Buka Usaha Aroma Therapy, Bisnis Modal Kecil dengan Untung Besar!

0
274

Buka Usaha Aroma Therapy : Bisnis Modal kecil-Untung Besar, Kenapa Tidak??

 

Trend “Back To Nature” telah memberi berkah bagi mereka yang terjun ke bisnis aroma therapy. Para pebisnis ini terjun membuat produk aroma therapy yang bisa digunakan  di tempat spa, salon, maupun rumahan. Produk yang bisa dibawa atau bisa digunakan di rumah adalah yang paling potensial atau paling laku saat ini. Biasanya produk aroma therapy yang bisa dibawa ke rumah ini berupa satu paket berupa lilin. Plus tungku kecil sebagai tempat memanaskan minyak esensial. Beberapa pelaku usaha bisa menjual 100-200 paket aroma therapy setiap bulannya. Bagaimana seluk beluk usaha ini??

Aroma therapy memang dikenal mampu mempengaruhi suasana hati menuju kondisi yang lebih baik. Sekarang ini aroma therapy telah mengalami suatu kebangkitan. Khasiat Holistic yang dimilikinya menyebabkan penyembuhan ke dalam pikiran, tubuh dan semangat. Di Negara maju seperti Amerika dan Eropa pun sudah mengembangkan pengobatan dengan metode aroma therapy. Bahkan disana aroma therapy sudah diakui sebagai cabang ilmu kedokteran dan masuk ke dalam bidang ilmu naturopati.

Di Indonesia trend aroma therapy juga tak kalah semaraknya. Dodo Budiman, seorang herbalis kecantikan melihat jika dulu trend ini hanya membanjiri spa dan salon-salon kecantikan. Saat ini aroma therapy sudah masuk langsung ke rumah-rumah, khususnya di kalangan menengah atas. Hal ini yang kemudian ditangkap oleh mereka yang memang sudah terjun ke bisnis ini atau merek yang memiliki pengetahuan tentang aroma therapy. Dalam pengembangan bisnisnya, mereka kemudian tidak hanya membuat produk yang memberi manfaat lewat indra penciuman tetapi juga menambahkan produk-produk yang banyak digunakan dalam usaha salon dan spa. Seperti lulur, body lotion, garam mandi dan lain-lain.

Jadi, apa saja sih yang perlu kita perhatikan sebelum memulai bisnis ini?? Cek di bawah ini yuk ..!

 

 

1. Modal Usaha dan Pemasaran

Gunakan ilmu marketing

Gunakan ilmu marketing

Memang tak sedikit modal yang dibutuhkan oleh mereka yang memang serius terjun ke bisnis ini. Masalahnya harga minyak esensial sebagai bahan baku memang terhitung mahal. Lihat saja, untuk 250 ml minyak esensial melati gambir yang murni harus dibeli dengan harga Rp 12,5 juta. Belum lagi jika yang digunakan adalah minyak esensial dengan bahan baku bunga yang tidak hidup di daerah tropis, impor menjadi satu-satunya cara untuk mendapatkan minyak esensial tersebut. Makanya tak heran jika untuk terjun ke bidnis ini paling tidak modal Rp 10 juta harus dimiliki.

Modal tersebut digunakan untuk membeli berbagai macam minyak esensial, tungku pembakaran, lilin tea light, bunga-bunga dan batang-batang kering, pewarna bunga kering, tople-toples dan lain-lain.

Dengan pengetahuan yang mereka miliki, mereka akan melakukan pencampuran minyak esensial dengan minyak nabati baik palm oil, corn oil maupun soya bean oil dengan perbandingan sesuai dengan kadar kemurnian yang diinginkan. Minyak esensial yang sudah dicampurkan ini kemudian dikemas dalam botol-botol sesuai keinginan penjual.

Ada yang dalam botol 20 ml dengan penggunaan bisa dibakar atau dihirup uapnya setelah dilarutkan dalam air panas, ada juga yang dikemas dalam botol-botol kecil dengan volume sekitar 4-5 ml. Untuk botol-botol kecil ini penggunaannya biasanya dengan jalan dibakar di atas tungku.

Tak jarang, mereka yang bergerak di bidang ini juga membuat potpourri dari bunga-bunga kering yang kemudian diberi tetesan minyak esensial sebagai pengharumnya. Potpourri umumnya diletakkan sebagai hiasan karena selain penampakannya yang cantik, sayup-sayup kumpulan bunga kering ini memancarkan wewangian khas yang menenangkan syaraf.

Nah, untuk memasarkan produk-produk yang mereka buat ini, para produsen umumnya memulai menjajal di dunia maya. Atau lewat gerai kecil baik di rumah maupun menyewa outlet di pusat pertokoan. Untuk bisnis ini, pemasaran lewat dunia maya diakui banyak memberi keberhasilan. Rata-rata lewat dunia maya mereka bisa menambahkan agen atau distributor di daerah. Namun, promosi terutama berkaitan dengan product knowledge yang paling efektif tetap media cetak.

2. Trend produk Aroma therapy

 Aromaterapi Humidifier udara

Aromaterapi Humidifier udara

Melakukan perawatan aroma therapy di spa terbilang cukup mahal dan perlu menyediakan waktu khusus, sehingga  saat ini  mulai berkembang produk aroma therapy yang bisa digunakan dendiri di rumah, kantor, mobil atau bahkan cafe. Apalagi kini produk aroma therapy disajikan dalam berbagai bentuk praktis dari mini yan habis dalam sekali penggunaan. Karena fenomena tersebut membuat produk aroma therapy mudah ditemukan dan ramai ditawarkan di mall-mall atau di pasar modern dan tentunya memberikan peluang yang cukup menjanjikan bagi para produsen produk aroma therapy.

Tren penggunaan jenis  produk aroma therapy biasanya disesuaikan dengan banyaknya permintaan pasar berdasarkan manfaat yang bisa didapat dari produk yang bersangkutan. Contohnya, kebutuhan manusia modern akan antioksidan dalam jumlah besar membuat minyak esensial teh hijau menjadi banyak diminati dan paling trend saat ini. Namun secara umum, minyak esensial yang berasal dari bunga-bunga tetap akan diminati sampai kapanpun.

3. Kendala Usaha dan Keuntungan

Atasi kendala usaha dengan strategi berbisnis yang tepat

Atasi kendala usaha dengan strategi berbisnis yang tepat

Sebenarnya usaha ini terbilang tanpa kendala. Masalahnya ketersediaan bahan baku juga melimpah dan tersedia sepanjang tahun di Indonesia. Namun sayang ada beberapa jenis minyak esensial yang memang bahan bakunya tidak ada di Indonesia. Seperti minyak lavender ataupun avocado oil. Kalau sudah begini terpaksalah para produsen ini harus mengimpor dari luar atau membeli lewat importir yang harganya sudah selangit.

Ketersediaan SDM di saat banyak orderan juga sangat penting. Namun seringkali pelaku kecil masih mengalami kesulitan tenaga kerja ketika menghadapi pesanan yang begitu banyak. Untuk menyiasatinya bisa dengan cara mendisiplinkan waktu jam kerja, menambah jam kerja, atau menggunakan tenaga borongan.

Namun patut diakui jika bisnis ini memberikan banyak keuntungan. Rata-rata dari pemain yang ada bisa meraup keuntungan bersih sebanyak 40 persen dari omset. Dari keuntungan ini banyak diantara mereka yang kemudian sudah balik modal pada tahun kedua usaha. Menggiurkan bukan??

4. Jualan Aroma Therapy Sesuai Nuansa Tempat Spa

sesuaikan aroma therapy dengan nuansa tempat spa

sesuaikan aroma therapy dengan nuansa tempat spa

Saat ini penggunaan aroma therapy sudah sangat luas. Bisa dimasukkan dalam kosmetik atau digunakan dalam sebagai pewangi ruangan. Tidak melulu pada spa atau salon kelas menengah atas, trend penggunaannya sudah merambah pada salon ke bawah. Artinya pemasaran produk ini makin terbuka dan tidak sulit. Bahkan bagi yang sudah menyadari manfaat aroma therapy, penggunaan aroma therapy di rumah juga sudah marak dilakukan. Ketersediaan bahan baku di Indonesia bagi produksi aroma therapy yang bersifat alami juga sangat berlimpah. Artinya bisnis ini sangat minim kendala.

Para pebisnis juga bisa memasok produknya ke usaha bisnis spa kelas atas. Tinggal pandai-pandailah mereka melihat nuansa yang diusung tempat-tempat spa tersebut sehingga bisa menjual produk yang tepat. Untuk spa bernuansa Jawa. Seperti aroma therapy jasmine (melati), patchouli (nilam), lemon grass (serai), maupun frangipani (kamboja). Semuanya merupakan jenis aroma therapy yang banyak disukai. Sementara untuk tempat spa bernuansa China, wangi cendana atau gaharu bisa menjadi pilihan. Sedangkan wangi bergamot lebih disukai pada tempat spa yang bergaya Eropa.

Faktor lain yang juga harus diperhatikan bagi mereka yang ingin memasok aroma therapy ke spa kelas atas adalah stabilitas pasokan. Kontinuitas pasokan sangatlah penting. Karena jika sampai aroma therapy yang diinginkan dan biasa dipasok tidak tersedia, pemilik spa biasanya ogah membeli kembali.

Jangan lupa seimbangkan kualitas aroma therapy dengan harga yang dijual. Untuk masalah harga, semakin trend aroma therapy yang dijual maka semakin mahal harganya. Sebagai contoh aroma therapy frangipani dengan kualitas baik yang hampir disukai di semua tempat spa. Aroma therapy ini bisa dijual dengan harga Rp 1,5 juta per 250 ml.

5. Semua Orang Bisa Menjadi Target Pasar Aroma Therapy

aroma therapy wangi bunga

aroma therapy wangi bunga

Saat ini, hampir semua orang bisa menjadi target market produk aroma therapy ini, baik dewasa maupun anak-anak. Untuk dewasa, cenderung dibutuhkan oleh orang-orang yang memiliki banyak aktivitas dengan tingkat stress yang tinggi. Serta gaya hidup yang berubah sehingga emosi ada kalanya tidak terkontrol. Sementara untuk anak-anak bisa digunakan untuk merangsang, membantu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga menjadi lebih bersemangat.

Oleh karena itu dibutuhkan aroma therapy dengan kualitas baik. Nah, untuk menghasilkan aroma therapy dengan kualitas tinggi maka bahan baku yang dibutuhkan harus terhindar dari polusi. Waktu pemetikan yang tepat dan proses pembuatan yang benar dan steril. Aroma therapy yang sudah jadi juga harus disimpan pada suhu ruangan yang tidak panas dan tidak terkena matahari langsung. Hal ini untuk menghindari penguapan dan kerusakan pada produk aroma therapy sehingga khasiatnya tetap prima. Buka usaha aroma therapy, bisnis dengan modal kecil namun memberikan untung besar. Kenapa tidak mencobanya??

Leave a Reply