Orang – Orang INTROVERT yang Hebat Luar Biasa! ( Feat Yudist Ardhana )

0
9

Orang – Orang INTROVERT yang Hebat Luar Biasa! ( Feat Yudist Ardhana )

Klik disini untuk melihat di YouTube

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..!! Kali ini, saya kedatangan seorang tamu yang istimewa. Bagi anda yang sudah kenal wajahnya, siapakah beliau? Yaitu bro Yudist Ardhana. Beliau adalah orang yang sangat luar biasa. Kali ini, saya akan mewawancarai beliau. Mungkin bagi anda yang sudah mengetahui channel beliau, pasti sebagian besar dari anda mengenal beliau sebagai seseorang yang anda tonton di channel’nya. Yaitu seorang pesulap, seorang pranker, social experiment dan sebagainya. Tetapi kali ini, tidak banyak yang mengetahui sisi pribadi kehidupan beliau.

Di sesi kali ini, saya akan mengajak anda semua untuk melihat :

apa sih yang membuat Yudist Ardhana ini bisa sukses mencapai Gold Play Button?

C : “Baik, selamat pagi.. Seneng banget kita bisa bertemu disini. Kita sudah bertemu di acara YouTube FanFest ya di Surabaya.. Jadi, pada kesempatan kali ini beliau juga merupakan salah satu yang akan perform di YouTube FanFest Surabaya. Dan kebetulan saya yang pertama, lalu beliau sesi kedua.

Jadi pada kesempatan kali ini, ada kesempatan kita bisa berkenalan. Saya suka Bali. Karena beliau dari Bali. Saya seneng banget di Bali karena di Bali itu katanya ‘banyak liburnya’. Dan kali ini, sebetulnya banyak permintaan di kolom comment untuk saya membahas tentang introvert. Yaitu orang yang pendiam, penyendiri, tapi kok bisa berhasil?

Jadi pada kesempatan kali ini, saya ingin banyak bertanya dengan bro Yudist tentang mengapa orang yang introvert itu akhirnya juga bisa menjadi seorang influencer yang hebat? Bahkan beliau baru-baru ini meraih Gold Play Button. 1 juta subscribers. Tepuk tangan.. Mantap sekali, hebat..! Kita ingin tanya-tanya pada beliau. Yang pertama, boleh diceritakan sedikit? Waktu kecilnya itu sekolah dimana? Singkat saja, SD, SMA sampai kuliahnya saja.”

Y : “Oke. Terima kasih ya bapak, karena sudah diundang di channel bapak. Jadi kalau dibilang saya ini sudah sukses, sebenarnya belum sih, pak. Tapi kalo Gold Play Button, memang sudah dapat kemaren. Kalau ditanya untuk sharing, boleh aku cerita sedikit. Jadi waktu sekolah SD, SMP, SMA itu di Denpasar. Masih biasa aja.

Kemudian, saya coba merantau karena ingin lebih bisa tahu dunia, kasarannya.

Saya meninggalkan Bali, pulau tercinta. Lalu saya pindah ke Jakarta. Tapi tepatnya itu di Tangerang, bukan Jakarta. Saya kuliah di UPH Karawaci. Saya sarjana disana, S1 DKV. Desain Komunikasi Visual. Jadi sebenarnya itu kayak advertising/iklan, dan sebagainya. Kemudian setelah lulus, tahun 2011 saya pulang ke Denpasar. Disana saya sambil kerja, sambil bantu orang tua, hampir setahunan. Saya pikir-pikir, ‘Wah, rasanya belum nyaman’. Akhirnya saya kuliah lagi di Denpasar.”

C : “Kuliah lagi? Doyan sekolah dia rupanya ya..”

Y : “Cuman, saya gak nyambung dengan kuliah saya yang sebelumnya. Saya ambil kuliah yang lain lagi, jurusannya berbeda. Kali ini di Denpasar, ambil SH, Sarjana Hukum.”

C : “Kok sampai mau kuliah lagi itu kenapa?”

Y : “Karena memang dulunya saya belum berniat kerja, pada saat itu. Kemudian saya coba kuliah.”

C : “Masih seneng dengan dunia pendidikan ya..”

Y : “Di tahun pertama, ‘Aduh, saya kok belum terbiasa kerja ya..’. lalu ada peluang sekolah lagi, saya coba ambil. Waktu itu yang saya ambil jurusannya hukum. Karena saya mikir, kita ini ada di Indonesia. Ini adalah negara hukum. Jadi semua yang kita lakukan, ada undang-undangnya. Supaya kita gak salah langkah ke depannya, paling tidak harus tahu aturan mainnya. Jadi, saya ambil jurusan hukum. Sekarang saya tidak berprofesi di bidang hukum.

Saya gak jadi pengacara, gak jadi notaris, tetapi jadi YouTuber.

Jadi, 2 gelar sarjananya gak kepake. Tetapi saya jadi tahu aturan di Indonesia ini. Saya kuliah lagi di tahun 2012. 4 tahun. Sorry, kuliahnya tahun 2011, lalu 4 tahun kemudian lulus. Dapat SH lagi. Jadi saya dapat 2 gelar sarjana. Setelah itu, saya justru langsung banting setir jadi seorang performer, saya jadi magician.”

C : “Jadi seorang pesulap ya..”

Y : “Ya. Jadi, di tahun 2014 saya mulai bekerja menjadi seorang magician secara profesional. Jadi dibayar untuk tampil 2 tahun, sampai tahun 2016. Saya melihat opportunity di YouTube. Akhirnya saya menjadi seorang content creator.”

C : “Menjadi content creator. Luar biasa.. Jadi begini ya, untuk adik-adik yang menonton channel ini. Jika anda sering bertanya masalah galau, ‘Pak, saya ini mau kuliah apa? Nanti kalau pekerjaan saya gak ada hubungannya dengan kuliah saya gimana?’ Anda tidak sendirian. You are not alone. Ini adalah salah satu contohnya, bro Yudist Ardhana. Beliau adalah Sarjana Hukum, sarjana Komunikasi Visual, tetapi sekarang menjadi YouTuber.

Jadi, hidup itu memang sebuah misteri.

Daripada anda bingung-bingung menerka masa depan, lebih baik dijalani. Jadi, jalani terus hidup ini. Nanti anda akan menemukan, anda itu cocok di bidang apa. Sebagai contoh, saya pernah dengar ceritanya bro Yudist itu awalnya ketika masih kecil itu pendiam.”

Y : “Bukan pendiam, pak. Saya lebih ke susah bergaul. Tetapi sampai hari ini, sebenarnya masih seperti itu.”

C : “Susah bergaul ya.. Lalu anda juga orang yang seperti itu, nggak? Jadi artinya, kalau ketemu orang asing rasanya kikuk gitu ya? Bingung ya, saya harus ngomong apa? Jadi lebih baik diem aja.”

Y : “Lebih baik diem aja.”

C : “Lalu, apakah anda seorang introvert juga? Tidak mudah bergaul?”

Y : “Saya boleh cerita sedikit, pak? Waktu saya kecil, bahkan ekstrimnya, misalkan makan di luar. Ketika saya butuh saus tomat, saya gak berani minta ke waitress’nya. Seperti itu. Seekstrim itu. Jadi hanya untuk minta saus pun, saya gak berani. Seekstrim itu.”

C : “Sampai seekstrim itu? Gimana perasaan kamu? Malu gitu ya..”

Y : “Takut, malu, nggak berani. Berhadapan dengan banyak orang itu nggak berani.”

C : “Kamu kayak gitu, nggak? Banyak ya orang yang selalu di balik layar dunia maya. Banyak orang-orang seperti ini. Yang mana anda juga mengalami apa yang dialami oleh bro Yudist ini. Jadi akhirnya, padahal dari orang yang introvert, kok sampai berani main sulap itu ceritanya gimana?”

Y : “Justru itu. Awalnya saya cinta sulap itu karena melihat magician-magician lain yang perform. Kok sepertinya mereka itu mudah bergaul, ya? Jadi, saya coba belajar sulap. Dan saya menemukan kunci bahwa salah satu hal yang membuat kita lebih pede dan mudah bergaul adalah jika kita mempunyai skill.”

C : “Punya skill. Catat itu!”

Y : “Itu menurut saya, ya.. Kalau saya, bisa begini setelah punya skill sulap. Terserah. Mau belajar alat musik, belajar nyanyi, belajar bisnis, atau apapun. Ketika temen-temen punya skill, maka itu akan meningkatkan kepercayaan diri dengan sangat tinggi. Itu salah satunya.”

C : “Jadi kata kuncinya adalah ‘ketidakpercayaan diri’, sampai pada akhirnya ada skill untuk bisa meningkatkan kepercayaan diri.

Jadi, anda harus cari skill anda itu apa. Setiap orang mempunyai skill masing-masing. Anda gak perlu ikut-ikutan. Cari tahu. ‘Caranya mencari tahu gimana, pak?’. Yaitu tetap action, tetap bertindak, tetap melangkah setiap hari. Maka anda akan menemukan passion anda dimana. Pertama perform itu dimana?”

Y : “Ini lucu banget. Di Bali, mostly kebanyakan job magician itu berbahasa Inggris. Dan saya itu sangat tidak ahli berbahasa Inggris. Saya gak berani. Jadi setiap ada tawaran job, selalu saya tolak. Sampai suatu hari, saya itu awalnya ‘agak’ dikerjain sama seorang teman saya. Jadi dia bilang, ‘Yudist, ini ada job. Kamu mau ambil gak?. ‘Duh, bahasa Inggris lagi, ya?’. Dia bilang, ‘Nggak, ini Indonesia kok!’. Akhirnya saya bilang ’iya’. Saya iya’kan, saya datang. Sudah siap perform, ternyata semua tamunya bule.

Wah, disitu saya kelabakan. Waktu itu pertama kali di tahun 2014, dan saya sendirian. Mau gak mau, sudah di lokasi, job’nya juga sudah deal. Akhirnya saya lanjut.”

C : “Perasaannya gimana waktu itu?”

Y : “Wah, deg-degan banget! Nervous, saya tampil dengan bahasa Inggris belepotan, apa adanya. Tapi ketika selesai satu kali perform itu, maka itulah yang memacu saya bisa perform yang kedua, perform yang ketiga dan seterusnya.”

C : “Jadi, itulah langkah pertama. Tadi ‘kan saya sudah bilang. Terus melangkah. Jadi artinya dengan kondisi seperti keterbatasan bahasa dan sebagainya, akhirnya Yudist tetap bisa. Jadi ada ‘ilmu kepepet’ ini rupanya. Ada ‘ilmu kepepet’. Jadi ketika kita terdesak, anda bisa melakukan apapun yang di luar nalar dan logika anda. Seringkali kita ini dibatasi oleh nalar dan logika kita. Tapi ternyata ketika kita sudah terdesak, semua logika kita musnah. Dan akhirnya terjadilah hari ini. Luar biasa banget..

Lalu, tahun berapa awal perform di cafe-cafe?”

Y : “Perform di sulap, yang saya berani menyatakan diri saya seorang magician profesional itu di tahun 2014.”

C : “Jadi, sekitar 4 tahun yang lalu? Sebenarnya gak lama ya.. Lalu akhirnya dari sulap, kemudian kenapa kok tertarik jadi YouTuber?”

Y : “Ada 2 alasan yang waktu itu sangat berpengaruh. Yang pertama, saya dulunya hobi nonton YouTube. Waktu itu belum produksi video. Hanya hobi nonton. Di YouTube itu saya menemukan banyak video yang membuat saya menjadi percaya diri. ‘Kok dia bisa ya, seperti ini?’ Saya tonton. ‘Oh, caranya begini ya..’ ‘Oh, caranya kenalan sama orang itu begini’.

Jadi dari YouTube sendiri, saya menemukan sesuatu yang membangun diri saya. Itu yang pertama. Yang kedua, saya melihat sosok teman saya yang dari kota kecil, bukan di Jakarta.”

C : “Teman apa itu?”

Y : “Sekarang jadi teman. Dulunya, dia itu seorang YouTuber. Saya tonton terus. Beliau ini dari kota kecil di Malang. Dan beliau ini bisa sukses sampai ke Jakarta.”

C : “Orang ndeso ke kutho. Gitu ya ceritanya..”

Y : “Saya ‘kan di Denpasar bisa disebut daerah juga. Karena dulu, sebelum-sebelumnya magician-magician sukses itu hampir semuanya dari Jakarta. Akhirnya saya putuskan, ‘Wah, saya harus coba nih YouTube!’.

Akhirnya, saya menjadi seorang YouTuber content creator.”

C : “Awalnya dari situ ya.. Luar biasa. Jadi dari sini, ternyata 4 tahun yang lalu itu keputusan yang sangat berat bagi seorang bro Yudist untuk mengambil keputusan dalam hidupnya. Inilah kata kuncinya. ‘Mengambil keputusan dan terus melangkah’. Sekarang bagi anda yang introvert pun, itu bukan berarti dunia ini udah kiamat. Anda merasa bahwa saya ini gak punya apa-apa. Saya gak bisa apa-apa. Saya menjadi  orang yang pendiam, introvert dan akhirnya cenderung menghakimi diri sendiri.

Tapi ternyata YouTube ini yang menolong ya.. Menolong dan akhirnya ia mengambil sebuah keputusan. Akhirnya terus melangkah dan jadilah beliau yang sekarang. Jadi ini singkat cerita, dari seorang introvert, mengapa bisa menjadi seorang influencer besar hari ini? Ini menandakan bahwa nothing is impossible. Tidak ada yang tidak mungkin.

Jadi apabila adik-adik disini ada yang merasa introvert, anda merasa gak punya apa-apa, semoga video ini bisa menginspirasi anda.”

Y : “Mudah-mudahan..”

C : “Thank you banget ya bro Yudist. Ceritanya luar biasa. Singkat, jelas, tetapi bisa memberikan kita inspirasi. Baik Sahabat entrepreneur, demikian kisah dari sosok yang saya undang kali ini. Ia anak muda, tetapi merupakan influencer yang luar biasa. Seorang content creator yang luar biasa.

Sukses untuk kita semua, semoga kita bisa bertemu di lain kesempatan dan jangan lupa comment di bawah. Silahkan anda tulis di kolom comment, lain kali saya harus mewawancarai siapa lagi.”

Y : “Saya lagi mungkin?”

C : “Sukses untuk kita semua, salam hebat luar biasa..!!”

Kali ini, saya kedatangan seorang tamu yang istimewa. Yaitu bro Yudist Ardhana.

Kali ini, saya kedatangan seorang tamu yang istimewa. Yaitu bro Yudist Ardhana.

Kali ini, saya kedatangan seorang tamu yang istimewa. Yaitu bro Yudist Ardhana. Mungkin bagi anda yang sudah mengetahui channel beliau, pasti sebagian besar dari anda mengenal beliau sebagai seorang pesulap, seorang pranker, social experiment dan sebagainya. Tetapi, tidak banyak yang mengetahui sisi pribadi kehidupan beliau.

Di sesi kali ini, saya akan mengajak anda semua untuk melihat apa sih yang membuat melihat apa sih yang membuat Yudist Ardhana ini bisa sukses mencapai Gold Play Button? Simak kisah beliau disini..!!

Leave a Reply