Lebih Baik Ngekost atau Nyicil Rumah?

0
699

SB30 – Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa! Selamat datang kembali di channel Success Before 30 yang membahas tentang pengembangan diri, motivasi, edukasi finansial, level up podcast, business inspiring, serta konten vlog balancing life.

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang topik yang banyak ditanyakan oleh masyarakat, dan terutama para mahasiswa. Ataupun orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya ke luar kota atau ke luar pulau.

Jadi pertanyaannya adalah : Lebih Baik Ngekost atau Nyicil Rumah?

Banyak sekali anak kost yang bertanya seperti ini. Namun sebelum anda menonton konten kali ini, ada baiknya anda tonton dulu video-video saya sebelumnya.

Saya juga menyarankan anda untuk membaca buku Success Before 30 tentang ‘ALAT’. Di topik tersebut saya membahas tentang buku-buku bisnis, tepatnya di halaman 113.

Selain itu, anda juga perlu membaca buku Success Before 30 halaman 75, yakni tentang usaha yang pasti bisa membuat anda sukses. Dari sini, anda bisa melihat secara clear bahwa dalam sebuah penentuan keputusan itu anda tidak boleh gegabah. Termasuk kebingungan anda terkait lebih baik ngekost atau nyicil rumah.

Keputusan tersebut tidak boleh anda ambil secara gegabah. Sehingga, penentuan keputusan yang anda buat itu tidak berdasarkan emosi, melainkan secara nalar yang sehat.

Kebanyakan anak kost akan bertanya : “Lebih baik ngekost atau nyicil rumah? Toh, uang yang dikeluarkan juga hampir sama”.

Banyak yang berpikir bahwa ngekost terus tidak akan menghasilkan apa-apa, jadi lebih baik nyicil rumah.

Di video kali ini, saya akan membahasnya secara mudah. Di sini ada hukum yang disebut Five Percent Rule.  Dan Five Percent Rule ini merupakan Sunk Cost. Sunk Cost adalah biaya yang telah dikeluarkan dan tidak dapat dikembalikan.

Jadi, 5 persen ini terdiri dari 1% pajak rumah.

Mungkin anda tidak tahu bahwa ketika kita membeli rumah, terdapat pajak penjual dan pajak pembeli sekitar 1%. Biasanya, setengah persen ditanggung oleh penjual dan setengah persennya lagi ditanggung oleh pembeli supaya fair.

Kemudian, ada pula 1% maintenance.

Anda harus tahu bahwa salah satu Sunk Cost di sini adalah biaya maintenance, dan salah satunya adalah biaya perawatan rumah. Dinding rumah bisa retak, genteng juga bisa bocor. Rumah anda juga bisa mengalami kebanjiran, atau bahkan dimakan rayap.

Kemudian, 3% bunga cicilan rumah.

Jika rumah tersebut anda beli seharga 500 juta, maka dalam satu tahun anda mengeluarkan biaya 25 juta. Dan itu artinya, anda mengeluarkan biaya sekitar 2 juta per bulan.

Jadi, 2 juta per bulan ini merupakan sunk cost yang harus anda keluarkan. Jika anda siap dengan pengeluaran 2 juta per bulan, maka bisa dikatakan anda qualified untuk membeli rumah seharga 500 juta.

Namun jika tidak, sebaiknya anda ngekost saja. Karena apabila anda ngekost, maka anda tidak perlu menanggung biaya sunkcost itu tadi. Jadi apabila anda belum siap, maka kost atau kontrakan bisa menjadi solusi yang terbaik.

Jika anda sudah memiliki sebuah preventif dari biaya 5 persen itu tadi, maka saya percaya bahwa anda sudah siap untuk memiliki rumah atau apartemen baru.

Apartemen juga memiliki sunk cost yang disebut dengan sinking fund, seperti biaya air PDAM yang harus anda tanggung sendiri. Kemudian  juga biaya perawatan fasilitas apartemen dan sebagainya. jika anda sudah siap, maka itu artinya anda sudah siap untuk memiliki apartemen. Jika  tidak, maka sebaiknya anda jangan pernah nekat memulainya.

Selain itu, iuran keamanan juga termasuk ke dalam sunk cost. Atau mungkin disebut juga dengan iuran kampung atau iuran perumahan. Iuran sampah itu juga pasti ada.

Apabila anda sudah siap menghandle seluruh biaya sunk cost tersebut, saya percaya anda juga masih harus menanggung ekstra biaya sekitar 2 juta per bulan di luar cicilan. Dan jika anda sanggup, tidak masalah. Itu artinya, anda sudah siap untuk memiliki rumah.

Jadi, anda pilih ngekost atau nyicil rumah? Pilihan ada di tangan anda.

Sahabat entrepreneur, demikian pembahasan saya kali ini, dan nantikan konten saya berikutnya. Semoga topik kali ini bisa menginspirasi anda dan bermanfaat untuk anda.

Silahkan anda share pada teman-teman anda. Tentunya, ada banyak orang yang dapat terbantu melalui edukasi sedehana seperti ini. Mungkin mereka tidak mendapatkan pelajaran ini dari orang tuanya, namun mereka justru mendapatkannya dari channel ini. Untuk lebih lengkapnya, anda bisa baca di buku saya ‘Success Before 30’.

Semoga video kali bermanfaat. Sukses selalu, dan salam hebat luar biasa!!

Mau Dapat Update Exclusive dari SuccessBefore30 Lainnya di Email Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here