3 Nasehat Penting Ayah Saya Terhadap Karier dan Bisnis Saya

0
712

3 Nasehat Penting Ayah Saya Terhadap Karier dan Bisnis Saya

Klik disini untuk melihat di YouTube

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa !! Topik yang saya bahas kali ini agak berbeda. Karena ini berkaitan dengan bagaimana cara ayah kandung saya mendidik saya, membesarkan saya dari kecil. Dan juga saudara-saudara kami. Sehingga saya bisa sukses dan memiliki karier sampai sekarang.

Jadi, topik kali ini saya akan membahas : “3 Nasehat Penting Ayah Saya Terhadap Kesuksesan Karier dan Bisnis Saya”. Baik, sebetulnya saya sudah pernah membahas cerita ini di buku saya Badai Pasti Berlalu. Semua ada di halaman 7, anda lihat disini. Dan juga halaman 8. Disini ada foto masa kecil saya. Anda bisa lihat disini. Untuk anda yang sudah membeli buku Badai Pasti Berlalu, saya ucapkan semoga buku ini bisa menginspirasi anda.

Dan saya menulis di halaman 7 ini bahwa saya dilahirkan dari keluarga olahragawan. Hubungan ayah dan ibu saya harmonis. Mereka pasangan yang sangat luar biasa. Dan tentunya di masa kecil saya, kedisiplinan yang ditanamkan oleh orang tua saya. Maklum karena ayah saya juga mantan atlet. Olahragawan.

Demikian juga dengan ibu saya. Mereka berdua atlet basket di generasinya. Dan sangat sukses di generasinya. Di keluarga saya ada 6 bersaudara. Jadi saya anak kelima, dan saya memiliki 4 orang kakak wanita. Dan dari 4 orang kakak wanita ini, 2 orang kakak saya adalah mantan atlet Timnas Indonesia di era tahun 80’an.

Jadi mereka pernah mewakili Indonesia di arena Sea Games. Mewakili, mengharumkan nama Indonesia dan mereka juga berprestasi mendapatkan medali, meskipun bukan medali emas. Sehingga kami ini dibesarkan di keluarga olahragawan. Jadi tidak heran kalau di setiap video-video saya, saya selalu menampilkan figur atlet. Figur olahragawan. Tetapi ternyata mindset tersebut, pola pikir tersebut sangat membangun. Pola pikir yang mendasari bagaimana kami tangguh dalam berbisnis. Dan itulah sebab apa yang saya pelajari di masa kecil saya juga pondasi-pondasi yang ditanamkan tidak lepas dari nasehatnya.

 

Disini saya akan memberikan 3 nasehat penting apa saja yang ayah saya berikan :

1. Integritas

Yang pertama, ayah saya selalu menekankan yang namanya INTEGRITAS. Integritas merupakan bagian yang penting dari nasehat ayah saya kepada saya. Kenapa integritas itu sangat penting? Ayah saya pernah berkata kepada kakak-kakak saya atau kami sebagai anaknya. “Kamu harus menepati janji layaknya matahari terbit”. Maksudnya itu apa?

Matahari setiap paginya pasti terbit. Walaupun hujan badai, cuaca kemarau, turun salju atau apapun, matahari selalu terbit. Matahari tidak pernah tidak terbit. Itulah janji matahari terbit. Seperti layaknya anda kalau berkomitmen. Kalau anda memilih integritas dan kejujuran, anda harus bisa seperti matahari terbit. Menepati janjinya setiap pagi. Tidak peduli mood, tidak peduli capek.

Makanya kalau hari ini anda datang ke kantor, anda merasa hari ini sedang galau, sedang stress. Kemudian anda membawa suasana galau ini ke kantor. Menurut saya, anda tidak profesional. Harusnya anda tetap komitmen. Semua orang bisa capek dan lelah. Bisa stress. Tetapi kalau anda disiplin, komitmen dan punya integritas, itu bukan alasan. Kalau anda ingin menjadi pribadi yang sukses.

Pondasi ini ditanamkan kepada ayah saya. Salah satu buktinya apa? Di halaman 7, sejak kecil saya sudah terbiasa dibangunkan jam 4 pagi. Jadi kalau ada adzan Subuh bagi sahabat-sahabat yang Muslim, saat adzan Subuh kami juga ikut bangun. Setelah sahabat muslim shalat Subuh, saya pun ke kolam renang dan saya berenang. Itu saya lakukan setiap pagi. Dan saat itu usia saya berapa? Saya masih berusia 7 tahun.

Dan jika sudah mau pertandingan, kami pasti berlatih setiap pagi jam 4. Apakah saya tidak ke sekolah? Saya bersekolah. Jadi dari jam 4 kami berenang. Saat cuaca masih dingin kami masuk ke dalam kolam renang sampai jam setengah 6. Jam setengah 6 kami keluar dari kolam renang. Lalu kami langsung berpakaian layaknya anak SD. Lalu kami langsung pergi ke sekolah. Jam setengah 7 kami sudah berangkat ke sekolah. Itu yang saya lakukan setiap pagi.

Dan apakah kami ngantuk? Kami capek?

Yes. Terkadang kalau melihat teman-teman saya, saya merasa iri.

Enak banget ya, mereka mungkin bisa bangun lebih siang. Tapi saya melawan rasa kantuk saya setiap pagi. Dan itu pondasi yang ditanamkan sejak kecil. Karena saya mulai berenang pada usia 4 tahun. Pondasi ini ditanamkan oleh ayah saya. Ayah saya sangat disiplin. Anaknya 6 orang. Dan perlu kerja keras untuk mendidik kami. Sehingga tidak heran kalau kedua kakak saya bisa mewakili Indonesia berpentas di arena Sea Games waktu itu.

Dan ayah saya betul-betul berkomitmen. Setiap pagi ayah saya bangun lebih pagi. Bila kami tidak mau bangun, ayah kami tidak akan segan-segan mengangkat kami untuk bangun agar kami tidak tidur lagi. Ayah saya bukannya tidak bekerja. Ayah saya punya usaha. Beliau tidur larut malam, tetapi beliau bangun lebih pagi dari kami.

Kedisiplinan ini sangat luar biasa tinggi. Dan itulah integritas yang diberikan oleh ayah saya. Jadi kalau anda ingin sukses dalam dunia bisnis, peganglah integritas anda.

Integritas ini menjadi pondasi yang paling utama dalam berbisnis apapun. Dan hal ini sudah ditanamkan dengan sangat luar biasa sejak kami kecil.

 

2. Prinsip

Yang kedua, ayah saya selalu memegang yang namanya PRINSIP. Prinsip yang ditanamkan ayah saya itu begitu melekat di dalam diri saya. Figur ayah saya begitu kuat. Terkadang sebagai anak kecil, kita juga ingin dimanja. Kita bisa capek, kita bisa lelah. Pernah suatu kali saya panas demam. Akhirnya saya tidak berlatih renang. Tetapi akhirnya ayah saya mengatakan kepada saya :

“Demam seperti ini saja kok tidak berenang? Ayo coba  berenang lagi..!”

Sekarang saya ingin bertanya. Mungkin bagi sebagian besar orang berpikir bahwa ayah saya kejam. Karena apa? Anak lagi demam kok tetap disuruh berenang, tetap disuruh berlatih. Dulu saya juga merasa kesal. Tetapi, itulah yang dinamakan prinsip.

Jadi dalam kondisi demam, tentu ayah saya tahu ini demam biasa atau demam berat. Kalau demam berat, saya tidak disuruh berenang. Tetapi ini demam biasa. Harusnya bisa dilawan. Karena apa? Kalau rasa sakit dibiarkan berkepanjangan, maka ini akan menjadi mindset. Ayah saya tahu dan punya prinsip ini. Kita tidak boleh dikalahkan rasa sakit. Kita tidak boleh dikalahkan oleh rasa capek.

Kami harus lawan rasa capek itu..!

Dan saya percaya, itulah prinsip semua atlet-atlet dunia yang sudah ditanamkan dengan kuat. Prinsip yang telah diajarkan oleh ayah saya. Dan prinsip ini rupanya mendominasi. Dan betul-betul tertanam dengan jelas di dalam pikiran bawah sadar saya. Prinsip ini begitu kuat.

Sehingga ketika kita lelah, ketika kita capek, kita tidak boleh dikalahkan oleh rasa capek itu. Kita harus bangkit kembali, kita harus berjuang kembali. Lawan rasa capek itu. Lawan rasa sakit itu. Niscaya, akhirnya kita akan sembuh dengan sendirinya dan kita bisa menjadi kuat. Ini kekuatan yang luar biasa.

Akhirnya, ketika kami pulang sekolah bukannya lantas tidur. Kami tidur sejenak, tetapi jam 3 sore kami masuk ke kolam renang lagi. Itulah tempaan seorang atlet yang sangat luar biasa. Dan ini terus berlangsung mulai hari Senin sampai Jum’at.

Apakah Sabtu-minggu kami tidur dan bersantai? Ya. Hari Minggu kami istirahat. Tetapi hari Sabtu bukannya istirahat. Orang tua saya terutama ayah saya, membawa kami sekeluarga bukan untuk bermain. Tetapi memasukkan lagi ke kolam renang. Dimasukkan lagi ke kolam renang di luar latihan club. Jadi kami latihan lagi secara spesifik. Dilatih khusus oleh ayah saya sendiri. Anda lihat, begitu disiplinnya ayah saya.

Dan itu sekali lagi, karena prinsip beliau. Prinsip beliau adalah : “Jika sekali berkomitmen harus dijalani, maka baru bisa sukses. Kalau tidak komitmen, tidak akan bisa sukses”. Itulah mengapa saya sangat menyukai nasehat yang diberikan kepada saya.

 

3. Komitmen

Dan yang ketiga adalah KOMITMEN. Ayah saya selalu mempunyai komitmen dalam menepati janjinya. Ayah saya juga seorang pedagang. Beliau selalu komitmen dengan konsumennya. Komitmen dengan klien’nya. Beliau selalu berpegang teguh pada prinsip tentang arti kata komitmen ini. Dan hal ini tertanam dengan kuat di dalam diri saya dan keluarga saya.

Dan sekarang saya bersyukur, karena saya memiliki kakak-kakak yang hebat. Saya juga memiliki seorang adik yang hebat. Mereka semua sekarang secara karir sukses, secara bisnis mereka juga sangat luar biasa. Dan ini menjadi suatu kebanggaan bagi keluarga kami.

Otomatis sekarang walaupun kisah itu sudah puluhan tahun yang lalu. Tetapi kisah itu sangat membekas di dalam bagaimana kita menghadapi dan mengarungi kehidupan. Dan tentunya, video ini saya dedikasikan khusus kepada ayah saya. Saya sangat bangga memiliki ayah saya, yaitu Kodrat Kondo Subroto. I love you Dad. Anda adalah the best Dad in the world. Anda adalah ayah yang terbaik untuk diri saya. Saya sangat bangga, dan saya betul-betul sangat terharu karena prinsip beliau yang begitu keras.

Mungkin di masa kecil kami tidak menyukainya. Tetapi setelah kami mengarungi kehidupan, setelah kami berbisnis, mengetahui kerasnya kehidupan. Rupanya nasehat-nasehat tersebut sangat bermanfaat dan berguna bagi saya dalam mengarungi dunia bisnis maupun mengarungi kehidupan.

Dan pada kesempatan kali ini, di buku juga sudah saya sampaikan. Saya bangga sekali memiliki ayah saya. Dan saya juga ingin berpesan kepada para subscriber. Bila anda memiliki ayah yang luar biasa, jangan lupakan jasa ayah anda. Berbaktilah kepada ayah anda, selagi anda masih bisa berbakti. Senangkanlah dan cintailah ayah anda selama anda masih bisa menyenangkan dan mencintai ayah anda. Karena tanpa ayah anda, anda tidak mungkin bisa ada di muka bumi ini. Kesempatan ini sangat luar biasa.

Bila anda menyukai channel ini, silahkan klik like dan berikan comment yang positif. Apabila anda mau memberikan komentar yang positif kepada ayah saya,

Dengan senang hati saya akan menyampaikan komentar anda kepada ayah saya.

Sebagai bentuk apresiasi apa yang diajarkan ayah saya kepada saya. Jangan lupa subscribe..! Dan di sebelah kanan ada icon lonceng di sebelah subscribe. Silahkan klik lonceng tersebut. Dan tentunya anda subscribe terlebih dahulu. Supaya anda mendapatkan prioritas setiap ada video terbaru dari channel Success Before 30. Sukses untuk anda, salam hebat luar biasa..!!

 

Bila anda memiliki ayah yang luar biasa, jangan lupakan jasa ayah anda.

Bila anda memiliki ayah yang luar biasa, jangan lupakan jasa ayah anda.

Bila anda memiliki ayah yang luar biasa, jangan lupakan jasa ayah anda.Disini saya akan memberikan 3 nasehat penting apa saja yang ayah saya berikan terhadap karier dan bisnis saya.

Leave a Reply