Pengusaha – Pengusaha Sukses yang Tidak Pernah Mendirikan Usahanya

0
734

Pengusaha – Pengusaha Sukses yang Tidak Pernah Mendirikan Usahanya

Klik disini untuk melihat di YouTube

Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa..!!Topik saya kali ini akan membahas tentang pengusaha. Jadi bagi anda yang saat ini punya idealisme ingin menjadi pengusaha, silahkan. Tetapi video kali ini akan membuka cara berpikir anda. Yaitu : “Pengusaha  – Pengusaha Sukses yang Tidak Pernah Mendirikan Usahanya”.

Baik, jadi di video kali ini apa maksud dari judul yang ingin saya bahas? Apa benar pengusaha sukses itu banyak yang tidak pernah mendirikan usahanya? Apa maksudnya? Apakah pengusaha sukses itu harus orang yang mendirikan usahanya sendiri? Sebetulnya sahabat entrepreneur, anda mungkin kurang wawasan. Memang kalau anda menonton berita-berita motivasi, portal motivasi, atau di media-media sosial, di media-media terpercaya, yang selalu disorot adalah ‘100 orang terkaya di dunia’. Atau misalkan, ‘100 orang terkaya di Indonesia’. Mereka semua itu kebanyakan adalah pendirinya.

Tetapi sebetulnya jika anda teliti, mereka itu bukan pendirinya. Banyak sebagian besar yang bukan pendirinya. “Loh, apa maksudnya Pak Chandra?”. Saya ambil satu contoh, anda pasti tahu brand McDonald’s. Tahukah anda, McDonald’s yang terkenal itu siapa pendirinya? Yang anda tahu? Anda pasti menjawab Ray Kroc. Jadi dimana-mana, setiap anda masuk ke McDonald’s, wajah Ray Kroc itu ada. Tetapi sebenarnya anda tahu tidak? Ray Kroc itu bukan pendiri McDonald’s. “Benarkah, pak?”. Betul.

Ray Kroc justru membeli usahanya itu dari pendiri McDonald’s.

Tahukah anda? Yang benar-benar memiliki brand McDonald’s, pendiri McDonald’s itu sebenarnya adalah Dick dan Mac. Dick and Mac McDonald’s. Anda bisa lihat gambarnya disini. Awalnya mereka hanya mempunyai merk McDonald’s itu. Tetapi karena mereka berdua tidak punya kemampuan untuk membesarkan McDonald’s agar mendunia, maka Ray Kroc yang awalnya bekerja disana, akhirnya dia menawarkan diri untuk membuka cabang. Lalu konsep usahanya dibangun dengan baik oleh Ray Kroc, dan akhirnya orang mengenal Ray Kroc sebagai pediri McDonald’s. Tetapi sebenarnya Ray Kroc bukanlah pendirinya.

Coba kita lihat lagi. Banyak orang-orang sukses, banyak pengusaha-pengusaha miliarder, mereka itu bukan pendiri dari sebuah perusahaan. Kita ambil satu contoh, orang terkaya nomor dua saat ini di dunia, Warren Buffet. Saya ingin bertanya. Awal dia menjadi orang terkaya itu karena perusahaan apa? Tidak ada. Warren Buffet adalah orang yang terkenal dalam jual-beli perusahaan. Membeli perusahaan, menjual perusahaan. Dia membeli perusahaan ketika sahamnya murah, kemudian dia jual dengan harga yang sangat tinggi.

Saya tidak akan membahasnya disini. Mungkin nanti akan ada banyak pertanyaan di kolom comment, ‘bagaimana sih cara Warren Buffet sukses?’. Silahkan anda baca bukunya, maka anda akan tahu bagaimana Warren Buffet bisa sukses. Tidak ada satu perusahaan pun yang beliau dirikan. Hanya satu yang beliau dirikan. Yaitu perusahaan investasi miliknya sendiri. Itupun setelah beliau sukses. Tetapi tidak ada perusahaan yang benar-benar beliau dirikan. Itulah pengusaha dunia.

Ada contoh lagi dari Indonesia. Ada pengusaha nasional, yaitu Erick Thohir. Kita orang Indonesia mengenal beliau sebagai pemilik Inter Milan. Karena dia membeli Inter Milan beberapa tahun yang lalu. Sekarang banyak sahamnya yang sudah dijual lagi ke perusahaan China dan sebagainya. Tetapi sebenarnya Erick Thohir ini hampir mirip dengan Warren Buffet.

Apakah perusahaannya benar-benar beliau dirikan sendiri?

Setahu saya, tidak ada. Tetapi beliau menjual beli perusahaan seperti anda membeli mobil, lalu menjualnya dengan harga lebih tinggi. Seperti itu. Tetapi ‘mainannya’ orang-orang yang level tinggi bukanlah jual beli mobil atau jual beli rumah. Tetapi jual beli perusahaan.

Anda harus tahu, bahwa sebetulnya banyak orang-orang sukses yang sebenarnya bukan pendiri dari perusahaan tersebut. Jadi kata kuncinya disini adalah ‘pendiri’. Oleh sebab itu, anda pasti tahu Pertamina. Anda tahu apa saja tentang Pertamina? Yaitu perusahaan BUMN negara yang menjual minyak bumi. Entah itu dalam bentuk bensin, dalam bentuk solar, minyak tanah dan sebagainya.

Sekarang jika anda tahu tentang Pertamina, apa ang anda ingat pertama kali? Pompa bensin dan sebagainya. Saya ingin bertanya. Apakah yang benar-benar sukses dan kaya raya berbisnis dengan pertamina apakah adalah Pertamina itu sendiri? Tidak. Pertamina adalah perusahaan milik negara.

Tetapi tahukah anda, bahwa ada beberapa pengusaha, temasuk teman saya yang memiliki 30 pompa bensin. Tetapi teman saya tidak pernah mau diwawancarai. Anda tidak akan temukan figurnya di oran, media massa, media cetak maupun elektronik. Anda tidak akan menemukan namanya. Dan orang-orang seperti ini ada banyak di Indonesia, bahkan di dunia. Mereka tidak mau diekspos oleh media. tetapi mereka adalah orang yang sangat kaya raya.

Darimana asalnya?

Ya itu tadi. Mereka memiliki beberapa gerai pompa bensin. Kok mereka bisa sukses seperti itu? Mereka tidak mau berbagi kiatnya. Karena mereka orang yang low profile. Mereka tidak mau tampil di depan publik. Dan satu lagi, mereka merasa tidak punya kepentingan. What for? Tidak perlu mereka ceritakan trik-trik suksesnya. Tidak perlu. Anda harus tahu bahwa orang-orang seperti ini jumlahnya lebih banyak.

Satu lagi, contohnya. Perusahaan farmasi Kimia Farma. Saya langsung menyebut merek disini, tetapi ini bukan endorsement. Tetapi saya mengambil studi kasus. Kimia Farma juga merupakan perusahaan BUMN. Apotek milik negara. Kimia Farma ini sendiri gerainya ada ribuan. Tetapi tahukah anda bahwa tidak semuanya milik negara? Tidak. Ada juga orang yang membeli waralabanya. Ada seorang pemilik yang mungkin memiliki ratusan gerai Kimia Farma. Tetapi apakah anda tahu orangnya? Anda tidak akan pernah tahu.

Apakah dia sukses?

Jelas sukses. Karena dia memiliki ratusan gerai apotek, tanpa dia kelola. Semuanya dikelola oleh sistem. Semuanya dikelola oleh manajemen. Anda tahu siapa investornya? Anda tidak akan pernah tahu. Itu adalah perusahaan BUMN. Kita tahu kalau perusahaan swasta disini. Contohnya mungkin waralaba nasional seperti perusahaan convenience store atau yang kita tahu seperti toko-toko modern. Seperti Indomaret atau Alfamart. Saya menyebut merek disini. Itu adalah 2 toko retail nasional yang sangat besar di Indonesia. Sekarang jumlahnya sudah ribuan gerai. Bahkan sekarang katanya setiap 40 menit buka 1 gerai baru. Setiap 40 menit buka 1 gerai baru. Luar biasa sekali toko retail nasional ini.

Pertanyaan saya sekarang satu. Yang anda kenal adalah pemiliknya Indomaret dan Alfamart. Tapi tahukah anda? Itu yang diekspos oleh media. Tetapi tahukah anda? Ada pengusaha-pengusaha yang sekali punya gerai sampai 500 gerai sampai 1000 gerai. Anda tidak akan pernah tahu. Dan tanpa orang ini, saya kira perusahaan sebesar Alfamart dan indomaret ini tidak akan besar. Tetapi ada orang-orang di tengah ini yang luar biasa. Orang-orang di tengah ini adalah orang yang tidak terendus oleh media. tidak pernah tercium oleh media. tetapi orang-orang ini memiliki kelebihan. Mereka bisa menjadi distributor, mendistribusikan barang dan mereka mempunyai kekuatan di bidang penjualan.

Orang-orang seperti ini jarang diekspos oleh media.

Yang selalu diekspos adalah pendiri. Pendiri dan pendiri. Tetapi sadarkah anda? Bahwa banyak pengusaha yang jauh lebih kaya raya daripada pendirinya. Anda harus tahu itu. Founder tidak selalu lebih kaya raya. Asetnya tidak lebih banyak. Anda harus tahu itu. Ini yang seringkali banyak orang tidak mengerti. Dan mereka tidak pernah diekspos ke media. ini yang anda harus tahu. Di video ini akan saya bedah.

Salah satunya lagi, kita kembali ke UKM, bisnis kecil-kecilan yang level pemula. UKM atau pengusaha level pertama seperti di video saya “5 Level Pengusaha”. Silahkan anda tonton sampai selesai. Dan tontonlah sampai habis video “5 Level Pengusaha”. Jangan baru menonton 1-2 episode, lalu anda langsung mengambil kesimpulan. Tontonlah sampai habis, sampai level kelima. Baru anda akan paham bahwa itulah pengusaha yang benar-benar top dan luar biasa.

Misalkan anda di level UKM. Anda sekarang mendistribusikan barang anda melalui online shop. Saya juga tahu, ada banyak sekali online shop yang hanya bermodalkan HP 10 buah di depan meja kerjanya. Dan dia sudah menjadi pedagang online shop. Dan lucunya online shop inilah yang mempunyai idealisme begini, “Saya founder.” Contohnya founder dari tokosepeda.com atau “Saya founder dari usaha snack.”Mereknya mungkin jeruklimau.com

Saya melihat online shoponline shop seperti ini, lucunya idealismenya dia tidak mau mempromosikan online shop’nya di marketplace. Seperti di Tokopedia, Lazada, Buka Lapak dan sebagainya, seperti yang kita tahu. Anda tahu apa alasannya? Alasannya satu, “Untuk apa saya membesarkan market place’nya? Saya sudah punya customer service.”

Kata-kata ini kelihatannya keren dan hebat

Anda memang ingin bersaing. Anda merasa jika anda mempromosikan barang, anda justru mempromosikan marketplace‘nya. Karena anda merasa sudah cukup percaya diri bahwa website anda sudah pasti dikenal.

Ya, jawaban anda benar. Anda sebagai pendiri online shop tersebut, jawaban anda sudah benar. Tetapi dengan satu syarat, silahkan anda tonton video saya. Tonton baik-baik. Kalau anda memang punya kemampuan membesarkan, mendatangkan traffic, mendatangkan pengunjung, dan bisa melebihi marketplace yang ada di Indonesia, maka saya harus memberikan anda tepuk tangan. Tetapi kalau anda tidak punya kemampuan, mengapa anda harus bersikeras? Mengapa anda harus mempertahankan idealisme anda hanya karena anda memiliki kata-kata ‘seorang pendiri’?

Sahabat entrepreneur yang saya cintai, ada juga kata-kata seperti ini : ‘Apakah pendiri itu sudah pasti lebih sukses?’. Tolong anda pikirkan. Saya punya banyak data dan fakta. Justru banyak pendiri yang kalah sukses dengan orang yang membeli, atau bahkan dia menjadi distributor. Atau bahkan dia tidak mau diekspos namanya, tetapi dia jauh lebih sukses. Banyak. Tetapi mereka tidak tercium oleh media. Dia tidak terendus oleh media. dia tidak pernah muncul di media massa, dia tidak pernah muncul di koran maupun televisi. Tidak pernah. Tetapi dia adalah ‘orang tengah’ yang diam-diam, tidak banyak omong, tetapi dia punya banyak lini usaha yang tidak dia dirikan.

Saya sering mendengar kata-kata dari anak muda seperti ini.

Kata-kata ini keren banget. “Buat apa saya membesarkan perusahaan orang lain, sedangkan saya bisa mendirikan perusahaan saya sendiri?”. Kata-kata ini terkesan keren banget. Bagus, saya acungi jempol. Tetapi tolong semangat anda diikuti dengan kata-kata dan idealisme yang nyata. Buktikan!

Kalau anda adalah anak-anak muda yang punya prinsip “Buat apa saya membesarkan perusahaan orang lain? Lebih baik saya mendirikan perusahaan saya sendiri”. Saya acungi jempol jika anda bisa mendirikan perusahaan sendiri. Mendirikan perusahaan itu gampang. Membuat PT, paling sekarang hanya perlu uang 10 juta sudah kelar maksimal. Kemudian, anda sekarang bisa membeli website dengan harga 100-200 ribu saja sudah bisa beli. Dengan hosting’annya 1 juta sudah kelar. Apa susahnya mendirikan perusahaan? ‘Kan cuma mendirikan.

Pertanyaan saya :

Bisakah anda membesarkannya dari level 1 sampai ke level lima?

Kalau jawabannya bisa, saya tunggu perusahaan anda. Jangan lupa jika nanti mau IPO, jika anda ingin membuat initial public offering, kalau mau menjual saham perusahaan hubungi saya. Tinggalkan nomor anda di kolom comment ketika perusahaan anda akan IPO. Tetapi kalau anda belum mempunyai kemampuan, di level kedua saja kepala anda sudah pusing, anda sudah merasa tidak punya kemampuan, berarti itu saatnya anda berpikir ulang. ‘Apakah menjadi pendiri adalah jawaban yang paling ideal?’.

Kalau jawabannya tidak, lebih baik anda berpartner dengan perusahaan yang sudah besar, sudah terbukti sukses, bahkan anda bisa jauh lebih sukses. Jadi kalau anda, anak-anak muda yang hari ini ingin memulai usaha startup anda, tetapi anda berpikiran, “Mengapa saya mau memulai startup? Karena menurut saya startup itu terlihat keren”. Jika anda usaha sekedar untuk terlihat keren, mendingan jadi artis saja, mengapa harus startup?

Kalau anda hanya ingin terlihat keren, lebih baik jadi YouTuber saja. Mengapa harus menjadi pengusaha? Tidak perlu. Mendingan jadi selebgram saja kalau ingin terlihat keren. Ini motivasi yang keliru. Pengusaha tidak seperti itu. Bahkan banyak pengusaha sukses yang tidak terlihat keren. Banyak pengusaha sukses yang tidak pernah disinggung oleh media.

Ada juga yang membahas seperti ini : “Pak, kalau saya tidak mau bergabung dengan perusahaan MLM atau network marketing. Mengapa? Kalau saya bergabung dengan perusahaan MLM, maka saya hanya membesarkan produk dari perusahaan MLM tersebut”. Saya mau menggaris bawahi. Saya tidak akan membahas perusahaan MLM disini. Tetapi, silahkan anda tonton video saya : “5 Usaha yang Anda Jalankan Pasti Sukses”. Disitu saya menyinggung jenis usaha yang kelima.

MLM itu sebenarnya sama dengan perusahaan-perusahaan BUMN yang tadi saya paparkan.

Sama seperti Ray Kroc itu tadi. Anda mungkin tidak mendirikan perusahaan MLM itu. Tetapi, anda bisa menjadi distributor. Anda bisa menjadi seorang leader di perusahaan tersebut. Dan bahkan, anda bisa sukses. Dan tidak jarang yang suksesnya melebihi founder’nya. Banyak kisahnya.

Jadi pesan saya sahabat entrepreneur, adik-adik yang saya cintai, jika anda sudah menonton video saya ‘5 Level Pengusaha’, tolong jangan hanya menonton 1-2 level. Tonton kelimanya sampai habis supaya anda mengerti. Jika anda tidak mengerti yang saya maksud disitu, tontonlah sampai mengerti.

Kalau anda benar-benar sudah habis menonton itu semua,dan anda merasa ‘saya punya kemampuan’. Anda punya idealisme. ‘Saya bisa mendirikan perusahaan, akan saya bangun sampai menjadi pengusaha level kelima’. Good. Saya doakan anda sukses. Dan jangan lupa nawarin saya kalau perusahaan anda mau IPO. Nanti akan saya pelajari perusahaan anda. Kalau memang layak dibeli, layak diinvest, hubungi saya.

Tetapi kalau anda tidak punya kemampuan, anda mungkin cuma punya kelebihan di bidang penjualan. Saya tidak punya kemampuan dari beberapa faktor yang saya paparkan disana. Anda merasa ‘saya hanya bisa menjual. Saya hanya punya kemampuan mendistribusikan barang saja’. Lebih baik anda jangan menjadi pendiri. Lebih baik anda membeli barang di perusahaan, anda jual ulang, anda modif ulang, dengan itu anda bisa menjadi pengusaha sukses.

Anda bisa membuka cabang dari waralaba yang sudah sukses. Anda bisa membuka cabang dari perusahaan yang sudah terbukti secara sistem, secara manajemennya solid. Dan anda bergabung di perusahaan level kelima, berpartner dengan perusahaan level kelima, menjadi luar biasa, itu bisa. Atau mungkin anda tidak punya kemampuan menjadi pengusaha sama sekali, saya juga punya komunitas YES. Silahkan anda hubungi di bawah, ada komunitas YES. Klik di

 

http://chandraputranegara.co.id/mentor

Saya memiliki murid-murid mentor yang siap menjadi pembimbing anda. Disitu kami siap membimbing anda untuk menjadi pengusaha level kelima. Anda tidak perlu menjadi pendiri, tetapi anda cukup menjadi orang yang bisa seperti Warren Buffet, anda bisa seperti tokoh-tokoh yang saya sebutkan, anda tidak perlu mendirikan sendiri. Tetapi jika anda bergabung dengan perusahaan yang sudah sukses, mempunyai sistem, mempunyai kapabilitas, mempunyai perizinan yang sudah lengkap, anda tinggal memasarkan. Anda tinggal mendistribusikan. Maka saya percaya, bahwa anda adalah orang-orang yang luar biasa.

Anda adalah orang-orang yang hebat, dan saya yakin. Apakah anda bisa lebih sukses daripada orang yang mendirikan? Jelas. Faktanya sudah banyak. Buktinya sudah banyak.

Demikian dahulu video saya kali ini. Semoga bisa menginspirasi anda. Semoga bisa memotivasi anda dan jangan lupa subscribe. Jangan lupa berikan like, berikan komentar. Serta ada 2 video saya di sebelah kanan, silahkan ditonton.

Sukses untuk anda, salam hebat luar biasa..!!

Apakah pengusaha sukses itu harus orang yang mendirikan usahanya sendiri?

Apakah pengusaha sukses itu harus orang yang mendirikan usahanya sendiri?

Apakah pengusaha sukses itu harus orang yang mendirikan usahanya sendiri? Sebetulnya, ada banyak pengusaha sukses yang bahkan tidak membangun perusahaannya sendiri. Sahabat entrepreneur, Topik saya kali ini akan membahas tentang pengusaha. Jadi bagi anda yang saat ini punya idealisme ingin menjadi pengusaha, silahkan membaca.

Leave a Reply