Travis Kalanick : Si Boss Uber Yang Sukses Setelah Mengalami Banyak Tuntutan

0
181

Anda pasti kenal UBER atau jangan-jangan Anda sering menggunakannya? Perusahaan sharing transportation ini didirikan oleh Travis Kalanick dan rekannya Garrett Camp pada tahun 2009. Satu tahun kemudian, aplikasi UBER dikembangkan lagi dalam versi beta. Awalnya UBER bernama UberCap. Tapi, pada perilisannya di tahun 2011 di San Francisco, nama ini diganti menjadi UBER yang berarti Super.

Posisi CEO pertama diduduki oleh Ryan Graves yang akhirnya memutuskan untuk pindah menjadi Direktur Operasional. Setelah itu Travis Kalanick mengambil alih posisi CEO tersebut. Saat ini UBER sudah tidak asing dikalangan masyarakat Indonesia begitu juga masyarakat dari Negara lainnya. Pasalnya, UBER beroperasi di 60 Negara dan 300 kota.

Travis Kalanick : Si Boss Uber Yang Sukses Setelah Mengalami Banyak Tuntutan SUKSES USIA MUDA USIA TUA SEBELUM 30 SUCCESSBEFORE30.CO.IDsumber gambar

 

Namun, perjalanan Travis Kalanick menuju kesuksesannya, tidak terlepas dari berbagai kontoversi. Sebelum sukses dengan UBER, ia pernah mendirikan sebuah perusahaan bernama Scour, Inc. pada tahun 1998. Namun, nasib berkata lain. Travis Kalanick dan rekannya Dan Rodriquez harus menghadapi berbagai tuntutan. Pada tahun 2000 berbagai tuntutan datang dari perusahaan The Recording Industry Association of America (RIAA), The National Music Publishers Association (NMPA), dan Motion Picture Association of America. Perusahaan ini pun menyatakan diri bankrupt.

Dan saat ini perusahaan UBER yang ia dirikan juga tidak terlepas dari berbagai kontroversi. UBER mendapatkan banyak keluhan dari perusahaan Taxi lainnya di beberapa kota di Amerika, seperti Washinton DC, Chicago, Toronto, dan New York City. Sepertinya perusahaan-perusahaan Taxi  ini merasa tersaingi oleh keberadaan UBER tersebut.

Nah, itulah kisah sukses dari seorang pendiri UBER yang mengalami berbagai tuntutan dalam berbisni. Semoga kisah ini mampu memotivasi Anda 😉

Leave a Reply