Apakah Arisan Sama dengan Menabung?

0
383

SB30 – Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa! Selamat datang kembali di channel Success Before 30 yang membahas tentang pengembangan diri, motivasi, edukasi finansial, level up podcast, business inspiring, serta konten vlog balancing life.

Kali ini saya akan membahas topik tentang sesuatu yang sebenarnya sudah sangat lazim di Indonesia, yakni arisan. Sudah banyak pemirsa yang menonton video saya berjudul “3 Cara Menabung”.

Mereka berkata : “Pak, menabung logam mulia atau emas, investasi dan menabung saham itu bagi saya merupakan sesuatu yang baru dan tidak lazim. Yang saya tahu itu ikut arisan! Jadi, uangnya saya putar di arisan. Apakah itu termasuk cara menabung?”.

Oleh sebab itu, pada topik kali ini saya akan mengajarkan tentang Apakah Arisan Sama dengan Menabung?

Kita tahu bahwa arisan itu sudah menjadi trademark masyarakat Indonesia, terutama kaum ibu-ibu. Kita sendiri tahu bahwa emak-emak ini demen banget yang namanya arisan, dan ini turun temurun.

Arisan yang benar itu tentunya sudah melekat dengan perkumpulan. Entah itu organisasi seperti PKK, prganisasi kampung, organisasi desa atau apapun pasti terdapat yang namanya arisan.

Pertanyaan saya : Apakah Arisan Sama dengan Menabung?

Atau jangan-jangan, arisan ini sama dengan investasi? Apabila tujuan arisan bagi anda adalah untuk menabung atau uang tersebut tidak terpakai, sehingga anda memakai ilmu menyisihkan seperti yang saya ajarkan, boleh-boleh saja. Asalkan, anda mengambil uang tersebut dari slot terakhir penghasilan anda.

Jadi, arisan ini istilahnya adalah piauw.

Piauw adalah pengembangan metode kocokan arisan yang teknisnya seperti pelelangan. Piauw berarti jumlah uang yang dipasang. Selain mengumpulkan dana, kegiatan arisan juga memiliki uang kas. Nantinya, uang kas ini digunakan untuk membayar makanan, seragam arisan, dan lain-lainnya.

Contoh, anggotanya sebanyak 12 orang. Jadi, uang tersebut akan diputar sehingga dapat diterima oleh keduabelas orang tersebut secara bergantian.

Misalkan anda membeli kalung KK Liforce. Kalung ini banyak yang menginginkannya dengan cara melalui sistem arisan. Jika dalam arisan, harganya mungkin sekitar 2,5 juta. Jadi, setiap bulan anggota arisan menyetorkan uang 250 ribu.

Bagi anda yang menyetorkan uang hingga menjadi anggota yang paling akhir mendapatkannya, mungkin bisa dikatakan menabung. Akan tetapi, arisan tidak bisa dikatakan menabung jika anda adalah orang pertama yang mendapatkannya.

Justru ketika anda menjadi orang pertama yang mendapatkan barang atau uang arisan, biasanya anda cenderung meningkatkan gaya hidup. Angsuran belum lunas, masih harus bayar 10-12 kali lagi, namun anda justru ikut lagi arisan kedua dan ketiga. Tak ada habisnya. Dan itu namanya bukan menabung, melainkan meningkatkan gaya hidup.

Arisan ini sebenarnya bisa dijadikan reason untuk menabung, asalkan dengan satu tujuan. Yakni menyisihkan uang supaya tidak terpakai. Kalau ini saya setuju banget, karena ini merupakan cara yang paling sederhana dan simple. Dan anda juga bisa menggunakan uang hasil arisan itu untuk menabung emas di Tamasia.

Namun anda tidak bisa dikatakan menabung jika anda terus berbelanja, dan anda menjadi yang pertama mengambil uang arisan. Hal ini akan menjadi beban, karena anda masih harus mengangsur 10 kali lagi karena mereka belum mendapatkan haknya.

Seringkali, kejadian bahwa uang arisan itu menjadi bermasalah karena salah satu pesertanya tidak beres. Bahkan, ada juga yang anggota arisannya tiba-tiba menghilang. Silahkan anda share video ini kepada mereka yang suka berhutang tapi gak mau bayar.

“Pak, kenapa ya saya kalau memberi pinjaman itu susah nagihnya? Kalau ngutang mukanya melas minta ampun, begitu ditagih susahnya minta ampun!”

Saya sudah pernah membahas hal tersebut di video saya sebelumnya. Jadi, apakah ikut arisan itu boleh? Menurut saya, sah-sah saja karena hal ini termasuk tradisi turun temurun. Akan tetapi, kembali pada tujuannya.

Jika tujuan anda mendapatkan arisan paling akhir, maka itu sama saja dengan menabung atau mencicil barang. Namun apabila arisan ini justru memberatkan cashflow anda, saya rasa ini justru menjadi masalah. Apalagi jika setelah ikut arisan, anda jadi pengen beli ini dan itu. Saya rasa itu tidak bijak. Itu artinya anda memaksakan sesuatu yang belum pada saatnya.

Sahabat entrepreneur, demikian pembahasan saya kali ini dan nantikan konten saya berikutnya. Semoga topik kali ini bisa memperbaiki mindset anda, menginspirasi anda dan bermanfaat untuk anda.

Silahkan anda share pada teman-teman anda. Tentunya, ada banyak orang yang dapat terbantu melalui edukasi sedehana seperti ini. Mungkin mereka tidak mendapatkan pelajaran ini dari orang tuanya, namun mereka justru mendapatkannya dari channel ini. Untuk lebih lengkapnya, anda bisa baca di buku saya ‘Success Before 30’.

Semoga video kali bermanfaat. Sukses selalu, dan salam hebat luar biasa!!

 

Mau Dapat Update Exclusive dari SuccessBefore30 Lainnya di Email Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here