menerima pertemanan anda pun tidak mau.

Yang pertama ini saya ambil dari salah satu social media yang paling besar, yaitu Facebook. Saya ambil dari profilnya. Jadi, bagaimana sistem pertemanan facebook di social media yang bisa kita lihat.

 

1. Foto profil (Profile picture)

Yang pertama foto (profile picture). Sekarang begini. Anda ingin punya karir yang lebih baik. Ingin punya pekerjaan yang lebih baik. Bahkan mentor orang sukses. ingin diterima di perusahaan yang lebih baik. Singkat kata, ingin punya gaji yang lebih besar. Anda tahu? Zaman sekarang jika orang menganalisa calon karyawan atau calon partner, atau calon apapun yang bisa memberikan dampak kehidupan lebih baik kepada anda, maka nomor satu yang dianalisa itu apa? Jelas foto profil anda di social media.

Jika di foto profil anda saja terlihat memegang rokok, buka baju, rambutnya gondrong, pakai jeans berlobang-lobang lalu jongkok di pinggir jalan sambil melihat langit, kira-kira seperti apa penilaian calon orang yang mau menerima anda sebagai calon karyawan atau calon perusahaan? Apa persepsi mereka? Jika persepsi anda melihat foto anda seperti itu, kira-kira anda sebagai perusahaan mau tidak menerima orang seperti itu? Saya kira, jelas anda bisa menjawab sendiri.

Artinya apa?

Ketika anda memasang foto yang tidak meyakinkan sebagai calon karyawan yang lebih baik atau calon perusahaan yang lebih baik, maka otomatis dilihat dari foto anda saja sudah kelihatan. Seperti apabila anda mau melamar pekerjaan. Anda membawa surat lamaran. Anda harus menampilkan foto yang paling bagus. Tidak boleh foto hitam putih, itu sudah basic. Foto itu harus berwarna, pakai jas yang rapi. Sepertinya itu sudah Standard Operating Procedure jika anda mau melamar pekerjaan di sebuah perusahaan.

Tetapi kalau prinsip sesederhana itu saja anda tidak mau, jangankan orang mau menerima anda sebagai karyawan. Berteman saja orang tidak mau. ‘Jangan-jangan dia preman? Ngapain berteman dengan preman?’ Siapa yang mau berteman dengan preman? Sekalipun anda seorang preman, jika anda mau mengubah nasib, bisa saja. Banyak murid-murid saya yang dulunya mantan preman dan hari ini nasibnya berubah.

Ini hanya masalah mindset.

Masalah lingkungan. Banyak yang bisa berubah. Siapa bilang saya tidak punya murid mantan preman? Banyak. Saya juga punya banyak murid mantan buruh pabrik, TKI/TKW. Banyak. Dan menurut saya, itu bukan pekerjaan yang hina.

Mungkin anda hari ini merasa bahwa, “Pak, pekerjaan saya ini hanya buruh kasar. Pekerjaan saya ini low class. Tetapi, apakah saya bisa mengubah nasib? Ya, saya tegaskan, anda bisa mengubah nasib. Tetapi nomor satu, ubah dahulu foto profil anda. Siapa yang mau berteman dengan anda? Serem deh!

Misalnya seperti ini. Suatu malam, jam 2 pagi pintu rumah anda diketuk orang. “Permisii..”. Ketika anda buka jendela, orangnya berambut gondrong, memegang rokok. Kemudian, bajunya tidak rapi dan gelap. Lalu kumisnya tebal, dan celana jeansnya berlobang-lobang. Lalu bajunya bertuliskan, “Saya ini anak orang baik-baik”. Contohnya begitu. Ada tulisan seperti ini. Lau, apa persepsi anda? Jam 2 pagi ada orang seperti itu. Saya yakin, saya pernah survei di seminar-seminar saya, 99% orang menjawab “preman”. Berani bukakan pintu? “Gak berani”. Padahal ternyata, orang itu adalah seorang polisi yang sedang menyamar. Tetapi 1% pun tidak ada yang berani membukakan dia pintu.

Dia hanya bilang, “Pintu anda belum terkunci. Tolong gemboknya dikunci karena akhir-akhir ini kalau malam rawan. Sehingga mungkin rumah ini bisa dibobol maling dan sebagainya”. Tetapi polisi itu berpenampilan layaknya preman. Namun anda bisa langsung dengan tegas mengatakan bahwa polisi itu preman. Padahal anda tidak tahu kalau dia adalah polisi yang sedang menyamar.

Sama juga, sahabat entrepreneur.

Ternyata, bungkusan kulit itulah yang selalu dilihat orang.

Sama seperti jika anda mau membeli snack di supermarket. Yang membuat snack itu terasa enak itu apa? Kemasannya. Padahal belum tentu rasanya enak. Tetapi jika dikemas dengan baik, dalam prinsip marketing mix, 4P. Salah satu P’nya adalah Packaging. Jika anda bisa mengemas dengan baik, otomatis makanan yang tidak enak pun terasa enak, padahal mungkin rasanya tidak enak, tetapi jadi enak karena dikemas dengan kemasan menarik.

what is your packaging?

Your packaging, salah satunya adalah foto profil anda. Jadi kalau anda hari ini ingin berteman dengan orang yang sukses, ubah dulu packaging foto profil anda. Itu yang pertama.

 

2. Tentang (About)

Yang kedua, kalau di facebook itu ada tulisan tentang (about). Info. Work at, bekerja dimana. Jika tulisan anda seperti ini : PT. MENCARI CINTA SEJATI. Atau ada juga bekerja di PT. AKU SAYANG KAMU. Atau bekerja di PT. CINTA ABADI. Ada juga yang bekerja di PT. SIANG MALAM MENCARI CINTA. Atau PT. BANGKRUT BERSAMA.

Sekarang begini. Kira-kira jika anda melamar pekerjaan, maukah perusahaan tersebut menerima anda jika latar belakang pekerjaan anda seperti itu? Berarti dari sini sudah ketahuan bahwa anda adalah manusia tergalau di dunia. Dan ini jumlahnya sangat besar. Dan anda tidak diblok facebook saja sudah untung. Mengapa? Karena disini mencerminkan bahwa anda adalah orang yang berkomunitas dengan komunitas orang yang sakit hati, jomblo abadi, dan anda adalah orang-orang yang sepertinya pengemis cinta. Sepertinya tidak ada yang mau menikah dengan anda. Dan saya berani mengatakan, “Kok murah banget sih diri kamu? Berarti anda bisa dicap orang yang murahan dong? Pertanyaan saya, perusahaan mana yang mau mempekerjakan orang yang murahan?”. Orang sukses mana yang mau berteman dengan orang murahan?

“Wah, Pak Chandra  menghina ya?”. Tidak. This is your mindset problem. Saya tidak menghina siapa-siapa. Saya hanya kasihan dengan mindset anda. Because you have a poor mindset. anda mempunyai mindset yang sangat miskin. Mindset yang sangat patut dikasihani. Seolah-olah anda manusia yang paling tidak laku di muka bumi ini. Jika anda ingin laku, jika anda ingin mendapatkan pasangan sejati, ingin mendapatkan partner sejati, ingin mendapatkan mentor sejati, ingin mendapatkan teman yang sukses bersama anda, maka kembali lagi pada kemasan anda. Anda tidak perlu berpura-pura bekerja di PT-PT yang tidak jelas.

Jadilah apa adanya.

Jika belum bekerja, tulis saja belum bekerja. Atau anda punya former atau mantan. Dulu mungkin anda pernah bekerja disini. Jujur saja. Social media itu lebih jujur lebih baik. Tidak perlu pasang foto artis. Waktu diajak ketemuan ternyata ‘Masya Allah..’. Ngapain? Jujur saja! Jadi lebih baik ketika anda memasang foto, maka pasang foto asli anda. Jadi ketika bertemu tidak kaget. “Waktu di foto kok langsing banget, tapi waktu ketemu, ya ampun.. Bodinya kok kemana-mana?”. Contohnya begitu. Jadi anda harus jujur. Semakin jujur maka semakin baik. Hal itu menunjukkan cerminan kualitas pribadi anda.

 

3. Status (What’s on your mind)

Yang ketiga, yaitu status (What’s on your mind?). Itu kalau di Facebook bahasa Inggris. Kalau di Indonesia, ‘Apa yang anda pikirkan?’. Status anda adalah cerminan anda. Karena social media itu isinya portofolio atau cerminan pribadi seseorang.

Ketika saya menganalisis calon murid, saya lihat dulu status Facebooknya. Kalau statussocial media’nya isinya galau semua, isinya postingan berita hoax semua, isinya berita politik semua, maka anda mau ngemis-ngemis pun tidak akan saya terima menjadi murid saya. Mengapa? Karena itu bermakna bahwa jiwanya rapuh. Share berita-berita yang tidak jelas.

Tetapi kalau status anda isinya adalah hal positif, kata-kata yang membangun, tidak mudah termakan rayuan berita hoax, kemudian anda memberikan status yang berkualitas, berita-berita yang berkualitas, maka anda layak dipertimbangkan. Belum pasti diterima menjadi murid, tetapi layak dipertimbangkan menjadi murid. Mengapa? Karena itu adalah cerminan pribadi anda yang kuat. Cerminan pribadi anda yang tangguh. Karena apa?

Sekali lagi saya katakan, social media adalah portofolio.

Jika anda ingin diterima di perusahaan yang baik, bahkan zaman sekarang, sahabat entrepreneur, perusahaan-perusahaan besar bukan lagi melihat dari riwayat pekerjaan, bukan lagi melihat dari riwayat pendidikan. Itu sudah nomor ke-sekian. Yang diperiksa adalah status social media anda. Apakah anda layak diterima atau tidak? Karena apa? Perusahaan itu juga mencari karyawan yang tepat. Perusahaan itu juga mencari karyawan yang bagus. Ia melihat karyawan yang tepat dan bagus itu dari mana? Dari memverifikasi social media anda.

Jadi nomor satu adalah foto profil, yang kedua about/tentang, dan yang ketiga adalah status medsos anda. Jadi sahabat entrepreneur, sekian sharing saya kali ini. Coba anda ngaca, mengapa orang sukses tidak mau berteman dengan anda? Karena portofolio social media anda. Semoga dengan anda menonton ini, anda akan semakin sadar bahwa jika anda mau mendapatkan karir yang lebih baik dan hidup lebih sehat, caranya sederhana kok. Channel apa yang anda follow? Channel apa yang anda tonton? Status orang lain seperti apa yang anda baca?

Itulah yang akan menentukan kualitas anda kelak.

Jika kualitas anda kelak semain baik, maka itu bermakna simple. Apa yang masuk, menentukan apa yang keluar. Jika yang masuk sampah semua, jelas yang keluar adalah status sampah semua. Jika yang masuk status hoax semua, jelas yang keluar adalah status hoax semua. Tetapi kalau yang anda baca status ‘vitamin yang bergizi & nutrisi yang baik’, jelas yang anda tulis juga bagus.

Semoga dengan anda menonton channel ini pribadi anda akan semakin tangguh, semakin kuat, dan tentunya anda bisa mengubah nasib anda mulai dari sekarang. Jangan lupa like dan comment yang positif, jangan lupa subscribe, serta ada 2 video disini, silahkan anda tonton untuk menambah wawasan dan mengubah mindset anda. Salam hebat luar biasa..!!

Mengapa orang sukses tidak mau berteman dengan anda?

Mengapa orang sukses tidak mau berteman dengan anda?

Siapa yang gak ingin sukses? Sukses itu adalah hak asasi setiap manusia. Menjadi sukses itu adalah hak anda. Tetapi pertanyaannya : Mengapa orang sukses tidak mau berteman dengan anda? Bahkan sekedar berteman melalui social media saja tidak mau. Disini saya research, setidaknya ada 3 alasan mengapa orang sukses tidak mau berteman dengan anda.Jadi topik saya kali ini adalah : “Ngaca! Mengapa Orang Sukses Tidak Mau Berteman dengan Anda?”.