Visi Sukses Tung Desem Waringin di Usia 50 Tahun! ( Part 3 of 3 )

0
69

Visi Sukses Tung Desem Waringin di Usia 50 Tahun! ( Part 3 of 3 )

Klik disini untuk melihat di YouTube

C :

“Jadi Pak Tung, kita lanjutkan dari 2 part sebelumnya. Bagaimana kisah masa kecil Pak Tung sampai Pak Tung itu ternyata di part 2 kemarin mengalami masa-masa sulit, orang tua sakit sampai akhirnya Pak Tung kebingungan. Dan ternyata Pak Tung dengan satu kalimat, ‘Blessing in Disguise’. Yaitu musibah adalah berkah. Kurang lebih seperti itu.

Lalu, apa yang membuat Pak Tung memutuskan setelah dari perusahaan yang 7 bulan bekerja di DOTCOM itu tadi, setelah itu pindah menjadi trainer?”

T : “Saat itu saya keluar dulu. ‘lolak-lolok’ (plonga-plongo) dulu.”

C : “Anda tahu ‘lolak-lolok’ gak, sih? Jadi kayak orang bingung gitu. Kayak orang galau gitu ya.. Kayak orang habis dipukul KO, lalu bintang tujuhnya keluar. Seperti itu.”

T : “Saya punya anak dua, nganggur gak punya pekerjaan. Kemudian saya pergi ke mall, nonton saldo rekeningnya turun terus. Sungguh prihatin. Jadi anak saya yang kedua itu lahir di kelas 3. Anak perempuan saya lahir di kelas 3. Dokternya itu saudara. Sangking kasihan melihat saya, dia gak mau dibayar. Itu sangking melasnya. ‘Ini wajahnya wajah melas’. Paling mikirnya begitu. Begitulah akhirnya.

Kemudian ketika dalam posisi ‘lolak-lolok’ tadi, banyak yang nawarin. Termasuk suatu perusahaan rokok besar yang mau menjadikan saya wakil president director. Karena saya bersosialisasi. Saya ikut Asosiasi Manajemen Indonesia.

Jadi, anda itu harus bersosialisasi.

Jadi ketika saya bersosialisasi, bergaul banyak, akhirnya pada waktu itu saya ditawari di Citibank untuk menjadi Senior Vice President. Untuk menangani Citiblue segments. Tetapi saya merasa tidak cocok.”

C : “Akhirnya Pak Tung memutuskan untuk banting setir?”

T : “Ditawari perusahaan rokok, tapi saya gak merokok. Saya gak merokok, saya juga gak pengen anak saya merokok. Masak saya bekerja di perusahaan rokok?? Kemudian ada DOTCOM company. Bahkan ngasih saya share pada waktu itu 11%. Tetapi akhirnya gak damai. Lalu saya berpikir terus. Pada waktu itu, ketika papa sakit itu tadi, saya mendengarkan kaset audio karena waktu itu masih zaman kuno.

Melalui audionya Anthony Robbins, akhirnya saya berani mengambil keputusan untuk keluar. Kemudian waktu papa saya sakit dalam kondisi saya tidak bekerja tadi, saya baru tahu kalau Anthony Robbins mau datang. Saya baca bukunya saja bisa berubah. Saya beli kasetnya saja bisa berubah. Apalagi kalau saya datang ke seminarnya?”

C : “Apalagi kalau ketemu ya..”

T : “Akhirnya saya memutuskan untuk ikut seminar-seminarnya dengan tabungan-tabungan terakhir. Kemudian saya lanjutkan ke seminarnya di Hawaii, Ketika World Trade Center ditabrak. Jebreet, hancur pas saya di Hawaii. Pelajaran ketika itu Emotional Mastery.

Jadi apapun yang terjadi di dalam hidup ini, tidak akan ada artinya sampai anda sendiri yang memberi arti.

Jadi kebanyakan orang kembali ke polanya yang marah ya marah, yang sedih ya sedih, yang seneng ya seneng. Sesuai dengan polanya masing-masing.

Akhirnya pada waktu itu ditanya, apa artinya hari ini untuk kamu? Kamu dengan sadar akan memberi arti yang membuat kamu menjadi lebih baik. Hari itu saya memberi arti, bahwa orang itu bisa meninggal dunia sewaktu-waktu. Dan kita bisa meninggalkan orang yang kita cintai, serta orang yang kita cintai bisa meninggalkan kita. Dan saya merasa bahwa ilmu ini bermanfaat. Saya banyak belajar hal ini akan bermanfaat. Hanya saya buat untuk diri saya sendiri.

Namun kalau saya mencintai bangsa dan negara ini, kenapa tidak saya share ilmu-ilmu ini?

Sejak saat itu, ‘oke deh, saya sharing’.”

C : “Ceritanya begitu.. Pada waktu itu umur berapa, pak?”

T : “Pada waktu itu di tahun 2001, bulan September. Jadi usia 33,5 tahun.”

C : “Di usia 33 tahun beliau memutuskan. Jadi jika ada yang berkata, ‘Waduh, saya ini sudah berusia 23-24 tahun’. Sedangkan beliau di usia 33 punya 2 orang anak. Apalagi tidak punya pekerjaan.”

T : “Hanya untuk ikut seminar saja harus menjual tanah.”

C : “Untuk ikut seminar saja harus menjual tanah. Itu tidak gampang.”

T : “Rumah belum punya.”

C : “Rumah belum ada. Padahal usia sudah 33,5 tahun. Dan akhirnya mulai meniti karir ya sebagai trainer?”

T : “Kemudian, sebelumnya pada tahun 1999, saya sudah punya bisnis toko buku. Jadi waktu kerja di bank, saya mulai membuka toko buku di Jogja. Yaitu Toga Mas. Kemudian, saya pada saat itu sambil jadi pembicara, mulai juga membuka banyak bisnis. Sampai di tahun 2010, saya tes cermin.

Sebetulnya, siapa sih Tung Desem Waringin?

Ternyata, saya ini adalah pengajar. Jadi kalau saya punya bisnis macam-macam, jangan tanya bisnisnya itu gak karu-karuan, begitu ya. Jadi ada theconversion.com, ada Wakuliner. Sekarang ‘.com-.com’ saya punya banyak. Laruno.com juga. Kemudian saya dulu punya S2. Dulu anythting dijual juga. Punya tambang batu bara, punya pabrik tabung gas, zaman dulu one of the biggest di Indonesia juga. Kemudian punya radio juga. Punya hotel juga, sekarang saya share’nya di hotel. Walaupun bukan yang dominan, tapi lumayan lah bisa share-share. Di mall share kecil juga punya. Kemudian ada kos-kosan, ada passive income banyak.

Ternyata, usaha-usaha tadi saya buat. Masih banyak lagi. Ada edugame software Bobby Bola di zaman dulu. Itulah yang sebenarnya technique saya supaya saya ngajarnya afdol.”

C : “Jadi ketemulah jati dirinya ya..”

T : “Jati diri saya.

Oh iya, saya ini suka sharing. Dan kalau orang maju, saya ada kepuasan tersendiri. Dan bisnis itu kadang membuktikan.”

C : “Yes. Bener gak apa yang kita ajarkan?”

T : “Yes. Ternyata bisa loh. Makanya kalau saya ngajar itu detail. Beda dengan ahli teori semata. Saya mengajar dengan detail. Teknik mengeluarkan orang. Yang dikeluarkan sampai ngomong terima kasih itu caranya bagaimana. Karena saya almost everytime ngeluarin orang juga. Karyawannya banyak banget. Rekor saya ngeluarin itu sampai 300 orang langsung.”

C : “Tetapi yang dikeluarkan gak marah-marah ya, pak?”

T : “Pertama kali itu kebetulan saya ada disana. Akhirnya saya tahu caranya supaya gak marah-marah.”

C : “Mem-PHK orang tapi gak marah-marah itu gimana ya tekniknya?”

T : “Misal karyawannya berkhianat. Tempat yang disewa gak boleh disewa lagi. Lama-lama pinter tekniknya. Diikat begini, harus begini. Detailnya beda.”

C : “Luar biasa. Jadi sebetulnya sahabat entrepreneur, semua kisah hidup Pak Tung itu sudah diulas di buku yang baru saja beliau terbitkan. Yaitu berjudul ‘Life Revolution’. Luar biasa. Yaitu kisah pengalaman hidupnya Pak Tung Desem Waringin selama 50 tahun pengalaman. Bukan dari teori, tetapi dari pengalaman hidupnya, perjalanan hidupnya.”

T : “Ilmu jalanan yang saya pelajari dari guru-guru terbaik di dunia. Saya rangkum jadi satu. Maksudnya apa sih ‘Life Revolution’ ini? Jadi, kita belajar 12 ilmu penting dari kehidupan yang tidak anda pelajari di sekolah.

Termasuk misalnya di sekolah, apa yang dilarang? Nyontek. Saya ajarin caranya nyontek.

Karena ilmu yang paling penting dalam kehidupan itu nyontek.

Bukan nyontek hasilnya. Kalau anda nyontek orang yang pinter di sekolah, jelas anda di sekolah jadi goblok. Tetapi kalau mencontek cara belajarnya orang yang juara, maka anda akan menjadi pintar.”

C : “Dengar itu ya.. Itu message’nya.”

T : “Sama. Kalau anda mencontek gayanya orang kaya, anda jadi miskin. Tetapi kalau anda mencontek ‘caranya’ orang kaya, maka anda akan menjadi kaya. Tetapi sistematika nyontek’nya apa? Itu ilmu yang paling penting.

Kemudian ilmu MBBKM. Bagaimana kita Menemukan orang yang lebih sukses dibandingkan kita. Bagaimana supaya mereka mau Bergaul dengan kita. B’nya, supaya kita bisa Belajar dari mereka? KM’nya, supaya mereka mau beKerja saMa dengan kita. Supaya mereka mau bekerja untuk kita.

Jadi kalau anda ingin fast forward kehidupan anda menuju kesuksesan, selain belajar ilmu nyontek, anda harus Menemukan, anda Bergaul, anda Belajar, anda beKerja saMa dan anda mempekerjakan orang-orang yang jauh lebih hebat. Hari ini saya dipekerjakan oleh Pak Chandra. Pak Chandra juga saya pekerjakan. Di balik layar ada Pak Edwin dan ada pak Kuncoro. Ini adalah anak-anak muda yang dahsyat di bidang YouTube. Jadi, semua saling menunggangi.

Dahsyat itu timbul karena kita mau berkolaborasi.”

C : “Luar biasa. Ini adalah suatu ilmu yang penting. Mungkin pembicaraan kita ini sampai 3 part. Ini pertama kalinya Success Before 30 mewawancarai tokoh sampai 3 part. Dan luar biasa, Pak Tung hari ini sudah bersedia mampir ke channel kami. Dan buku ini saya dengar, katanya semua hasil keuntungannya disumbangkan ya?”

T : “Ya. 100% disumbangkan. Dan anda bisa pesan di www.liferevolution.id.”

C : “Ada link deskripsi di bawah ya. Silahkan anda klik.”

T : “Kemungkinan jika masih bisa mendapatkan hadiah, anda akan mendapatkan hadiah. Bisa dapat seminar saya 3 hari full, dan itu betul-betul 100% kita sumbangkan.”

C : “Luar biasa. Jadi di level kehidupan seperti beliau, sekarang beliau itu lebih banyak memberi. Memberi arti, memberi makna. Bahwa hidup itu bukan sekedar mencari uang. Tetapi di suatu saat, di level tertentu, dimana uang itu tidak perlu anda cari. Justru uang yang akan mencari anda. Itulah yang dilakukan oleh beliau hari ini.

Dan mungkin sebagai penutup,Pak Tung. Apakah ada pesan untuk masyarakat Indonesia? Bagi yang menonton channel ini?”

T : “Jadi, pesan saya begini.

The more you give, the more you get.

Ketika anda dalam hidup ini sibuk berbahagia. Bahagia itu cenderungnya disini saya bahas di kecerdasan emosi. Jadi ketika anda bahagia, itu cenderungnya take your own time. Kemudian bersenang-senang. Piknik sendiri atau yang lainnya.

Tetapi ternyata, di dalam kehidupan kita itu namanya bahagia yang cenderung naif. Jika anda ingin bahagia yang meaningful, meaningful itu bukan hanya bahagia sendiri. Tetapi juga bermanfaat untuk orang banyak. Yaitu the more you give, the more you get.

Itulah satu motto yang saya praktekkan di dalam kehidupan saya. Jadi di dalam bisnis, anda harus membuat value yang luar biasa. Pak Chandra ini success before 30, ngajarin orang-orang supaya sukses sebelum usia 30. Kalau bisa jangan seperti Tung Desem Waringin. ‘Rodok telat’ gitu ya. After thirty barus sukses.

Dengan channel Success Before 30 ini, anda jadi dahsyat! Kalau sudah terlanjur telat? Tenang. Berarti saya ada temennya. Sama-sama telat, tapi tetap bisa sukses!”

C : “Luar biasa. Jadi dengan adanya sharing dari Pak Tung hari ini, maka kita bisa memberikan manfaat untuk masyarakat Indonesia. Karena di channel ini kita punya visi besar. Yaitu 1% penduduk Indonesia harus menjadi entrepreneur. 1% penduduk Indonesia harus berani, minimal. Kalau bisa lebih. 1% penduduk Indonesia dari 260-270 juta, berarti 2,7 juta orang. Kalau target pemerintah itu 4%-5%, minimal channel ini bisa berkontribusi 1% untuk membantu pemerintah itu tadi. Istimewa sekali yaa..

Dan terima kasih banyak Pak Tung atas kehadirannya. Dahsyat, hebat luar biasa di channel kali ini, episode kali ini. Semoga 3 part ini bisa menginspirasi anda. Dan jangan lupa klik like, subscribe channel ini, share kepada teman-teman anda. Dan jangan lupa berikan komentar-komentar positif di bawah, siapa lagi yang harus saya wawancarai berikutnya. Sukses untuk anda, dan kita selalu salam hebat luar biasa..!!”

T : “Dahsyaat..!!”

Sahabat entrepreneur, kali ini kita akan membahas kelanjutan dari kisah Bapak Tung Desem Waringin.

Sahabat entrepreneur, kali ini kita akan membahas kelanjutan dari kisah Bapak Tung Desem Waringin.

Sahabat entrepreneur, kali ini kita akan membahas kelanjutan dari kisah Bapak Tung Desem Waringin. Beliau juga akan membagikan nasehat serta visi sukses beliau pada episode kali ini. kira-kira bagaimana kelanjutan kisah beliau? Simak selengkapnya disini!

Leave a Reply