Orang – Orang yang 100% Tidak Mungkin Sukses

0
444

 

Orang – Orang yang 100% Tidak Mungkin Sukses

Klik disini untuk melihat di YouTube

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..!! Pada edisi  kali ini saya akan berbicara tentang : ”Orang – Orang Yang 100% Tidak Mungkin Sukses”. Apa sih maksudnya 100% garansi orang yang tidak mungkin sukses? Sahabat entrepreneur, sebetulnya saya disini ingin membalas komentar orang-orang yang ada di kolom comment. Banyak orang yang berkata seperti ini, “Pak Chandra, saya ini punya banyak hutang. Bisakah Pak Chandra meminjami saya uang? Tolong pak, saya janji nanti uangnya akan segera saya kembalikan kalau saya sudah mendapatkan pekerjaan”.

Menurut anda, kira-kira saya akan memberikan pinjaman atau tidak? Siapapun orangnya, bagaimana menurut anda? Saya bukan orang yang pelit. Tetapi kalau ada orang meminta dengan cara seperti ini, kira-kira siapapun orang yang punya uang apakah akan meminjamkannya kepada orang seperti ini? Dengan tipikal orang seperti ini? Kalau jawaban anda YA, berarti anda adalah orang yang perlu direvisi cara berpikirnya. Tetapi jika anda berkata TIDAK, artinya anda  sejalan dengan pemikiran saya. Mengapa? Karena orang yang sukses adalah “pemberi”, bukan “peminta”.

Apa maksudnya?

Ingat, orang yang sukses atau kaya raya adalah mereka yang selalu memberi “sedekah”

Anda pasti sudah tidak asing dengan kata “sedekah”. Bahkan, orang-orang yang gagal selalu minta diberi sedekah. “Pak, saya kurang uang..”. Minta diberi sedekah. “3 bulan lagi anak saya perlu makan”. Minta diberi sedekah. Kemudian “Bulan depan anak saya ujian”. Minta diberi sedekah.

Sahabat entrepreneur, jika seperti ini, sampai kapan anda tidak bebas dari masalah finansial? Karena anda punya mental terbiasa diberi sedekah. Anda punya mental terbiasa meminta. Saya ingin menggaris bawahi bahwa orang sukses itu memberi sedekah. Sedangkan orang gagal selalu minta diberi sedekah. Ada kata ‘memberi’ dan ‘meminta’ disini. Anda tipikal orang yang seperti apa? ‘Meminta’ atau ‘memberi’? Anda mungkin berkata, “Kalau saya sudah punya uang banyak. Saya pasti akan memberi sedekah. Sedangkan saya saat ini kekurangan. Bagaimana bisa saya memberi sedekah?

Kata memberi itu bukan berpatok pada kondisi anda lebih atau kurang.

Memberi itu adalah masalah mental. Masalah mindset

Kalau anda memang sudah punya mental memberi, tidak peduli kondisi anda sedang minus atau sedang surplus, anda tetap punya tabiat suka memberi. Tetapi jika memang anda dasarnya memiliki mental peminta, tidak peduli anda sedang surplus atau sedang minus, anda tetap akan selalu meminta. Anda harus paham kebenaran ini.

Ketika anda hari ini punya kelebihan, jika mental anda adalah peminta, tidak lama kemudian kondisi anda akan minus lagi. Kondisi finansial anda akan parah lagi. Jadi sahabat entrepreneur, anda harus paham. Ini masalah cara berpikir. Anda ini tipikal orang yang suka meminta-minta atau tidak? Seperti cerita saya tadi di awal, yaitu orang tersebut minta dipinjamkan uang. Dia punya hutang dan blablabla.. Memang kasihan. Ada banyak sekali, jutaan orang Indonesia seperti itu. Tetapi sebaliknya, saya berikan anda sebuah tips.

Berhutang itu gampang. Harusnya seperti anda ingin mengajukan pinjaman uang ke bank. Jika anda datang ke bank tiba-tiba bilang, “Pak, saya butuh uang.. Saya ingin melunasi hutang saya. 100%, bahkan 1000% bank tidak akan memberikan jaminan pinjaman kepada anda. Siapa yang mau? Jangan-jangan uang pinjaman dari bank itu tidak kembali. Tetapi, harusnya anda memberikan proposal. Saya punya usaha. Saya butuh dana bantuan. Start-up’nya seperti ini, kondisinya seperti ini. Anda harusnya memberikan solusi. Ketika anda memberikan proposal, lalu jika bank memverifikasi proposal itu masuk akal, besar kemungkinan bank akan memberikan anda pinjaman. Tentu ada syarat dan ketentuan berlaku yang diterapkan oleh bank.

Begitu juga mungkin bagi anda yang seorang karyawan

Anda selalu minta kepada bos anda, “Bos, saya minta naik gaji dong..”. Kerja baru 5 bulan, anda sudah minta naik gaji? Kira-kira bos anda akan menaikkan gaji atau tidak? “Apa alasannya?” Kata bos anda. “Istri saya kemarin begini bos.. Anak saya mau ujian..” Baru diberi pinjaman, belum lunas pinjamannya, 2 bulan kemudian anda pinjam uang lagi. Kira-kira bos anda kesal atau tidak jika anda suka meminta-minta seperti ini?

“Yaa.., soalnya bos tahu sendiri lah, saya menghidupi saudara. Saudara saya tidak kerja semua. Hutang saya tidak lunas-lunas bos.. Saya sudah kerja dari 10 tahun yang lalu, hutangnya sampai hari ini tidak lunas-lunas. Hutang saya di koperasi tidak lunas-lunas. Bos tahu sendiri lah, saya punya 5 ekor sapi di rumah, tetapi sakit semua..” Kira-kira menurut anda, bos anda akan meminjamkan uang atau tidak? Coba anda sendiri yang menjawab.

“Bos ‘kan sudah kaya raya, uang bos ‘kan sudah banyak. Bos ‘kan bisa meminjamkan saya uang kapanpun”. Sekarang saya ingin tanya balik, mengapa dia bisa menjadi bos? Dan mengapa anda tidak menjadi bos? Dia bisa menjadi bos karena mindset’nya benar. Sedangkan anda tidak bisa menjadi bos bukan karena nasib anda tidak beruntung. Tetapi ubahlah cara berpikir anda. Bos anda hari ini bisa menjadi bos karena dia mempunyai kompetensi (kemampuan). Dan dia selalu memberi daripada meminta. Dan anda belum kerja apa-apa sudah meminta.

Ada 2 jawaban dari bos anda :

  1. Tidak akan memberi anda hutang
  2. Segera menggantikan pekerjaan anda dengan karyawan baru

Out from this office..!! Itu yang akan dilakukan oleh bos anda. Harusnya bagaimana?

Harusnya kalau anda membutuhkan uang, bukan dengan cara meminta.

Tetapi harusnya anda bisa memberikan solusi kepada bos anda. “Bos, saya punya sebuah proposal. Begini bos, setelah saya amati selama 5 bulan saya bekerja disini, saya perhatikan bos punya potensi untuk menaikkan omzet perusahaan sampai 10 kali lipat!”. Contohnya seperti itu. “Jika strateginya seperti ini, dimainkan seperti ini, pengalaman saya berbicara seperti ini, dan ketika kemaren saya melakukan eksperimen, saya berhasil”. Maka bos anda akan melihat datanya. Dan jika proposal anda disetujui, anda tidak usah kaget. Tanpa perlu anda minta, bos anda akan menaikkan gaji anda 2-3 kali lipat.

Jika bos anda tetap tidak menaikkan gaji meskipun anda meningkatkan omzet 10 kali, maka itu adalah saatnya anda menjadi bos sendiri. Tidak usah lagi mengikuti bos tersebut. Mudah ‘kan?

Berarti anda sudah mempunyai pemikiran bagaimana membangun your own company.

Membangun perusahaan anda sendiri. That’s it. Jadi anda tidak perlu lagi meminta kenaikan gaji. Anda bisa memberikan sebuah solusi/proposal. Karena itu, berpikirlah. THINK. Sebelum anda bertanya/meminta, pikirkan dulu. Jangan anda langsung meminta begitu saja. Siapapun tidak akan memberikan anda pinjaman. Trust me.

Kemudian yang kedua, ada juga pengusaha-pengusaha seperti itu. Bukannya memikirkan perusahaannya, bukannya memikirkan omzet perusahaannya bisa naik 5 kali lipat lebih besar dan bagaimana agar strateginya lebih baik, tetapi justru sibuk berteman dengan para politisi atau berteman dengan para pejabat. Ujung-ujungnya, minta proyek. Lagi-lagi ada kata ‘meminta’. Ngapain sih? Di Indonesia banyak pengusaha yang seperti itu.

Tetapi yang ingin saya garis bawahi disini adalah pengusaha yang hebat dan kuat. Anda bukannya meminta proyek, namun justru membantu pemerintah karena pemerintah punya banyak job. Pemerintah punya banyak hal yang harus diselesaikan. Harusnya jika anda adalah pengusaha yang hebat, anda bukannya meminta proyek pada pemerintah.

Tetapi anda memberikan nilai anda. Anda bisa memberikan solusi supaya pemerintah bisa bekerja efektif, cepat, dan efisien sehingga negara ini bisa segera menjadi negara maju. Bukan selamanya menjadi negara berkembang.

Contohnya mungkin anda usaha di bidang kontraktor. Anda mungkin bisa memberikan solusi dengan harga yang bersaing, pengiriman tercepat, pembangunan yang paling bagus, dan Sumber Daya Manusia yang handal. Anda bisa memberikan wawasan. Niscaya anda tidak perlu meminta proyek, tapi pemerintah yang akan mencari anda untuk memberikan proyek. Seperti itu. Tunjukkan kompetensi anda. Jika ada sedikit-sedikit suka meminta, kapan anda bisa menjadi orang yang sukses?

Karena orang sukses memiliki mental pemberi, bukan peminta.

Dan hal itu pasti didasari sejak anda masih kecil. Sedikit-sedikit minta uang jajan. Namanya juga anak kecil, pasti minta uang jajan.

Waktu kecil saya juga diberikan uang jajan oleh orang tua. Uang jajan itu dijatah oleh orang tua saya. 1 minggu sekian Rupiah. Namanya juga anak kecil, pasti kita suka cari jajan. Akhirnya saya berpikir karena uang jajan saya tidak cukup. Kalau saya minta lebih pada orang tua, tidak akan diberi. Saya memutar otak, mencari cara, dan akhirnya saya berjualan. Akhirnya saya terbiasa sejak saya kecil saya harus berjualan kesana kemari untuk menambah penghasilan saya dan agar saya mendapatkan uang jajan. Saya bukan meminta. Tetapi saya memutar otak, bagaimana cara agar saya mendapatkan uang lebih.

Seperti ketika saya masih mahasiswa. Sebelum saya menjadi pengusaha, dulu saya adalah seorang guru les privat. Saya memberikan les kepada anak-anak SMU/SMA pada saat itu. Akhirnya saya terbiasa memutar otak, mencari cara, memberikan solusi. Saya malu jika meminta uang pada orang tua. Karena pada usia 17 tahun, saya sudah tidak pernah meminta uang kepada orang tua. Silahkan anda cek di buku saya “Badai Pasti Berlalu”. Saya sudah membahas itu semua. Akhirnya, saya mendapatkan penghasilan tambahan. Intinya, saya bahkan enggan punya mental peminta. Malu. Jika mau mengubah nasib, jangan punya mental peminta. Anda harus selalu punya mental pemberi. Mencari solusi. Saya ingin memberi tips sekali lagi.

Orang sukses itu mencari jalan, sedangkan orang gagal mencari alasan.

Itu hal yang sering saya sampaikan. Jangan suka mencari alasan. Kurang ini lah, kurang itu lah, dan sebagainya. Singkat cerita, 100% garansi anda tidak akan sukses jika anda selalu mempunyai mental peminta.  Jika anda merasa penghasilan anda kurang, jika anda merasa taraf ekonomi anda kurang baik, jika anda merasa hidup anda berat, kondisi anda sedang minus, maka ini saatnya anda mengubah mindset anda. Mulailah mencari solusi, bukan mencari alasan.

Di dalam hidup ini, anda harus mulai mengubah mental anda menjadi mental pemberi solusi, bukan peminta. Jika anda merasa sampai detik ini anda sudah selalu memberi, tapi masih bingung. Putar otak anda. Ubah lingkungan anda. Carilah mentor yang lebih positif. Niscaya hidup anda akan berubah. Anda pasti juga bisa menemukan banyak ide. Salah satunya anda juga bisa menemukan banyak ide dari channel SB30 ini. Anda putar dan ulang lagi ratusan video yang sudah saya upload, niscaya anda bisa mengubah cara berpikir anda. Dengan demikian, pasti channel ini akan memberikan anda sebuah pandangan dan ide baru agar anda bisa mengubah cara berpikir anda. Dari mental peminta menjadi mental pemberi.

Bila anda menyukai channel seperti ini jangan lupa klik like, berikan komentar-komentar positif anda, dan jangan lupa subscribe. Serta ada icon lonceng di kanan bawah, silahkan anda klik. Ada 2 video disini untuk menambah wawasan anda. Sukses untuk anda, 100% guarantee anda pasti sukses jika anda terapkan tips yang anda pada video kali ini. Salam hebat luar biasa..!!

Apa sih maksudnya 100% garansi orang yang tidak mungkin sukses?

Apa sih maksudnya 100% garansi orang yang tidak mungkin sukses?

Orang sukses itu mencari jalan, sedangkan orang gagal mencari alasan. Lalu, apa sih maksudnya 100% garansi orang yang tidak mungkin sukses? Simak penjelasannya berikut ini!

Leave a Reply