Pahami 5 Cara Kerja Uang Maka Anda Akan Menjadi Kaya Raya

0
2222

Pahami 5 Cara Kerja Uang. Maka Anda Akan Menjadi Kaya Raya


Klik disini untuk melihat di YouTube

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..!! Di edisi kali ini saya akan membahas tentang ‘Cara Kerja Uang’. Anda pasti senang sekali. Jadi, anda harus mengerti bahwa sebetulnya yang membuat anda kaya raya itu bukan uang. Tetapi anda harus tahu cara kerjanya. Jika anda mengerti cara kerjanya, maka anda bisa kaya raya. Jadi tips saya kali ini adalah : “Pahami 5 Cara Kerja Uang, Maka Anda Akan Menjadi Kaya Raya”.

 

1. Uang jangan dikejar

Yang pertama. Uang jangan dikejar. ‘Apa maksudnya ini?’. Banyak orang yang seumur hidup terus mengejar uang. Saya katakan bahwa itu tidak salah. Tetapi jika uang itu semakin dikejar, maka sama seperti anda mengejar kupu-kupu. Seperti anda mengejar ayam, seperti anda mengejar lebah. Semakin dikejar, semakin lari. Dan belum tentu dapat pula. “Loh pak, saya kerja tujuannya apa? Ya cari uang. Mengejar uang. Saya katakan, “Itulah pemahaman yang paling dangkal tentang bagaimana cara mencari uang”.

Tetapi ketika anda ingin kaya raya, anda bukan mencari uang. Tetapi bagaimana agar anda bisa dikejar uang. Dan bagaimana agar anda tidak mengejar uang. Saya sudah sering membahas ini di video-video saya sebelumnya, termasuk di renungan. Kalau anda memberikan umpan pada ikan, maka ikan itu pasti akan datang. Jika anda ingin menangkap lebah, anda jangan mengejar lebahnya. Tetapi berikan bunga agar ia bisa beternak madu.

Jadi, anda harus tahu bagaimana cara agar anda bisa ‘dikejar’. Pahami bahwa uang akan mendekati orang-orang yang mempunyai value.  Uang akan mendekati orang-orang yang mempunyai nilai. Ingat, sekali lagi. Emas itu barang bernilai. Jadi ketika ada nilai, uang akan lari kepada yang bernilai. Anda itu pribadi yang bernilai atau tidak? Jika anda adalah pribadi yang bernilai, maka anda tidak perlu minta dinaikkan gaji. Tetapi anda akan dinaikkan jabatannya, dan penghasilan anda akan dinaikkan 30 kali lipat lebih tinggi. Mengapa?

Karena anda punya nilai untuk perusahaan

Contoh, sekarang anda mempunyai account socmed. Isi account socmed anda value’nya bisa didatangi uang atau tidak? Atau bahkan dijauhi uang? Kalau account socmed anda dijauhi uang, maka otomatis anda akan mengejar uang terus seumur hidup. Tetapi kalau anda bisa membangun account socmed yang benar, account Instagram yang benar, channel YouTube yang benar, maka anda pasti akan didatangi uang.

Bukan action yang saya maksud disini. Bukan. Tetapi mungkin orang-orang akan mengajak anda untuk bekerja sama. Sama juga. Mungkin jika anda di perusahaan anda hari ini menjadi seorang konsultan yang baik, anda punya suatu value yang baik, maka perusahaan-perusahaan akan menyewa anda sebagai jasa konsultan. Entah itu konsultan pembukuannya, mungkin sebagai akuntan, sebagai konsultan IT, atau mungkin sebagai seorang dokter. Mengapa ada dokter yang laku, dan ada dokter yang tidak laku? Jawabannya satu. Dokter yang satu punya value, yang satu lagi tidak punya value. Dokter yang punya value, pasti mempunyai nilai tambah. Itulah mengapa pasiennya bisa ramai, dan sebagainya.

Jadi, anda harus punya value. Uang itu jangan dikejar. Jika anda mempunyai value, justru diri anda yang akan dikejar uang.

 

2. Bukan berapa uang yang anda hasilkan. Tetapi berapa uang yang anda simpan

Yang kedua, bukan berapa uang yang anda hasilkan. Tetapi berapa uang yang anda simpan. Inilah poin yang kedua. Hal ini sudah sering saya bahas di video-video saya sebelumnya. Ingat, berapa banyaknya gaji anda tidak ada artinya. Walaupun gaji anda 10 juta, tetapi bulan ini langsung habis 10 juta. Itu tidak ada artinya. Lebih baik dari 10 juta itu, ada berapa yang bisa anda ‘selamatkan’. Berapa yang bisa anda simpan. Itulah yang akan menentukan kekayaan anda kelak. Dan apa yang anda selamatkan, anda simpan, anda jadikan aset, maka aset itu suatu hari akan bernilai. Dan itu bisa mendatangkan kekayaan untuk anda.

Orang gagal, seumur hidup bekerja mencari uang. Tetapi orang sukses, seumur hidup dia bekerja bukan untuk mencari uang, tetapi untuk membangun aset. Aset itulah yang suatu hari akan mencarikan uang untuknya. Itulah yang sering saya katakan di video-video saya sebelumnya. Maupun di quotes yang sudah saya bagikan di socmed. Jadi anda harus paham hal itu.

 

3. Nilai uang pasti akan menyusut

Poin yang ketiga adalah nilai uang pasti akan menyusut. Jadi anda harus memahami cara kerja uang, yaitu uang pasti akan menyusut. Contoh paling gampang itu seperti ini. Uang 100 juta di tahun 2018 bisa anda gunakan untuk beli apa? Kalau di tahun 2018, dengan uang 100 juta mungkin anda masih bisa membeli 1 petak sawah, contohnya. Tetapi di tahun 2028, 10 tahun lagi, uang 100 juta bisa anda gunakan untuk beli apa? Jangankan sepetak sawah, mungkin seperempat petak sawah saja anda tidak bisa beli.

Sama. 20 tahun yang lalu, uang 100 ribu itu nilainya bagaimana? Luar biasa besar. 10 tahun yang lalu, dengan uang 100 ribu anda bisa membeli barang sampai berkeranjang-keranjang. Tetapi zaman sekarang, uang 100 ribu bisa untuk membeli seperempat keranjang saja sudah bagus. Karena nilai uang itu cepat menyusut. Tetapi kalau orang kaya, dia paham bahwa nilai uang itu akan menyusut. Mengapa nilai uang itu bisa menyusut? Itu karena masalah inflasi.

Oleh sebab itu, jika anda paham bagaimana cara memproteksi supaya nilai uang yang anda hasilkan sekarang ini tetap bernilai 10 tahun lagi, maka kuncilah dengan cara menabung. Anda bisa tonton video saya ‘3 Cara Menabung’. Disitu ada penjelasan menabung logam mulia/emas, ada menabung saham, dan ada juga menabung properti supaya nilai uang yang anda hasilkan sekarang 10 tahun lagi value’nya semakin lama akan semakin naik. Bukan semakin habis. Cukup jelas ya..

Jadi kembali lagi kuncinya adalah pahami cara kerja uang, segeralah menabung.

 

4. Jangan investasikan uang anda pada bidang yang tidak anda kuasai

Yang keempat, jangan investasikan uang anda pada bidang yang tidak anda kuasai. Seringkali banyak orang tiba-tiba menghasilkan banyak uang, contohnya dia dapat kontrak kerja. “Hore.., saya dapat uang dengan jumlah besar..!!” Atau bekerja di luar negeri sebagai TKI atau BMI. Pulang membawa uang ke Indonesia 200 juta-300 juta Rupiah. Keren..

Dulunya, gaji 1 juta saja tidak ada. Sekarang, tiba-tiba dapat 300 juta. Karena anda tidak punya kecerdasan finansial yang baik, akhirnya uang yang anda hasilkan dalam jumlah besar itu anda investasikan ke bidang-bidang yang tidak anda kuasai. Ada orang bilang, “ayo ternak lele..!!” Anda invest ke ternak lele 50 juta. Alhasil, hancur.. Lelenya mati semua. “Ayo ternak ayam..!!” Anda tidak menguasai bidang itu. Anda tidak punya pengalaman di bidang itu. Kemudian anda ikut teman anda ternak, akhirnya ayamnya mati semua. Lalu ayamnya dicuri orang, hilang.

Kemudian apalagi? “Ayo invest ke batu bara..!!” contohnya. Lalu batu bara nilainya turun. Ternyata setelah investasi, ada masalah izin. Akhirnya, uang itu melayang. Pada akhirnya, anda yang stress. Anda sudah bekerja di luar negeri mungkin bertahun-tahun, pulang menghasilkan uang 300 juta, tetapi habis dan akhirnya stress. Lalu akhirnya bagaimana? Karena stress, galau dan bingung, akhirnya kembali lagi bekerja di luar negeri. Seringkali kegalauan yang terjadi seperti itu. Jika anda tidak paham cara kerja uang, maka lebih baik uang yang anda hasilkan itu ditabung. Anda bisa tonton video saya ‘3 Cara Menabung’.

Terkecuali jika anda memang menguasai bidang usaha itu

Contoh, anda memang punya kemampuan di bidang usaha kuliner. Bisa buka depot, contohnya. Atau misalkan anda pandai berjualan. Anda menguasai produk yang anda jual. Anda buka usaha facial, contohnya. Banyak murid-murid saya yang buka usaha facial. Buka usaha klinik kecantikan. Itu boleh juga. Jika anda punya kemampuan di bidang itu, silahkan. Kembangkan. Maka nilai uang anda akan berputar. Tetapi jika anda tidak punya kemampuan di bidang usaha, lebih baik menabung saja. Atau belikan sawah, belikan properti. Selesai.

Kalau di desa mungkin bisa dibelikan apa? Mungkin beli sapi atau kambing. It’s OK. Itu lebih ada nilainya daripada anda tidak mengerti bidang usaha apapun, tetapi anda invest ke usaha yang tidak-tidak. Justru semakin hancur.

 

5. Mencatat pengeluaran anda

Dan yang kelima, tahu kemana pengeluaran anda. Jadi, anda harus tahu pengeluaran anda. Masalahnya begini. Di Indonesia ini, banyak orang berwirausaha, tetapi uang kerja dengan yang untuk usaha itu dijadikan satu. Bersama dengan uang untuk pengeluaran. Jadi modal usaha ditambah keuntungan itu menjadi perputaran. Akhirnya uang pekerjaan, uang untuk usaha, dengan uang untuk pengeluaran menjadi satu.

Contohnya anda membuka toko kelontong. Dalam satu hari, anda dapat uang 4 juta, misalnya. Kelihatannya banyak. Tetapi, dari 4 juta ini terdiri dari beberapa bagian. Ada uang modal, ada uang yang digunakan untuk membeli  barang lagi, lalu ada uang profit. Kalau anda tidak bisa memilah, maka akhirnya akan terpakai semua. Jangan-jangan, uang 4 juta ini melayang? Uang modal hilang, uang untuk modal beli barang juga hilang. Dan uang profit juga hilang. Seringkali, mereka tidak bisa memilah uang tersebut.

Alhasil jika dia ditanya, “Berapa hasil keuntungan anda dalam 1 bulan?”. Dia tidak bisa menjawab. “Saya tidak tahu net profitnya. Pokoknya yang saya tahu, setiap hari muter aja. Selama masih ada uang modal, saya masih bisa makan, itu sudah bagus”. Jawaban mereka seperti itu. Menurut saya, UKM-UKM seperti ini tidak akan pernah besar karena mindset tersebut. Oleh sebab itu, tonton video saya “5 Level Pengusaha”. Disitu saya sudah membahas bagaimana agar anda bisa naik ke pengusaha level kedua. Kalau masalah finansial keuangan toko ini saja, atau usaha kecil saja anda tidak bisa, jangan harap anda bisa naik ke level berikutnya.

Anda tidak tahu pengeluaran anda. Sehingga anda tidak tahu aliran uang kas anda kemana.

Cashflow anda kemana. Alirannya tidak jelas. Padahal uang yang harus anda pakai untuk modal berapa? Uang yang harus anda pakai untuk pengeluaran berapa? Jika anda tahu, contohnya dari 4 juta. “Saya maksimal hanya boleh menggunakan 1 juta”. That’s it. Mengapa anda tidak boleh menggunakan semua profit anda? Mengapa tidak boleh? Anda perlu maintain lagi. Perlu menggaji karyawan lagi. Perlu ini lagi, belum lagi kalau harga barangnya naik. Anda tidak boleh memakai semua profit itu.

Mungkin anda mengambil profit itu hanya 50%. 500 ribu. Ya sudah. “Saya bisa stress pak. 500 ribu itu tidak cukup. Pengeluaran saya itu 1 juta”. Ya tingkatkan omzet anda.itu saja. Jadi, anda harus tahu pengeluaran anda itu berapa. Jika anda tidak tahu pengeluaran anda kemana, maka seumur hidup anda berdagang tidak akan pernah menjadi pedagang yang sukses. Tidak akan menjadi pebisnis yang sukses. Mengapa? Karena itu tadi, yang sudah saya katakan sebelumnya. Anda tidak tahu berapa pengeluaran anda. Tulislah berapa pengeluaran anda.

Dengan demikian, anda sudah paham 5 cara kerja ini. Semoga video ini menginspirasi. Semoga video ini memberikan anda gambaran dan wawasan. Jangan lupa berikan like, berikan komentar positif anda di bawah, dan jangan lupa subscribe. Serta share video saya ini ke teman-teman anda. Serta jangan lupa tonton 2 video saya di sebelah kanan.

Sukses untuk anda, semoga selalu menginspirasi. Selalu salam hebat luar biasa..!!

Di edisi kali ini saya akan membahas tentang ‘Cara Kerja Uang’.

Di edisi kali ini saya akan membahas tentang ‘Cara Kerja Uang’.

Punya Uang tapi kok gak kaya-kaya? Punya usaha tapi kok rugi terus? Apa yang salah? Mungkin pemahaman anda tentang uang yang salah. Di edisi kali ini saya akan membahas tentang ‘Cara Kerja Uang’.Judul tips saya kali ini adalah : “Pahami 5 Cara Kerja Uang, Maka Anda Akan Menjadi Kaya Raya”. Semoga video ini menginspirasi dan memberikan anda wawasan.

Leave a Reply