Mindset & Mental Orang Sukses Part 2

0
1679

 Mindset & Mental Orang Sukses Part 2

Klik disini untuk melihat di YouTube

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas kelanjutan artikel sebelumnya yaitu  “Mindset dan Mental Orang Sukses Part 2”.

Banyak sekali permintaan pada video pertama di channel success before 30, yaitu mindset & mental orang sukses. Banyak yang menanyakan kelanjutannya.

Sebetulnya mindset dan mental orang sukses, kelanjutan yang kedua sudah pernah saya bahas di seminar-seminar saya. Tapi pada kesempatan kali ini saya juga paparkan supaya anda mendapatkan record atau videonya. Supaya bisa anda ulang dan anda pelajari sendiri di rumah.

Kalau anda belum menonton, anda bisa lihat video yang pertama, mindset & mental orang sukses. Sampai detik ini sejak video tersebut dibuat sudah ditonton lebih dari 300 ribu orang. Dan tentu video ini sudah menginspirasi dan membuka cakrawala berpikir orang-orang kebanyakan.

Dan sekarang kita sudah membuat seri keduanya, yang mana seri kedua ini terinspirasi dari sebuah buku yang berjudul “Secrets of The Millionaire Mind”, yang ditulis oleh T. Harv Eker, yaitu pada tahun 2005.

Buku ini intisarinya ada 17 point, yang  saya yakin akan menggedor cara berpikir anda. Jujur video ini saya tidak rekomendasikan bagi anda yang tidak kuat menontonnya karena disini banyak sekali kata-kata & kalimat-kalimat yang mungkin bertentangan dengan cara berpikir anda. Dan mungkin sebagian besar dari anda setelah menonton video ini anda bisa tersinggung, atau bahkan anda
mungkin merasa tertampar. Atau bahkan anda mungkin merasa terintimidasi.

Sekali lagi saya tidak ada maksud itu semua, tetapi sekali lagi karena ini cara berpikir orang-orang sukses dan orang-orang milyarder. Dan mungkin  cara berpikirnya sama sekali tidak sama dengan anda. Tapi ada baiknya kita pelajari setelah anda membaca artikel ini.

Bagaimana sih cara-cara berpikir mereka? Disini yang pertama adalah apa beda orang yang sukses dan yang gagal?

Yang pertama adalah orang sukses percaya, saya bertanggung jawab pada diri saya. Sedangkan orang gagal selalu menyalahkan barang, orang dan situasi.

Ok, contohnya seperti apa? Contohnya adalah seperti ini.

Kalau saya gagal, saya yang bertanggung jawab. Kalau saya hari ini mengalami kebangkrutan, saya yang bertanggung jawab. Tapi orang gagal suka menyalahkan orang lain. Orang gagal menyalahkan customer’nya lah, menyalahkan pelanggannya lah, menyalahkan atasannya lah, menyalahkan pabriknya lah, menyalahkan supplier. Intinya, dia tidak ada yang salah. Selalu orang lain yang salah.

Anda mau pilih yang mana? orang sukses, sekalipun yang salah orang lain tapi dia menyalahkan dirinya sendiri. Kenapa? Karena dia percaya kesalahan itu tujuannya adalah untuk memperbaiki kompetensi, bukan orang lain yang disalahkan atas keadaan.

Ingat sahabat entrepreneur, Michael Jordan pemain basket terkenal dunia. ketika timnya dia
kalah, dia tidak menyalahkan timnya. Dia sebagai kapten tim mengatakan, “this is my fault”. Ini kesalahan saya. ” because I’m the captain”. Saya adalah kaptennya. Dia tidak menyalahkan orang lain, ini salahnya, ini itu.. tidak. Ini salah saya.

Itu cara berpikir yang pertama. Bisakah anda berpikir demikian? anda yang memilih.

Yang kedua, orang kaya memegang kendali atas kondisi keuangannya. sedangkan orang gagal selalu dikendalikan oleh kondisi keuangannya. Maksudnya begini, orang kaya, mereka itu
selalu, senantiasa. Selalu berpikir bagaimana uang ini bekerja untuk saya.

Mereka bukan berarti tidak pernah mengalami kesulitan finansial. Mereka bahkan mungkin
pernah bangkrut, mereka mungkin bahkan di rekeningnya tinggal 50 ribu Rupiah atau 10 ribu Rupiah. Mereka juga pernah mengalami. Tapi mereka selalu tahu bagaimana caranya membuat uang selalu bekerja untuk mereka.

Tapi orang yang gagal, mereka selalu kekurangan uang terus. Dan akhirnya mereka mengatakan, “aduh, ini memang sudah nasib. Saya ini selalu miskin. Saya ini selalu ditakdirkan bukan menjadi orang kaya.”

Sahabat entrepreneur, ubahlah cara berpikir anda. Yang ketiga, orang kaya berkomitmen menjadi kaya, sedangkan orang miskin cuma ingin kaya. Anda tipe yang mana? siapa mau kaya? saya !! Setiap kali saya mengisi seminar, siapa yang ingin kaya? saya !! Siapa yang berkomitmen untuk kaya? Yang angkat tangan jadi kurang dari separuh gedung, kenapa? Karena “ingin” dengan “komitmen” itu berbeda.

Kalau ingin, ya semua orang ingin kaya. Semua orang ingin sukses. Tapi komitmen, anda mau bayar harganya atau tidak? Mau gak, bangun lebih pagi, tidur lebih malam? Mau gak anda hari ini melakukan hal yang berbeda dibandingkan dengan teman- teman seusia anda? Ketika teman-teman seusia anda sedang main game, nongkrong di Mall, membicarakan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan masa depan, tapi anda hari ini justru melakukan sesuatu yang berbeda.

Berbeda seperti berbisnis mungkin contohnya. Itulah yang berkomitmen untuk sukses. Ini sangat berbeda. “ingin” dengan “berkomitmen”.

Yang keempat, yaitu orang sukses berpikir sukses. Sedangkan orang gagal selalu berpikir
sempit. Orang sukses, mereka selalu mencari cara. Mereka selalu berpikir optimis. Sedangkan orang yang gagal, ketika menemui masalah mereka sudah pesimis duluan. yang kelima, orang sukses selalu mencari jalan, dan orang gagal mencari alasan.

Orang sukses cari jalan, orang gagal cari alasan. Anda tipe yang mana? Kalau anda tipe yang orang gagal, mohon maaf. Anda mungkin berpikir, “iya juga, selama ini saya suka cari alasan”. Atau sebaliknya, anda jadikan alasan tersebut, sebagai jalan untuk anda menuju kesuksesan.

Yang keenam, orang sukses selalu mengagumi kesuksesan orang lain. Sedangkan orang gagal, selalu iri melihat kesuksesan orang lain. Anda tipe yang mana? Apakah anda hari ini kalau melihat orang sukses, anda langsung berkata,

“oh iya, dia dari orang suku tertentu”.

“oh iya, dia dari kalangan anak pejabat”.

“oh iya, dia dari kalangan anak pengusaha”.

“oh iya, dia berat badannya tinggi”.

“oh iya, karena orangnya keren”.

sukses tidak ada kaitannya dengan itu semua. Anda tidak perlu iri dengan kesuksesan orang
lain, tapi orang yang sukses, mereka belajar bagaimana orang sukses itu bisa berhasil. Mereka mempelajari kiat-kiatnya. Mereka mempelajari cara berpikirnya. Mereka mempelajari perilakunya.

Dan mereka mempelajari apa yang mereka lakukan setiap hari. Jangan iri pada mereka.

Yang ketujuh, orang sukses selalu berkumpul, berkomunitas dengan orang sukses. Sedangkan
orang gagal, mereka juga punya kumpulan orang gagal.

Kritikus kumpulnya juga dengan kritikus. Penggosip kumpulnya dengan penggosip. Anda harus tahu. Manusia itu suka berkomunitas. Dan orang sukses, mereka itu selalu berbicara ide, ide, ide
apa yg dilakukan untuk masa depan lebih baik. Tapi orang gagal selalu menyalahkan keadaan, kondisi saat ini, complain saat ini, mengeluh saat ini, ceritanya seputar itu saja. Tidak ada cerita seputar harapan untuk masa depan lebih baik. Anda tergolong yang mana?

Yang kedelapan, orang sukses selalu tahu bagaimana cara mempromosikan dan berjualan. Dia bisa mengubah sampah menjadi uang. Itu orang sukses. Sedangkan orang gagal, tahunya cuma buang sampah. ya ‘kan? Sudah begitu dibuang di pinggir jalan, tidak dibuang ke tong sampah. Artinya apa? Mereka berpikir negatif. Saya tidak pandai bicara lah, saya tidak pandai ngomong lah. Saya hari ini tidak pandai mempromosikan sesuatu lah, saya tidak bakat lah.

Ingat sahabat entrepreneur, sukses tidak ada kaitannya dengan itu semua. Orang sukses, 10 orang terkaya di dunia, 9 dari itu mereka berasal dari dunia yang latar belakangnya sales dan penjualan. Mereka pandai mempromosikan produk mereka. Mereka pandai menjadikan sesuatu yang tidak
terpikirkan oleh orang lain.

Bukan karena mereka itu sudah dilahirkan pandai berjualan, tidak. tapi mereka juga belajar. Anda tergolong yang mana? Sekali lagi anda yang cek. Dan yang berikutnya, yang kesembilan, orang sukses selalu lebih besar dari masalah. Dan orang gagal, selalu lebih kecil dari masalah. Ketika orang sukses menghadapi masalah, dia bilang “ah, tidak apa-apa”.

“Masalah ini untuk mendewasakan diri saya. Masalah ini ada untuk membuat diri saya belajar”.

Tapi orang gagal berkata, “Nasib, nasib.. Kenapa saya selalu ditimpa kemalangan? Hidup saya ini
selalu sial..!” Itulah orang gagal. Anda tergolong yang mana?

Yang kesepuluh, orang sukses itu bisa menerima masukan orang lain karena mereka adalah pendengar yang baik. Ketika mereka dikritik, mereka dengan senang hati menerimanya. Ketika mereka menerima masukan, mereka dengan senang hati mendengarkan masukan orang lain.

Tapi orang gagal, dia langsung berpikir, ” alah, tidak mungkin!”. “alah, ini susah!” Diberikan peluang mereka malah bilang, “ah, sudahlah ini MLM”. Ini asuransi lah, mereka sudah langsung berpikir negatif. Padahal belum juga mendengar tapi sudah langsung asumsinya negatif seperti itu.

Apa yang salah sih dengan MLM? Apa sih yang salah dengan peluang yang baru? Mungkin banyak orang berpikir seperti itu. Coba dengarkan dulu pendapat orang lain. Anda mungkin berpandangan seperti itu.

Yang kesebelas, orang sukses dibayar berdasarkan omzet penjualan. Mereka mau dibayar berdasarkan prestasi mereka. Sedangkan orang gagal dibayar berdasarkan waktu yang mereka berikan kepada perusahaan. Disini maksudnya orang sukses berwirausaha. Tapi bukan berarti karyawan disini saya kategorikan orang gagal. Tidak.

Tapi yang saya kategorikan orang gagal disini adalah mereka yang tidak mau merubah cara berpikir mereka. Mereka cuma berpikir, alah tidak mungkin, saya tidak bakat lah, saya tidak bisa lah, jangan berkata seperti itu.

Yang kesebelas sudah. yang kedua belas, orang sukses selalu berpikir win-win. Kamu untung, saya untung. Kita bisa bekerja sama jangka panjang. tapi orang gagal win-lose.

“Apa yang bisa gua makan dari lo.”

“Apa yang saya bisa dapatkan keuntungan dari kamu”.

Sahabat entrepreneur, hati-hati. Jangan cuma berpikir keuntungan sendiri. Tapi selalu pikirkan keuntungan orang lain. Niscaya anda akan dipercaya oleh orang lain. Kalau anda bisa dipercaya oleh orang lain, orang lain pun senang bekerja sama dengan anda. Jangan cuma berpikir bagaimana memperkaya diri. Itu cara orang kaya yang berpikir.

Ketiga belas, orang sukses membangun aset, dan asetnya yang memberikan dia penghasilan. Sedangkan orang gagal, fokus bekerja seumur hidupnya untuk mencari penghasilan. Ini berbeda. Orang sukses bangun aset. Asetnya yang menggaji dia. Orang gagal cari gaji.

Ingat sahabat entrepreneur, manusia hidup itu bekerja cuma bisa berapa tahun, sih? Kalau dia bekerja dari usia 25. Usia 50-60 mungkin dia sudah pensiun. Dia kalau bekerja dengan cari gaji terus, bekerja paling aman hanya 30 tahun. Itupun dengan asumsi tidak di-PHK. Dan dia pun cuma berharap pesangon, ataupun dia cuma berharap dari uang dana pensiun.

Tetapi orang sukses, selama hidupnya dia menghasilkan penghasilan dia bangun dengan aset. Saya tidak akan ceritakan aset disini, anda lihat seri pertama. Disitu saya sudah bahas aset itu apa. Dan dari aset itulah, dia bisa mendapatkan penghasilan dari dirinya.

Sekarang yang keempat belas, orang sukses bisa menyimpan uang yang dihasilkan, orang gagal selalu menghabiskan penghasilan yang didapat. Inilah dia perbedaan paling utama. “Hore gajian
tanggal 30..!” Tanggal 31 langsung habis. Tanggal 1-2.

Berarti uang yang masuk cuma transit. Langsung bayar ini bayar itu, habis semua. Orang sukses, dia selalu bisa menyimpan uang yang dihasilkan. Dan hasil simpanannya digunakan untuk aset. Mari rubah cara berpikir anda.

Kemudian yang kelima belas, orang sukses selalu membuat orang bekerja untuk dia. Dan orang gagal selalu bekerja untuk mencari uang. Tadi saya sudah bahas di sebelumnya.

Yang keenam belas, orang sukses bisa mengatasi ketakutan, orang gagal selalu dikalahkan oleh rasa takut. Contoh, ketika ada tantangan, ada masalah, orang sukses selalu melihat, “Wah, ini tantangan.Oke. Saya coba cari cara bagaimana saya bisa melewati tantangan itu. Tapi kalau orang gagal, mereka belum mulai sudah pesimis, “ah tidak mungkin lah!”. Tidak bisa lah. Anda yang mana?

Dan yang terkahir ketujuhbelas adalah, orang sukses selalu haus akan ilmu, pengetahuan dan pengembangan diri. Sedangkan orang gagal akan berkata : “saya sudah tahu anda, saya sudah tahu segalanya”. Anda tergolong yang mana?

Kalau anda bisa membaca artikel ini sampai disini, berarti anda tergolong orang yang mau sukses. Dan kalau anda tergolong orang yang berkomitmen untuk sukses, anda tidak membaca artikel ini hanya sekali. Namun anda akan membacanya berkali-kali sampai anda benar-benar mendobrak cara berpikir anda yang lama. Dan tentunya tidak mudah.

Ketika anda menghadapi tantangan, ketika anda menghadapi masalah, anda kuatkan diri anda dengan membaca artikel ini lagi. Anda kuatkan, sehingga lama-lama cara berpikir anda yang lama, mindset anda yang lama akan didobrak, dan semakin lama akan membentuk kebiasaan-kebiasaan yang baru.

Semoga artikel ini dapat menginspirasi anda. Sukses untuk anda, salam hebat luar biasa !!

Leave a Reply